(D)ANGER
(D)Anger day 17 – Bangkit dari
Kegagalan (Lukas 5:1-11).
Seperti Rasul Petrus, kita semua pernah gagal, dalam hubungan kita, dalam
pergumulan kita terhadap dosa dan dalam kesetiaan kita kepada Allah. Namun
kegagalan bukan akhir dari segalanya. Seorang Bill Gates pun ternyata pernah
gagal. Mengapa ia berhasil? Karena ia memilih untuk BANGKIT! Kegagalan yang
diijinkanNya dan kita alami, seharusnya membuat kita instrospeksi diri apa yang
harus kita perbaiki agar hidup kita dapat memuliakanNya. Kegagalan bisa saja
terjadi dalam setiap kehidupan kita, tetapi memilih untuk BANGKIT dan kembali
berjuang dengan tuntuan Firman Tuhan, itulah yang harus kita pilih. Amin. Saat
kegagalan terjadi, kekuatan kita pun “hilang”, namun kekuatan itu kita peroleh
kembali saat kita mencari DIA lebih lebih lagi melaui firmanNya. Mazmur
139:23-24, “23Selidikilah aku, ya Allah, dan kenallah hatiku,
ujilah aku dan kenallah pikiran-pikiranku; 24lihatlah, apakah
jalanku serong, dan tuntunlah aku di jalan yang kekal!”
#BibleMessages
#BuildingABetterYou
#(D)ANGERSeries
Note:
Jangan lewatkan Pembacaan Alkitab kita hari ini:
PL: Kitab 1 Tawarikh 1-3
PB: 2 Korintus 4
#LoveGod
#LovePeople
#LoveTheBlble
#IMLoved
Madam Ossy
SAAT TEDUH. Rabu, 17 Mei 2017. SEPUTIH SALJU. Bacaan: Mazmur
51:7-13. Bersihkanlah aku seluruhnya dari kesalahanku, dan tahirkanlah aku dari
dosaku! Sebab aku sendiri sadar akan pelanggaranku, aku senantiasa bergumul
dengan dosaku (Mazmur 51:4, 5). Waktu remaja kita sering mengisi semacam
biodata di buku teman. Macam-macam yang harus diisi: nama, alamat, hobi,
cita-cita. Seorang teman menulis: “Bertobat” di point hobi. Kaget saya! Ketika
saya tanya alasannya, ia menjawab, “Karena setelah menyesali dosaku, aku
mengulanginya, lalu menyesalinya dan kemudian mengulanginya lagi. Jelas aku ini
hobi bertobat!” Apakah kita tidak demikian? Mazmur ini ditulis karena
penyesalan Daud atas perilakunya yang tercela tidur dengan Betsyeba, istri
Uria. Uria sendiri mati karena rekayasa jahat Daud. Nabi Natan menegurnya
dengan keras. Anak hasil hubungan Daud dan Betsyeba akan mati. Daud sangat
sedih dan menyesal. Ini adalah puisi dari orang yang malu dan remuk hatinya
dengan keberdosaannya. Daud minta dikasihani (ay. 3), lalu ia mohon agar Allah
berkenan menghapus dosanya karena rahmat-Nya yang besar itu. Daud rindu berhati
bersih, bukan sekedar bersih, namun sepenuhnya bersih (ay. 4a). Ia memohon
dengan penuh kesadaran diri: “Sebab aku sendiri sadar akan pelanggaranku dan
senantiasa bergumul dengan dosaku”. Ini menarik! Daud mengawali dengan
kesadaran dan kemudian dengan serius menggumuli dosanya. Kita sering tidak
berani bergumul. Begitu tahu kita berdosa, buru-buru kita minta ampun kepada
Tuhan. Alasan kita, “Tuhan kan baik”. Betul. Tapi ingat bahwa kebaikan Tuhan
bukan tiket bagi kita untuk hobi berdosa. Jika kita sungguh rindu bertobat,
kita harus sungguh bergumul dan jangan memandang ringan penebusan Tuhan. Baru
dengan demikian, seperti Daud kita dapat memohon “Basuhlah aku, maka aku
menjadi lebih putih dari salju...” DARI TOBAT MURAHAN, JAUHKANLAH AKU YA TUHAN.
Selamat pagi. Tuhan Yesus memberkati. #LoveTheBible – 1 Tawarikh 1-3 & 2
Korintus 4.

No comments:
Post a Comment