Tuesday, 16 May 2017

16 Mei 2017

(D)ANGER






(D)Anger Day 16 – Saat Berada Di Bawah “Tekanan”. Semua kita pasti pernah mengalami tekanan. Di saat seperti itu apa yang harus kita lakukan? Banyak orang melampiaskan dengan “kemarahan”, kekecewaan bahkan undur dari Tuhan. Apabila kita mengingat kembali semua yang sudah kita jalani/kita lalui adakah kita pernah berfikir dan menyadari bahwa dalam segala perkara Tuhan itu turut bekerja bersama-sama untuk mendatangkan kebaikan. Apa yang mesti kita pelajari dari pengalaman mengalami “tekanan”? Ini yang pernah saya lakukan:
-  Saya lebih mencari Tuhan, saya lebih bergantung lagi kepada DIA, mungkin kalau dulu rasa percaya saya 99%, saat tertekan harus 1000%. Matius 6:33, “Tetapi carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu.”
-  Saya lebih berserah (bukan menyerah) kepada Tuhan. Belajar “berserah” karena seringkali bukan Tuhan yang mengedalikan hidup saya tetapi kekuatan saya sendiri. Mamur 37:5, “Serahkanlah hidupmu kepada TUHAN dan percayalah kepada-Nya, dan Ia akan bertindak.”
- Bersyukur untuk masa-masa tertekan/masa-masa sulit. Mengucap syukur disaat kita senang, tidak ada gangguan semua lancar itu mudah, tetapi bisa mengucap syukur disaat-saat tertekan/menghadapi situasi kehidupan yang tidak pernah pasti, kekurangan bahkan berada di lembah sekalipun, bisakah kita tetap mengucap syukur?
Kalau kita anak-anak Tuhan yang PERCAYA, maka ini yang harus selalu kita lakukan: 1 Tes 5:18, “MENGUCAP SYUKURlah DALAM SEGALA HAL, sebab itulah yang dikehendaki Allah di dalam Kristus Yesus bagi kamu.” Amin.

#BibleMessages
#BuildingABetterYou
#(D)ANGERSeries

Note:
Jangan lewatkan Pembacaan Alkitab kita hari ini:
PL: Kitab 2 Raja-Raja 24 dan 25
PB: 2 Korintus 3
#LoveGod
#LovePeople
#LoveTheBlble
#IMLoved

Madam Ossy
Selasa, 16 Mei 2017. Bacaan: Matius 17:1-9. Setahun: 1 Tawarikh 14-16. Nas: ...Yesus berpesan kepada mereka, “Jangan kamu ceritakan penglihatan itu kepada siapa pun sebelum Anak Manusia dibangkitkan dari antara orang mati” (Matius 17:9). Tanpa Salib. Manusia selalu cenderung untuk meniru, membajak, merekayasa, memanipulasi, bahkan memalsukan sesuatu. Tiruan dan tipuan menghiasi kiprahnya di segala bidang. Tak luput di bidang kerohanian. Aktivitas kerohanian sarat pemalsuan yang mengatasnamakan Tuhan. Yang dipuja nafsu ambisi gengsi tapi dibungkus rapi dengan kemasan “rohani”. Devosi (ibadah/ penyembahan) telah berubah menjadi ilusi. Tuhan berada di antara kurungan tanda petik. Di gunung itu ketiga murid diijinkan “mencicipi” untuk melihat kemuliaan Yesus. Tetapi mengapa mereka diharuskan menunda untuk menceritakan kenyataan mulia itu sampai saat kebangkitan-Nya? Begini. Kemuliaan Yesus berpijak di atas karya puncak-Nya, yaitu kematian yang segera diikuti oleh kebangkitan- Nya. Penyaliban di Golgota itulah yang mendasari keTuhanan- Nya. Tanpa salib, manusia hanya menyembah ilusinya sendiri dan menjadi “seteru salib Kristus” (Flp. 3:18-19). Satu-satunya Kristus yang benar ialah Dia yang mati tersalib. Jadi, pesan Yesus, jangan pernah mewartakan Diri-Nya selain dari Dia yang disalibkan (bdk. 1Kor. 1:22-23). Ibadah menjadi pameran kepiawaian. Pelayanan menjadi penonjolan diri. Mimbar menjadi papan iklan. Persembahan menjadi investasi. Manusia menjadi "barang" yang dimanipulasi. Doa menjadi ilusi. Tanpa salib Kristus begitulah jadinya kiprah kristiani kita. Sebab kerendahan hati, penyangkalan diri, dan dedikasi melayang lenyap. Adalah tugas kita untuk tetap berpegang pada salib-Nya, bukan? --PAD. KETIKA KRISTUS DIBERITAKAN TANPA SALIB KEKRISTENAN TERANCAM KESEJATIANNYA.

Bp. Anto – Citraland
Kepandaian itu tidak sama dengan HIKMAT –Euripides. Karena Tuhanlah yang memberikan hikmat... -Ams 2:6. Permulaan hikmat adalah takut akan TUHAN -Ams 9:10. Orang bisa menjadi sombong karena kepandaiannya tetapi hanya orang yang rendah hati yang memperoleh hikmat.

WM Stars
CERMIN BAGI BATIN. Cermin adalah benda yang membantu kita untuk melihat diri kita sendiri. Saat bercermin kita dapat melihat hal-hal yang kurang beres dalam penampilan, sehingga kita dapat disadarkan dan memperbaikinya. Tetapi Zaman sekarang ada banyak model cermin. Ada yang 2 arah, satu sisi melihat diri sendiri, di belahan arah sebaliknya orang dapat tembus pandang melihat gerak-gerik kita. Untuk cermin jenis ini, bukan hanya menyadarkan orang yang bercermin tetapi juga harus waspada karena orang lain bisa melihat apa gerak-gerik kita. Kewaspadaan perlu ditingkatkan saat bercermin di toilet, bila cermin 2 arah sengaja dipasang di kamar ganti umum. Masih banyak lagi jenis cermin, ada yang cekung, cembung atau kombinasi keduanya; akan nampak wajah dan tubuh tidak terlihat seperti aslinya, dan terlihat menggelikan, biasanya cermin bentuk itu disebut cermin gila. Alkitab juga sebuah cermin bagi batin dan hidup kita. Ini adalah penting untuk rutin dalam kedisiplinan bercermin pada apa yang alkitab katakan. Dan oleh pertolongan Roh Kudus, kita disadarkan dan diperbaiki kelakuan kita. Mari kita membaca alkitab setiap hari dan temukan rahasia Janji Tuhan dan alami sukacitanya. Yakobus 1:22-24,
22 Tetapi hendaklah kamu menjadi pelaku firman dan bukan hanya pendengar saja; sebab jika tidak demikian kamu menipu diri sendiri.
23 Sebab jika seorang hanya mendengar firman saja dan tidak melakukannya, ia adalah seumpama seorang yang sedang mengamat-amati mukanya yang sebenarnya di depan cermin.
24 Baru saja ia memandang dirinya, ia sudah pergi atau ia segera lupa bagaimana rupanya.

2 Timotius 3:16 (TB) Segala tulisan yang diilhamkan Allah memang bermanfaat untuk mengajar, untuk menyatakan kesalahan, untuk memperbaiki kelakuan dan untuk mendidik orang dalam kebenaran.

Xavier Quentin Pranata
“Nama terbaik untuk anak-anak kita adalah menjaga perilakunya tetap bersih.” Xavier Quentin Pranata.

No comments:

Post a Comment