Matius 17:20, "Ia berkata kepada mereka: ‘Karena kamu kurang percaya. Sebab Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya sekiranya kamu mempunyai iman sebesar biji sesawi saja kamu dapat berkata kepada gunung ini: Pindah dari tempat ini ke sana, - maka gunung ini akan pindah, dan takkan ada yang mustahil bagimu.'" Apakah sebenarnya yang dimaksud dengan IMAN sebiji sesawi yang sanggup memindahkan gunung?? IMAN = keyakinan / kepercayaan pada kebenaran (subyektif), IMAN = hal-hal yang dipercayai / doktrin (obyektif). IMAN digunakan untuk menggambarkan kemampuan seseorang untuk PERCAYA. Roma 3:23, "Karena semua orang telah berbuat dosa dan telah kehilangan kemuliaan Allah." Sekecil apapun IMAN kita, itu sangat diperhitungkanNya! IMAN kita bukan berdasarkan imajinasi se-mata, melainkan atas bukti yang kuat (walau-pun tak terlihat) bahwa kalau kita PERCAYA, maka tidak ada yang mustahil bagi DIA. DIA sanggup memindahkan gunung-gunung per-masalahan kita, asal PERCAYA / berIMAN kepadaNya, amin :).
Respon 1
13 Desember. INGAT AKAN PENCIPTA. "Ingatlah akan Penciptamu…" demikian kata orang paling berhikmat yang pernah hidup di muka bumi selain Kristus (Pkh. 12:1). Di bagian akhir pesannya tentang kehidupan, ia mengingatkan umat manusia untuk ‘ingat' akan Tuhan, pencipta segala yang ada. Betapa penting pesan ini bagi setiap orang: sebab ada orang-orang yang lupa akan Pencipta mereka. Tidak kurang sedemikian tua usia bumi, masih ada manusia yang percaya bahwa me-reka berasal dari benturan kosmik yang tidak beraturan yang perlahan selama milyaran tahun 'melahirkan' makhluk-makhluk hidup dengan anatomi yang sempurna & akal budi yang tinggi. Meski terdengar menggelikan tapi mereka yang disebut "orang-orang pan-dai" masih menyelidiki kemungkinan manusia berasal dari alien. Sungguh mengherankan mengapa manusia sukar mengakui Pencipta-nya? Juga, ada mereka yang menyadari kebe-radaan Tuhan namun lupa mengingat Peran-cang hidup mereka dalam tiap langkah hidup-nya. Hidup mengalir ataukah hidup dalam perhitungan-perhitungan mereka sendiri, dengan percaya diri mereka melangkah seolah mereka memiliki kuasa untuk mewujudkan apapun hasrat ambisi mereka? Ketika terdesak baru mereka ingat minta pertolongan pada Tuhan atau kuasa apapun yang sanggup mem-bebaskan mereka dari tekanan dalam kehi-dupan. Pikiran mereka praktis dipenuhi akan diri mereka sendiri, bukan Sang Pencipta. Lalu, meskipun ada mereka yang ingat akan pencipta mereka namun mereka kini melupa-kannya. Entah karena penderitaan yang sangat atau karena kesenangan & kemewahan dunia-wi yang sarat. Dulu pernah hati mereka terba kar kasih Tuhan & memanggil nama di atas segala nama itu. Hari ini sudah keberapa kali-nya mereka menyangkal Yesus melalui gaya hidup mereka. Ingatlah akan Penciptamu, begitu kata Salomo. Sebab pernah ia lupa akan Dia. Hanyut oleh gula-gula dunia. Lalu hidup serasa menjaring angin. Kesia-siaan demi kesia-siaan. Satu pelajaran besar telah didapat & kini disampaikannya: 'selagi nafas ada, ingatlah Penciptamu seumur hidupmu'. Hari ini, ingatkah Anda akan Dia? Salam revival! GBU.
Respon 2
"Saat hidup penuh beban tidak apa bergerak pelan, asal tetap berjalan." Xavier Quentin Pranata.
Respon 3
SAAT TEDUH. Sabtu, 13 Des 2014. Kasih Terbesar. Kemudian kembalilah gembala-gembala itu sambil memuji dan memuliakan Allah (Lukas 2:20). Para gembala di padang tidak pernah menyangka bahwa malam itu akan menjadi malam yang sangat berkesan bagi mereka. Malaikat Allah memilih mereka sebagai kelompok pertama yang mendengar-kan berita kelahiran Sang Juru Selamat. Rasa heran dan sekaligus sukacita yang tak terkira tentu menyelimuti hati mereka. Segera mere-ka pergi ke Bethlehem. Dan mereka pun me-nemukan kebenaran dari berita malaikat itu, dan hati mereka meluap memuji Allah. Mere-ka kemudian menceritakan kabar gembira ter-sebut kepada semua orang yang mereka jum-pai (ay. 18). Meskipun tidak semua yang men-dengarnya merasakan sukacita, tetapi berita kelahiran Sang Juru Selamat tetap membawa kedamaian di bumi ini. Berita kelahiran selalu menjadi berita sukacita bagi keluarga yang mengalaminya. Kelahiran selalu dinanti-nantikan. Demikian pula berita kelahiran Sang Juru Selamat yang membawa pengharapan. Allah yang begitu mengasihi dunia ini rela memberikan Anak Tunggal-Nya untuk me-nyelamatkan dunia yang kelam. Dunia yang menanti-nantikan kedatangan Juru Selamat bersorak-sorai kegirangan. Kasih Allah yang begitu besar akan dunia ini terbukti dengan kehadiran Anak Tunggal-Nya bagi dunia. Meskipun tidak semua manusia menerima-Nya, tetapi Allah tidak putus asa. Allah tulus dan rela dengan kasih-Nya. Dia tidak mengha-rapkan balasan apa pun dari kita atas per-buatan-Nya tersebut. Kerinduan Allah hanya satu: bahwa seluruh umat mengenal Yesus dan merasakan kasih-Nya sehingga mereka diselamatkan. ALLAH MENGASIHI SAYA SEPENUHNYA... DAN MENGUTUS SAYA KE DUNIA UNTUK MENGASIHI SESA-MA DENGAN CARA YANG SAMA.-Oswald Chambers. Selamat pagi, selamat menikmati akhir pekan bersama keluarga. Tuhan Yesus memberkati.
No comments:
Post a Comment