Saturday, 20 December 2014

20 Desember 2014


Kis 16:15, “Bahwa aku sungguh-sungguh PERCAYA kepada Tuhan, ...” (Baca: Kis 16:13-18). Di dalam PERCAYA itulah letak kekuatan kita, ketakutan lenyap ketika kita MEMPERCAYAI Bapa kita, saat kita PERCAYA  kita  tidak  akan  pernah berjalan sendiri . Di dalam KEPERCAYAAN kita, Kristus membimbing kita untuk menemukan cara yang terbaik untuk memberitakan tentang kasihNya kepada sesama kita :). Amin.

Respon 1
“HATI baru jauh lebih efektif untuk komunikasi dengan Tuhan ketimbang HAPE baru.” Xavier Quentin Pranata.

Respon 2
Sabtu, 20 Desember 2014. Bacaan: Yohanes 2:1-11. Setahun: 1 Yohanes 1-3. Nats: Tetapi ibu Yesus berkata kepada pelayan-pelayan, “Apa yang dikatakan-Nya kepadamu, lakukanlah itu!” (Yohanes 2:5). BAGIAN KITA: TAAT! Suatu hari Tuhan memberi tugas kepada seorang pria. Tuhan memper-lihatkan bungkahan batu besar dan menyuruh pria itu mendorongnya dengan sekuat tenaga. Berbulan-bulan pria itu terus mendorong, tak sedikit pun batu itu bergeser.  Lelah dan putus asa, pria itu protes, “Tuhan, aku sudah menggunakan segenap kekuatanku, tapi lihat, batu ini tak juga bergeser. Mengapa aku gagal?” Tuhan menjawab, “Anak-Ku, Aku hanya menyuruhmu mendorong batu itu dan bukan memindahkannya. Sekarang engkau mengira dirimu telah gagal. Tetapi, lihatlah sekarang dirimu. Lengan dan otot-ototmu menjadi kuat. Engkau memang tidak dapat memindahkan batu itu karena Aku memanggilmu untuk taat melakukan kehendak-Ku, dan untuk membuktikan imanmu. Yang akan memindahkan batu itu adalah Aku sendiri!” Pelayan di pesta pernikahan itu mungkin berpikir seperti pria di atas saat kehabisan anggur. Yesus meme-rintahkan mereka untuk mengisi tempayan-tempayan, yang biasa disediakan untuk pembasuhan kaki itu, dengan air! Mereka mungkin bertanya-tanya karena tidak bisa memahami perintah aneh itu, namun mereka mengingat pesan Maria,  “Apa yang dikatakan
(Yesus) kepadamu, buatlah itu!” Mereka juga taat saat Yesus meminta untuk mencedok air dalam tempayan itu dan membawanya kepada pemimpin pesta. Selebihnya? Yesus yang bekerja! Ya, Tuhan hanya meminta kepada kita untuk menaati firman-Nya. Hasilnya? Tuhanlah yang bekerja. Apa pun hasil yang dibuat-Nya, selalu mendatangkan kemuliaan bagi-Nya. --Samuel Yudi Susanto. KETAATAN MELAKUKAN PERINTAH TUHAN ADALAH BAGIAN KITA; SOAL HASIL, ITU MENJADI BAGIAN TUHAN.

Respon 3
Kis 20:35, TUHAN: Lebih berbahagia mem-beri daripada menerima! Nah problem kita: terlalu banyak meminta tapi terlalu sedikit memberi! Ayoo Renungkan?!? Samuel Sianto (SS)-YESTOYA Malang.

Respon 4
SAAT TEDUH. Sabtu, 20 Des 2014. ALLAH yang Dermawan. Tidakkah aku bebas mempergunakan milikku menurut kehendak hatiku? Atau iri hatikah engkau, karena aku murah hati? (Matius 20:15). Salah satu alasan mengapa saya sangat bersyukur sebagai umat Allah adalah karena saya menyembah Allah yang murah hati. Bagi saya secara pribadi, rasanya tidak ada Allah yang begitu murah hati kepada umat-Nya selain Bapa Surgawi yang kita kenal di dalam nama Yesus. Melalui perumpamaan tentang orang upahan di kebun anggur, kita akan belajar mengenai kemura-han hati Allah kita. Dalam perumpamaan tersebut, diceritakan adanya masalah ketika para pekerja menerima pembagian upah atas hasil kerja mereka. Mereka yang bekerja lebih dahulu merasa keberatan karena upah mereka sama dengan pekerja yang hanya bekerja selama satu jam. Namun, pemilik kebun ang-gur menegaskan bahwa ia bukan berlaku tidak adil dalam hal ini karena sebelumnya mereka sudah  sepakat menerima upah satu dinar sehari. Kemurahan hatinya itu, yang sukar dipahami oleh para pekerja yang terdahulu, tentulah sangat disyukuri oleh pekerja terakhir yang hanya satu jam berkeringat. Berbicara mengenai sifat Allah yang murah hati, Alkitab juga mencatat bahwa Allah kita menerbitkan matahari bagi orang jahat dan orang baik. Dia juga menurunkan hujan bagi orang benar maupun orang yang tidak benar (band. Mat. 5:45). Kasih di dalam diri-Nya membuat Allah bermurah hati terhadap ciptaan-Nya. Jika Allah begitu murah hati terhadap ciptaan-Nya, seyogyanya umat-Nya juga menerapkan gaya hidup murah hati dalam hidup keseharian. Biarlah dunia melihat bahwa Allah kita murah hati melalui perbuatan kita. Mari bermurah hati! ORANG KRISTEN YANG BERMURAH HATI SEDANG MEMANCARKAN KEPADA DUNIA KARAKTER BAPANYA YANG MURAH HATI. Selamat Pagi. Selamat berakhir pekan. Tuhan Yesus memberkati.


Respon 5
RESILIENSI. Kisah ini diceritakan oleh se-orang petani yang mempunyai seekor keledai yang usianya sudah uzur / tua. Pada suatu hari keledai tersebut jatuh ke dalam sumur. Keledai tersebut menangis dan berteriak sekuat tenaganya. Sang petani mendengar suaranya. Dia datang melongok ke dalam sumur tersebut dan menganalisa dengan seksama apa yang bisa dilakukannya. Setelah mempertimbangkan banyak faktor akhirnya sang petani berkesimpulan untuk TIDAK akan menyelamatkan baik keledai tua maupun sumur tua tersebut. Si petani mengumpulkan tetangga untuk membantunya menutup sumur tua itu dengan tanah agar Si keledai tua bisa terbebas dari penderitaannya segera. Ketika tanah mulai berjatuhan mengenai muka dan badannya. Si keledai tua sungguh panik. Kakinya pun mulai terbenam. Tiba-tiba dia menggoyangkan badannya dan dia injak tanahnya  serta naik ke atas tumpukan tanah tersebut. Dia terus melakukan hal tersebut, ketika dia makin terbenam, dia bergoyang dan naik ke atas! Dia berulang kali menyemangati dirinya, tidak peduli bagaimana sakitnya dan stressnya dia. Dia melawan rasa paniknya dan terus melakukan ritual: bergoyang dan naik ke atas. Hal tersebut tidak berlangsung lama ketika keledai tua yang tampak babak belur dan lelah tersebut naik dengan penuh kemenangan ke permukaan tanah di atas sumur tersebut. Situasi yang semula tampak menguburnya sesungguhnya menolongnya... Hal ini terjadi karena perilaku positifnya dalam menghadapi tantangan atau cobaan hidup. THAT'S LIFE! Jika kita menghadapi masalah dan meresponnya secara positif dan tidak menyerah dengan rasa panik, kepahitan hidup atau mengasihani diri sendiri. Maka kita punya kemampuan untuk keluar dari masalah. Inilah yang disebut Resiliensi. "RECILIENCE is all about being able to overcome the unexpected.  Sustainability  is about survival. 


The goal of resilience is to thrive.' Resiliensi adalah suatu kemampuan untuk menghadapi hal-hal yang tidak diharapkan. Kegigihan adalah demi kelangsungan hidup. Sasaran dari resiliensi adalah untuk terus maju. Have a nice week end. GBU.
 


No comments:

Post a Comment