(D)ANGER
(D)ANGER Day 2. Pengaruh jawaban yang lemah lembut
(Amsal 15:1-4). Ayat 1: “JAWABAN yang LEMAH LEMBUT MEREDAHKAN KEGERAMAN,
tetapi perkataan yang pedas membangkitkan marah.” Ayat 2: “Lidah orang
bijak mengeluarkan pengetahuan, tetapi mulut orang bebal mencurahkan
kebodohan.” Ayat 3: “Mata TUHAN ada di segala tempat, mengawasi orang
jahat dan orang baik.” Ayat 4: “LIDAH LEMBUT adalah POHON KEHIDUPAN,
tetapi LIDAH CURANG MELUKAI HATI.” Kitab Amsal mengatakan bahwa jawaban
yang lemah lembut meredakan kegeraman (ayat 1). Dan terkadang TIDAK MEMBERIKAN
JAWABAN (Keeps Your Words) sama sekali menjadi cara terbaik dalam
menghadapi perkataan/komentar yang kasar/kejam. Sulit, namun karena ROH KUDUS
SUDAH ada dihati kita, percayalah ini bisa kita lakukan. Mari saling
mengingatkan dan membangun dalam perkataan yang baik. Amin. Sebelum Penyaliban
Tuhan Yesus, para pemimpin agama berusaha memancingNya dengan kata-kata mereka
(Mat 27:41-43). Namun ketika IA dicaci maki IA tidak membalas dengan mencaci
maki... tetapi IA menyerahkanNya kepada DIA yang menghakimi dengan adil (1
Petrus 2:23). Teladan Tuhan Yesus & pertolongan Roh Kudus memberi kita cara
yang bijak untuk menanggapi orang-orang yang menyinggung kita dengan cara kita
tidak perlu membalas perkataan orang lain dengan perkataan kita (Keep Your
Words). Jawaban yang LEMAH LEMBUT dibutuhkan untuk melunak kan HATI yang
KERAS. Amin.
#BibleMessages
#BuildingABetterYou
#(D)ANGERSeries
Note:
Jangan lewatkan Pembacaan Alkitab kita hari ini:
PL: Kitab 1Raja-Raja 12, 13
PB: 1 Korintus 9
#LoveGod
#LovePeople
#LoveTheBlble
#IMLoved
GNCC
Orang yang takut akan Tuhan berani berkata tidak pada dunia
#gncc.
Ibu Caroline – Bandung
[RENUNGAN HARIAN]. Selasa, 2 Mei 2017. Bacaan: Ayub 7:1-21.
Setahun: 2 Raja-Raja 4-5. Nas: Aku jemu, aku tidak mau hidup untuk
selama-lamanya. Biarkanlah aku, karena hari-hariku hanya seperti hembusan nafas
saja (Ayub 7:16). Tidak Dibiarkan. Salah satu saudara kami menderita stroke
lebih dari setahun. Seluruh tubuhnya lumpuh, hanya kepalanya yang bisa
bergerak. “Aku bosan hidup dan menyusahkan keluarga, lebih baik aku mati,”
katanya. Meskipun istrinya setia merawat dan anaknya mengasihinya, ia merasa
dirinya tak berguna. Kami bergantian menjenguk dan menguatkan imannya. Ayub
berdoa dengan jujur tentang ketidakadilan, penolakan, penderitaan, dan beratnya
kehidupan yang dialaminya (ay. 11-15). Ayub menyatakan dirinya sudah jemu hidup
dan meminta Tuhan membiarkan saja dirinya (ay. 16). Pernyataan ini menunjukkan
kondisi Ayub sudah sangat terpuruk, di tempat yang amat rendah. Apakah Tuhan
membiarkan Ayub sesuai dengan permintaannya? Tidak. Tuhan tetap menyertai dan
memerhatikan Ayub. Saat ini mungkin kita sedang menderita sakit tertentu yang
membuat kita sangat bergantung pada orang lain, pekerjaan kita mungkin
bermasalah, orang-orang yang kita kasihi ditimpa kemalangan. Meskipun demikian,
Allah selalu menyertai dan menjaga kita. Kalau Tuhan meletakkan beban berat
atau sangat berat untuk kita pikul, pasti Dia sanggup mengangkatnya. Sering
kali ada rencana Tuhan yang tidak bisa kita mengerti; karena itu, janganlah
berusaha memahaminya dengan kacamata kita sendiri. Jalani saja apa yang kita
alami sambil berdoa kepada Tuhan. Seberat apa pun kehidupan ini, jangan pernah
meminta Tuhan meninggalkan kita. Tetaplah percaya bahwa penderitaan yang
terjadi adalah bagian dari rencana-Nya yang terbaik --RTG/Renungan Harian.
SEKALIPUN KITA MINTA TUHAN MEMBIARKAN, TUHAN TETAP MEMERHATIKAN HIDUP KITA.
Xavier Quentin Pranata
“Kebahagianlah yang membuat kita sukses. Bukan sebaliknya.”
Xavier Quentin Pranata.
Ibu Caroline – Bandung
[2/5 6:33 AM] Caroline Bandung: 2 Samuel 11:1 (TB). Pada
pergantian tahun, pada waktu raja-raja biasanya maju berperang, maka Daud
menyuruh Yoab maju beserta orang-orangnya dan seluruh orang Israel. Mereka
memusnahkan bani Amon dan mengepung kota Raba, sedang Daud SENDIRI tinggal di
Yerusalem. Inilah awal mula kejatuhan Daud kedalam dosa. Yaitu ketika ia
SENDIRIAN. Ketika kita merasa cukup baik/sudah puas, biasanya kita berhenti
untuk bertumbuh dan berjuang. Dan dalam kondisi itu kita cenderung bisa
lengah... Lengah sebenarnya hal yang wajar dialami setiap kita. Tapi yang
berbahaya waktu kita lengah, kita dalam kondisi SENDIRIAN pula. Disitu sangat
berpotensi kita membuat keputusan-keputusan yang salah sehingga melakukan
kesalahan-kesalahan atau dosa... 1 Petrus 5:8 (TB), “Sadarlah dan
berjaga-jagalah! Lawanmu, si Iblis, berjalan keliling sama seperti singa yang
mengaum-aum dan mencari orang yang dapat ditelannya.” Daud melakukan dosa
ketika ia sedang sendirian... Kita tidak akan pernah bisa hidup benar dan kudus
dengan usaha kita sendiri... Kita butuh Tuhan, Roh Kudus dan teman-teman
seiman. sBangun hidup rohani kita dengan Tuhan setiap hari dan masuklah dalam
komunitas rohani... Karena waktu kita bersekutu... tanpa sadar... kita akan
dikuatkan, diingatkan, ditegur, dijaga oleh saudara-saudara seiman kita. Jangan
anggap remeh..! Jangan lengah...! Jangan sendirian..! Gbu.
[2/5 6:43 AM] Caroline Bandung: *DOA PAGI*
BAPA kami yang di surga, kami muliakan namaMu yang sungguh
memperhatikan setiap nafas hidup kami. Terimakasih BAPA buat hari baru yang
Engkau beri. Pimpin kami dalam melakukan setiap tugas dan tanggung jawab kami
sebagai anak BAPA sebagaimana harusnya. Jangan biarkan kami menunda nunda untuk
berbuat baik, karena kami tidak pernah tahu, apakah esok dan lusa kami semua
masih BAPA anugerahi kesehatan, kekuatan, dan kemampuan untuk melakukan
berbagai kebaikan itu. Semoga BAPA senantiasa memberkati setiap pekerjaan kami
dalam memperjuangkan hidup yang baik dan layak di hadapanMu. Terimakasih BAPA
yang Baik. Bukan kehendak kami tetapi kehendakMulah yang terjadi. AMEN.

No comments:
Post a Comment