Wednesday, 31 May 2017

TIBA-TIBA - (D)ANGER #1

(D)ANGER






TIBA-TIBA
(D)ANGER Part 1
Alfa Omega Church Sunday Service
Preacher: Ps. Elisha Soetopo
May 07th 2017


INTRO:
Ada banyak hal yang membuat kita bisa marah dalam hidup ini. Di area pekerjaan, keluarga, sekolah, atau sekolah anak-anak kita, teman gereja, dll. Kenyataannya semua kita pernah marah dalam hidup ini.

Boleh tidak marah? Kadang orang berkata, kok marah sih? Karena memang hidup orang yang suka marah itu tidak menyenangkan. Pepatah lucu tentang kemarahan: Jangan patahkan hati orang, mereka cuman punya satu. Patahkan tulangnya karena manusia memiliki 206 tulang.

ANGER is just one letter short of DANGER.

Satu kata yang menolong kita untuk mengerti pembahasan Part 1 dengan tema (D)ANGER.

BIJAKSANA? SABAR!

BODY:
Yakobus1:19-20: Marah dan Murka
Ada bedanya antara 2 kata ini: MARAH dan MURKA (panas hati). Kata “marah” berasal dari Greek: orge. Kemarahan yang timbul secara bertahap dan menjadi lebih menetap (thayer). Orge ini merupakan kondisi pikiran yang lebih menetap atau taat, sering dengan maksud balas dendam. Kata Murka (panas hati), Greek: thumos, ledakan tiba-tiba dari kemarahan yang penuh gairah. Terangnya amarah yang membara menjadi kata-kata, kekerasan dan perbuatan dan secepat mati.

Mazmur 37:8 (BIMK) Jangan marah dan panas hati, itu hanya membawa celaka.
Amsal 29:11

#Kemarahan TUHAN
Tuhan juga pernah marah. Kemarahan Tuhan itu selalu merupakan sebuah reaksi kepada Kejahatan. Sebagaimana Yesus itu adalah bagian dari Tuhan, Dia Mahatahu, bahkan MurkaNya itu tidak pernah sampai jadi salah. Karena Dia memiliki kemampuan untuk mengarahkan secara benar kemarahan dan murkaNya.

Manusia dengan ketidaksempurnaannya, tidak memiliki kemampuan itu. Kemarahan kita seringkali tidak terarah dengan benar. Sehingga kita ini sering marah terhadap sesuatu, lalu kemudian kita menyesalinya. Oleh karena itu, hanya karena Tuhan pernah marah dan murka, bukan berarti membenarkan kita untuk bisa marah dan murka sembarangan.

Ketika kita belajar tentang amarah ini. Ada 4 tipe pemarah yang terjadi dalam hidup manusia yang dijelaskan oleh Alkitab yang akan kita pelajari dalam bulan ini:
a)      Kemarahan Tiba-Tiba. Alkitab berkata kemarahan tiba-tiba harus dikontrol.
b)      Kemarahan yang Berdosa. Kemarahan itu harus dilepaskan (condemned).
c)       Kemarahan yang Membandel. Kemarahan yang membandel harus dikalahkan.
d)      Kemarahan yang Dikuduskan. Kemarahan yang dikuduskan ini perlu diberi jalur.
KEMARAHAN TIBA-TIBA
Alkitab berkata kemarahan tiba-tiba perlu dikontrol.
Amsal 14:17 Siapa lekas naik darah berlaku bodoh, tetapi orang bijaksana bersabar.
Amsal 15:18 (BIS) Orang yang cepat marah menimbulkan pertengkaran (disebut juga si pemarah), orang yang sabar membawa perdamaian.

#Will Rogers – Kapanpun Anda terbang dalam sebuah kemarahan, Anda akan jarang sekali bisa mendarat dengan aman.
#Chuck SwindolI got so angry that I give him a piece of my mind. And it was a piece that I couldn’t afford to lose (saya sangat marah ketika saya kalah dalam hal kecil. Dan hanya hal kecil, saya tidak dapat mengalah pada orang lain).

Amsal 18:13 (BIS) berkata Menjawab sebelum mendengar adalah perbuatan bodoh dan tercela.
Amsal 19:19 mengingatkan Orang yang sangat cepat marah akan kena denda, karena jika engkau hendak menolongnya, engkau hanya menambah marahnya.

BAGAIMANA KITA MENGONTROL KEMARAHAN TIBA-TIBA?
Kita adalah pemegang kendali. Kita ini pengemudi temperamen kita. Selama Anda masih memungkirinya, selama Anda masih menyalahkan keturunan Anda atau sumbu pendek atau apapun yang Anda jadikan alasan, Anda tidak akan dapat improve. Jadi yang PERTAMA adalah TERIMA & AKUI. Berikutnya, kita perlu MEMINTA ROH KUDUS (MENUNTUN). Tuhan, aku sering lepas kendali, sering terjadi. Tolonglah aku untuk dapat melihat apa yang jadi penyebab terjadinya, dan tolonglah aku untuk dapat mengalahkannya.
Alkitab mengajarkan bahwa ketika Roh Kudus menuntun hidup kita, salah satu Buah Roh adalah Penguasaan Diri. Dan jika Anda punya kelemahan kemarahan yang tiba-tiba, Anda perlu dapat menguasainya.

Conclusion:
Contoh cerita Blood Diamond.

No comments:

Post a Comment