(D)ANGER
(D)Anger Day 13. Apakah kita masih sering tergoda untuk
membalas seseorang dalam kemarahan? Kita semua terus ditantang untuk menerapkan
Firman Tuhan/kebenaran firmanNya. Seperti ada tertulis di Efesus 4:26, “Apabila
kamu menjadi MARAH, JANGANLAH kamu BERBUAT DOSA: Janganlah matahari terbenam,
sebelum padam amarahmu.” Filipi 2:4, “dan janganlah tiap-tiap orang
hanya memperhatikan kepentingannya sendiri, tetapi KEPENTINGAN orang Lain
juga.” Bersyukur kalau Tuhan sudah mengaruniakan kepada kita Roh KudusNya
yang senantiasa akan menolong kita dalam “peperangan” melawan dosa/kemarahan. 2
Tes 2:13, “Akan tetapi kami harus SELALU MENGUCAP SYUKUR kepada Allah karena
kamu, saudara-saudara, yang dikasihi Tuhan, sebab Allah dari mulanya telah
MEMILIH kamu untuk DISELAMATKAN dalam ROH yang menguduskan kamu dan DALAM
KEBENARAN yang kamu percayai.” Amin.
#BibleMessages
#BuildingABetterYou
#(D)ANGERSeries
Note:
Jangan lewatkan Pembacaan Alkitab kita hari ini:
PL: Kitab 2 Raja-Raja 17, 18
PB: 1 Korintus 16
#LoveGod
#LovePeople
#LoveTheBlble
#IMLoved
#HappyWeekend
#HappyWithUrFam
Madam Ossy
Sabtu, 13 Mei 2017. Bacaan: Matius 3:13-17. Setahun: 1
Tawarikh 6-7. Nas: Kemudian datanglah Yesus dari Galilea ke Yordan kepada Yohanes
untuk dibaptis olehnya (Matius 3:13). Baptisan Yesus. Ritual pembaptisan telah
lama dikenal dan dilakukan oleh beberapa agama, seperti Mandaeanisme, Sikhisme,
dan beberapa sekte kuno Yahudi. Baptis biasanya dipahami sebagai ritual
pemurnian atau penyucian dari dosa dengan menggunakan air. Menjelang
pelayanan-Nya, Yesus memberi diri dibaptis oleh Yohanes. Di sini muncul
pertanyaan. Jika baptis melambangkan penyucian dari dosa, apakah dengan memberi
diri dibaptis, Yesus menunjukkan bahwa Dia berdosa? Deane Bergant menulis,
“Pembaptisan dengan air adalah ritual yang mengungkapkan secara lahiriah
tentang apa yang harus diungkapkan seseorang secara batiniah. Pembaptisan Yesus
yang dilakukan Yohanes di Sungai Yordan bukanlah baptisan pertobatan, melainkan
tanda pengurapan-Nya sebagai Mesias.” Yesus adalah klimaks dari baptisan
Yohanes. Setelah itu zaman baru datang, surga terbuka, dan Yesus diumumkan
sebagai Mesias. “Inilah Anak-Ku yang Kukasihi, kepada-Nyalah Aku berkenan” (ay.
17). Dan Roh Kudus turun ke atas-Nya. Jadi, fokus utama dari peristiwa
pembaptisan Yesus adalah pengumuman diri-Nya sebagai Mesias yang diurapi. Saat
ini orang percaya menjalani pembaptisan sebagai ungkapan lahiriah, suatu
pengakuan iman bahwa kita menyambut Yesus Kristus sebagai Mesias. Dialah yang
mengampuni dosa kita dan menyucikan kita dari segala kejahatan; bukan karena
amal ibadah kita, melainkan karena penebusan-Nya di kayu salib. Melalui
baptisan, kita memasuki kehidupan baru di dalam persekutuan dengan Bapa, Anak,
dan Roh Kudus –PRB. YESUS KRISTUS DIBAPTIS SEBAGAI PENEGUHAN BAHWA DIRI-NYA
MESIAS; KITA DIBAPTIS SEBAGAI LAMBANG PERSEKUTUAN DENGAN DIA.

No comments:
Post a Comment