Thursday, 18 December 2014

18 Desember 2014

Dimana pun kita berada dalam perjalanan iman kita, kita membutuhkan mukjizatNya. Oleh karenanya berharaplah hanya kepada-Nya, DIA tidak pernah mengecewakan kita. BerDOAlah dengan IMAN / PERCAYA maka  DIA  akan menjawab dengan mukjizat-mukjizatNya. Daniel 3:28, "Berkatalah Nebukadnezar: 'Terpujilah Allahnya Sadrakh, Mesakh dan Abednego! Ia telah mengutus malaikat-Nya dan melepaskan hamba-hamba-Nya, yang telah menaruh PERCAYA kepada-Nya, dan melanggar titah raja, dan yang menyerahkan tubuh mereka, karena mereka tidak mau memuja dan menyembah allah manapun KECUALI Allah mereka.'" AMIN.



Respon 1

Yak 4:8, Mendekatlah kepada TUHAN dan IA akan mendekat kepadamu! Boleh kita dekati pejabat tinggi tapi lebih baik PE-NGUASA TERTINGGI alam semesta yang kita dekati. Pasti sip, dijamin ada perlindu-ngan, pertolongan dan berkat-berkat berkelim-pahan! Samuel Sianto (SS) - YESTOYA.



Respon 2

"Kesendirian bersama Tuhan bukanlah kesepian,  justru  keramaian  tanpa  Tuhanlah kita benar-benar kesepian." Xavier Quentin Pranata.



Respon 3

SAAT TEDUH. Kamis, 18 Des 2014. Teladan Orang Muda. Jangan seorang pun mengang-gap engkau rendah karena engkau muda. Jadi-lah teladan bagi orang-orang percaya, dalam perkataanmu, dalam tingkah lakumu, dalam kasihmu, dalam kesetiaanmu dan dalam kemurnianmu. (1 Timotius 4:12) Ketika Basuki Tjahaya Purnama mencalonkan diri sebagai wakil gubernur DKI Jakarta mendam-pingi Joko Widodo, banyak orang meremehkannya. Ahok, begitu ia dikenal, termasuk dalam tiga kelompok "minoritas": ia Tionghoa, Kristen, dan jujur. Apalagi, usianya masih terbilang muda. Ahok menepis semua rintangan dengan mengedepankan kinerja yang jujur, bersih, transparan, dan tegas. Hal ini tampak dalam ucapannya yang cenderung keras  dan  "tanpa  tedeng  aling-aling". Rasul Paulus memberikan nasihat khusus kepada Timotius yang terbilang muda. Mungkin jemaat waktu itu cenderung meremehkan kemampuan Timotius karena kemudaannya itu. Usia muda identik dengan kurangnya pengalaman dan wibawa. Untuk mengatasi-nya, Paulus mengajari Timotius agar menjadi pribadi yang patut diteladani dalam segala hal, baik perkataan maupun perbuatan (ay. 12). Berbagai nasihat diberikan untuk menguatkan hati Timotius, meliputi ketekunan dalam membaca Kitab Suci, mengajar (ay. 13), mengaktifkan karunia (16), dan mengevaluasi diri (ay. 15-16). Semua itu diperlukan Timotius terutama saat ia harus menghadapi pengajar sesat. Mungkin kita sering diremeh-kan karena usia, genetika, atau penampilan. Belajar dari Ahok dan Timotius, hendaknya kita tidak menyerah. Marilah kita berkete-tapan hati dan memotivasi diri untuk menjadi pribadi yang patut diteladani. Melalui perka-taan dan perbuatan, mari kita tunjukkan bagai- mana hidup benar sesuai dengan firman Tuhan. SAAT ORANG LAIN MEREMEH-KAN, JADILAH TELADAN DALAM PER-KATAAN DAN PERBUATAN. Pagi... Tuhan Yesus memberkati.






No comments:

Post a Comment