(D)ANGER
(D)Anger Day 22 – Kemarahan yang
Membandel. Apa
sih yang dimaksud dengan Kemarahan Membandel? Kemarahan membandel yaitu:
-
Sudah
lebih dari 1-2 hari kita masih jengkel
-
Setiap
kali dibahas hati masih panas
-
Disadari
atau tidak, menganggu kehidupan kita
-
Bila
melihat orangnya, langsung teringat “kesalahannya”, perasaan pasti jengkel.
Rasul Paulus menulis kepada jemaat di Efesus/jemaat
Tuhan/kita semua saat ini. Efesus 4:26, “Apabila kamu menjadi marah,
janganlah kamu berbuat dosa: janganlah matahari terbenam, sebelum padam amarahmu.”
Pesan yang dimaksud adalah: jangan marah lama-lama sebelum matahari terbenam,
bereskan perasaan emosi kita. Kemarahan itu bukan untuk disimpam dan
dipelihara. Sebab memelihara kemarahan itu ibarat minum racun dan berharap
orang lain yang mati! Apa yang harus kita lakukan? (1) Naik lebih tinggi
dari perasaan kita. Dalam hidup ini sama: kalau kita hanya melihat dan
berkutat pada perasaan marah & jengkel kita, maka rasa marah dan jengkel
itu akan kelihatan besar sekali! Kita perlu naik ke tangga emosi kita. Waktu
kita naik pesawat, waktu nunggu untuk take off, kita nga bisa lihat
apa-apa kecuali bangunan bandara, rumput dsbnya. Tetapi begitu pesawat naik,
ternyata kota itu bukan hanya bandara & rumput saja, ternyata ada gedung
pencakar langit yang lebih besar dari bandara yang baru kita lewati. Yang ke (2):
Attack the problem not the person... Nantikan pembahasannya dihari
besok Selasa, 23 Mei 2017.
#BibleMessages
#BuildingABetterYou
#(D)ANGERSeries
Note:
Jangan lewatkan Pembacaan Alkitab kita hari ini:
PL: Kitab 1 Tawarikh 16, 17 dan 18
PB: 2 Korintus 9
#LoveGod
#LovePeople
#LoveTheBlble
#IMLoved
GNCC
Orang suka membanggakan pengalaman masa lalu karena tidak
punya pengalaman baru. Let us moving forward. #gncc
Ibu Caroline – Bandung
Indonesia untuk kemuliaan Nya... Berdoa hanya rencana Tuhan
yang boleh terjadi di Indonesia... Setiap kejahatan, pertikaian, kerusuhan kami
tolak dalam nama Yesus! Minta perlindungan untuk Pak Jokowi, Pak Ahok dan semua
anak-anak Tuhan yang sedang berjuang di pemerintahan... Setiap panah sijahat
yang di lontarkan pada mereka tidak berhasil. Beri mereka hikmat yang sesuai
dengan kehendak Tuhan. Beri keberanian untuk berjalan dalam kebenaran. Roh
takut akan Tuhan ada dalam hidup mereka. Dalam nama Yesus! Amin.
WM Stars
“BISA...!” If you feel weak, limited, ordinary, you are the
best material through which God can work. Jika Anda merasa lemah, terbatas,
biasa saja, Anda adalah alat terbaik di mana Tuhan bisa bekerja »Henry
Blackaby«. 2 Korintus 12:9-10 “Tetapi jawab Tuhan kepadaku, ‘Cukuplah
anugerah-Ku bagimu, sebab justru dalam kelemahanlah kuasa-Ku menjadi sempurna.’
Sebab itu, aku terlebih suka bermegah atas kelemahanku, supaya kuasa Kristus
turun menaungi aku. Karena itu, aku senang dan rela di dalam kelemahan, di
dalam siksaan, di dalam kesukaran, di dalam penganiayaan dan kesengsaraan
karena Kristus. Sebab jika aku lemah, maka aku kuat.” Sekalipun kesukaran dan
masalah datang silih berganti, jangan frustasi dan bersungut-sungut, sebab
kuasa Tuhan sedang dinyatakan atas kita. Mujizat yang terindah adalah menikmati
kasih dan kuasaNya dikala kita merasa lemah dan tidak berdaya, sebab didalam
kelemahan kuasa Tuhan menjadi begitu sempurna. Dalam penderitaan dan pergumulan
kita bisa merasakan kasih karunia Tuhan yang begitu berlimpah limpah, Dia
menuntun dan membimbing kita masuk kedalam rencanaNya yang begitu indah luar
biasa. Terpujilah Tuhan! Sebab Dia baik, sangat baik dan luar biasa baikNya,
Dia senantiasa menyertai kita, sebab kasih sayangnya yang tidak pernah berakhir
sepanjang umur hidup kita –FNP.
Madam Ossy
Senin, 22 Mei 2017. Bacaan: Filipi 4:10-19. Setahun: 2
Tawarikh 4-6. Nas: Kukatakan ini bukanlah karena kekurangan, sebab aku telah
belajar mencukupkan diri dalam segala keadaan (Filipi 4:11). Kapan Merasa Cukup?
Ketika ditanya “Kapan kamu merasa cukup?”, seorang muda menjawab “kalau bisa,
sedikit lebih lagi”. Rasa cukup adalah mutiara yang paling berharga. Paulus
dalam suratnya kepada jemaat di Filipi memberi kita pelajaran berharga soal
rasa cukup. Paulus tidak hanya sekedar bicara saja, karena dia sendiri juga
mengalami. Paulus berkata: “...sebab aku telah belajar mencukupkan diri dalam
segala keadaan. Aku tahu apa itu kekurangan dan aku tahu apa itu kelimpahan”
(ay. 11-12). Paulus ingin mengatakan bahwa rasa cukup bukan dibawa sejak lahir,
ataupun sesuatu yang mudah dilakukan. Paulus tahu bagaimana rasanya mengalami
kelimpahan maupun kekurangan. Dia tahu bagaimana rasanya tidak mampu membayar
besarnya biaya perjalanan pelayanannya, dia tahu bagaimana rasanya kelaparan,
dia tahu bagaimana rasanya tidak ada uang yang tersisa. Bagaimana dengan kita?
Saat kita berkelimpahan maupun kekurangan, memiliki rasa cukup merupakan
tantangan tersendiri. Biasanya apabila materi mengalir dengan deras ke kantong
kita, kita ingin aliran itu menjadi lebih deras lagi dan kita tidak akan puas
sampai kapan pun. Sedangkan ketika kita sedang kekurangan, kita sering
mengeluh, apalagi saat kita membandingkan hidup kita dengan orang lain.
Belajarlah memiliki rasa cukup karena Tuhan selalu mencukupkan kebutuhan kita,
bukan keinginan kita. Karena ketika kita bisa merasakan cukup atas semua yang
sudah Tuhan beri, tanpa membanding-bandingkan dengan orang lain, kita akan
merasakan kedamaian dan ketenangan –NBT. SESEORANG DISEBUT KAYA APABILA DIA
SUDAH BISA BERKATA “CUKUP”.

No comments:
Post a Comment