(D)ANGER
(D)Anger... Day 8 – Emosi yang
Terpendam. Efesus
4:31, “Segala kepahitan, kegeraman, KEMARAHAN, pertikaian dan fitnah
hendaklah dibuang dari antara kamu, demikian pula segala KEJAHATAN.”
Istilah kemarahan di ayat 31 ini dari kata ORGE yang berarti
kemarahan yang sudah menjadi kebiasaan hidup. Kemarahan adalah emosi
yang dibangkitan karena hal-hal yang tidak menyenangkan hati kita. Marah itu adalah
energi yang negatif, apabila tidak dikeluarkan dari tubuh kita, maka akibatnya
adalah organ tubuh yang terganggu, sehingga dapat menyebabkan berbagai macam
penyakit. Menahan AMARAH itu memang ada baiknya, tetapi jika kita menahannya
didalam HATI tanpa memberi kesempatan untuk mencari jalan keluar maka KEMARAHAN
yang terpendam didalam HATI yang terus menerus akan menimbulkan kepahitan
& tidak jarang kepahitan yang terpendam akan menimbulkan KEJAHATAN. Mazmur
37:8, “Berhentilah marah dan tinggalkanlah panas hati itu, jangan marah, itu
hanya membawa kepada KEJAHATAN.” Bapa, beri kami HATI yang mau MENGAMPUNI
kesalahan orang lain seperti Engkau pun SUDAH MENGAMPUNI kami terlebih dahulu,
sehingga amarah tidak lagi menguasai HATI kami, tetapi Roh Penguasaan Diri itu
boleh bekerja didalam HATI dan didalam HIDUP kami. Amin.
#BibleMessages
#BuildingABetterYou
#(D)ANGERSeries
Note:
Jangan lewatkan Pembacaan Alkitab kita hari ini:
PL: Kitab 2 Raja-Raja 4, 5 dan 6
PB: 1 Korintus 13
#LoveGod
#LovePeople
#LoveTheBlble
#IMLoved
Ibu Caroline – Bandung
Mengapa orang terus menerus menyebarkan kebencian? Karena
hanya itu yang mereka miliki, kalau dia punya banyak kebaikan, dia pasti akan
menyebarkan kebaikan »inspirasi bahagia«. 2 Samuel 16:5, “Ketika raja Daud
telah sampai ke Bahurim, keluarlah dari sana seorang dari kaum keluarga Saul;
ia bernama Simei bin Gera. Sambil mendekati raja, ia terus-menerus mengutuk.”
Benci dan sakit hati yang mendalam membuat kita menebar kutuk dan hujat kepada
orang yang tidak kita sukai. Keinginan yang tidak kesampaian dari ambisi
terselubung satu saat pasti terkuak tanpa sadar merusak kesatuan dalam
keluarga, gereja, bangsa dan negara. Berhati-hatilah dengan orang yang
demikian, sebab orang tipe ini suka mencari dukungan dengan bebagai cara, untuk
mewujudkan ambisinya suka menebar gosif dan fitnah. Matius 15:18-19, “Tetapi
apa yang keluar dari mulut berasal dari hati dan itulah yang menajiskan orang.
Karena dari hati timbul segala pikiran jahat, pembunuhan, perzinahan,
percabulan, pencurian, sumpah palsu dan hujat.” Kata Tuhan jaga hati ini dengan
waspada agar tidak ada pikiran jahat yang kotor, jangan dolak dalik, bila YA
katakan YA, bila TIDAK katakan TIDAK, jangan bimbang dan ragu. Yakobus 1:6,
“Hendaklah ia memintanya dalam iman, dan sama sekali jangan bimbang, sebab
orang yang bimbang sama dengan gelombang laut, yang diombang-ambingkan kian ke
mari oleh angin.” Selamat Pagi.
Madam Ossy
SAAT TEDUH. Senin, 8 Mei 2017. MENUA DENGAN INDAH. Bacaan:
Ibrani 10:22-39. Sebab kamu memerlukan ketekunan, supaya sesudah kamu melakukan
kehendak Allah, kamu memperoleh apa yang dijanjikan itu (Ibrani 10:36). Saat
bekerja di Panti Wreda, saya mengamati ada dua kelompok orang lanjut usia
(lansia). Kelompok pertama adalah lansia yang sehat secara mental dan
berpandangan positif terhadap hidup. Kelompok kedua adalah lansia yang melihat
hidup secara negatif dan penuh dengan kepahitan. Tak perlu diragukan lagi, para
pekerja dan pengunjung lebih menikmati interaksi dengan lansia yang berkarakter
positif. Setiap manusia mengalami berbagai hal dalam perjalanan hidupnya.
Akankah berbagai kisah hidup kita memperkuat iman dalam Tuhan dan menjadikan
kita orang tua yang berhikmat, atau sebaliknya, menjadikan kita orang tua yang
pemarah dan penuh dengan kepahitan? Tanpa kita sadari, karakter terbentuk
melalui setiap langkah yang kita ambil dalam hidup. Kitab Ibrani menyebutkan
bahwa penguasaan diri dan ketekunan menjalankan kehendak Tuhanlah yang
membuktikan bahwa kita ini umat-Nya. Dia tidak menjanjikan kemudahan dalam hidup
umat-Nya, tetapi Dia menjanjikan penyertaan sampai akhir hidup di bumi ini.
Tentunya kita semua ingin bertambah tua (dewasa) dalam hikmat dan keindahan
karakter. Oleh karena itu, marilah kita melatih rohani kita agar bertumbuh
dalam kehendak-Nya. Berdoalah supaya Tuhan menguatkan kita agar selalu tekun
dan tahan uji dalam menghadapi berbagai tantangan hidup. Setialah sampai akhir!
Mahkota kehidupan tersedia bagi kita. KARAKTER TERBANGUN MELALUI KETEKUNAN
DALAM MENANGGUNG UJIAN. Selamat pagi. Tuhan Yesus memberkati. #LoveTheBible –
Bacaan: 2 Raja-raja 4-6 & 1 Korintus 13.

No comments:
Post a Comment