Thursday, 4 May 2017

4 Mei 2017

(D)ANGER






(D)Anger... Day 4 – Stay in Peace. Amsal 15:18, “Si pemarah membangkitkan pertengkaran, tetapi orang yang sabar memadamkan perbantahan.” Ucapan yang sederhana kadang dapat memulai pertengkaran besar. Ketika oleh anugerah Allah kita memilih untuk tidak membalas dengan kata-kata, sikap kita itu adalah untuk menghormati Kristus. Kitab Amsal mendorong kita untuk mengucapkan kebenaran dan mengusahakan perdamaian melalui perkataan kita. Lidah Lembut adalah Pohon Kehidupan... (Amsal 15:4) & alangkah baiknya perkataan yang tepat pada waktunya (Amsal 15:23). Amin. Ya Tuhan, jadikan kami alatMu yang menebarkan KEDAMAIAN, biarlah kata-kata kami penuh KASIH bisa memulihkan dan memberkati setiap orang yang mendengarnya. Amin.

#BibleMessages
#BuildingABetterYou
#(D)ANGERSeries

Note:
Jangan lewatkan Pembacaan Alkitab kita hari ini:
PL: Kitab 1 Raja-Raja 16, 17 & 18
PB: 1 Korintus 10:18-33
#LoveGod
#LovePeople
#LoveTheBlble
#IMLoved

Madam Ossy
Kamis, 4 Mei 2017. Bacaan: 1 Petrus 5:6-11. Setahun: 2 Raja-raja 9-10. Nas: Serahkanlah segala kekhawatiranmu kepada-Nya, sebab Ia memelihara kamu (1 Petrus 5:7). Menyerahkan Kekhawatiran. Seorang ibu sedang duduk santai di rumahnya. Keadaan keluarganya baik-baik saja. Namun, tiba-tiba muncul pikiran buruk dalam benaknya. Bagaimana kalau anakku mengalami kecelakaan sepulang dari sekolah? Bagaimana kalau suamiku kehilangan pekerjaan karena perusahaannya bangkrut? Bagaimana kalau aku terkena kanker? Dalam bentuk yang berlainan, kita pernah mengalami hal semacam itu. Itulah kekhawatiran-ketakutan akan sesuatu yang mungkin terjadi. Sesuatu yang tidak kita ketahui. Sesuatu yang tidak dapat kita kendalikan. Kita khawatir karena kita ingin mengontrol keadaan agar sesuai dengan harapan dan keinginan kita. Kita khawatir karena tidak ingin hal-hal buruk menimpa diri kita atau orang-orang yang kita cintai. Firman Tuhan mendorong kita untuk menyerahkan segala kekhawatiran. Menyerahkan berarti melepaskan, memberikan kepada pihak lain. Kepada siapa? Kepada Tuhan. Mengapa? Kita tidak tahu apa yang mungkin terjadi, tetapi Tuhan adalah Alfa dan Omega, Dia mengetahui segala sesuatu. Banyak hal berada di luar kendali kita, tetapi Tuhan berdaulat atas kehidupan ini dan turut bekerja dalam segala sesuatu. Hal yang kita khawatirkan mungkin terjadi, tetapi mungkin pula tidak terjadi. Apa pun yang terjadi, satu hal yang pasti: Tuhan tidak akan meninggalkan dan membiarkan kita seorang diri. Dia pasti memelihara kita (ay. 7). Dia bahkan melengkapi, meneguhkan, menguatkan, dan mengokohkan kita (ay. 10). Dalam penyertaan-Nya, masihkah kita memilih untuk khawatir? --ARS. ALIH-ALIH MEMBERIKAN TEMPAT PADA KEKHAWATIRAN YANG TIDAK PASTI, KITA PERLU MENGUATKAN KEPERCAYAAN KEPADA TUHAN YANG BERDAULAT.

Bp. Sadrak Soewargo – Citraland
BERITA POSITIF - FIRMAN TUHAN. Mazmur 4:2, “Apabila aku berseru, jawablah aku, ya Allah, yang membenarkan aku. Di dalam kesesakan Engkau memberi kelegaan kepadaku. Kasihanilah aku dan dengarkanlah doaku!” Mazmur 4:4, “Ketahuilah, bahwa TUHAN telah memilih bagi-Nya seorang yang dikasihi-Nya; TUHAN mendengarkan, apabila aku berseru kepada-Nya.” Mazmur 4:6, “Persembahkanlah korban yang benar dan percayalah kepada TUHAN.” Mazmur 4:9, “Dengan tenteram aku mau membaringkan diri, lalu segera tidur, sebab hanya Engkaulah, ya TUHAN, yang membiarkan aku diam dengan aman.” Kepada siapa kita harus bersandar? Kepada siapa kita akan mengeluh dan meminta tolong? Kepada siapa kita wajib menyerahkan diri sepenuhnya? Siapa yang akan menjaga saat kita tertidur? Hanya Tuhan Allah saja yang bisa melindungi, menjaga dan memberikan perhatian atas diri kita sepenuhnya, karena begitu besar kasih-Nya sehingga telah diserahkan Anak-Nya yang tunggal untuk membebaskan kita dari seluruh tanggung jawab yang harus kita pikul. Itulah janji-Nya dan itulah bukti-Nya, Dialah tempat terakhir yang bisa kita andalkan. Kehidupan kita lebih didominasi dengan Aura Negatif dan Permusuhan. Berita kesusahan - kejelekan - fitnah dan kegagalan seseorang akan menjadi santapan terbaik dan terhangat yang mampu menyerap banyak energi untuk membahas dan bila perlu mengembangkan menjadi sebuah komoditas dalam kegiatan kita! Akan tetapi, bersyukurlah karena Firman Tuhan selalu memberikan Asupan dan Berita Positif yang akan menjadi Vitamin bagi Hati - Pikiran dan Iman kita. Fokus dan nyamanlah membaca-pelajari Firman-Nya setiap hari, mengandalkan-Nya dalam setiap kesempatan agar hidup kita bisa memiliki Aura Positif yang bermanfaat bagi kita dan sekitar kita. Tuhan, hanya Firman Mu lah yang memberikan berita positif yang patut kami dengar dan ikuti, agar kami kuat melawan aura negatif disekitar kami. Jesus Love You. Bacaan Alkitab Setahun: 1 Tawarikh 24-26. #jesusloveyou #firmantuhan #saatteduh #renunganharian

Ibu Caroline – Bandung
Kita seharusnya berhadapan dengan wajah Tuhan setiap pagi sebelum kita berhadapan dengan wajah manusia. We ought to see the face of God every morning before we see the face of man (Dwight L. Moody).

Ibu Caroline – Bandung
Mazmur 68:4 – Tetapi orang-orang benar bersukacita, mereka beria-ria di hadapan Allah, bergembira dan bersukacita. Ketika mengalami permasalahan yang berat kebanyakan orang menjadi letih lesu, sedih dan frustasi. Rasa-rasanya dunia mau runtuh. Tetapi kita dinasihatkan, “Berbahagialah orang yang bertahan dalam pencobaan, sebab apabila ia sudah tahan uji, ia akan menerima mahkota kehidupan yang dijanjikan Allah kepada barangsiapa yang mengasihi Dia” (Yakobus 1:12). Di tengah kesulitan yang terjadi, kita harus menguatkan hati untuk tetap bersandar kepada Tuhan. Mungkinkah kita bersukacita dan beria-ria di tengah penderitaan? Ingat! Tembok Yerikho runtuh bukan karena kekuatan pasukan bersenjata, namun justru ketika bangsa Israel selesai mengelilingi kota itu pada hari ke tujuh dengan sorak-sorai. Puji-pujian bagi Tuhan menghasilkan kuasa yang dahsyat. Tembok permasalahan sebesar apa pun yang kita hadapi dapat diruntuhkan ketika kita tetap bersorak-sorai bagi Tuhan. Oleh karena itu tetaplah bersukacita dalam keadaan apa pun yang kita alami supaya kita bisa terus bertahan sampai pada akhirnya. Salomo menulis: “Hati yang gembira adalah obat yang manjur, tetapi semangat yang patah mengeringkan tulang” (Amsal 17:22). Bila mengandalkan kekuatan sendiri kita pasti tidak akan mampu. Yakinlah kita tidak menghadapi penderitaan itu sendirian, ada Roh Kudus yang akan menyertai dan menopang kita senantiasa. Dia sekali-kali tidak akan membiarkan dan meninggalkan kita, karena itu kuatkan hati dan tetaplah bersukacita. Gbu.

No comments:

Post a Comment