(D)ANGER
(D)Anger Day 30 – Kemarahan yang
Dikuduskan (Markus 3:1-5). Apa
yang dapat kita lakukan? Dibagian pertama (kemarin):
1. Miliki hati yang membangun bukan menghancurkan
2. Renungkan kemarahan apa yang ada dalam diri kita?
Coba pikrikan lagi, hal-hal apa yang membara yang membangun
dalam hati kita? Yang selama ini belum kita salurkan? Yang masih kita diamkan,
saat ini perlu dibangkitkan... Pikirkan dan tuliskan... Contoh saya pribadi
karena saya ada di Departemen Connect Center, hal yang membara tersebut adalah:
bagaimana agar dapat membawa jiwa-jiwa baru yang belum berkomunitas rindu untuk
terhubung/connect dengan Komunitas Sel agar mereka dapat segera
bergabung dalam Komunitas sel, bertumbuh bersama-sama dan melayani pekerjaanNya.
Saya percaya hal-hal yang membara dalam hati janganlah dipadamkan dengan
berbagai alasan “kenyamanan kita”. Keluar dari zona nyaman, ambil langkah BERGERAK
dalam keputusan kita hari ini: menyalurkan “kemarahan” yang dikuduskan ini agar
BERGUNA bagi “banyak orang”. Amin.
3. Beri Kesempatan....
Nantikan bagian ke 3, besok 31 Mei.
#BibleMessages
#BuildingABetterYou
#(D)ANGERSeries
Note:
Jangan lewatkan Pembacaan Alkitab kita hari ini:
PL: Kitab 2 Tawarikh 10-12
PB: Markus 2
#LoveGod
#LovePeople
#LoveTheBlble
#IMLoved
Bp. Budi – PT. Multipack Unggul
BUANG MASA LALU, MAKSIMALKAN HIDUP. Tak sedikit orang yang
secara fisik hidup pada Masa Sekarang, tapi HATI & PIKIRANnya masih berada
pada Masa Lalu. Banyak orang masih terbelenggu dengan apa yang dialami di Masa
Lalu, karena itu mereka tak bisa mengungkapkan POTENSI mereka secara MAKSIMAL.
Sungguh betapa tidak nyamannya hidup dalam “PENJARA MASA LALU”, sangat
menyesakkan... Kadang Masa Lalu itu memang terlalu menyakitkan atau kadang
terlalu menyenangkan, sehingga membuat kita sulit untuk melupakannya, membuat
kita tergoda untuk melihat lagi ke belakang, padahal seharusnya kita terus
melangkah & menatap ke depan. Betapa pun Masa Lalu yang telah kita alami,
manis atau pahit, semuanya sudah berlalu & hidup kita tidak pernah surut ke
belakang. Masa Lalu baik untuk kita jadikan CERMIN, tapi akan tidak baik kalau
terus-menerus kita “pegang”. Seorang bijak berkata, “KEMARIN ADALAH KENANGAN,
ESOK ADALAH MISTERI, HARI INI ADALAH KENYATAAN.” Jangan sia-siakan Masa Kini
hanya untuk sebuah Masa Lalu yang sudah mati. LEARN FROM THE PAST, LIVE IN THE
PRESENT, BELIEVE IN THE FUTURE!!! Suka duka kehidupan ini bervariasi seturut
SUASANA HATI & PERISTIWA yang terjadi setiap harinya. Namun yang tak pernah
berubah adalah KESETIAAN TUHAN untuk memenuhi janjiNYA atas kita & cintaNYA
yang tak pernah berhenti serta membebaskan. Seberat apapun belenggu kehidupan
yang kita rasakan & alami, DIA tak akan membiarkan semua itu terjadi melebihi
kemampuan kita, tapi DIA merancangnya demi keselamatan kita. “TUHAN tidak lalai
menepati janji-Nya...” (II Petrus 3:9a). KESUSAHAN Masa Lalu tak akan
menggoyahkan kita, SEBAB PEMELIHARAAN TUHAN SELALU MEMBERI PENGHARAPAN. TETAP
SEMANGAT & PERCAYA AKAN KUASA-NYA. “Kasih setia-Mu, ya Tuhan, kiranya
menyertai kami, seperti kami berharap kepada-Mu” (Mazmur 33:22). God bless you
all...
Madam Ossy
Selasa, 30 Mei 2017. Bacaan: Yohanes 6:60-66. Setahun: 2
Tawarikh 31-33. Nas: Mulai saat itu banyak murid-Nya mengundurkan diri dan
tidak lagi mengikut Dia (Yohanes 6:66). Jangan Kabur. Seorang pendeta menegur
jemaatnya yang melakukan pelanggaran moral secara empat mata. Jemaat itu
tersinggung dan langsung kabur meninggalkan imannya. Dalam nas hari ini, banyak
murid Yesus mengundurkan diri dan tidak lagi mengikut Dia (ay. 66). Salah satu
alasan pengunduran diri mereka adalah mereka tidak sanggup mendengarkan
perkataan (firman) yang keras (ay. 60). Yang dimaksud dengan keras di sini
bukanlah sukar dimengerti, melainkan sukar diterima. Menurut Calvin, kekerasan
itu bukan terletak pada perkataan Yesus, melainkan bercokol di dalam hati
pendengarnya. Reaksi yang tidak baik terhadap firman Tuhan bukan karena firman
itu keras, melainkan karena hati mereka keras. Kiranya kita menjadi tanah yang
baik, yaitu “orang yang mendengar firman itu dan mengerti, dan karena itu ia
berbuah, ada yang seratus kali lipat, ada yang enam puluh kali lipat, ada yang
tiga puluh kali lipat” (Mat. 13:23). Karena firman itu “bermanfaat untuk
mengajar, untuk menyatakan kesalahan, untuk memperbaiki kelakuan dan untuk
mendidik orang dalam kebenaran. Dengan demikian tiap-tiap manusia kepunyaan
Allah diperlengkapi untuk setiap perbuatan baik” (2Tim. 3:16-17). Saat kita
membaca atau mendengarkan firman Tuhan, dan firman itu berupa teguran yang
keras dan tidak sesuai dengan kehendak kita, kita dapat belajar membuka hati
serta bersedia menerima dan melakukannya. Jangan sekali-kali kita mengundurkan
diri dan kabur dari Yesus. Kalau bukan kepada Yesus, kepada siapakah kita akan
pergi (ay. 68)? --IN. SEKERAS APA PUN FIRMAN TUHAN, JANGAN SAMPAI HATI KITA
LEBIH KERAS DARI FIRMAN YANG KITA DENGAR.
Ibu Caroline – Bandung
Puncak kebahagiaan manusia bukan ketika dia bisa mencapai
keberhasilannya, akan tetapi ketika dia bertemu dengan TuhanNya »IHT«. Mazmur
112:1 – Haleluya! Berbahagialah orang yang takut akan TUHAN, yang sangat suka
kepada segala perintah-Nya. Keberhasilan hanyalah pencapaian kepuasaan sesaat,
yang tidak akan pernah bisa membawa kita pada kebahagiaan kekal. Kebahagiaan
sejati bisa dirasakan selamanya, yang berada dalam batin kita, apapun
kondisinya kita tetap merasa sukacita, hati kita tenang dan teduh, sekalipun
badai menerpa kita tetap tenang dan teduh. Penyertaan, kasih dan
perlindunganNya, bahkan pemeliharaanNya yang luar biasa membuat kita semakin
hari semakin mengasihiNya, kita senantiasa rindu berada dalam hadiratNya.
Tuhan...hanya Engkau kebahagiaanku selama lamanya, aku senantiasa merindukanMu,
untuk menikmati segala kebaikanMu. SELAMAT PAGI.

No comments:
Post a Comment