Mazmur 25:21, “Ketulusan dan kejujuran kiranya mengawal
aku, sebab aku menanti-nantikan Engkau.” Amsal 11:3, “Orang yang jujur
dipimpin oleh ketulusannya, tetapi pengkhianat dirusak oleh kecurangannya.” Beranilah
berkata jujur sebab KEJUJURAN adalah AWAL dari PEMULIHAN. Amin J.
Respon 1
SAAT TEDUH. Minggu, 28 Des 2015. Merayakan Pengharapan.
Sebab seorang anak telah lahir untuk kita, seorang putera telah diberikan untuk
kita; lambang pemerintahan ada di atas bahunya, dan namanya disebutkan orang:
Penasihat Ajaib, Allah yang Perkasa, Bapa yang Kekal, Raja Damai. (Yesaya 9:5)
Selamat Hari Natal! Ucapan ini kerap terde-ngar pada masa Natal seperti ini.
Apa yang kita rayakan? Kelahiran Yesus sebagai bayi? Atau merayakan Allah Bapa
yang perkasa, yang mendatangkan pengharapan bagi umat manusia yang terancam maut dengan menyediakan pengampunan
dosa? Bacaan kita menggambarkan kehidupan bangsa Yehuda yang dilanda ketakutan
terhadap ancaman Aram dan Israel. Ahas mengambil keputusan yang salah, meminta
pertolongan kepada Asyur dan bukan kepada Tuhan. Yehuda adalah bangsa yang
berjalan dalam kegelapan karena dipimpin oleh raja yang tidak takut akan Tuhan.
Di tengah ketakutan ini Yesaya menyuarakan janji Allah tentang kedatangan
Mesias. Manusia yang dikuasai kegelapan dosa, kini melihat Terang besar yang
mengenyahkan kegelapan. Janji ini digenapi dengan kelahiran Yesus. Nubuat
Yesaya menunjukkan dua hal penting tentang Yesus, yaitu bahwa Dia adalah
manusia sejati dan Allah sejati. “Seorang anak telah lahir” menunjuk pada Yesus
sebagai manusia sejati. Adapun nama yang disandang-Nya menun-jukkan bahwa Dia
adalah Allah sejati: Pena-sihat
Ajaib, Allah yang perkasa, Bapa yang kekal, dan Raja Damai. Natal merayakan kedatangan Yesus
Kristus ke dunia untuk memberikan pengharapan kepada manusia berdosa. Jika
Yesus Kristus sudah datang, mengapa masih ada orang yang hidup tanpa
pengharapan dan damai sejahtera? Itulah tugas kita untuk memperkenalkan Yesus
Sang Raja Damai, dan momen Natal adalah salah satu kesempatan yang dapat kita
pakai. NATAL MEMBANGKITKAN PENGHA-RAPAN BAHWA TERANG MENGE-NYAHKAN KEGELAPAN.
Selamat Pagi. Selamat Beribadah. Tuhan Yesus memberkati.
Respon 2
“Waktu berkelebat cepat saat kita bersama orang-orang
terdekat.” Xavier Quentin Pranata.
Respon 3
Orang-orang percaya yang sedikitnya pernah mengalami jamahan
kasih Tuhan masih kerap kesulitan menghadapi tarikan dunia. Memang kebanyakan orang
bertumbuh dengan lebih banyak ‘mencicipi’ dunia ketimbang hal-hal sorgawi. Ini
membuat begitu banyak yang terjerat begitu banyak ikatan duniawi yang oleh Daud
disebut sebagai tali-tali maut (Maz.18:5-6). Ikatan & jerat dunia ini
begitu banyaknya sehingga seumur hidup seseorang hampir mustahil lepas daripada
semuanya itu. Petrus mungkin seumur hidup menjadi nelayan, seperti Lewi &
Zakheus yang hidup nyaman bergelimang harta sebagai pemungut cukai. Paulus yang
tertarik pada agama segera akan menghabiskan hidup sebagai alim ulama.
Masalahnya, ketika hati kita menaruh cinta pada dunia, kita melupakan Tuhan.
Bahkan, bagi yang pernah dilepaskan tapi hatinya masih terus terikat pada
dunia, tak jarang rela melepaskan Tuhan demi memperoleh lebih banyak dari
dunia. Seperti Kain, niat mereka bulat menjalani hidup tanpa Tuhan sedikitpun!
Hanya ketika seseorang benar-benar merasakan sesuatu yang berbeda dari apapun yang
ada di dunia ini -sesuatu yang lebih manis, nikmat, indah, dahsyat, mulia &
berharga dari dunia ini- barulah kesadaran yang mengubahkan itu terjadi.
Sesuatu itu ialah pewahyuan demi pewahyuan dalam hidupnya (Gal. 1:11-17). Itu
bisa berupa penyingkapan tentang kasih Tuhan yang tak bersyarat, dilanda
hadirat yang penuh kuasa, mata batin yang terbuka melihat kemuliaan
perkara-perkara sorgawi atau ilham yang ajaib akan keindahan bergaul dengan
Tuhan. Tanpa pekerjaan Roh Kudus itu dalam hidup kita, maka sukar untuk menahan
godaan dunia. Kita memerlukan suatu visi yang sangat jelas tentang yang tidak
nampak & yang kekal dari Roh Kudus -yang sanggup membuat dunia tampak
kelabu & suram. Hari ini, apakah pesona kerlip dunia masih menawan hati
Anda? Jangan biarkan diri Anda terjerat & mengalir pasrah. Berserulah
minta Tuhan menjamah Anda & melepaskan dari hati Anda yang dingin terhadap sorga. Biar mata &
telinga Anda terbuka untuk suatu perjumpaan yang illahi. Salam revival! GBU.
Respon 4
Syalom. Amin... “Tetapi sekarang, setelah kamu dimerdekakan
dari dosa dan setelah kamu menjadi hamba Allah, kamu beroleh buah yang membawa
kamu kepada pengudusan dan sebagai kesudahannya ialah hidup yang kekal.” (Roma
6:22). Terima kasih ibu Siu, selamat siang. TUHAN selalu memberkati.
No comments:
Post a Comment