(D)ANGER
(D)Anger... Day 7 – Dimana Kita Boleh
Marah? Kitab
Amsal mengajarkan di Amsal 29:11, “Orang bebal melampiaskan seluruh
amarahnya, tetapi orang bijak akhirnya meredakannya.” Sebenarnya Allah
telah memberikan kepada kita sumber daya bagi kita agar dapat hidup damai
dengan orang lain, tetapi karena kita masih manusia, pasti semua kita bisa
marah. Dimana tempat untuk melampiaskan kemarahan kita? Kita bisa saja marah,
tapi jangan biarkan marah itu berlarut-larut, Roh Kudus yang ada didalam kita
akan memampukan kita untuk mengatasi percikan-percikan kemarahan yang dapat
menjerumuskan kita pada tindakan-tindakan yang tidak diinginkan. Apabila kamu
menjadi marah, janganlah kamu berbuat dosa: janganlah matahari terbenam,
sebelum padam amarahmu (Efesus 4:26). DIA memberikan teladanNya untuk kita
ikuti ketika kita terbawa emosi untuk marah: 1 Petrus 2:23 “Ketika Ia dicaci
maki, Ia tidak membalas dengan mencaci maki; ketika Ia menderita, Ia tidak
mengancam, tetapi Ia menyerahkannya kepada Dia, yang menghakimi dengan adil.”
Amin. Mari, kita semua belajar untuk dapat mengikuti teladanNya, Roh Kudus.
yang akan memapukan kita. Amin.
#BibleMessages
#BuildingABetterYou
#(D)ANGERSeries
Note:
Jangan lewatkan Pembacaan Alkitab kita hari ini:
PL: Kitab 2 Raja-Raja 1, 2 dan 3
PB: 1 Korintus 12
#LoveGod
#LovePeople
#LoveTheBlble
#IMLoved
#HappySunday
#HappyServingGod
Bp. Sadrak Soewargo – Citraland
TUHAN PASTI SANGGUP. Kejadian 28:10, “Maka Yakub berangkat
dari Bersyeba dan pergi ke Haran.” Kejadian 28:11, “Ia sampai di suatu tempat,
dan bermalam di situ, karena matahari telah terbenam. Ia mengambil sebuah batu
yang terletak di tempat itu dan dipakainya sebagai alas kepala, lalu
membaringkan dirinya di tempat itu.” Kejadian 28:12, “Maka bermimpilah ia, di
bumi ada didirikan sebuah tangga yang ujungnya sampai di langit, dan tampaklah
malaikat-malaikat Allah turun naik di tangga itu.” Kejadian 28:13, “Berdirilah
TUHAN di sampingnya dan berfirman: ‘Akulah TUHAN, Allah Abraham, nenekmu, dan
Allah Ishak; tanah tempat engkau berbaring ini akan Kuberikan kepadamu dan kepada
keturunanmu.’” Kejadian 28:15, “Sesungguhnya Aku menyertai engkau dan Aku akan
melindungi engkau, ke mana pun engkau pergi, dan Aku akan membawa engkau
kembali ke negeri ini, sebab Aku tidak akan meninggalkan engkau, melainkan
tetap melakukan apa yang Kujanjikan kepadamu.” Perjalanan hidup Yakub tidaklah
100% benar, diapun melakukan perbuatan yang keliru yaitu mengambil hak sulung
kakaknya. Sebuah perbuatan yang menimbulkan dosa, akan tetapi di hadapan Tuhan
– Yakub tetap menjadi pribadi pilihan karena Kepatuhan dan Totalitas bersandar
kepadaNya. Tuhan sanggup mengubah apapun bagi kita… Tuhan tidak akan
meninggalkan pribadi pilihannya. Tuhan selalu melindungi dan mencari jalan
untuk pribadi pilihanNya. Tuhan akan menepati setiap janjiNya kepada kita, pribadi
pilihannya… Amin. Terima kasih Tuhan, Engkaulah pengingat-penyemangat-pelindung
dan sandaran hidup kami… Kami ingin selalu dekat dengan-Mu ya Tuhan. Jesus Love
You. Bacaan Alkitab Setahun : 2 Tawarikh 5 - 7
#jesusloveyou #saatteduh #firmantuhan #renunganharian
#tuhanpastisanggup
Madam Ossy
Minggu, 7 Mei 2017. Bacaan: Bilangan 8:23-26. Setahun: 2
Raja-raja 16-17. Nas: Tetapi jika ia berumur lima puluh tahun haruslah ia
dibebaskan dari pekerjaan itu, sehingga tak usah ia bekerja lebih lama lagi
(Bilangan 8:25). Saatnya Pensiun? Suatu kali, seseorang mengungkap kegalauannya
kepada saya, “Pak, saya tidak tahu apa yang akan saya lakukan kalau pensiun
nanti. Bukan masalah finansial yang saya kuatirkan, tetapi saya tidak suka
menganggur dan tidak mau cepat pikun. Beda dengan Bapak, walau sudah pensiun
masih bisa berkhotbah, ceramah, menulis, bermain musik, melukis. Bagaimana
dengan saya? Dan, mana ada kantor yang mau menerima orang usia 60?” Ya, walau
orang berumur 50-60 tahun masih mampu berkarya, tetapi Yayasan Dana Pensiun
menentukan usia pensiun di usia 55 atau maksimal 60 tahun. Hari ini kita baca
bahwa pensiun itu sudah diatur sejak dulu- bahkan di usia lebih muda: 50 tahun.
Beginilah Tuhan mengaturnya. Bahwa usia produktif wajib bertugas adalah antara
25-50 tahun. Di atas usia itu seseorang “dibebaskan”, artinya karena sudah
berjasa, ia dibebaskan dari tanggung jawab berat agar bisa menikmati masa
tuanya. Bukan berarti ia tidak berguna lagi. Jika masih bisa, ia boleh berperan
atau membantu, tetapi tidak harus menjadi pejabat resmi. Ia bisa menjadi tutor
atau penasihat, karena pengalamannya. Memang kita bukan orang Lewi, tetapi
dalam konteks Perjanjian Baru, kita semua adalah hamba Tuhan. Jadi bagaimana
kita menyikapi masa pensiun? Jangan takut memasukinya. Tanggapi secara positif
dengan menerima, mensyukuri, dan memanfaatkannya. Banyak hal masih bisa kita
lakukan. Agar tidak pikun, frustrasi, atau kesepian; tetaplah hidup dalam
komunitas orang beriman, kembangkan bakat dan hobi, dan hidup makin berkenan
kepada Tuhan –ACH. TUHAN, PAKAILAH HIDUP HAMBA SELAGI MASIH KUAT WALAU USIA
BERTAMBAH, TAPI TETAP MENJADI BERKAT.
No comments:
Post a Comment