Sunday, 28 December 2014

28 Desember 2014

Mazmur 25:21, “Ketulusan dan kejujuran kiranya mengawal aku, sebab aku menanti-nantikan Engkau.” Amsal 11:3, “Orang yang jujur dipimpin oleh ketulusannya, tetapi pengkhianat dirusak oleh kecurangannya.” Beranilah berkata jujur sebab KEJUJURAN adalah AWAL dari PEMULIHAN. Amin J.

Respon 1
SAAT TEDUH. Minggu, 28 Des 2015. Merayakan Pengharapan. Sebab seorang anak telah lahir untuk kita, seorang putera telah diberikan untuk kita; lambang pemerintahan ada di atas bahunya, dan namanya disebutkan orang: Penasihat Ajaib, Allah yang Perkasa, Bapa yang Kekal, Raja Damai. (Yesaya 9:5) Selamat Hari Natal! Ucapan ini kerap terde-ngar pada masa Natal seperti ini. Apa yang kita rayakan? Kelahiran Yesus sebagai bayi? Atau merayakan Allah Bapa yang perkasa, yang  mendatangkan  pengharapan bagi umat manusia yang terancam maut dengan menyediakan pengampunan dosa? Bacaan kita menggambarkan kehidupan bangsa Yehuda yang dilanda ketakutan terhadap ancaman Aram dan Israel. Ahas mengambil keputusan yang salah, meminta pertolongan kepada Asyur dan bukan kepada Tuhan. Yehuda adalah bangsa yang berjalan dalam kegelapan karena dipimpin oleh raja yang tidak takut akan Tuhan. Di tengah ketakutan ini Yesaya menyuarakan janji Allah tentang kedatangan Mesias. Manusia yang dikuasai kegelapan dosa, kini melihat Terang besar yang mengenyahkan kegelapan. Janji ini digenapi dengan kelahiran Yesus. Nubuat Yesaya menunjukkan dua hal penting tentang Yesus, yaitu bahwa Dia adalah manusia sejati dan Allah sejati. “Seorang anak telah lahir” menunjuk pada Yesus sebagai manusia sejati. Adapun nama yang disandang-Nya menun-jukkan bahwa Dia adalah Allah sejati: Pena-sihat  Ajaib,  Allah  yang perkasa, Bapa yang kekal, dan Raja Damai. Natal merayakan kedatangan Yesus Kristus ke dunia untuk memberikan pengharapan kepada manusia berdosa. Jika Yesus Kristus sudah datang, mengapa masih ada orang yang hidup tanpa pengharapan dan damai sejahtera? Itulah tugas kita untuk memperkenalkan Yesus Sang Raja Damai, dan momen Natal adalah salah satu kesempatan yang dapat kita pakai. NATAL MEMBANGKITKAN PENGHA-RAPAN BAHWA TERANG MENGE-NYAHKAN KEGELAPAN. Selamat Pagi. Selamat Beribadah. Tuhan Yesus memberkati.

Respon 2
“Waktu berkelebat cepat saat kita bersama orang-orang terdekat.” Xavier Quentin Pranata.

Respon 3
Orang-orang percaya yang sedikitnya pernah mengalami jamahan kasih Tuhan masih kerap kesulitan menghadapi tarikan dunia. Memang kebanyakan orang bertumbuh dengan lebih banyak ‘mencicipi’ dunia ketimbang hal-hal sorgawi. Ini membuat begitu banyak yang terjerat begitu banyak ikatan duniawi yang oleh Daud disebut sebagai tali-tali maut (Maz.18:5-6). Ikatan & jerat dunia ini begitu banyaknya sehingga seumur hidup seseorang hampir mustahil lepas daripada semuanya itu. Petrus mungkin seumur hidup menjadi nelayan, seperti Lewi & Zakheus yang hidup nyaman bergelimang harta sebagai pemungut cukai. Paulus yang tertarik pada agama segera akan menghabiskan hidup sebagai alim ulama. Masalahnya, ketika hati kita menaruh cinta pada dunia, kita melupakan Tuhan. Bahkan, bagi yang pernah dilepaskan tapi hatinya masih terus terikat pada dunia, tak jarang rela melepaskan Tuhan demi memperoleh lebih banyak dari dunia. Seperti Kain, niat mereka bulat menjalani hidup tanpa Tuhan  sedikitpun!  Hanya  ketika  seseorang benar-benar merasakan sesuatu yang berbeda dari apapun yang ada di dunia ini -sesuatu yang lebih manis, nikmat, indah, dahsyat, mulia & berharga dari dunia ini- barulah kesadaran yang mengubahkan itu terjadi. Sesuatu itu ialah pewahyuan demi pewahyuan dalam hidupnya (Gal. 1:11-17). Itu bisa berupa penyingkapan tentang kasih Tuhan yang tak bersyarat, dilanda hadirat yang penuh kuasa, mata batin yang terbuka melihat kemuliaan perkara-perkara sorgawi atau ilham yang ajaib akan keindahan bergaul dengan Tuhan. Tanpa pekerjaan Roh Kudus itu dalam hidup kita, maka sukar untuk menahan godaan dunia. Kita memerlukan suatu visi yang sangat jelas tentang yang tidak nampak & yang kekal dari Roh Kudus -yang sanggup membuat dunia tampak kelabu & suram. Hari ini, apakah pesona kerlip dunia masih menawan hati Anda? Jangan biarkan diri Anda terjerat & mengalir pasrah. Berserulah minta  Tuhan  menjamah Anda & melepaskan dari hati Anda yang dingin terhadap sorga. Biar mata & telinga Anda terbuka untuk suatu perjumpaan yang illahi. Salam revival! GBU.


Respon 4
Syalom. Amin... “Tetapi sekarang, setelah kamu dimerdekakan dari dosa dan setelah kamu menjadi hamba Allah, kamu beroleh buah yang membawa kamu kepada pengudusan dan sebagai kesudahannya ialah hidup yang kekal.” (Roma 6:22). Terima kasih ibu Siu, selamat siang. TUHAN selalu memberkati.

No comments:

Post a Comment