Wednesday, 17 May 2017

17 Mei 2017

(D)ANGER






(D)Anger day 17 – Bangkit dari Kegagalan (Lukas 5:1-11). Seperti Rasul Petrus, kita semua pernah gagal, dalam hubungan kita, dalam pergumulan kita terhadap dosa dan dalam kesetiaan kita kepada Allah. Namun kegagalan bukan akhir dari segalanya. Seorang Bill Gates pun ternyata pernah gagal. Mengapa ia berhasil? Karena ia memilih untuk BANGKIT! Kegagalan yang diijinkanNya dan kita alami, seharusnya membuat kita instrospeksi diri apa yang harus kita perbaiki agar hidup kita dapat memuliakanNya. Kegagalan bisa saja terjadi dalam setiap kehidupan kita, tetapi memilih untuk BANGKIT dan kembali berjuang dengan tuntuan Firman Tuhan, itulah yang harus kita pilih. Amin. Saat kegagalan terjadi, kekuatan kita pun “hilang”, namun kekuatan itu kita peroleh kembali saat kita mencari DIA lebih lebih lagi melaui firmanNya. Mazmur 139:23-24, 23Selidikilah aku, ya Allah, dan kenallah hatiku, ujilah aku dan kenallah pikiran-pikiranku; 24lihatlah, apakah jalanku serong, dan tuntunlah aku di jalan yang kekal!”

#BibleMessages
#BuildingABetterYou
#(D)ANGERSeries

Note:
Jangan lewatkan Pembacaan Alkitab kita hari ini:
PL: Kitab 1 Tawarikh 1-3
PB: 2 Korintus 4
#LoveGod
#LovePeople
#LoveTheBlble
#IMLoved

Madam Ossy
SAAT TEDUH. Rabu, 17 Mei 2017. SEPUTIH SALJU. Bacaan: Mazmur 51:7-13. Bersihkanlah aku seluruhnya dari kesalahanku, dan tahirkanlah aku dari dosaku! Sebab aku sendiri sadar akan pelanggaranku, aku senantiasa bergumul dengan dosaku (Mazmur 51:4, 5). Waktu remaja kita sering mengisi semacam biodata di buku teman. Macam-macam yang harus diisi: nama, alamat, hobi, cita-cita. Seorang teman menulis: “Bertobat” di point hobi. Kaget saya! Ketika saya tanya alasannya, ia menjawab, “Karena setelah menyesali dosaku, aku mengulanginya, lalu menyesalinya dan kemudian mengulanginya lagi. Jelas aku ini hobi bertobat!” Apakah kita tidak demikian? Mazmur ini ditulis karena penyesalan Daud atas perilakunya yang tercela tidur dengan Betsyeba, istri Uria. Uria sendiri mati karena rekayasa jahat Daud. Nabi Natan menegurnya dengan keras. Anak hasil hubungan Daud dan Betsyeba akan mati. Daud sangat sedih dan menyesal. Ini adalah puisi dari orang yang malu dan remuk hatinya dengan keberdosaannya. Daud minta dikasihani (ay. 3), lalu ia mohon agar Allah berkenan menghapus dosanya karena rahmat-Nya yang besar itu. Daud rindu berhati bersih, bukan sekedar bersih, namun sepenuhnya bersih (ay. 4a). Ia memohon dengan penuh kesadaran diri: “Sebab aku sendiri sadar akan pelanggaranku dan senantiasa bergumul dengan dosaku”. Ini menarik! Daud mengawali dengan kesadaran dan kemudian dengan serius menggumuli dosanya. Kita sering tidak berani bergumul. Begitu tahu kita berdosa, buru-buru kita minta ampun kepada Tuhan. Alasan kita, “Tuhan kan baik”. Betul. Tapi ingat bahwa kebaikan Tuhan bukan tiket bagi kita untuk hobi berdosa. Jika kita sungguh rindu bertobat, kita harus sungguh bergumul dan jangan memandang ringan penebusan Tuhan. Baru dengan demikian, seperti Daud kita dapat memohon “Basuhlah aku, maka aku menjadi lebih putih dari salju...” DARI TOBAT MURAHAN, JAUHKANLAH AKU YA TUHAN. Selamat pagi. Tuhan Yesus memberkati. #LoveTheBible – 1 Tawarikh 1-3 & 2 Korintus 4.

No comments:

Post a Comment