Sunday, 7 May 2017

7 Mei 2017

(D)ANGER






(D)Anger... Day 7 – Dimana Kita Boleh Marah? Kitab Amsal mengajarkan di Amsal 29:11, “Orang bebal melampiaskan seluruh amarahnya, tetapi orang bijak akhirnya meredakannya.” Sebenarnya Allah telah memberikan kepada kita sumber daya bagi kita agar dapat hidup damai dengan orang lain, tetapi karena kita masih manusia, pasti semua kita bisa marah. Dimana tempat untuk melampiaskan kemarahan kita? Kita bisa saja marah, tapi jangan biarkan marah itu berlarut-larut, Roh Kudus yang ada didalam kita akan memampukan kita untuk mengatasi percikan-percikan kemarahan yang dapat menjerumuskan kita pada tindakan-tindakan yang tidak diinginkan. Apabila kamu menjadi marah, janganlah kamu berbuat dosa: janganlah matahari terbenam, sebelum padam amarahmu (Efesus 4:26). DIA memberikan teladanNya untuk kita ikuti ketika kita terbawa emosi untuk marah: 1 Petrus 2:23 “Ketika Ia dicaci maki, Ia tidak membalas dengan mencaci maki; ketika Ia menderita, Ia tidak mengancam, tetapi Ia menyerahkannya kepada Dia, yang menghakimi dengan adil.” Amin. Mari, kita semua belajar untuk dapat mengikuti teladanNya, Roh Kudus. yang akan memapukan kita. Amin.

#BibleMessages
#BuildingABetterYou
#(D)ANGERSeries

Note:
Jangan lewatkan Pembacaan Alkitab kita hari ini:
PL: Kitab 2 Raja-Raja 1, 2 dan 3
PB: 1 Korintus 12
#LoveGod
#LovePeople
#LoveTheBlble
#IMLoved
#HappySunday
#HappyServingGod

Bp. Sadrak Soewargo – Citraland
TUHAN PASTI SANGGUP. Kejadian 28:10, “Maka Yakub berangkat dari Bersyeba dan pergi ke Haran.” Kejadian 28:11, “Ia sampai di suatu tempat, dan bermalam di situ, karena matahari telah terbenam. Ia mengambil sebuah batu yang terletak di tempat itu dan dipakainya sebagai alas kepala, lalu membaringkan dirinya di tempat itu.” Kejadian 28:12, “Maka bermimpilah ia, di bumi ada didirikan sebuah tangga yang ujungnya sampai di langit, dan tampaklah malaikat-malaikat Allah turun naik di tangga itu.” Kejadian 28:13, “Berdirilah TUHAN di sampingnya dan berfirman: ‘Akulah TUHAN, Allah Abraham, nenekmu, dan Allah Ishak; tanah tempat engkau berbaring ini akan Kuberikan kepadamu dan kepada keturunanmu.’” Kejadian 28:15, “Sesungguhnya Aku menyertai engkau dan Aku akan melindungi engkau, ke mana pun engkau pergi, dan Aku akan membawa engkau kembali ke negeri ini, sebab Aku tidak akan meninggalkan engkau, melainkan tetap melakukan apa yang Kujanjikan kepadamu.” Perjalanan hidup Yakub tidaklah 100% benar, diapun melakukan perbuatan yang keliru yaitu mengambil hak sulung kakaknya. Sebuah perbuatan yang menimbulkan dosa, akan tetapi di hadapan Tuhan – Yakub tetap menjadi pribadi pilihan karena Kepatuhan dan Totalitas bersandar kepadaNya. Tuhan sanggup mengubah apapun bagi kita… Tuhan tidak akan meninggalkan pribadi pilihannya. Tuhan selalu melindungi dan mencari jalan untuk pribadi pilihanNya. Tuhan akan menepati setiap janjiNya kepada kita, pribadi pilihannya… Amin. Terima kasih Tuhan, Engkaulah pengingat-penyemangat-pelindung dan sandaran hidup kami… Kami ingin selalu dekat dengan-Mu ya Tuhan. Jesus Love You. Bacaan Alkitab Setahun : 2 Tawarikh 5 - 7
#jesusloveyou #saatteduh #firmantuhan #renunganharian #tuhanpastisanggup

Madam Ossy
Minggu, 7 Mei 2017. Bacaan: Bilangan 8:23-26. Setahun: 2 Raja-raja 16-17. Nas: Tetapi jika ia berumur lima puluh tahun haruslah ia dibebaskan dari pekerjaan itu, sehingga tak usah ia bekerja lebih lama lagi (Bilangan 8:25). Saatnya Pensiun? Suatu kali, seseorang mengungkap kegalauannya kepada saya, “Pak, saya tidak tahu apa yang akan saya lakukan kalau pensiun nanti. Bukan masalah finansial yang saya kuatirkan, tetapi saya tidak suka menganggur dan tidak mau cepat pikun. Beda dengan Bapak, walau sudah pensiun masih bisa berkhotbah, ceramah, menulis, bermain musik, melukis. Bagaimana dengan saya? Dan, mana ada kantor yang mau menerima orang usia 60?” Ya, walau orang berumur 50-60 tahun masih mampu berkarya, tetapi Yayasan Dana Pensiun menentukan usia pensiun di usia 55 atau maksimal 60 tahun. Hari ini kita baca bahwa pensiun itu sudah diatur sejak dulu- bahkan di usia lebih muda: 50 tahun. Beginilah Tuhan mengaturnya. Bahwa usia produktif wajib bertugas adalah antara 25-50 tahun. Di atas usia itu seseorang “dibebaskan”, artinya karena sudah berjasa, ia dibebaskan dari tanggung jawab berat agar bisa menikmati masa tuanya. Bukan berarti ia tidak berguna lagi. Jika masih bisa, ia boleh berperan atau membantu, tetapi tidak harus menjadi pejabat resmi. Ia bisa menjadi tutor atau penasihat, karena pengalamannya. Memang kita bukan orang Lewi, tetapi dalam konteks Perjanjian Baru, kita semua adalah hamba Tuhan. Jadi bagaimana kita menyikapi masa pensiun? Jangan takut memasukinya. Tanggapi secara positif dengan menerima, mensyukuri, dan memanfaatkannya. Banyak hal masih bisa kita lakukan. Agar tidak pikun, frustrasi, atau kesepian; tetaplah hidup dalam komunitas orang beriman, kembangkan bakat dan hobi, dan hidup makin berkenan kepada Tuhan –ACH. TUHAN, PAKAILAH HIDUP HAMBA SELAGI MASIH KUAT WALAU USIA BERTAMBAH, TAPI TETAP MENJADI BERKAT.

No comments:

Post a Comment