(D)ANGER
Kemarahan yang Dikuduskan
(D)ANGER Part 4
Alfa Omega Church Sunday Service
Preacher: Ps. Elijah Soetopo
May 28th 2016
INTRO:
Minggu 1 – Kemarahan Tiba-Tiba dan kita belajar: itu perlu
dikendalikan.
Minggu 2 – Kemarahan yang Berdosa: perlu disingkirkan.
Minggu 3 – Kemarahan yang Membandel: perlu belajar naik
lebih tinggi, berkata baik, kenakanlah kasih.
Mungkin sebagian Anda bertanya, kenapa kita memiliki
potensial marah dalam hidup ini kalau bentuk marah-marah kemarin kita bahas
ternyata semuanya perlu: entah dikendalikan, dibuang, dilihat lebih kecil, dll?
Kenapa ada potensial kemarahan dalam hidup kita? Karena ada bentuk kemarahan
berikutnya yang akan kita bahas yang perlu justru untuk DIPELIHARA.
Bagian yang terakhir – Kemarahan yang DIKUDUSKAN.
Kemarahan yang benar
perlu DIPELIHARA dan DISALURKAN.
BODY
Kemarahan yang dikuduskan, kemarahan ini harus diarahkan
pada tujuan dan arah kepada Tuhan.
A. Kemarahan Kudus Yesus
Markus 3:1-5
Jika Anda perhatikan, fokus dari kemarahan Yesus adalah
hati orang-orang itu. Yesus jadi marah karena kekerasan hati mereka dan
kemarahan yang membandel pada orang-orang itu. Matahari sudah turun. Matahari
sudah naik lagi. Iblis sudah menanamkan jejak dalam hidup orang-orang itu. Dan
Yesus jadi marah karena kemarahan yang membandel dalam hati orang-orang
tersebut.
B. Kemarahan yang Dikuduskan adalah Hal yang
Anda dan Saya Butuhkan, Kita Butuhkan Sebagai Gereja
Contoh: Cerita “ONE
DAY WITH GOD”. Kemarahan yang benar perlu DIPELIHARA dan DISALURKAN. Contoh: Cerita Blake Mycoskie. Apa satu
aspek dari kehidupan dari dunia yang tidak beres ini, di mana Anda sedang
melihatnya, menyentuhnya, mendekatinya, Anda itu seperti ingin membereskan?
Kemarahan yang benar
perlu DIPELIHARAN dan DISALURKAN.
Jadi marahlah tapi jangan berdosa. Jangan biarkan matahari
terbenam dengan amarahmu. Jangan ijinkan Iblis letakkan jejak kakinya dalam
hidupmu. Tapi arahkan kemarahan itu sehingga ambil bagian untuk menyelesaikan
kemenangan untuk Yesus.
APA YANG DAPAT KITA
LAKUKAN?
1) Miliki hati yang MEMBANGUN, bukan
menghancurkan
Kalau kemarahan muncul, pikirkan kemarahan ini akan
membangun kehidupan Anda dan sekitar Anda atau justru menghancurkan?
2) RENUNGKAN kemarahan apa yang ADA
dalam diri kita?
Coba kita pikirkan lagi, apa hal yang membara yang
membangun dalam hidup kita? Mungkin selama ini belum disalurkan. Kita diamkan,
kita perlu bangkitkan, pikirkan, tuliskan.
3) BERI kesempatan buat kemarahan KUDUS
itu DISALURKAN
Tahukah Anda, ada beberapa tipe orang yang duduk di sini: punya
kemarahan tapi didiamkan atau Anda belum memiliki kemarahan.
Apa yang dapat Anda lakukan?
Doa minta sama Tuhan, apa kemarahan yang Tuhan titipkan
dalam hidup kita? Dan kalau sudah ada, bangkit, bergerak, doa minta kepada
Tuhan kesempatan untuk menyalurkannya.
Kemarahan yang benar
perlu DIPELIHARA dan DISALURKAN.
CONCLUSION:
Jika Anda bergerak dalam hidup ini menyalurkan kemarahan
yang “dikuduskan” ini, hidup Anda akan jadi berguna bagi banyak orang.
Anda mungkin tidak akan punya waktu untuk kemarahan yang
menghancurkan. Karena Anda cukup sibuk untuk melakukan kemarahan yang membangun
yang dikuduskan ini.
No comments:
Post a Comment