Sunday, 7 December 2014

07 Desember 2014

1 Tesalonika 5:11, "Karena itu nasihatilah seorang akan yang lain dan saling membangunlah kamu seperti yang memang kamu lakukan." Perkataan yang memberi semangat dapat mendorong orang yang putus asa untuk bangkit & terus maju J. Ketika kita menjadi pelaku Firman (membangun sesama) maka perlombaan hidup ini akan kita jalani bersama dengan lebih mudah.



Respon 1

Shalom Siu. Pagi, firmanmu hari ini bagus sekali, memang sebagai anak-anak ALLAH kata-kata kita harus jadi penyemangatan buat sesama... Thank you.



Respon 2

Maz 23:4, Sekalipun aku berjalan dalam lembah kekelaman, aku tidak takut bahaya, sebab ENGKAU besertaku, gadaMU dan tongkatMU, itulah yang menghibur aku. Jangan takut, pasti ditolong TUHAN. Selamat ibadah dan melayani. Samuel Sianto(SS)-YESTOYA Malang.



Respon 3

Dalam kemah suci Musa, ada mezbah ukupan yang digunakan untuk membakar ukupan ataucampuran bahan-bahan yang telah ditumbuk. Jika ukupan tersebut dibakar, pagi dan petang maka bau yang wangi disertai asap, membubung tinggi dari kemah suci sebagai suatu persembahan yang menyenangkan di hadapan Tuhan. Mezbah ukupan adalah lambang kehidupan doa umat Tuhan (Wah. 5:8). Suatu simbol kerinduan Tuhan bahwa Dia sangat rindu mendengar doa-doa umat-Nya, mengadakan hubungan dengan anak-anakNya. Setidaknya 3 bentuk doa ini yang seharusnya kita naikkan siang & malam: 1.) Doa penyembahan. Suatu ungkapan kekagu-man, syukur, & takjub akan pribadi-Nya, perbuatan-perbuatan kebaikan-Nya, segenap keagungan & kebesaran-Nya. Dinyatakan dari hati & mulut yang memuji, bukan mengeluh atau berkata-kata najis. 2.) Doa permohonan. Suatu doa dimana kita menaikkan seruan ketergantungan kepada Tuhan. Suatu penye-rahan pada kehendak & belas kasihan-Nya, bahwa hidup kita bergantung penuh pada ke murahan-Nya; 3.) Doa syafaat. Suatu jeritan hati agar Kerajaan Soranga datang & kehendak TUHAN diwujudkan di dalam situasi-situasi di bumi yang bertentangan dengan maksud-maksud illahi. Inilah pernya-taan kasih bagi dunia yang terhilang yang sangat berharga di mata Tuhan. Semua doa-doa itu dinaikkan tidak hanya sehari dalam seminggu namun setiap hari. Inilah lambang suatu kehidupan doa sekaligus ibadah yang diterima Tuhan. Mungkinkah kita yang sehari-hari dipadati dengan aktifitas menaik-kan banyak doa seperti disebuntukan di atas sepanjang hari? Tentu saja tidak mudah. Tapi perhatikan satu hal di sini. Sementara pembakaran ukupan & segala kewajiban di kemah suci dilakukan oleh imam, seluruh bangsa diingatkan melalui asap & bau semer-bak ukupan tersebut agar mengangkat hati mereka kepada TUHAN. Demikianlah setiap hari kita senantiasa mengingat Dia, memulia-kan & memuji Dia, & memperkatakan firman-Nya atas setiap situasi kita. Yang meluap dari hati, keluar dari mulut kita. Itulah doa² kita di hadapan Yang Mahatinggi. Sudahkah doa Anda dinaikkan hari ini? Salam revival! GBU




No comments:

Post a Comment