Thank You for Creating Me. Thank You atas karya
ciptaanMu ya Tuhan atas diriku, Engkau menciptakanku secara UNIK, biarlah kami
tidak hanya terkagum oleh karena “kejadian kami DAHSYAT & AJAIB”
(Mazmur 139:13-14). Tetapi buatlah kami sepenuh hati menyadarinya dengan selalu
MENGUCAP SYUKUR :). #So Much to be Thankful For Creating Me #Thank You JESUS
#AOC
Respon 1
Maz 115:12-13, TUHAN selalu mengingat dan memberkati
orang-orang yang takut akan DIA, kecil atau besar! Wow, siapa saja BISA
diberkati TUHAN. Jangan minder tapi senangkan hati-NYA! Samuel
Sianto(SS)-YESTOYA Malang.
Respon 2
Yes... Amin. Jujur aku sering membandingkan diriku dengan orang lain. Orang itu kok bisa lebih cantik,
rambutnya lebih bagus, kulitnya halusss kayak nggak punya pori-pori, suara-nya
bagus, badannya bagus dll, kayaknya nggak pernah ada yang bisa aku syukuri dari
diriku. Tapi firman kemarin menegur aku luar biasa, selalu ada alasan untuk
bersyukur buat tubuhku yang ditenun oleh Tuhan dengan ajaib sehingga aku bisa
melihat, bernafas, berjalan, dan menikmati hidupku. Terima kasih Tuhan buat
tubuhku buat hidupku yang sudah KAU ciptakan dengan dahsyat dan ajaib.
Respon 3
“The burning desire will surely die if we don't fan the
flame.” Xavier Quentin Pranata.
Respon 4
SAAT TEDUH. Senin, 1 Desember 2014. SERBA SAYA. Karena
Bapamu mengetahui apa yang kamu perlukan, sebelum kamu minta kepada-Nya
(Matius 6:8). Meskipun memalu-kan, namun jujur, jika dicermati, saya lebih
sering berdoa untuk mendapatkan berkat-Nya, bukan karena ingin bercakap-cakap
dan bergaul akrab dengan-Nya. Isinya cenderung berkisar pada kepentingan saya:
diri saya, keluarga saya, pekerjaan saya, masalah saya, rezeki saya—semuanya
berfokus pada saya. Kalaupun saya berdoa untuk orang lain, mereka tidak lain
orang-orang yang ada dalam lingkaran jejaring dan kepentingan saya. Karena
penasaran, akhirnya saya meneliti lagi doa yang diajarkan Tuhan Yesus.
Ternyata, urusan saya, yang diwakili oleh makanan sebagai pemenuhan kebutuhan
pokok fisik, hanya diungkapkan dalam satu ayat (ay. 11). Sebagian besar
lainnya, dituangkan dalam empat ayat, berupa puji-pujian dan permo-honan agar
kehendak-Nya terwujud di dunia ini (ay. 9-10), dan permohonan agar hubungan
kita dengan Allah dan dengan sesama dipulih-kan (ay. 11), dan permohonan agar
kita dilindungi dari pencobaan Iblis (ay. 12). Sebuah doa yang tidak
menonjolkan kepentingan diri sendiri, melainkan mengutamakan kepenti-ngan
Kerajaan Allah. Sangat berbeda dari fokus doa saya selama ini! Saya pun terdo-rong
untuk mengubah arah doa saya: sedapat mungkin tidak berfokus pada masalah dan
kepentingan pribadi saya, namun lebih meng-utamakan percakapan akrab dengan
Tuhan, menikmati hadirat-Nya, sambil bersyafaat bagi orang lain. Tentang
kebutuhan sehari-hari saya, bukankah Dia sudah tahu sebelum-nya (lihat 6:8,
32b)? Waktu doa saya menjadi sebuah persekutuan yang menyenangkan dengan Dia.
DOA ADALAH SARANA UNTUK BERGAUL AKRAB DENGAN TUHAN, BUKAN "KARTU ATM”
UNTUK MENARIK BERKAT-NYA. Welcome December. Selamat Pagi. Tuhan Yesus mem-berkati.
Respon 4
Syalom. Amin... “Berbahagialah orang yang membawa damai,
karena mereka akan disebut anak-anak Allah.” (Matius 5:9). Terima kasih ibu
Siu, selamat beraktivitas di awal Desember. TUHAN YESUS selalu member-kati.
Respon 5
Membaca kembali sejarah
kanonisasi Alkitab, kita patut bersyukur karena beroleh keuntu-ngan yang besar.
Alkitab yang kita miliki hari ini telah dibicarakan, didiskusikan, &
diputuskan kesahihan atau otentisitasnya sejak abad ke 2 hingga dikukuhkan
sepenuhnya di abad ke-17. Bahkan satu bagian dari Alkitab yaitu Perjanjian Lama
telah ditetapkan ribuan tahun lamanya sesuai sejarah Yahudi dari zaman Musa.
Kitab Suci yang ada pada kita sekarang telah lengkap, tetap, & cukup untuk
menjadi dasar pedoman hubungan kita dengan Tuhan. Karena pergumulan
mengenai kitab penuntun iman kita telah selesai maka kini: Kita sudah
seharusnya memegang teguh apa yang tertulis & dinyatakan dalam Alkitab
sebagai dasar ajaran yang teguh. Jangan lagi kita yang telah menerima Kristus
terombang-ambing dengan prinsip-prinsip yang diajarkan agama atau kepercayaan
lain atau pemikiran-pemikiran yang berbeda tentang kehidupan atau bahkan
fakta-fakta temuan dari fenomena pengalaman spiritual-spritual yang dialami
oleh roh-roh yang tidak jelas -yang mana kita justru akan semakin sesat sebab
meyakini hal-hal yang belum teruji & sangat mungkin berasal dari penguasa
kegelapan. Apa yang tidak ditemukan kesejajarannya dalam Alkitab tidak boleh
menjadi bahan pertimbangan mendasar untuk menilai hal-hal rohani. Kita pun
semestinya dengan penuh gairah menda-lami & menyelidiki apa yang tersimpan
dalam Alkitab, untuk mengetahui isi hati Tuhan yaitu rencana & maksud
tujuan-Nya bagi hidup kita, bahkan
rahasia-rahasia kehendak illahi bagi gereja, bangsa & atas dunia. Dengan
mendasarkan diri pada prinsip-prinsip yang sudah digariskan, kita harus masuk
dalam perjumpaan & pengenalan yang murni & sejati akan pribadi TUHAN,
yakni pikiran & hati Dia, sang perancang & pelindung firman tertulis
itu. “Taurat TUHAN itu sem-purna, menyegarkan jiwa; peraturan TUHAN itu teguh,
memberikan hikmat kepada orang yang tak berpengalaman. Titah TUHAN itu tepat,
menyukakan hati; perintah TUHAN itu murni, membuat mata bercahaya” ~Maz.
19:8-9. Sudahkah Anda mengalaminya? Salam revival! GBU.
Respon 6
MONDAY SPIRIT: KUALITAS
HIDUP. Seekor laba-laba menyombongkan diri karena tenunan sarangnya yang cepat
& mengha-silkan banyak sarang. Ia menghina ulat sutra dengan membandingkan
hasil tenunannya, “Hai, ulat sutra, lambat sekali kau kerja!!! Kalau cara buatnya lamban gitu kapan sarang yang kau buat bisa
jadi? Lihatlah aku, dalam waktu singkat saja aku dapat menenun tenu-nan yang
hampir tak terhitung banyaknya.” Dengan tenang ulat sutra menjawab, “Me-mang
benar aku bekerja dengan lambat, tapi lihatlah hasil akhirnya. Tenunanku sangat
berkualitas, bahkan manusia saja menyukai-nya serta menjualnya dengan harga
yang ting-gi. Bagus atau tidaknya sesuatu tidak dilihat dari berapa lama jangka
waktunya dan berapa banyak hasilnya, melainkan seberapa tinggi KUALITASnya.”
Laba-laba pun terdiam dan pergi entah kemana & ulat sutra kembali me-neruskan
pekerjaannya. Di dalam benaknya, ulat sutera berpikir, “Jika kita tidak bisa me-mahami
keputusan orang lain, sebaiknya kita jangan terlalu cepat menghina / menyalah-kannya.
Sebab nanti kita bisa dipermalukan” “In the end, it's not the years in your
life that count. It's the life in your years.” (Abraham Lincoln) Nilai kehidupan
manusia bukanlah terletak pada panjang atau pendeknya usia. Apa artinya usia
yang panjang jika sebagian besar waktunya diisi oleh kesedihan, keben-cian,
kepahitan, kemarahan, kesombongan & semua hal yang negatif? Tidak ada KUALI-TAS
HIDUP yang membuat kita hidup baha-gia, sehat & damai? KUALITAS hidup jauh
lebih penting dari KUANTITAS usia kita. Sebab itu ketika Tuhan msh terus
menambah kuantitas usia kita, isilah setiap hari hidup kita dengan kegiatan
yang positif dan tingkatkan kualitas hidup kita. Usahakan untuk terus sehat
secara Jasmani, Rohani, Emosional dan Mentalitas. Isilah waktu kita dengan
menye-imbangkan hal-hal diatas agar Kualitas hidup kita makin meningkat. Have a
Great Monday! GBU
No comments:
Post a Comment