(D)ANGER
(D)Anger Day 31 – Kemarahan yang
Dikuduskan (Markus 3:1-5).
1. Miliki Hati yang membangun, bukan menghancurkan
2. Renungkan “kemarahan” yang dikuduskan, apa yang ada dalam
diri kita?
Hari ini dibagian ke 3: Beri kesempatan agar “kemarahan”
yang dikuduskan itu disalurkan...! Apakah kita tipe orang “punya Kemarahan”
tapi didiamkan? Atau kita tipe orang yang belum memiliki kemarahan? Apa yang
harus kita lakukan? Berdoalah minta kepada Tuhan: Apa “kemarahan” kudus yang
Tuhan titipkan dalam hidup kita! Mari bangkit, bergerak dan minta kepada Tuhan
agar kita dapat menyalurkannya... Amin. Seperti yang saya sharingkan kemarin:
Saya pribadi rindu melihat jiwa-jiwa tidak hanya percaya-diselamatkan saja
tetapi juga bertumbuh bersama-sama dalam gereja lokal dan dengan setia boleh
melayani bersama-sama menjadi alat kemuliaanNya, dan saya menyalurkan kerinduan
tersebut dengan lebih memberi perhatian kepada jiwa-jiwa agar mereka dapat
berkomunitas melalui Departemen Connect Center yang ada (tempat dimana
setiap jiwa dapat connect/terhubung), bertumbuh & melayani
bersama-sama untuk memperlebar kerajaan surga. Amin.
#BibleMessages
#BuildingABetterYou
#(D)ANGERSeries
Note:
Jangan lewatkan Pembacaan Alkitab kita hari ini:
PL: Kitab 2 Tawarikh 13 & 14
PB: Markus 3:1-19
#LoveGod
#LovePeople
#LoveTheBlble
#IMLoved
Madam Ossy
Rabu, 31 Mei 2017. Bacaan: Yunus 3:1-10. Setahun: 2 Tawarikh
34-36. Nas: Ketika Allah melihat perbuatan mereka itu, yakni bagaimana mereka
itu berbalik dari tingkah lakunya yang jahat, maka menyesallah Allah karena
malapetaka yang telah dirancangkan-Nya terhadap mereka, dan Ia pun tidak jadi
melakukannya (Yunus 3:10). Allah Membatalkan Rencana-Nya. Ayat ini sering
membingungkan. Bagaimana mungkin Allah yang mahatahu, maha sempurna, dan tak
mungkin berbuat salah, bisa membuat rencana untuk menghukum Niniwe, kemudian
menyesal atas rencana yang telah dirancang-Nya dan membatalkannya? Pertama
marilah kita memahami tujuan Allah merencanakan hukuman bagi penduduk Niniwe.
Bukan untuk pelampiasan balas dendam, atau pemuasan nafsu amarah-Nya. Tetapi
untuk menegakkan kebenaran, disiplin dan keadilan. Kedua, Allah yang benar dan
adil itu juga Allah yang mahakasih. Keinginan Allah yang utama adalah
menunjukkan belas kasihan, bukan melaksanakan hukuman yang dirancang-Nya. Sebab
Ia tak ingin seorangpun binasa, tetapi agar setiap orang bertobat, menerima
pengampunan dan hidup kekal. (2Pet. 3:9). Hukuman terjadi sebagai konsekuensi
akhir akibat kejahatan yang terus dihidupi, dan tak mau menghentikannya. Namun
apa jadinya jika penduduk Niniwe bertobat dari tingkah lakunya yang jahat,
memohon belas kasihan-Nya, dan Allah tetap menghukumnya? Dia pasti bukan Allah
yang maha adil, kasih dan benar. Tetapi Allah yang sewenang-wenang. Justru
ketika Niniwe berubah, bertobat dari dosanya, maka Allah pun juga mengubah
rencana-Nya untuk menghukum Niniwe. Dia tetap Allah yang konsisten. Ia tetap
melaksanakan janji setia-Nya: “sekalipun dosamu merah seperti kirmizi, akan
menjadi putih seperti salju; sekalipun berwarna merah seperti kain kesumba,
akan menjadi putih seperti bulu domba” (Yes. 1:18). Jika kamu mau menurut dan
mendengar Firman Tuhan –SST. IA TETAP ALLAH YANG KONSISTEN, PADA-NYA TIDAK ADA
PERUBAHAN DAN PERTUKARAN. IA TAK PERNAH LALAI MEWUJUDKAN JANJI-Nya.
Bp. Peter – Worship Center Surabaya
MEMAHAMI SIHIR. Oleh: Rick Joyner. Bagian 1.
Praktek sihir telah meningkat secara dramatis di seluruh
dunia tahun-tahun yang terakhir ini. Salah satu tujuan yang dinyatakan oleh
banyak dari mereka yang terlibat dalam gerakan ini adalah untuk menghancurkan
kekristenan. Banyak orang Kristen dewasa ini menderita suatu bentuk serangan
dari mereka yang mempraktekkan sihir. Mengenali sifat serangan ini, dan
mengetahui bagaimana mengatasinya adalah penting bagi semua orang percaya.
Satu-satunya cara orang Kristen dapat dikalahkan adalah melalui kebodohan kita
sendiri atau rasa puas diri kita. Jika kita menjaga posisi kita di dalam
Kristus, mengenakan segenap senjata Allah dan tetap waspada, kita tidak hanya
bisa bertahan, tetapi juga kita akan menang menghadapi setiap serangan dari
neraka.
APA SIHIR ITU?
Sihir adalah otoritas (kuasa) rohani yang palsu (tiruan),
sihir menggunakan roh yang bukan Roh Kudus untuk mendominasi, memanipulasi,
atau mengendalikan orang lain. Dalam Galatia 5:20, Rasul Paulus menyebutkan
sihir atau “tenung” sebagai salah satu perbuatan daging. Meskipun sihir bermula
dari sifat kedagingan manusia, ia biasanya dengan cepat merosot masuk ke dalam
kuasa roh-roh jahat. Menggunakan tekanan emosi untuk memanipulasi orang lain
merupakan bentuk dasar sihir. Menggunakan propaganda atau kekuatan jiwani untuk
memperoleh jasa, bahkan untuk pekerjaan Allah, adalah sihir. Ketika orang-orang
bisnis bersekongkol menggunakan titik penekan untuk menyukseskan suatu
transaksi, tindakan tersebut juga dapat digolongkan sebagai sihir. Banyak
taktik-taktik manipulasi yang dipromosikan sebagai teknik penjualan dalam
marketing (pemasaran) merupakan bentuk dasar dari sihir.
Pertahanan utama untuk melawan otoritas rohani yang palsu
ini adalah dengan hidup di dalam otoritas rohani yang sejati. Membangun
kehidupan kita di atas kebenaran dan mempercayai Tuhan untuk menanggulangi
masalah yang mencemaskan kita, merupakan hal yang penting untuk terbebas dari
pengaruh dan tekanan sihir.
Ada tertulis bahwa Yesus duduk di atas tahta Daud. Hal ini
menunjukkan bahwa Daud membangun suatu posisi otoritas rohani yang sejati yang
akhirnya bermanifestasi dalam kerajaan Allah. Daud melakukannya untuk otoritas
rohani, sedangkan Abraham melakukannya untuk iman.
Bagaimana Daud membangun sebuah takhta otoritas yang sejati?
Pada dasarnya, ia menolak mengambil otoritas atau mencari pengaruh bagi dirinya
sendiri, tetapi sepenuhnya mempercayai Allah untuk menempatkan dia ke dalam
posisi yang sudah Allah tentukan untuknya. Daud tidak mengangkat tangannya
sendiri untuk dikenal atau mencari pengaruh, demikian pula seharusnya kita jika
kita ingin hidup di dalam otoritas rohani yang sejati bukan dalam kuasa politik
manusia.
Setiap otoritas atau pengaruh yang kita peroleh dari
manipulasi atau mempromosikan diri sendiri akan menjadi batu sandungan bagi
kita dan akan mengganggu kemampuan kita untuk menerima otoritas yang sejati
dari Allah. Jika kita ingin hidup di dalam otoritas rohani yang sejati seperti
Daud, kita harus mempercayai Tuhan sepenuhnya untuk menegakkan kita pada
waktu-Nya. Sebagai ditekankan oleh Petrus, “Karena itu direndahkanlah dirimu
dibawah tangan Tuhan yang kuat, supaya kamu ditinggikan-Nya pada waktunya” (1
Petrus 5:6).
Einstein pernah melakukan pengamatan bahwa “tanggung jawab
sebelum waktunya hanyalah menghasilkan kedangkalan”. Ini bahkan lebih berguna
bagi kita daripada Teori Relativitasnya. Mungkin tidak ada yang lebih
menghancurkan panggilan dan potensi kita untuk hidup dalam pelayanan yang
sejati ketimbang mencari pengaruh atau otoritas sebelum waktunya.
Jika Tuhan yang mempromosikan, Ia juga memberikan kasih
karunia dan hikmat untuk menjalankan otoritas tersebut. Tidak ada perasaan aman
yang lebih besar daripada mengetahui bahwa Allahlah yang membangun pelayanan
kita. Beberapa hal dapat membiakkan perasaan tidak aman lebih cepat daripada
usaha untuk memelihara suatu posisi yang kita peroleh dari manipulasi atau
promosi diri sendiri. Inilah akar yang paling utama dari sikap mempertahankan
kekuasaan dan perpecahan yang ada di dalam tubuh Kristus.
Dibangun di dalam otoritas rohani yang sejati merupakan
suatu benteng yang sama sekali tidak dapat ditembus oleh musuh. “…Allah, sumber
damai sejahtera, segera akan menghancurkan Iblis di bawah kakimu….” (Roma
16:20). Ketika kita mengetahui bahwa kita sudah diberikan otoritas dan telah
ditempatkan ke dalam posisi kita oleh Allah, kita miliki damai sejahtera yang
sama sekali akan menghancurkan serangan iblis terhadap kita.
Sebaliknya, jika kita yang membangun diri kita sendiri dalam
suatu posisi otoritas, kita hanya memiliki sedikit damai sejahtera. Semakin
meningkat pengaruh yang kita peroleh secara tidak sah, semakin keras pula usaha
dan manipulasi yang harus dilakukan untuk mempertahankannya. Apa pun yang kita
lakukan melalui manipulasi, propaganda, atau kekuatan jiwani, walaupun
kelihatannya sebagai tujuan yang mulia akan dijatuhkan menjadi yang paling
gagal.
Karena itu, prinsip pertama untuk dilepaskan dari pengaruh
sihir adalah bertobat dari segala cara sihir yang pernah kita gunakan di dalam
hidup dan pelayanan kita. Setan tidak bisa mengusir setan. Sihir, bahkan dalam
bentuknya yang paling jahat seperti ilmu hitam, memiliki sebuah pintu masuk ke
dalam hidup kita jika kita menggunakan manipulasi untuk mengendalikan orang lain
atau untuk mendapatkan kedudukan.
Meskipun kita mungkin berusaha untuk membenarkan memakai
cara-cara tersebut untuk membangun gereja, Allah tidak bodoh, demikian pula si
musuh. Apa yang dibangun Allah bukan berasal dari kekuatan atau kuasa (dunia
ini), melainkan oleh Roh-Nya. Apa pun yang kita bangun dengan cara-cara yang
lain adalah bertentangan dengan salib, dan akhirnya akan bertentangan dengan
apa yang dikerjakan oleh Roh. Daging berperang melawan Roh, tidak peduli betapa
baiknya usaha kita untuk menampilkan daging itu.
KEDEWASAAN ROHANI
Salah satu cara utama yang Tuhan kerjakan di dalam kehidupan
kita untuk menolong kita mengatasi kecenderungan kita menggunakan taktik untuk
memanipulasi adalah mengizinkan kita untuk mengalami penolakan. Penolakan adalah
salah satu hal yang paling kita benci, dan bahkan kelihatannya pencobaan
terbesar yang dialami Tuhan di atas kayu salib adalah penolakan yang
diderita-Nya ketika Bapa berpaling dari diri-Nya. Karena penolakan dapat
merupakan suatu pencobaan yang berat, penolakan tersebut juga dapat menjadi
sebuah peluang yang besar untuk dilepaskan dari takut kepada manusia, dan takut
terhadap penolakan yang dapat menghancurkan kehidupan atau pelayanan siapa pun.
Hampir setiap orang yang melayani harus menanggung banyak
penolakan dan kesalahpahaman. Belajar untuk mengatasi penolakan, dengan
mengampuni dan berdoa bagi yang menganiaya kita, sebagaimana yang Tuhan
lakukan, penting jika kita mau hidup di dalam Roh dan mempraktekkan otoritas
rohani yang sejati. Jika kita mau menggenapi rencana Allah, kita harus mencapai
tingkat kedewasaan di mana, “kasih Kristus yang menguasai kami (kita)” (2
Korintus 5:14). Kasih tidak memperhitungkan kesalahan-kesalahan yang sudah kita
tanggung dan tidak termotivasi oleh penolakan, yang mendorong kita untuk
membalas dendam atau berusaha untuk membuktikan siapa diri kita. Reaksi-reaksi
seperti itu merupakan langkah pertama kejatuhan dari otoritas yang sejati.
Sebagaimana Tuhan Yesus menyatakan, “Barangsiapa bekata-kata dari dirinya
sendiri, ia mencari hormat (pengakuan) bagi dirinya sendiri, tetapi barangsiapa
mencari hormat (pengakuan) bagi Dia yang mengutusnya, ia benar dan tidak ada
ketidakbenaran padanya” (Yohanes 7:18).
Hanya sedikit hal yang dapat lebih cepat menghancurkan
kemampuan kita untuk hidup di dalam otoritas rohani yang sejati selain mencari
kepentingan diri sendiri, mempromosikan diri sendiri, atau mempertahankan diri
sendiri, sebaliknya, belajar menanggulangi penolakan merupakan keharusan jika
kita mau hidup di dalam pelayanan yang sejati. Penolakan memberikan sebuah
kesempatan kepada kita untuk bertumbuh di dalam kasih karunia dan mematikan
lebih banyak ambisi, kesombongan, dan motivasi yang lain yang demikian cepat
mempengaruhi pewahyuan kita secara negatif. Jika kita mau menerima penolakan
sebagai suatu pendisiplinan dari Tuhan, kita akan bertumbuh di dalam kasih
karunia dan kasih. Jika kita memberontak terhadap disiplin ini, kita dapat
masuk ke dalam sihir.
(Bersambung ke bagian 2)
Bp. Sadrak Soewargo – Citraland
KEBIASAAN ANAK TUHAN. Ayub 12:7, “Tetapi bertayanyalah
kepada binatang, maka engkau akan diberinya pengajaran, kepada burung di udara,
maka engkau akan diberinya keterangan.” Ayub 12:8, “Atau bertuturlah kepada
bumi, maka engkau akan diberinya pengajaran, bahkan ikan di laut akan bercerita
kepadamu.” Ayub 12:9, “Siapa di antara semuanya itu yang tidak tahu bahwa
tangan Allah yang melakukan itu.” Ayub 12:10, “Bahwa didalam tangan-Nya
terletak nyawa segala yang hidup dan nafas setiap manusia?” Dalam
keterpurukan-dalam kesedihan Ayub tetap setia, patuh dan menetapkan pilihan
untuk selalu fokus hanya pada TUHAN Allah yang memberikan semua berkat
kepadanya. Tidak terungkap penyesalan ataupun kekewacaan pada-Nya dan
sebaliknya Ayub mengakui semua hikmat dan kekuasaan TUHAN. Itulah kunci
kekuatan Ayub menghadapi semua cobaan dan beban hidupnya yang sangat berat dan
sebaliknya TUHAN pun juga memberikan semua kelebihan dan berkat kepada Ayub
sampai pada akhir hayatnya. Memuji dan menyembah, itulah cara termudah kita
mengakui keberadaan – kebesaran – kemampuan TUHAN. Bersyukur akan melengkapi
penyembahan kita kepada-Nya, dan sekaligus menyenangkan hati TUHAN.Inilah
kebiasaan Ayub yang perlu kita lakukan agar bisa melewati semua halangan –
pencobaan dalam keseharian kita, karena ada kepastian bahwa TUHAN selalu
menyertai dalam setiap langkah yang kita tempuh. Puji TUHAN Allah yang maha
baik… amin. Tuhan, jadikan kami murid-Mu yang setia yang selalu mengingat akan
kebaikan dan kebesaran-Mu. Kuatkanlah kami ya Tuhan, mampukan kami agar tidak
sejengkalpun kami melenceng dari kehendak-Mu. Jesus Loves You. Bacaan Alkitab
Setahun: Ayub 16-18. #jesusloveyou #saatteduh #firmantuhan #renunganharian
#dibimbingtuhan #kebiasaananaktuhan
Anda diberkati - Like Page FB #jesusloveyou1006
Anda peduli, menabur benih - Share kepada teman
GNCC
Seringkali yang menjadi masalah terbesar dalam hidup kita
adalah diri kita sendiri. We need Jesus! #gncc
Bp. Budi – PT. Multipack Unggul
*BERJALAN
DALAM IMAN*. Ada seorang pemuda yang bekerja sebagai prajurit di Amerika.
Pemuda ini percaya pada TUHAN, oleh karena itu ia sering ditertawakan oleh
komandan & teman-temannya. Suatu hari komandan memanggilnya dengan maksud
untuk mengolok-oloknya. “Kamu, pindahkan dulu jeep itu, parkirkan ke sebelah
sana, ini kuncinya...” “Tapi Pak saya tak bisa mengemudikan mobil...” “Kamu kan
punya TUHAN, minta DIA mengajarimu bawa mobil. Tunjukkan pada kami TUHANmu
itu!!!” Dengan berdoa di dalam hati, pemuda itu pun mengambil kunci dan mencoba
memindahkan jeep itu. Dengan susah payah pemuda itu berhasil memindahkan jeep
itu ke tempat yang ditunjuk oleh komandannya. Dengan penuh syukur, pemuda itu
pun turun dari jeep. Tapi ia kaget melihat semua teman-temannya &
komandannya menangis. “Lho..., ada apa ini? Mengapa kalian semua menangis?”
Komandan maju & menangis serta membuka kap jeep itu, ternyata jeep itu tak
ada mesinnya. Komandannya memberitahu bahwa tadinya mereka ingin
mempermalukannya. “Ya, inilah TUHAN yang kusembah itu... DIA Penuh Kuasa, tiada
yang Mustahil bagi-NYA, & mulai sekarang DIA juga akan menjadi TUHAN
kalian”, jawab si pemuda. Saat Anda percaya dengan Sepenuh Hati kepada TUHAN,
maka... IA akan memunculkan kebenaranmu seperti terang, dan hakmu seperti siang
(Mazmur 37:6). “& Percayalah DIA tak akan membiarkan siapa pun
mempermalukanmu.” Mari belajar melangkah dengan IMAN, sebab... Bagi Allah tidak
ada yang mustahil (Lukas 1:37). SELAMAT PAGI SEMUA. Selamat beraktivitas. God
bless you all.

No comments:
Post a Comment