Saturday, 13 May 2017

13 Mei 2017

(D)ANGER






(D)Anger Day 13. Apakah kita masih sering tergoda untuk membalas seseorang dalam kemarahan? Kita semua terus ditantang untuk menerapkan Firman Tuhan/kebenaran firmanNya. Seperti ada tertulis di Efesus 4:26, “Apabila kamu menjadi MARAH, JANGANLAH kamu BERBUAT DOSA: Janganlah matahari terbenam, sebelum padam amarahmu.” Filipi 2:4, “dan janganlah tiap-tiap orang hanya memperhatikan kepentingannya sendiri, tetapi KEPENTINGAN orang Lain juga.” Bersyukur kalau Tuhan sudah mengaruniakan kepada kita Roh KudusNya yang senantiasa akan menolong kita dalam “peperangan” melawan dosa/kemarahan. 2 Tes 2:13, “Akan tetapi kami harus SELALU MENGUCAP SYUKUR kepada Allah karena kamu, saudara-saudara, yang dikasihi Tuhan, sebab Allah dari mulanya telah MEMILIH kamu untuk DISELAMATKAN dalam ROH yang menguduskan kamu dan DALAM KEBENARAN yang kamu percayai.” Amin.

#BibleMessages
#BuildingABetterYou
#(D)ANGERSeries

Note:
Jangan lewatkan Pembacaan Alkitab kita hari ini:
PL: Kitab 2 Raja-Raja 17, 18
PB: 1 Korintus 16
#LoveGod
#LovePeople
#LoveTheBlble
#IMLoved
#HappyWeekend
#HappyWithUrFam

Madam Ossy
Sabtu, 13 Mei 2017. Bacaan: Matius 3:13-17. Setahun: 1 Tawarikh 6-7. Nas: Kemudian datanglah Yesus dari Galilea ke Yordan kepada Yohanes untuk dibaptis olehnya (Matius 3:13). Baptisan Yesus. Ritual pembaptisan telah lama dikenal dan dilakukan oleh beberapa agama, seperti Mandaeanisme, Sikhisme, dan beberapa sekte kuno Yahudi. Baptis biasanya dipahami sebagai ritual pemurnian atau penyucian dari dosa dengan menggunakan air. Menjelang pelayanan-Nya, Yesus memberi diri dibaptis oleh Yohanes. Di sini muncul pertanyaan. Jika baptis melambangkan penyucian dari dosa, apakah dengan memberi diri dibaptis, Yesus menunjukkan bahwa Dia berdosa? Deane Bergant menulis, “Pembaptisan dengan air adalah ritual yang mengungkapkan secara lahiriah tentang apa yang harus diungkapkan seseorang secara batiniah. Pembaptisan Yesus yang dilakukan Yohanes di Sungai Yordan bukanlah baptisan pertobatan, melainkan tanda pengurapan-Nya sebagai Mesias.” Yesus adalah klimaks dari baptisan Yohanes. Setelah itu zaman baru datang, surga terbuka, dan Yesus diumumkan sebagai Mesias. “Inilah Anak-Ku yang Kukasihi, kepada-Nyalah Aku berkenan” (ay. 17). Dan Roh Kudus turun ke atas-Nya. Jadi, fokus utama dari peristiwa pembaptisan Yesus adalah pengumuman diri-Nya sebagai Mesias yang diurapi. Saat ini orang percaya menjalani pembaptisan sebagai ungkapan lahiriah, suatu pengakuan iman bahwa kita menyambut Yesus Kristus sebagai Mesias. Dialah yang mengampuni dosa kita dan menyucikan kita dari segala kejahatan; bukan karena amal ibadah kita, melainkan karena penebusan-Nya di kayu salib. Melalui baptisan, kita memasuki kehidupan baru di dalam persekutuan dengan Bapa, Anak, dan Roh Kudus –PRB. YESUS KRISTUS DIBAPTIS SEBAGAI PENEGUHAN BAHWA DIRI-NYA MESIAS; KITA DIBAPTIS SEBAGAI LAMBANG PERSEKUTUAN DENGAN DIA.

No comments:

Post a Comment