1 Korintus 12:4-6, "Ada rupa- rupa karunia, tetapi satu Roh. Dan ada rupa-rupa pela-yanan, tetapi satu Tuhan. Dan ada berbagai-bagai perbuatan ajaib, tetapi Allah adalah satu yang mengerjakan semuanya dalam semua orang." Kristus telah mempersatukan umatNya dengan dasar yang tak tergoyahkan. Satu Tuhan, satu Roh, satu Allah, bagian kita adalah mengembangkan karakter yang mem-bangun kesatuan & yang mau dibimbing oleh para pemimpin yang sudah Tuhan tempatkan dalam hidup kita untuk mencapai kedewasaan. Amin.
Respon 1
Maz 16:8, aku senantiasa memandang kepada TUHAN, karena IA berdiri di sebelah kananku, aku tidak goyah! Tuhan mampu melakukan apa saja. Bersama-NYA pasti kuat, menang bahkan lebih dari pemenang! Samuel Sianto(SS)-YESTOYA Malang.
Respon 2
1 MENIT MENJELANG TIDUR. Roma 12:9, "Hendaklah kasih itu jangan pura-pura! Jauhilah yang jahat dan lakukanlah yang baik." Kasih Kristus memampukan kita dapat melakukan kebenaran yang diajarkanNya, mampu melihat perbedaan yang jahat dari yang baik, tanpa kasihNya kita akan egois, lebih mementingkan diri sendiri menjadi munafik dan kehilangan ketulusan hati. Kebahagiaan Surga tidak dapat dipengaruhi oleh apa pun yang dapat kita lakukan atau kita perbuat di dunia, kesungguhan dalam melaku-kan perintahNya membawa kita kepada kehendakNya, segera kita buang segala kejahatan, secepatnya bertindak menjadi pelaku kebenaran firman-Nya.
Respon 3
Kejadian 18:1-15 ternyata manusia pada jaman alkitab dan manusia pada jaman ini kok bisa sama persis ya... Begitu melihat ada janji Tuhan, percaya, menggebu-nggebu, semangat, tapi begitu janji itu nggak kunjung terwujud, kecewa, ragu sama Tuhan, mencari jalan sendiri untuk mewujudkan janji Tuhan, seolah-olah kita ini lebih hebat dari Tuhan. Kok bisa sama persis ya?? Padahal Tuhan itu punya waktu yang tepat untuk menepati janjiNYA, kenapa kita ini selalu nggak sabar dan kemudian kecewa sama Tuhan? Meragukan Tuhan? Kuatir sama Tuhan? Padahal Tuhan bilang orang yang kuatir itu seperti kapal yang diombang ambingkan ombak, tambah pusing tambah mabuk dan akhirnya nggak dapat apa-apa. Ayo percayaai janji Tuhan dan tetap tekun menantikanNYA.
Respon 4
"Keberanian dimulai dari mengatasi rasa takut tanpa takut." Xavier Quentin Pranata.
Respon 5
Meskipun terdengar cukup aneh, harus kita akui jika kita pernah & mungkin masih menyimpan rasa tidak puas akan kebijak-sanaan, pengaturan & penetapan Tuhan dalam hidup kita. Rumput tetangga selalu lebih hijau daripada yang ada di halaman kita. Kita sering melihat kehidupan orang-orang lain khusus-nya mereka yang di mata dunia disebut sukses & mapan, lalu berkata dalam hati,"Betapa beruntungnya hidup mereka." Ini kemudian berkembang menjadi pemikiran yang semakin liar ketika iblis menaburkan dalam benak kita, "Tuhanmu tidak adil. Mengapa kamu terus percaya pada-Nya". Inilah yang sering digemakan di hati banyak orang sebagai sikap hati mereka pada Tuhan: "…kita ini menyebut berbahagia orang-orang yang gegabah: bukan saja mujur orang-orang yang berbuat fasik itu, tetapi dengan mencobai Allah pun, mereka luput juga" (Mal. 3:15). Tuhan berkata yang demikian itu kurang ajar kepada-Nya (3:13). Mengapa? Tanpa pengetahuan yang berasal dari perenungan yang tepat, mudah saja seringkali orang ‘menghakimi' Tuhan, padahal kebodohanlah yang telah menguasai pikiran mereka. Seharusnya setiap orang berpikir & berpikir ulang, belajar & mempelajari ulang, mengambil kesimpulan & siap memperbaiki kesimpulan tsb. Sebagai contoh, dari nats tsb, renungkan ‘yang bagaimanakah berbahagia itu'? Juga ‘yang disebut mujur itu seperti apa'? Dan ‘benarkah yang suka mencobai Tuhan luput dari hukuman'? Sudahkah kita merenungkan mendalam hal-hal tsb dari perpektif illahi? Manakah yang lebih berbahagia: memiliki damai sejahtera & mendapat pengampunan meski tidak banyak harta ataukah kekayaan limpah tapi hati penuh gelisah, dibayang-bayangi ketakutan? Mana yang lebih mujur: memiliki karakter-karakter terpuji & menjadi inspirasi bagi yang lain atau hidup berge-limang dosa yang merusak orang & hal-hal yang baik? Jangan tertipu. Telah banyak fakta menunjukkan bahwa apa yang sering disebut kesuksesan di dunia, justru menjerumuskan orang pada kehancuran & kesesatan yang dalam. Hanya dalam Kristus, kita selamanya berbahagia & beruntung. Salam revival! GBU.
No comments:
Post a Comment