Monday, 22 May 2017

22 Mei 2017

(D)ANGER






(D)Anger Day 22 – Kemarahan yang Membandel. Apa sih yang dimaksud dengan Kemarahan Membandel? Kemarahan membandel yaitu:
-   Sudah lebih dari 1-2 hari kita masih jengkel
-   Setiap kali dibahas hati masih panas
-   Disadari atau tidak, menganggu kehidupan kita
-  Bila melihat orangnya, langsung teringat “kesalahannya”, perasaan pasti jengkel.
Rasul Paulus menulis kepada jemaat di Efesus/jemaat Tuhan/kita semua saat ini. Efesus 4:26, “Apabila kamu menjadi marah, janganlah kamu berbuat dosa: janganlah matahari terbenam, sebelum padam amarahmu.” Pesan yang dimaksud adalah: jangan marah lama-lama sebelum matahari terbenam, bereskan perasaan emosi kita. Kemarahan itu bukan untuk disimpam dan dipelihara. Sebab memelihara kemarahan itu ibarat minum racun dan berharap orang lain yang mati! Apa yang harus kita lakukan? (1) Naik lebih tinggi dari perasaan kita. Dalam hidup ini sama: kalau kita hanya melihat dan berkutat pada perasaan marah & jengkel kita, maka rasa marah dan jengkel itu akan kelihatan besar sekali! Kita perlu naik ke tangga emosi kita. Waktu kita naik pesawat, waktu nunggu untuk take off, kita nga bisa lihat apa-apa kecuali bangunan bandara, rumput dsbnya. Tetapi begitu pesawat naik, ternyata kota itu bukan hanya bandara & rumput saja, ternyata ada gedung pencakar langit yang lebih besar dari bandara yang baru kita lewati. Yang ke (2): Attack the problem not the person... Nantikan pembahasannya dihari besok Selasa, 23 Mei 2017.

#BibleMessages
#BuildingABetterYou
#(D)ANGERSeries

Note:
Jangan lewatkan Pembacaan Alkitab kita hari ini:
PL: Kitab 1 Tawarikh 16, 17 dan 18
PB: 2 Korintus 9
#LoveGod
#LovePeople
#LoveTheBlble
#IMLoved

GNCC
Orang suka membanggakan pengalaman masa lalu karena tidak punya pengalaman baru. Let us moving forward. #gncc

Ibu Caroline – Bandung
Indonesia untuk kemuliaan Nya... Berdoa hanya rencana Tuhan yang boleh terjadi di Indonesia... Setiap kejahatan, pertikaian, kerusuhan kami tolak dalam nama Yesus! Minta perlindungan untuk Pak Jokowi, Pak Ahok dan semua anak-anak Tuhan yang sedang berjuang di pemerintahan... Setiap panah sijahat yang di lontarkan pada mereka tidak berhasil. Beri mereka hikmat yang sesuai dengan kehendak Tuhan. Beri keberanian untuk berjalan dalam kebenaran. Roh takut akan Tuhan ada dalam hidup mereka. Dalam nama Yesus! Amin.

WM Stars
“BISA...!” If you feel weak, limited, ordinary, you are the best material through which God can work. Jika Anda merasa lemah, terbatas, biasa saja, Anda adalah alat terbaik di mana Tuhan bisa bekerja »Henry Blackaby«. 2 Korintus 12:9-10 “Tetapi jawab Tuhan kepadaku, ‘Cukuplah anugerah-Ku bagimu, sebab justru dalam kelemahanlah kuasa-Ku menjadi sempurna.’ Sebab itu, aku terlebih suka bermegah atas kelemahanku, supaya kuasa Kristus turun menaungi aku. Karena itu, aku senang dan rela di dalam kelemahan, di dalam siksaan, di dalam kesukaran, di dalam penganiayaan dan kesengsaraan karena Kristus. Sebab jika aku lemah, maka aku kuat.” Sekalipun kesukaran dan masalah datang silih berganti, jangan frustasi dan bersungut-sungut, sebab kuasa Tuhan sedang dinyatakan atas kita. Mujizat yang terindah adalah menikmati kasih dan kuasaNya dikala kita merasa lemah dan tidak berdaya, sebab didalam kelemahan kuasa Tuhan menjadi begitu sempurna. Dalam penderitaan dan pergumulan kita bisa merasakan kasih karunia Tuhan yang begitu berlimpah limpah, Dia menuntun dan membimbing kita masuk kedalam rencanaNya yang begitu indah luar biasa. Terpujilah Tuhan! Sebab Dia baik, sangat baik dan luar biasa baikNya, Dia senantiasa menyertai kita, sebab kasih sayangnya yang tidak pernah berakhir sepanjang umur hidup kita –FNP.

Madam Ossy
Senin, 22 Mei 2017. Bacaan: Filipi 4:10-19. Setahun: 2 Tawarikh 4-6. Nas: Kukatakan ini bukanlah karena kekurangan, sebab aku telah belajar mencukupkan diri dalam segala keadaan (Filipi 4:11). Kapan Merasa Cukup? Ketika ditanya “Kapan kamu merasa cukup?”, seorang muda menjawab “kalau bisa, sedikit lebih lagi”. Rasa cukup adalah mutiara yang paling berharga. Paulus dalam suratnya kepada jemaat di Filipi memberi kita pelajaran berharga soal rasa cukup. Paulus tidak hanya sekedar bicara saja, karena dia sendiri juga mengalami. Paulus berkata: “...sebab aku telah belajar mencukupkan diri dalam segala keadaan. Aku tahu apa itu kekurangan dan aku tahu apa itu kelimpahan” (ay. 11-12). Paulus ingin mengatakan bahwa rasa cukup bukan dibawa sejak lahir, ataupun sesuatu yang mudah dilakukan. Paulus tahu bagaimana rasanya mengalami kelimpahan maupun kekurangan. Dia tahu bagaimana rasanya tidak mampu membayar besarnya biaya perjalanan pelayanannya, dia tahu bagaimana rasanya kelaparan, dia tahu bagaimana rasanya tidak ada uang yang tersisa. Bagaimana dengan kita? Saat kita berkelimpahan maupun kekurangan, memiliki rasa cukup merupakan tantangan tersendiri. Biasanya apabila materi mengalir dengan deras ke kantong kita, kita ingin aliran itu menjadi lebih deras lagi dan kita tidak akan puas sampai kapan pun. Sedangkan ketika kita sedang kekurangan, kita sering mengeluh, apalagi saat kita membandingkan hidup kita dengan orang lain. Belajarlah memiliki rasa cukup karena Tuhan selalu mencukupkan kebutuhan kita, bukan keinginan kita. Karena ketika kita bisa merasakan cukup atas semua yang sudah Tuhan beri, tanpa membanding-bandingkan dengan orang lain, kita akan merasakan kedamaian dan ketenangan –NBT. SESEORANG DISEBUT KAYA APABILA DIA SUDAH BISA BERKATA “CUKUP”.

No comments:

Post a Comment