Wednesday, 31 May 2017

31 Mei 2017

(D)ANGER






(D)Anger Day 31 – Kemarahan yang Dikuduskan (Markus 3:1-5).
1. Miliki Hati yang membangun, bukan menghancurkan
2. Renungkan “kemarahan” yang dikuduskan, apa yang ada dalam diri kita?
Hari ini dibagian ke 3: Beri kesempatan agar “kemarahan” yang dikuduskan itu disalurkan...! Apakah kita tipe orang “punya Kemarahan” tapi didiamkan? Atau kita tipe orang yang belum memiliki kemarahan? Apa yang harus kita lakukan? Berdoalah minta kepada Tuhan: Apa “kemarahan” kudus yang Tuhan titipkan dalam hidup kita! Mari bangkit, bergerak dan minta kepada Tuhan agar kita dapat menyalurkannya... Amin. Seperti yang saya sharingkan kemarin: Saya pribadi rindu melihat jiwa-jiwa tidak hanya percaya-diselamatkan saja tetapi juga bertumbuh bersama-sama dalam gereja lokal dan dengan setia boleh melayani bersama-sama menjadi alat kemuliaanNya, dan saya menyalurkan kerinduan tersebut dengan lebih memberi perhatian kepada jiwa-jiwa agar mereka dapat berkomunitas melalui Departemen Connect Center yang ada (tempat dimana setiap jiwa dapat connect/terhubung), bertumbuh & melayani bersama-sama untuk memperlebar kerajaan surga. Amin.

#BibleMessages
#BuildingABetterYou
#(D)ANGERSeries

Note:
Jangan lewatkan Pembacaan Alkitab kita hari ini:
PL: Kitab 2 Tawarikh 13 & 14
PB: Markus 3:1-19
#LoveGod
#LovePeople
#LoveTheBlble
#IMLoved

Madam Ossy
Rabu, 31 Mei 2017. Bacaan: Yunus 3:1-10. Setahun: 2 Tawarikh 34-36. Nas: Ketika Allah melihat perbuatan mereka itu, yakni bagaimana mereka itu berbalik dari tingkah lakunya yang jahat, maka menyesallah Allah karena malapetaka yang telah dirancangkan-Nya terhadap mereka, dan Ia pun tidak jadi melakukannya (Yunus 3:10). Allah Membatalkan Rencana-Nya. Ayat ini sering membingungkan. Bagaimana mungkin Allah yang mahatahu, maha sempurna, dan tak mungkin berbuat salah, bisa membuat rencana untuk menghukum Niniwe, kemudian menyesal atas rencana yang telah dirancang-Nya dan membatalkannya? Pertama marilah kita memahami tujuan Allah merencanakan hukuman bagi penduduk Niniwe. Bukan untuk pelampiasan balas dendam, atau pemuasan nafsu amarah-Nya. Tetapi untuk menegakkan kebenaran, disiplin dan keadilan. Kedua, Allah yang benar dan adil itu juga Allah yang mahakasih. Keinginan Allah yang utama adalah menunjukkan belas kasihan, bukan melaksanakan hukuman yang dirancang-Nya. Sebab Ia tak ingin seorangpun binasa, tetapi agar setiap orang bertobat, menerima pengampunan dan hidup kekal. (2Pet. 3:9). Hukuman terjadi sebagai konsekuensi akhir akibat kejahatan yang terus dihidupi, dan tak mau menghentikannya. Namun apa jadinya jika penduduk Niniwe bertobat dari tingkah lakunya yang jahat, memohon belas kasihan-Nya, dan Allah tetap menghukumnya? Dia pasti bukan Allah yang maha adil, kasih dan benar. Tetapi Allah yang sewenang-wenang. Justru ketika Niniwe berubah, bertobat dari dosanya, maka Allah pun juga mengubah rencana-Nya untuk menghukum Niniwe. Dia tetap Allah yang konsisten. Ia tetap melaksanakan janji setia-Nya: “sekalipun dosamu merah seperti kirmizi, akan menjadi putih seperti salju; sekalipun berwarna merah seperti kain kesumba, akan menjadi putih seperti bulu domba” (Yes. 1:18). Jika kamu mau menurut dan mendengar Firman Tuhan –SST. IA TETAP ALLAH YANG KONSISTEN, PADA-NYA TIDAK ADA PERUBAHAN DAN PERTUKARAN. IA TAK PERNAH LALAI MEWUJUDKAN JANJI-Nya.

Bp. Peter – Worship Center Surabaya
MEMAHAMI SIHIR. Oleh: Rick Joyner. Bagian 1.
Praktek sihir telah meningkat secara dramatis di seluruh dunia tahun-tahun yang terakhir ini. Salah satu tujuan yang dinyatakan oleh banyak dari mereka yang terlibat dalam gerakan ini adalah untuk menghancurkan kekristenan. Banyak orang Kristen dewasa ini menderita suatu bentuk serangan dari mereka yang mempraktekkan sihir. Mengenali sifat serangan ini, dan mengetahui bagaimana mengatasinya adalah penting bagi semua orang percaya. Satu-satunya cara orang Kristen dapat dikalahkan adalah melalui kebodohan kita sendiri atau rasa puas diri kita. Jika kita menjaga posisi kita di dalam Kristus, mengenakan segenap senjata Allah dan tetap waspada, kita tidak hanya bisa bertahan, tetapi juga kita akan menang menghadapi setiap serangan dari neraka.

APA SIHIR ITU?
Sihir adalah otoritas (kuasa) rohani yang palsu (tiruan), sihir menggunakan roh yang bukan Roh Kudus untuk mendominasi, memanipulasi, atau mengendalikan orang lain. Dalam Galatia 5:20, Rasul Paulus menyebutkan sihir atau “tenung” sebagai salah satu perbuatan daging. Meskipun sihir bermula dari sifat kedagingan manusia, ia biasanya dengan cepat merosot masuk ke dalam kuasa roh-roh jahat. Menggunakan tekanan emosi untuk memanipulasi orang lain merupakan bentuk dasar sihir. Menggunakan propaganda atau kekuatan jiwani untuk memperoleh jasa, bahkan untuk pekerjaan Allah, adalah sihir. Ketika orang-orang bisnis bersekongkol menggunakan titik penekan untuk menyukseskan suatu transaksi, tindakan tersebut juga dapat digolongkan sebagai sihir. Banyak taktik-taktik manipulasi yang dipromosikan sebagai teknik penjualan dalam marketing (pemasaran) merupakan bentuk dasar dari sihir.

Pertahanan utama untuk melawan otoritas rohani yang palsu ini adalah dengan hidup di dalam otoritas rohani yang sejati. Membangun kehidupan kita di atas kebenaran dan mempercayai Tuhan untuk menanggulangi masalah yang mencemaskan kita, merupakan hal yang penting untuk terbebas dari pengaruh dan tekanan sihir.

Ada tertulis bahwa Yesus duduk di atas tahta Daud. Hal ini menunjukkan bahwa Daud membangun suatu posisi otoritas rohani yang sejati yang akhirnya bermanifestasi dalam kerajaan Allah. Daud melakukannya untuk otoritas rohani, sedangkan Abraham melakukannya untuk iman.

Bagaimana Daud membangun sebuah takhta otoritas yang sejati? Pada dasarnya, ia menolak mengambil otoritas atau mencari pengaruh bagi dirinya sendiri, tetapi sepenuhnya mempercayai Allah untuk menempatkan dia ke dalam posisi yang sudah Allah tentukan untuknya. Daud tidak mengangkat tangannya sendiri untuk dikenal atau mencari pengaruh, demikian pula seharusnya kita jika kita ingin hidup di dalam otoritas rohani yang sejati bukan dalam kuasa politik manusia.

Setiap otoritas atau pengaruh yang kita peroleh dari manipulasi atau mempromosikan diri sendiri akan menjadi batu sandungan bagi kita dan akan mengganggu kemampuan kita untuk menerima otoritas yang sejati dari Allah. Jika kita ingin hidup di dalam otoritas rohani yang sejati seperti Daud, kita harus mempercayai Tuhan sepenuhnya untuk menegakkan kita pada waktu-Nya. Sebagai ditekankan oleh Petrus, “Karena itu direndahkanlah dirimu dibawah tangan Tuhan yang kuat, supaya kamu ditinggikan-Nya pada waktunya” (1 Petrus 5:6).

Einstein pernah melakukan pengamatan bahwa “tanggung jawab sebelum waktunya hanyalah menghasilkan kedangkalan”. Ini bahkan lebih berguna bagi kita daripada Teori Relativitasnya. Mungkin tidak ada yang lebih menghancurkan panggilan dan potensi kita untuk hidup dalam pelayanan yang sejati ketimbang mencari pengaruh atau otoritas sebelum waktunya.

Jika Tuhan yang mempromosikan, Ia juga memberikan kasih karunia dan hikmat untuk menjalankan otoritas tersebut. Tidak ada perasaan aman yang lebih besar daripada mengetahui bahwa Allahlah yang membangun pelayanan kita. Beberapa hal dapat membiakkan perasaan tidak aman lebih cepat daripada usaha untuk memelihara suatu posisi yang kita peroleh dari manipulasi atau promosi diri sendiri. Inilah akar yang paling utama dari sikap mempertahankan kekuasaan dan perpecahan yang ada di dalam tubuh Kristus.

Dibangun di dalam otoritas rohani yang sejati merupakan suatu benteng yang sama sekali tidak dapat ditembus oleh musuh. “…Allah, sumber damai sejahtera, segera akan menghancurkan Iblis di bawah kakimu….” (Roma 16:20). Ketika kita mengetahui bahwa kita sudah diberikan otoritas dan telah ditempatkan ke dalam posisi kita oleh Allah, kita miliki damai sejahtera yang sama sekali akan menghancurkan serangan iblis terhadap kita.

Sebaliknya, jika kita yang membangun diri kita sendiri dalam suatu posisi otoritas, kita hanya memiliki sedikit damai sejahtera. Semakin meningkat pengaruh yang kita peroleh secara tidak sah, semakin keras pula usaha dan manipulasi yang harus dilakukan untuk mempertahankannya. Apa pun yang kita lakukan melalui manipulasi, propaganda, atau kekuatan jiwani, walaupun kelihatannya sebagai tujuan yang mulia akan dijatuhkan menjadi yang paling gagal.

Karena itu, prinsip pertama untuk dilepaskan dari pengaruh sihir adalah bertobat dari segala cara sihir yang pernah kita gunakan di dalam hidup dan pelayanan kita. Setan tidak bisa mengusir setan. Sihir, bahkan dalam bentuknya yang paling jahat seperti ilmu hitam, memiliki sebuah pintu masuk ke dalam hidup kita jika kita menggunakan manipulasi untuk mengendalikan orang lain atau untuk mendapatkan kedudukan.

Meskipun kita mungkin berusaha untuk membenarkan memakai cara-cara tersebut untuk membangun gereja, Allah tidak bodoh, demikian pula si musuh. Apa yang dibangun Allah bukan berasal dari kekuatan atau kuasa (dunia ini), melainkan oleh Roh-Nya. Apa pun yang kita bangun dengan cara-cara yang lain adalah bertentangan dengan salib, dan akhirnya akan bertentangan dengan apa yang dikerjakan oleh Roh. Daging berperang melawan Roh, tidak peduli betapa baiknya usaha kita untuk menampilkan daging itu.

KEDEWASAAN ROHANI
Salah satu cara utama yang Tuhan kerjakan di dalam kehidupan kita untuk menolong kita mengatasi kecenderungan kita menggunakan taktik untuk memanipulasi adalah mengizinkan kita untuk mengalami penolakan. Penolakan adalah salah satu hal yang paling kita benci, dan bahkan kelihatannya pencobaan terbesar yang dialami Tuhan di atas kayu salib adalah penolakan yang diderita-Nya ketika Bapa berpaling dari diri-Nya. Karena penolakan dapat merupakan suatu pencobaan yang berat, penolakan tersebut juga dapat menjadi sebuah peluang yang besar untuk dilepaskan dari takut kepada manusia, dan takut terhadap penolakan yang dapat menghancurkan kehidupan atau pelayanan siapa pun.

Hampir setiap orang yang melayani harus menanggung banyak penolakan dan kesalahpahaman. Belajar untuk mengatasi penolakan, dengan mengampuni dan berdoa bagi yang menganiaya kita, sebagaimana yang Tuhan lakukan, penting jika kita mau hidup di dalam Roh dan mempraktekkan otoritas rohani yang sejati. Jika kita mau menggenapi rencana Allah, kita harus mencapai tingkat kedewasaan di mana, “kasih Kristus yang menguasai kami (kita)” (2 Korintus 5:14). Kasih tidak memperhitungkan kesalahan-kesalahan yang sudah kita tanggung dan tidak termotivasi oleh penolakan, yang mendorong kita untuk membalas dendam atau berusaha untuk membuktikan siapa diri kita. Reaksi-reaksi seperti itu merupakan langkah pertama kejatuhan dari otoritas yang sejati. Sebagaimana Tuhan Yesus menyatakan, “Barangsiapa bekata-kata dari dirinya sendiri, ia mencari hormat (pengakuan) bagi dirinya sendiri, tetapi barangsiapa mencari hormat (pengakuan) bagi Dia yang mengutusnya, ia benar dan tidak ada ketidakbenaran padanya” (Yohanes 7:18).

Hanya sedikit hal yang dapat lebih cepat menghancurkan kemampuan kita untuk hidup di dalam otoritas rohani yang sejati selain mencari kepentingan diri sendiri, mempromosikan diri sendiri, atau mempertahankan diri sendiri, sebaliknya, belajar menanggulangi penolakan merupakan keharusan jika kita mau hidup di dalam pelayanan yang sejati. Penolakan memberikan sebuah kesempatan kepada kita untuk bertumbuh di dalam kasih karunia dan mematikan lebih banyak ambisi, kesombongan, dan motivasi yang lain yang demikian cepat mempengaruhi pewahyuan kita secara negatif. Jika kita mau menerima penolakan sebagai suatu pendisiplinan dari Tuhan, kita akan bertumbuh di dalam kasih karunia dan kasih. Jika kita memberontak terhadap disiplin ini, kita dapat masuk ke dalam sihir.

(Bersambung ke bagian 2)

Bp. Sadrak Soewargo – Citraland
KEBIASAAN ANAK TUHAN. Ayub 12:7, “Tetapi bertayanyalah kepada binatang, maka engkau akan diberinya pengajaran, kepada burung di udara, maka engkau akan diberinya keterangan.” Ayub 12:8, “Atau bertuturlah kepada bumi, maka engkau akan diberinya pengajaran, bahkan ikan di laut akan bercerita kepadamu.” Ayub 12:9, “Siapa di antara semuanya itu yang tidak tahu bahwa tangan Allah yang melakukan itu.” Ayub 12:10, “Bahwa didalam tangan-Nya terletak nyawa segala yang hidup dan nafas setiap manusia?” Dalam keterpurukan-dalam kesedihan Ayub tetap setia, patuh dan menetapkan pilihan untuk selalu fokus hanya pada TUHAN Allah yang memberikan semua berkat kepadanya. Tidak terungkap penyesalan ataupun kekewacaan pada-Nya dan sebaliknya Ayub mengakui semua hikmat dan kekuasaan TUHAN. Itulah kunci kekuatan Ayub menghadapi semua cobaan dan beban hidupnya yang sangat berat dan sebaliknya TUHAN pun juga memberikan semua kelebihan dan berkat kepada Ayub sampai pada akhir hayatnya. Memuji dan menyembah, itulah cara termudah kita mengakui keberadaan – kebesaran – kemampuan TUHAN. Bersyukur akan melengkapi penyembahan kita kepada-Nya, dan sekaligus menyenangkan hati TUHAN.Inilah kebiasaan Ayub yang perlu kita lakukan agar bisa melewati semua halangan – pencobaan dalam keseharian kita, karena ada kepastian bahwa TUHAN selalu menyertai dalam setiap langkah yang kita tempuh. Puji TUHAN Allah yang maha baik… amin. Tuhan, jadikan kami murid-Mu yang setia yang selalu mengingat akan kebaikan dan kebesaran-Mu. Kuatkanlah kami ya Tuhan, mampukan kami agar tidak sejengkalpun kami melenceng dari kehendak-Mu. Jesus Loves You. Bacaan Alkitab Setahun: Ayub 16-18. #jesusloveyou #saatteduh #firmantuhan #renunganharian #dibimbingtuhan #kebiasaananaktuhan
Anda diberkati - Like Page FB #jesusloveyou1006
Anda peduli, menabur benih - Share kepada teman

GNCC
Seringkali yang menjadi masalah terbesar dalam hidup kita adalah diri kita sendiri. We need Jesus! #gncc

Bp. Budi – PT. Multipack Unggul
*BERJALAN DALAM IMAN*. Ada seorang pemuda yang bekerja sebagai prajurit di Amerika. Pemuda ini percaya pada TUHAN, oleh karena itu ia sering ditertawakan oleh komandan & teman-temannya. Suatu hari komandan memanggilnya dengan maksud untuk mengolok-oloknya. “Kamu, pindahkan dulu jeep itu, parkirkan ke sebelah sana, ini kuncinya...” “Tapi Pak saya tak bisa mengemudikan mobil...” “Kamu kan punya TUHAN, minta DIA mengajarimu bawa mobil. Tunjukkan pada kami TUHANmu itu!!!” Dengan berdoa di dalam hati, pemuda itu pun mengambil kunci dan mencoba memindahkan jeep itu. Dengan susah payah pemuda itu berhasil memindahkan jeep itu ke tempat yang ditunjuk oleh komandannya. Dengan penuh syukur, pemuda itu pun turun dari jeep. Tapi ia kaget melihat semua teman-temannya & komandannya menangis. “Lho..., ada apa ini? Mengapa kalian semua menangis?” Komandan maju & menangis serta membuka kap jeep itu, ternyata jeep itu tak ada mesinnya. Komandannya memberitahu bahwa tadinya mereka ingin mempermalukannya. “Ya, inilah TUHAN yang kusembah itu... DIA Penuh Kuasa, tiada yang Mustahil bagi-NYA, & mulai sekarang DIA juga akan menjadi TUHAN kalian”, jawab si pemuda. Saat Anda percaya dengan Sepenuh Hati kepada TUHAN, maka... IA akan memunculkan kebenaranmu seperti terang, dan hakmu seperti siang (Mazmur 37:6). “& Percayalah DIA tak akan membiarkan siapa pun mempermalukanmu.” Mari belajar melangkah dengan IMAN, sebab... Bagi Allah tidak ada yang mustahil (Lukas 1:37). SELAMAT PAGI SEMUA. Selamat beraktivitas. God bless you all.

No comments:

Post a Comment