(D)ANGER
(D)Anger Day 16 – Saat Berada Di Bawah
“Tekanan”. Semua
kita pasti pernah mengalami tekanan. Di saat seperti itu apa yang harus kita
lakukan? Banyak orang melampiaskan dengan “kemarahan”, kekecewaan bahkan undur
dari Tuhan. Apabila kita mengingat kembali semua yang sudah kita jalani/kita
lalui adakah kita pernah berfikir dan menyadari bahwa dalam segala perkara
Tuhan itu turut bekerja bersama-sama untuk mendatangkan kebaikan. Apa yang
mesti kita pelajari dari pengalaman mengalami “tekanan”? Ini yang pernah saya
lakukan:
- Saya lebih mencari Tuhan, saya lebih
bergantung lagi kepada DIA, mungkin kalau dulu rasa percaya saya 99%, saat
tertekan harus 1000%. Matius 6:33, “Tetapi carilah dahulu Kerajaan Allah dan
kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu.”
- Saya lebih berserah (bukan menyerah)
kepada Tuhan. Belajar “berserah” karena seringkali bukan Tuhan yang
mengedalikan hidup saya tetapi kekuatan saya sendiri. Mamur 37:5, “Serahkanlah
hidupmu kepada TUHAN dan percayalah kepada-Nya, dan Ia akan bertindak.”
- Bersyukur untuk masa-masa
tertekan/masa-masa sulit. Mengucap syukur disaat kita senang, tidak ada
gangguan semua lancar itu mudah, tetapi bisa mengucap syukur disaat-saat
tertekan/menghadapi situasi kehidupan yang tidak pernah pasti, kekurangan
bahkan berada di lembah sekalipun, bisakah kita tetap mengucap syukur?
Kalau kita anak-anak Tuhan yang PERCAYA, maka ini yang harus
selalu kita lakukan: 1 Tes 5:18, “MENGUCAP SYUKURlah DALAM SEGALA HAL, sebab
itulah yang dikehendaki Allah di dalam Kristus Yesus bagi kamu.” Amin.
#BibleMessages
#BuildingABetterYou
#(D)ANGERSeries
Note:
Jangan lewatkan Pembacaan Alkitab kita hari ini:
PL: Kitab 2 Raja-Raja 24 dan 25
PB: 2 Korintus 3
#LoveGod
#LovePeople
#LoveTheBlble
#IMLoved
Madam Ossy
Selasa, 16 Mei 2017. Bacaan: Matius 17:1-9. Setahun: 1
Tawarikh 14-16. Nas: ...Yesus berpesan kepada mereka, “Jangan kamu ceritakan
penglihatan itu kepada siapa pun sebelum Anak Manusia dibangkitkan dari antara
orang mati” (Matius 17:9). Tanpa Salib. Manusia selalu cenderung untuk meniru,
membajak, merekayasa, memanipulasi, bahkan memalsukan sesuatu. Tiruan dan
tipuan menghiasi kiprahnya di segala bidang. Tak luput di bidang kerohanian.
Aktivitas kerohanian sarat pemalsuan yang mengatasnamakan Tuhan. Yang dipuja
nafsu ambisi gengsi tapi dibungkus rapi dengan kemasan “rohani”. Devosi
(ibadah/ penyembahan) telah berubah menjadi ilusi. Tuhan berada di antara
kurungan tanda petik. Di gunung itu ketiga murid diijinkan “mencicipi” untuk
melihat kemuliaan Yesus. Tetapi mengapa mereka diharuskan menunda untuk
menceritakan kenyataan mulia itu sampai saat kebangkitan-Nya? Begini. Kemuliaan
Yesus berpijak di atas karya puncak-Nya, yaitu kematian yang segera diikuti
oleh kebangkitan- Nya. Penyaliban di Golgota itulah yang mendasari keTuhanan-
Nya. Tanpa salib, manusia hanya menyembah ilusinya sendiri dan menjadi “seteru
salib Kristus” (Flp. 3:18-19). Satu-satunya Kristus yang benar ialah Dia yang
mati tersalib. Jadi, pesan Yesus, jangan pernah mewartakan Diri-Nya selain dari
Dia yang disalibkan (bdk. 1Kor. 1:22-23). Ibadah menjadi pameran kepiawaian.
Pelayanan menjadi penonjolan diri. Mimbar menjadi papan iklan. Persembahan
menjadi investasi. Manusia menjadi "barang" yang dimanipulasi. Doa
menjadi ilusi. Tanpa salib Kristus begitulah jadinya kiprah kristiani kita.
Sebab kerendahan hati, penyangkalan diri, dan dedikasi melayang lenyap. Adalah
tugas kita untuk tetap berpegang pada salib-Nya, bukan? --PAD. KETIKA KRISTUS
DIBERITAKAN TANPA SALIB KEKRISTENAN TERANCAM KESEJATIANNYA.
Bp. Anto – Citraland
Kepandaian itu tidak sama dengan HIKMAT –Euripides. Karena
Tuhanlah yang memberikan hikmat... -Ams 2:6. Permulaan hikmat adalah takut akan
TUHAN -Ams 9:10. Orang bisa menjadi sombong karena kepandaiannya tetapi hanya
orang yang rendah hati yang memperoleh hikmat.
WM Stars
CERMIN BAGI BATIN. Cermin adalah benda yang membantu kita
untuk melihat diri kita sendiri. Saat bercermin kita dapat melihat hal-hal yang
kurang beres dalam penampilan, sehingga kita dapat disadarkan dan
memperbaikinya. Tetapi Zaman sekarang ada banyak model cermin. Ada yang 2 arah,
satu sisi melihat diri sendiri, di belahan arah sebaliknya orang dapat tembus
pandang melihat gerak-gerik kita. Untuk cermin jenis ini, bukan hanya
menyadarkan orang yang bercermin tetapi juga harus waspada karena orang lain
bisa melihat apa gerak-gerik kita. Kewaspadaan perlu ditingkatkan saat
bercermin di toilet, bila cermin 2 arah sengaja dipasang di kamar ganti umum.
Masih banyak lagi jenis cermin, ada yang cekung, cembung atau kombinasi
keduanya; akan nampak wajah dan tubuh tidak terlihat seperti aslinya, dan
terlihat menggelikan, biasanya cermin bentuk itu disebut cermin gila. Alkitab
juga sebuah cermin bagi batin dan hidup kita. Ini adalah penting untuk rutin
dalam kedisiplinan bercermin pada apa yang alkitab katakan. Dan oleh
pertolongan Roh Kudus, kita disadarkan dan diperbaiki kelakuan kita. Mari kita
membaca alkitab setiap hari dan temukan rahasia Janji Tuhan dan alami
sukacitanya. Yakobus 1:22-24,
22 Tetapi hendaklah kamu menjadi pelaku firman dan bukan
hanya pendengar saja; sebab jika tidak demikian kamu menipu diri sendiri.
23 Sebab jika seorang hanya mendengar firman saja dan tidak
melakukannya, ia adalah seumpama seorang yang sedang mengamat-amati mukanya
yang sebenarnya di depan cermin.
24 Baru saja ia memandang dirinya, ia sudah pergi atau ia
segera lupa bagaimana rupanya.
2 Timotius 3:16 (TB) Segala tulisan yang diilhamkan Allah
memang bermanfaat untuk mengajar, untuk menyatakan kesalahan, untuk memperbaiki
kelakuan dan untuk mendidik orang dalam kebenaran.
Xavier Quentin Pranata
“Nama terbaik untuk anak-anak kita adalah menjaga
perilakunya tetap bersih.” Xavier Quentin Pranata.

No comments:
Post a Comment