Tuesday, 30 May 2017

30 Mei 2017

(D)ANGER






(D)Anger Day 30 – Kemarahan yang Dikuduskan (Markus 3:1-5). Apa yang dapat kita lakukan? Dibagian pertama (kemarin):
1. Miliki hati yang membangun bukan menghancurkan
2. Renungkan kemarahan apa yang ada dalam diri kita?
Coba pikrikan lagi, hal-hal apa yang membara yang membangun dalam hati kita? Yang selama ini belum kita salurkan? Yang masih kita diamkan, saat ini perlu dibangkitkan... Pikirkan dan tuliskan... Contoh saya pribadi karena saya ada di Departemen Connect Center, hal yang membara tersebut adalah: bagaimana agar dapat membawa jiwa-jiwa baru yang belum berkomunitas rindu untuk terhubung/connect dengan Komunitas Sel agar mereka dapat segera bergabung dalam Komunitas sel, bertumbuh bersama-sama dan melayani pekerjaanNya. Saya percaya hal-hal yang membara dalam hati janganlah dipadamkan dengan berbagai alasan “kenyamanan kita”. Keluar dari zona nyaman, ambil langkah BERGERAK dalam keputusan kita hari ini: menyalurkan “kemarahan” yang dikuduskan ini agar BERGUNA bagi “banyak orang”. Amin.
3. Beri Kesempatan....
Nantikan bagian ke 3, besok 31 Mei.

#BibleMessages
#BuildingABetterYou
#(D)ANGERSeries

Note:
Jangan lewatkan Pembacaan Alkitab kita hari ini:
PL: Kitab 2 Tawarikh 10-12
PB: Markus 2
#LoveGod
#LovePeople
#LoveTheBlble
#IMLoved

Bp. Budi – PT. Multipack Unggul
BUANG MASA LALU, MAKSIMALKAN HIDUP. Tak sedikit orang yang secara fisik hidup pada Masa Sekarang, tapi HATI & PIKIRANnya masih berada pada Masa Lalu. Banyak orang masih terbelenggu dengan apa yang dialami di Masa Lalu, karena itu mereka tak bisa mengungkapkan POTENSI mereka secara MAKSIMAL. Sungguh betapa tidak nyamannya hidup dalam “PENJARA MASA LALU”, sangat menyesakkan... Kadang Masa Lalu itu memang terlalu menyakitkan atau kadang terlalu menyenangkan, sehingga membuat kita sulit untuk melupakannya, membuat kita tergoda untuk melihat lagi ke belakang, padahal seharusnya kita terus melangkah & menatap ke depan. Betapa pun Masa Lalu yang telah kita alami, manis atau pahit, semuanya sudah berlalu & hidup kita tidak pernah surut ke belakang. Masa Lalu baik untuk kita jadikan CERMIN, tapi akan tidak baik kalau terus-menerus kita “pegang”. Seorang bijak berkata, “KEMARIN ADALAH KENANGAN, ESOK ADALAH MISTERI, HARI INI ADALAH KENYATAAN.” Jangan sia-siakan Masa Kini hanya untuk sebuah Masa Lalu yang sudah mati. LEARN FROM THE PAST, LIVE IN THE PRESENT, BELIEVE IN THE FUTURE!!! Suka duka kehidupan ini bervariasi seturut SUASANA HATI & PERISTIWA yang terjadi setiap harinya. Namun yang tak pernah berubah adalah KESETIAAN TUHAN untuk memenuhi janjiNYA atas kita & cintaNYA yang tak pernah berhenti serta membebaskan. Seberat apapun belenggu kehidupan yang kita rasakan & alami, DIA tak akan membiarkan semua itu terjadi melebihi kemampuan kita, tapi DIA merancangnya demi keselamatan kita. “TUHAN tidak lalai menepati janji-Nya...” (II Petrus 3:9a). KESUSAHAN Masa Lalu tak akan menggoyahkan kita, SEBAB PEMELIHARAAN TUHAN SELALU MEMBERI PENGHARAPAN. TETAP SEMANGAT & PERCAYA AKAN KUASA-NYA. “Kasih setia-Mu, ya Tuhan, kiranya menyertai kami, seperti kami berharap kepada-Mu” (Mazmur 33:22). God bless you all...

Madam Ossy
Selasa, 30 Mei 2017. Bacaan: Yohanes 6:60-66. Setahun: 2 Tawarikh 31-33. Nas: Mulai saat itu banyak murid-Nya mengundurkan diri dan tidak lagi mengikut Dia (Yohanes 6:66). Jangan Kabur. Seorang pendeta menegur jemaatnya yang melakukan pelanggaran moral secara empat mata. Jemaat itu tersinggung dan langsung kabur meninggalkan imannya. Dalam nas hari ini, banyak murid Yesus mengundurkan diri dan tidak lagi mengikut Dia (ay. 66). Salah satu alasan pengunduran diri mereka adalah mereka tidak sanggup mendengarkan perkataan (firman) yang keras (ay. 60). Yang dimaksud dengan keras di sini bukanlah sukar dimengerti, melainkan sukar diterima. Menurut Calvin, kekerasan itu bukan terletak pada perkataan Yesus, melainkan bercokol di dalam hati pendengarnya. Reaksi yang tidak baik terhadap firman Tuhan bukan karena firman itu keras, melainkan karena hati mereka keras. Kiranya kita menjadi tanah yang baik, yaitu “orang yang mendengar firman itu dan mengerti, dan karena itu ia berbuah, ada yang seratus kali lipat, ada yang enam puluh kali lipat, ada yang tiga puluh kali lipat” (Mat. 13:23). Karena firman itu “bermanfaat untuk mengajar, untuk menyatakan kesalahan, untuk memperbaiki kelakuan dan untuk mendidik orang dalam kebenaran. Dengan demikian tiap-tiap manusia kepunyaan Allah diperlengkapi untuk setiap perbuatan baik” (2Tim. 3:16-17). Saat kita membaca atau mendengarkan firman Tuhan, dan firman itu berupa teguran yang keras dan tidak sesuai dengan kehendak kita, kita dapat belajar membuka hati serta bersedia menerima dan melakukannya. Jangan sekali-kali kita mengundurkan diri dan kabur dari Yesus. Kalau bukan kepada Yesus, kepada siapakah kita akan pergi (ay. 68)? --IN. SEKERAS APA PUN FIRMAN TUHAN, JANGAN SAMPAI HATI KITA LEBIH KERAS DARI FIRMAN YANG KITA DENGAR.

Ibu Caroline – Bandung
Puncak kebahagiaan manusia bukan ketika dia bisa mencapai keberhasilannya, akan tetapi ketika dia bertemu dengan TuhanNya »IHT«. Mazmur 112:1 – Haleluya! Berbahagialah orang yang takut akan TUHAN, yang sangat suka kepada segala perintah-Nya. Keberhasilan hanyalah pencapaian kepuasaan sesaat, yang tidak akan pernah bisa membawa kita pada kebahagiaan kekal. Kebahagiaan sejati bisa dirasakan selamanya, yang berada dalam batin kita, apapun kondisinya kita tetap merasa sukacita, hati kita tenang dan teduh, sekalipun badai menerpa kita tetap tenang dan teduh. Penyertaan, kasih dan perlindunganNya, bahkan pemeliharaanNya yang luar biasa membuat kita semakin hari semakin mengasihiNya, kita senantiasa rindu berada dalam hadiratNya. Tuhan...hanya Engkau kebahagiaanku selama lamanya, aku senantiasa merindukanMu, untuk menikmati segala kebaikanMu. SELAMAT PAGI.

No comments:

Post a Comment