Kis 3:6, “Tetapi Petrus berkata: ‘Emas dan perak tidak ada padaku, tetapi apa yang kupunyai, kuberikan kepadamu: Demi nama Yesus Kristus, orang Nazaret itu, berjalanlah!’” Rindukah saudara DIPAKAI seperti Rasul Petrus dengan memiliki Kuasa Μukjizat? Sebagai anak-anak Tuhan menjadi tua itu PASTI tetapi menjadi DEWASA rohani itu PILIHAN. Untuk menjadi dewasa: 1.) Miliki kesungguhan hati / PASSION yang kuat untuk semakin serupa dengannya; 2.) Tetaplah dalam HadiratNya / still in God's PRESENCE; 3.) Miliki kemurnian hati / kekudusan / PURITY agar 4.) KUASA / POWER itu boleh kita dapatkan & kita bagikan kepada jiwa-jiwa yang membutuhkan & akhirnya menjadi serupa Kristus itulah tujuan hidup kita. Amin.
Respon 1
"Kita sering memberi hadiah kepada orang yang mampu membelinya sendiri tetapi jarang memberikannya bagi mereka yang tak mampu." Xavier Quentin Pranata.
Respon 2
Maz 107:6, Maka berseru-serulah mereka kepada TUHAN dalam kesusahan mereka dan dilepaskan-NYA mereka dari kecemasan mereka! YESUS sumber PERTOLONGAN-ku! Samuel Sianto(SS)-YESTOYA Malang.
Respon 3
Hubungan yang dalam & kuat terjadi oleh seberapa besar kedua pihak mau mengusaha-kan, bahkan melakukan pengorbanan demi membangun hubungan tersebut. Ya, ada harga yang harus dibayar oleh setiap pihak dalam suatu hubungan. Pun, ada harga yang harus dibayar untuk setiap tingkat kedalaman hubungan. Tuhan telah membayar seluruh harga yang menjadi bagian-Nya demi keintiman dengan kita. Bagian kita? Mazmur24:6, memberitahukan bagian kita jika ingin naik ke gunung Tuhan & berdiam di sana: 1.) Kerinduan. "itulah angkatan orang-orang yang MENANYAKAN DIA" (ay. 6a). Persaha-batan dengan Tuhan dimulai dari seberapa kita berhasrat memiliki hubungan dengan-Nya. Jika masih atas hal-hal tentang diri kita semata yang kita pedulikan atau urusan-urusan pribadi lain yang kita tanyakan, termasuk lebih peduli akan perkara apapun yang lain selain Dia, tidak heran jika hubungan kita kering & lemah dengan Tuhan. Kesibukan jadi alasan? Daniel adalah contoh sempurna. Di tengah-tengah segala aktivitas sekulernya, ia tetap karib dengan Tuhan hing-ga mengenal rahasia-rahasia Tuhan bahkan rencana-Nya hingga akhir zaman. Excellent! 2.) Ketulusan. "yang mencari wajah-Mu, ya Allah Yakub" (ay. 6b). Kerinduan akan Tuhan belum cukup. Sebab banyak yang ingin terhubung dengan Tuhan namun tidak untuk mengenal pribadi-Nya tapi untuk memperjuangkan kepentingannya sendiri. Tuhan di-cari karena ada keperluan & tujuan-tujuan pribadi -yang bahkan jika dipikirkan tidak berhubungan apapun dengan tujuan & kepentingan Tuhan atas hidupnya atau manfaat bagi banyak orang. ‘Berbahagialah orang yang murni hatinya (tanpa kepalsuan & bercampur tujuan pribadi), karena mereka akan melihat Allah' ~Matius 5:8. Kita harus menyisihkan semua kepentingan yang lain & hanya datang untuk mengenal diri-Nya, pikiran-pikiranNya, isi hati-Nya. Kita harus berhenti ‘berbisnis' dengan Dia untuk menjadi sahabat-sahabatNya. Kerinduan & ketulusan. Itulah harga yang menjadi bagian kita. Itulah ‘korban' Anda demi keintiman dengan Dia. Relakah Anda membayarnya? Salam revival! GBU.
Respon 4
Lukas 1:14, "Engkau akan bersukacita dan bergembira, bahkan banyak orang akan bersu kacita atas kelahirannya itu." Kelahiran Yesus adalah kabar sukacita. He is the Savior of the world.
Respon 5
SAAT TEDUH. Selasa, 16 Des 2014. Misteri Ilahi. Ia membuat segala sesuatu indah pada waktunya, bahkan Ia memberikan kekekalan dalam hati mereka. Tetapi manusia tidak dapat menyelami pekerjaan yang dilakukan Allah dari awal sampai akhir. (Pengkhotbah 3:11) Dalam lagu yang dipopulerkan Ari Lasso dikatakan: S'gala yang terjadi dalam hidupku ini, hanyalah sebuah misteri ilahi. Tepat sekali. Dalam perjalanan hidup ini, ada banyak perkara yang sukar untuk kita pahami. Selain karena keterbatasan pikiran dan logika manusia, kecuali Allah memberikan penger-tian atau menyingkapkannya, banyak hal akan tetap menjadi misteri sampai akhir hidup kita. Benarlah apa yang ditulis oleh Pengkhotbah: manusia tidak dapat menyelami pekerjaan yang dilakukan Allah dari awal sampai akhir. Ibarat membaca buku, tidak semua halaman dapat kita baca dan kita pahami seluruhnya. Orang yang mengalami penyakit kronis, misalnya, mungkin sukar memahami bahwa Dia adalah Allah Penyembuh. "Mengapa Allah Penyembuh ini tidak menyembuhkan aku?" pikir mereka. Beberapa orang lain sulit memahami kematian orang yang mereka kasihi sekalipun mereka mengerti ada jaminan hidup kekal di dalam Kristus. Namun, kita dapat berpegang teguh pada janji firman-Nya: bahwa Dia membuat segala sesuatu indah pada waktunya. Yakinlah, bahwa sekalipun saat ini kita tidak memahaminya, Dia tengah mengerjakan suatu karya yang mengagumkan. Allah tidak menuntut umat-Nya untuk memahami segala sesuatu yang sedang terjadi di bumi. Allah hanya menginginkan umat-Nya percaya bahwa Dia memegang kendali, dan Dia menjadikan segala sesuatu indah pada waktunya. Sekalipun ada banyak perkara yang masih menjadi misteri atau sukar kita pahami, tetaplah berpegang teguh pada janji-Nya. Maukah kita? JANGAN MENGANDALKAN OTAK KITA YANG TERBATAS; ANDAL-KAN KEBAIKAN TUHAN YANG TIDAK TERBATAS. Selamat Pagi. Tuhan Yesus memberkati.
No comments:
Post a Comment