Respon 1
SAAT TEDUH. Selasa, 2 Des 2014. Bereaksi Positif. Lalu
pergilah Abram seperti yang difirmankan TUHAN kepadanya, dan Lot pun ikut
bersama-sama dengan dia; Abram ber-umur tujuh puluh lima tahun, ketika ia be-rangkat
dari Haran. (Kejadian 12:4) Setahun silam salah satu sahabat saya yang merintis
usaha sebagai agen asuransi menawari saya untuk ikut polisnya. Karena mengenal
baik dirinya, saya pun bersedia. Sebelum itu sebetulnya sudah ada beberapa agen
dengan polis yang sama menawari, namun saya tolak karena
tidak percaya mereka. Kepada sahabat, saya bereaksi positif karena saya percaya
kepadanya. Dalam cerita Abram dipanggil Allah, Tuhan menjanjikan satu negeri
kepadanya dan akan membuatnya menjadi bangsa yang besar, memberkatinya, membuat
namanya masyhur, dan menjadi berkat (ay. 2). Abram tidak mengajukan syarat atau
usul tertentu, ia percaya. Bukti kepercayaannya adalah menyediakan diri dan
membiarkan dirinya dipakai Tuhan untuk rencana-Nya yang besar, dengan pergi
seperti yang difirmankan Tuhan kepadanya (ay. 4). Abram tidak bersikap pasif,
namun ia bereaksi secara positif. Meski usianya sudah senja, hal itu tidak
menjadi alasan bagi Abram untuk bersantai-santai atau membantah perintah Tuhan
untuk pergi. Kita dikatakan beriman saat tunduk kepada perintah Tuhan. Kalau
kita sungguh-sungguh percaya pada Dia, pasti kita tanpa ragu menuruti
kehendak-Nya meskipun hasilnya mungkin tidak sesuai dengan
keinginan daging kita. Kalau kita percaya kepada manusia yang
tidak sempurna, mau menuruti ucapannya karena mereka atasan atau orang yang
kita percayai, seharusnya kita sangat percaya kepada Tuhan. Percaya kepada
Tuhan bukan di bibir saja, namun dibuktikan dengan reaksi yang positif terhadap
perintah-Nya. ORANG YANG BERIMAN KEPADA TUHAN PASTI AKAN BEREAKSI SECA-RA
POSITIF TERHADAP PERINTAH-NYA. Selamat pagi, Tuhan Yesus member-kati.
Respon 2
Yosua 4:1-24. Apakah kita
ingat semua perto-longan Tuhan yang pernah kita alami? Kalau gampang lupa,
perlu punya diary untuk men-catat pengalaman-pengalaman kita ditolong Tuhan.
Suatu saat dikala kita galau merasa Tuhan itu nggak menolong kita,
catatan-catatan itu akan kembali menguatkan kita dan membuat kita sadar
akan kebesaran dan kedahsyatanNYA. Sadar akan kasihNYA yang tiada taranya.
Kekaguman kita itu akan mem-bangun kembali iman kita, membuat kita dikuatkan
dalam menghadapi segala tanta-ngan. Dan percaya bahwa pertolonganNYA selalu
tepat pada waktunya. Tetap semangat, tetap berharap karena harapan itu tidak
akan mengecewakan. Happy Tuesday...
Respon 3
“Jikalau orang benar berbalik dari kebenarannya dan
melakukan kecurangan seperti segala kekejian yang dilakukan oleh orang
fasik--apakah ia akan hidup? Segala kebenaran yang dilakukannya tidak akan
diingat-ingat lagi. Ia harus mati karena ia berobah setia dan karena dosa yang
dilakukannya.” (Yehezkiel 18:24). Terima kasih ibu Siu, selamat siang dan
selamat lanjut aktivitas TUHAN memberkati.
Respon 4
Mempelajari Alkitab, kita diberitahu bahwa Tuhan menghargai
kehidupan. “Tetapi siapa yang termasuk orang hidup mempunyai harapan, karena
anjing yang hidup lebih baik dari pada singa yang mati”~ Pkh. 9:4. Manusia yang
beradab menghargai hidup bahkan hidup hewan-hewan mereka. Mereka yang
merendahkan hidup, yang mengambil keputusan mengakhiri nyawa orang lain atau
diri sendiri, dinyatakan dalam Alkitab sebagai orang-orang yang dipengaruhi
setan-setan (lihat Luk. 22:3; Yoh.13:2,27). Tapi, ada satu hal yang lebih baik
daripada hidup. “Kasih setia-Mu lebih baik daripada hidup” demikian tulis Daud
dalam Mazmur 63:4. Ya, kasih Tuhan lebih baik daripada hidup. Renungkan:
Pertama, Daud semula datang dengan jiwa yang lapar & haus; hanya Allah-lah
yang dapat memuaskan jiwanya (63:2). Dia meng-hampiri Tuhan & menemukan
kasih setia-Nya. Sesungguhnya Daud hendak menyampaikan bahwa hidupnya kosong & gersang tanpa kasih
Tuhan. Jiwa manusia tak terpuaskan oleh apapun sebelum bertemu kasih Illahi
itu! Seumur hidup dengan segala kesemarakannya pun tak cukup menggem-birakan
hati manusia sebelum kasih sempurna itu masuk & berdiam di sana. Kedua,
kasih setia-Nya lebih dari hidup karena kasih itu memberikan kebahagiaan
sepanjang hari-hari yang kita lalui di dunia yang kelam ini. Ayat 4-6
menceritakan hari-hari Daud yang puji-pujian & sorak sorai bagi seumur
hidupnya. Pula jiwanya dikenyangkan bagai makan lemak & sumsum. Sungguh
cinta Tuhan menceriakan hari-hari di setiap musim dalam hidup kita. Ketiga,
kasih yang kita rasa lebih dari hidup karena dalam kasih-Nya kita boleh yakin
ada dukungan & pertolongan, bagai tangan yang kuat yang menopang &
sayap nan perkasa menaungi kita (ayat 8-9) selama kita hidup. Inilah keindahan
& kemuliaan hidup ketika kita menyadari bahwa kita tidak berjalan sendiri melainkan Tuhan yang begitu cinta pada kita
menyertai kita sampai akhir hidup kita di dunia. Dikasihi & mengasihi Tuhan
itu melampaui segala kehidupan. Tan-panya, sepanjang hari-hari kita di dunia
sia-sia adanya. Salam revival! GBU
No comments:
Post a Comment