Tuesday, 2 May 2017

2 Mei 2017

(D)ANGER






(D)ANGER Day 2. Pengaruh jawaban yang lemah lembut (Amsal 15:1-4). Ayat 1: “JAWABAN yang LEMAH LEMBUT MEREDAHKAN KEGERAMAN, tetapi perkataan yang pedas membangkitkan marah.” Ayat 2: “Lidah orang bijak mengeluarkan pengetahuan, tetapi mulut orang bebal mencurahkan kebodohan.” Ayat 3: “Mata TUHAN ada di segala tempat, mengawasi orang jahat dan orang baik.” Ayat 4: “LIDAH LEMBUT adalah POHON KEHIDUPAN, tetapi LIDAH CURANG MELUKAI HATI.” Kitab Amsal mengatakan bahwa jawaban yang lemah lembut meredakan kegeraman (ayat 1). Dan terkadang TIDAK MEMBERIKAN JAWABAN (Keeps Your Words) sama sekali menjadi cara terbaik dalam menghadapi perkataan/komentar yang kasar/kejam. Sulit, namun karena ROH KUDUS SUDAH ada dihati kita, percayalah ini bisa kita lakukan. Mari saling mengingatkan dan membangun dalam perkataan yang baik. Amin. Sebelum Penyaliban Tuhan Yesus, para pemimpin agama berusaha memancingNya dengan kata-kata mereka (Mat 27:41-43). Namun ketika IA dicaci maki IA tidak membalas dengan mencaci maki... tetapi IA menyerahkanNya kepada DIA yang menghakimi dengan adil (1 Petrus 2:23). Teladan Tuhan Yesus & pertolongan Roh Kudus memberi kita cara yang bijak untuk menanggapi orang-orang yang menyinggung kita dengan cara kita tidak perlu membalas perkataan orang lain dengan perkataan kita (Keep Your Words). Jawaban yang LEMAH LEMBUT dibutuhkan untuk melunak kan HATI yang KERAS. Amin.

#BibleMessages
#BuildingABetterYou
#(D)ANGERSeries

Note:
Jangan lewatkan Pembacaan Alkitab kita hari ini:
PL: Kitab 1Raja-Raja 12, 13
PB: 1 Korintus 9
#LoveGod
#LovePeople
#LoveTheBlble
#IMLoved

GNCC
Orang yang takut akan Tuhan berani berkata tidak pada dunia #gncc.

Ibu Caroline – Bandung
[RENUNGAN HARIAN]. Selasa, 2 Mei 2017. Bacaan: Ayub 7:1-21. Setahun: 2 Raja-Raja 4-5. Nas: Aku jemu, aku tidak mau hidup untuk selama-lamanya. Biarkanlah aku, karena hari-hariku hanya seperti hembusan nafas saja (Ayub 7:16). Tidak Dibiarkan. Salah satu saudara kami menderita stroke lebih dari setahun. Seluruh tubuhnya lumpuh, hanya kepalanya yang bisa bergerak. “Aku bosan hidup dan menyusahkan keluarga, lebih baik aku mati,” katanya. Meskipun istrinya setia merawat dan anaknya mengasihinya, ia merasa dirinya tak berguna. Kami bergantian menjenguk dan menguatkan imannya. Ayub berdoa dengan jujur tentang ketidakadilan, penolakan, penderitaan, dan beratnya kehidupan yang dialaminya (ay. 11-15). Ayub menyatakan dirinya sudah jemu hidup dan meminta Tuhan membiarkan saja dirinya (ay. 16). Pernyataan ini menunjukkan kondisi Ayub sudah sangat terpuruk, di tempat yang amat rendah. Apakah Tuhan membiarkan Ayub sesuai dengan permintaannya? Tidak. Tuhan tetap menyertai dan memerhatikan Ayub. Saat ini mungkin kita sedang menderita sakit tertentu yang membuat kita sangat bergantung pada orang lain, pekerjaan kita mungkin bermasalah, orang-orang yang kita kasihi ditimpa kemalangan. Meskipun demikian, Allah selalu menyertai dan menjaga kita. Kalau Tuhan meletakkan beban berat atau sangat berat untuk kita pikul, pasti Dia sanggup mengangkatnya. Sering kali ada rencana Tuhan yang tidak bisa kita mengerti; karena itu, janganlah berusaha memahaminya dengan kacamata kita sendiri. Jalani saja apa yang kita alami sambil berdoa kepada Tuhan. Seberat apa pun kehidupan ini, jangan pernah meminta Tuhan meninggalkan kita. Tetaplah percaya bahwa penderitaan yang terjadi adalah bagian dari rencana-Nya yang terbaik --RTG/Renungan Harian. SEKALIPUN KITA MINTA TUHAN MEMBIARKAN, TUHAN TETAP MEMERHATIKAN HIDUP KITA.

Xavier Quentin Pranata
“Kebahagianlah yang membuat kita sukses. Bukan sebaliknya.” Xavier Quentin Pranata.

Ibu Caroline – Bandung
[2/5 6:33 AM] Caroline Bandung: 2 Samuel 11:1 (TB). Pada pergantian tahun, pada waktu raja-raja biasanya maju berperang, maka Daud menyuruh Yoab maju beserta orang-orangnya dan seluruh orang Israel. Mereka memusnahkan bani Amon dan mengepung kota Raba, sedang Daud SENDIRI tinggal di Yerusalem. Inilah awal mula kejatuhan Daud kedalam dosa. Yaitu ketika ia SENDIRIAN. Ketika kita merasa cukup baik/sudah puas, biasanya kita berhenti untuk bertumbuh dan berjuang. Dan dalam kondisi itu kita cenderung bisa lengah... Lengah sebenarnya hal yang wajar dialami setiap kita. Tapi yang berbahaya waktu kita lengah, kita dalam kondisi SENDIRIAN pula. Disitu sangat berpotensi kita membuat keputusan-keputusan yang salah sehingga melakukan kesalahan-kesalahan atau dosa... 1 Petrus 5:8 (TB), “Sadarlah dan berjaga-jagalah! Lawanmu, si Iblis, berjalan keliling sama seperti singa yang mengaum-aum dan mencari orang yang dapat ditelannya.” Daud melakukan dosa ketika ia sedang sendirian... Kita tidak akan pernah bisa hidup benar dan kudus dengan usaha kita sendiri... Kita butuh Tuhan, Roh Kudus dan teman-teman seiman. sBangun hidup rohani kita dengan Tuhan setiap hari dan masuklah dalam komunitas rohani... Karena waktu kita bersekutu... tanpa sadar... kita akan dikuatkan, diingatkan, ditegur, dijaga oleh saudara-saudara seiman kita. Jangan anggap remeh..! Jangan lengah...! Jangan sendirian..! Gbu.

[2/5 6:43 AM] Caroline Bandung: *DOA PAGI*
BAPA kami yang di surga, kami muliakan namaMu yang sungguh memperhatikan setiap nafas hidup kami. Terimakasih BAPA buat hari baru yang Engkau beri. Pimpin kami dalam melakukan setiap tugas dan tanggung jawab kami sebagai anak BAPA sebagaimana harusnya. Jangan biarkan kami menunda nunda untuk berbuat baik, karena kami tidak pernah tahu, apakah esok dan lusa kami semua masih BAPA anugerahi kesehatan, kekuatan, dan kemampuan untuk melakukan berbagai kebaikan itu. Semoga BAPA senantiasa memberkati setiap pekerjaan kami dalam memperjuangkan hidup yang baik dan layak di hadapanMu. Terimakasih BAPA yang Baik. Bukan kehendak kami tetapi kehendakMulah yang terjadi. AMEN.

No comments:

Post a Comment