Monday, 1 May 2017

1 Mei 2017

(D)ANGER






D(ANGER) – Day 1 – Angry/Kemarahan. Adakalanya membiasakan diri untuk bersikap SABAR dan RAMAH itu terasa sulit. Namun kita pengkhotbah berkata didalam Pengkhotbah 7:9, “Janganlah lekas-lekas marah dalam hati, karena AMARAH menetap dalam dada ORANG BODOH.” Tuhan memberi kita 2 telinga & 1 mulut dengan suatu maksud. Kemampuan untuk mendengar merupakan keterampilan hidup yang penting. Dan memberi kita hanya 1 mulut agar kita bisa mempunyai penguasaan diri & mengendalikan lidah agar kita dapat menjaga bibir kita dengan lebih mudah (karena hanya 1). Tidak bisa dibayangkan ya jika mulut kita 2 seperti telinga. Oleh karena itu jangan “marah sembarangan” karena kemarahan yang ditimbulkan dengan ucapan-ucapan yang sembrono/marah akan menimbulkan kerugian dari pada kebaikan. Amin. Ya Tuhan, tolong kami untuk mengedalikan kemarahan kami agar tidak membawa kami ke dalam dosa. Berilah kami pengendalian diri oleh kuasa Roh KudusMu & jadikan kami orang-orang yang lambat untuk marah. Amin.

#BibleMessages
#BuildingABetterYou
#MESS...intoMessageSeries

Note:
Jangan lewatkan Pembacaan Alkitab kita hari ini:
PL: Kitab 1 Raja-Raja 10, 11
PB: 1 Korintus 18
#LoveGod
#LovePeople
#LoveTheBlble
#IMLoved
#HappyHoliday
#HappyWithUrFam

Bp. Peter – WCS
MEMAHAMI ROH AGAMAWI. Diambil dari buku “Mengalahkan setan di hari-hari yang terakhir”. Oleh Rick Joyner. BAGIAN 5 – SELESAI. KOMBINASI YANG MEMATIKAN. Salah satu bentuk roh agamawi yang paling kuat dan paling menyesatkan adalah yang dibangun di atas dasar ketakutan serta kesombongan. Mereka yang diikat dengan cara ini mengalami kesedihan dan penyesalan yang berlarut-larut atas kegagalan mereka, namun pertobatan yang palsu ini hanya berakibat lebih kepada penghinaan diri sendiri dan usaha-usaha lebih lanjut untuk melakukan pengorbanan yang akan menenangkan Tuhan. Mereka yang terikat oleh roh agamawi ini sering kali memprotes pihak lain, di mana mereka demikian percaya bahwa mereka lebih hebat daripada orang-orang Kristen lainnya atau kelompok lainnya sehingga mereka menjadi tidak bisa diajar dan tidak mampu menerima koreksi. Dasar tempat mereka berdiri pada suatu waktu tertentu akan lebih banyak ditentukan oleh tekanan-tekanan eksternal keyakinan yang sejati. Roh agamawi yang seperti itu sangat licik sehingga ia akan memutar hampir setiap usaha untuk mengkonfrontasikannya. Jika Anda menghadapi orang yang sombong, ketakutan dan perasaan tidak amannya akan bangkit untuk menarik simpati. Jika Anda berkonfrontasi dengan ketakutan, maka ia akan mengubahnya menjadi kesombongan rohani dengan menyamar sebagai iman. Jenis roh ini akan mendorong orang-orang atau jemaat kepada ekstrem yang sedemikian rupa sehingga tidak mungkin dapat bersatu. KARUNIA MEMBEDAKAN ROH YANG PALSU. Suatu roh agamawi biasanya akan memberikan suatu karunia membedakan roh yang palsu yang dimotivasikan oleh kecurigaan dan ketakutan. Karunia yang palsu itu tumbuh dengan subur dengan melihat apa yang salah dengan orang lain ketimbang melihat apa yang sedang Allah kerjakan supaya kita dapat menolong mereka. Dengan memakai jenis karunia membedakan roh yang palsu ini, roh agamawi dapat menimbulkan beberapa kerugian yang paling besar kepada gereja. Pelayanannya hampir selalu akan meninggalkan lebih banyak kerugian dan perpecahan daripada kesembuhan, rekonsiliasi, dan membangun. Hikmatnya berakar dari pohon pengetahuan tentang yang baik dan yang jahat, dan meskipun ia mengungkapkan kebenaran dengan tepat, pelayanan tersebut dilakukan oleh suatu roh yang membunuh. Kecurigaan mempunyai akar yang sama dengan penolakan, mempertahankan kekuasaan, atau perasaan tidak aman secara umum. Karunia membedakan roh yang sejati hanya dapat berfungsi melalui kasih. Setiap motivasi yang lain selain daripada kasih akan menyimpangkan persepsi rohani. Jika seseorang menyerah kepada suatu penghakiman atau kritik mengenai orang atau kelompok lain, kita harus mengabaikannya kecuali jika kita mengetahui bahwa orang tersebut memiliki kasih yang sejati terhadap orang atau kelompok tersebut, dan telah memiliki “investasi” jasa terhadap mereka.

KESIMPULAN
Sebagaimana Anda mungkin sudah dapat menarik kesimpulan bahwa semua benteng rohani si jahat memiliki karakteristik yang sama. Taktik dan fungsi mereka sering kali tumpang tindih menjadi suatu sarang laba-laba yang menangkap dan menawan mangsanya. Dari semua benteng penyesatan yang dibangun oleh si musuh di dalam diri manusia, roh agamawi merupakan yang paling menyesatkan dan paling mematikan, karena ia merupakan tiruan dari kebenaran dan kebaikan. Meskipun roh ini menampilkan tiruan dari kebenaran, ia dapat dikenali dari cara bagaimana ia melihat kepada diri kita, berusaha untuk mengukur diri kita dengan standar-standar, membandingkan diri kita dengan orang lain, dan tentu saja menyimpangkan kita dari kemuliaan Allah yang mengubah kita. Karena itu, roh-roh agamawi merupakan buah yang paling kuat dari pohon pengetahuan tentang yang baik dan yang jahat. Sisi “baik” dari pohon ini adalah sama mematikan dengan sisi jahatnya roh agamawi yang selalu menghasilkan buah kematian rohani.

Bagian 4
https://m.facebook.com/story.php?story_fbid=1300186133350125&id=517254991643247

Bagian 3
https://m.facebook.com/story.php?story_fbid=1286184451416960&id=517254991643247

Bagian 2
https://m.facebook.com/story.php?story_fbid=1285261101509295&id=517254991643247

Bagian 1
https://m.facebook.com/story.php?story_fbid=1285147728187299&substory_index=0&id=517254991643247

Madam Ossy
SAAT TEDUH. Senin, 1 Mei 2017. SEPERTI BIASA. Bacaan: Daniel 6:1-14. Demi didengar Daniel, bahwa surat perintah itu telah dibuat, pergilah ia ke rumahnya. Dalam kamar atasnya ada tingkap-tingkap yang terbuka ke arah Yerusalem; tiga kali sehari ia berlutut, berdoa serta memuji Allahnya, seperti yang biasa dilakukannya (Daniel 6:11). Menjalankan kebiasaan kita di tempat baru tidaklah mudah, baik itu bahasa, budaya dan iman. Daniel muda, seorang Yehuda, diangkut ke Babel menjadi tawanan bersama banyak saudara sebangsanya (Dan. 1:6). Namun sejak awal, ia berkomitmen untuk menaati Tuhan dan hidup sesuai firman-Nya (Dan.1:8). Ia mempelajari bahasa dan budaya Babel (Dan. 1:4), namun tetap memelihara imannya kepada Allah. Allah pun mengaruniakannya hikmat dan berbagai pengertian, sehingga ia dipekerjakan oleh raja Babel. Ketika kerajaan Babel ditaklukkan oleh kerajaan Persia, raja Persia pun tetap mengangkatnya sebagai orang kepercayaan. Daniel tetap menghidupi imannya dan memelihara integritasnya. Para pejabat lain yang iri dan berperilaku korup memusuhi Daniel, dan melakukan cara-cara manipulatif untuk menyingkirkannya. Mereka sadar, ia hidup tak cela. Hanya dalam kesetiaannya kepada Allahnyalah mereka bisa mencari gara-gara. Mereka pun membuat raja menetapkan undang-undang yang melarang siapa pun menyampaikan permohonan (doa) selain kepada raja selama 30 hari (ay. 5, 8). Namun Daniel tidak gentar. Ia tidak mau peraturan manusia menghalanginya berhubungan dengan Allah semesta alam. Ia pun siap menanggung risikonya. Syukur, Allah menunjukkan pemeliharaan-Nya dengan melepaskannya dari gua singa. Kesetiaan Daniel pada Allah tidaklah muncul serta-merta. Ia telah memeliharanya sejak muda. Jadi mari belajar menjadikan kesetiaan kepada Allah sebagai sesuatu yang biasa, setiap hari. SEGALA SIFAT BAIK, TERMASUK KESETIAAN KITA KEPADA ALLAH, TIDAK MUNCUL BEGITU SAJA, MELAINKAN KARENA KITA MEMBIASAKANNYA. Selamat Pagi. Tuhan Yesus memberkati. #LoveTheBible – Bacaan: 1 Raja-Raja 10-11 & 1 Korintus 8.

No comments:

Post a Comment