(D)ANGER
(D)Anger... Day 4 – Stay in Peace. Amsal 15:18, “Si pemarah
membangkitkan pertengkaran, tetapi orang yang sabar memadamkan perbantahan.” Ucapan
yang sederhana kadang dapat memulai pertengkaran besar. Ketika oleh anugerah
Allah kita memilih untuk tidak membalas dengan kata-kata, sikap kita itu adalah
untuk menghormati Kristus. Kitab Amsal mendorong kita untuk mengucapkan
kebenaran dan mengusahakan perdamaian melalui perkataan kita. Lidah Lembut
adalah Pohon Kehidupan... (Amsal 15:4) & alangkah baiknya perkataan yang
tepat pada waktunya (Amsal 15:23). Amin. Ya Tuhan, jadikan kami alatMu yang
menebarkan KEDAMAIAN, biarlah kata-kata kami penuh KASIH bisa memulihkan dan
memberkati setiap orang yang mendengarnya. Amin.
#BibleMessages
#BuildingABetterYou
#(D)ANGERSeries
Note:
Jangan lewatkan Pembacaan Alkitab kita hari ini:
PL: Kitab 1 Raja-Raja 16, 17 & 18
PB: 1 Korintus 10:18-33
#LoveGod
#LovePeople
#LoveTheBlble
#IMLoved
Madam Ossy
Kamis, 4 Mei 2017. Bacaan: 1 Petrus 5:6-11. Setahun: 2
Raja-raja 9-10. Nas: Serahkanlah segala kekhawatiranmu kepada-Nya, sebab Ia
memelihara kamu (1 Petrus 5:7). Menyerahkan Kekhawatiran. Seorang ibu sedang
duduk santai di rumahnya. Keadaan keluarganya baik-baik saja. Namun, tiba-tiba
muncul pikiran buruk dalam benaknya. Bagaimana kalau anakku mengalami kecelakaan
sepulang dari sekolah? Bagaimana kalau suamiku kehilangan pekerjaan karena
perusahaannya bangkrut? Bagaimana kalau aku terkena kanker? Dalam bentuk yang
berlainan, kita pernah mengalami hal semacam itu. Itulah kekhawatiran-ketakutan
akan sesuatu yang mungkin terjadi. Sesuatu yang tidak kita ketahui. Sesuatu
yang tidak dapat kita kendalikan. Kita khawatir karena kita ingin mengontrol
keadaan agar sesuai dengan harapan dan keinginan kita. Kita khawatir karena
tidak ingin hal-hal buruk menimpa diri kita atau orang-orang yang kita cintai.
Firman Tuhan mendorong kita untuk menyerahkan segala kekhawatiran. Menyerahkan
berarti melepaskan, memberikan kepada pihak lain. Kepada siapa? Kepada Tuhan.
Mengapa? Kita tidak tahu apa yang mungkin terjadi, tetapi Tuhan adalah Alfa dan
Omega, Dia mengetahui segala sesuatu. Banyak hal berada di luar kendali kita,
tetapi Tuhan berdaulat atas kehidupan ini dan turut bekerja dalam segala
sesuatu. Hal yang kita khawatirkan mungkin terjadi, tetapi mungkin pula tidak
terjadi. Apa pun yang terjadi, satu hal yang pasti: Tuhan tidak akan
meninggalkan dan membiarkan kita seorang diri. Dia pasti memelihara kita (ay.
7). Dia bahkan melengkapi, meneguhkan, menguatkan, dan mengokohkan kita (ay.
10). Dalam penyertaan-Nya, masihkah kita memilih untuk khawatir? --ARS.
ALIH-ALIH MEMBERIKAN TEMPAT PADA KEKHAWATIRAN YANG TIDAK PASTI, KITA PERLU
MENGUATKAN KEPERCAYAAN KEPADA TUHAN YANG BERDAULAT.
Bp. Sadrak Soewargo – Citraland
BERITA POSITIF - FIRMAN TUHAN. Mazmur 4:2, “Apabila aku
berseru, jawablah aku, ya Allah, yang membenarkan aku. Di dalam kesesakan
Engkau memberi kelegaan kepadaku. Kasihanilah aku dan dengarkanlah doaku!”
Mazmur 4:4, “Ketahuilah, bahwa TUHAN telah memilih bagi-Nya seorang yang
dikasihi-Nya; TUHAN mendengarkan, apabila aku berseru kepada-Nya.” Mazmur 4:6,
“Persembahkanlah korban yang benar dan percayalah kepada TUHAN.” Mazmur 4:9,
“Dengan tenteram aku mau membaringkan diri, lalu segera tidur, sebab hanya
Engkaulah, ya TUHAN, yang membiarkan aku diam dengan aman.” Kepada siapa kita
harus bersandar? Kepada siapa kita akan mengeluh dan meminta tolong? Kepada
siapa kita wajib menyerahkan diri sepenuhnya? Siapa yang akan menjaga saat kita
tertidur? Hanya Tuhan Allah saja yang bisa melindungi, menjaga dan memberikan
perhatian atas diri kita sepenuhnya, karena begitu besar kasih-Nya sehingga
telah diserahkan Anak-Nya yang tunggal untuk membebaskan kita dari seluruh
tanggung jawab yang harus kita pikul. Itulah janji-Nya dan itulah bukti-Nya,
Dialah tempat terakhir yang bisa kita andalkan. Kehidupan kita lebih didominasi
dengan Aura Negatif dan Permusuhan. Berita kesusahan - kejelekan - fitnah dan
kegagalan seseorang akan menjadi santapan terbaik dan terhangat yang mampu
menyerap banyak energi untuk membahas dan bila perlu mengembangkan menjadi
sebuah komoditas dalam kegiatan kita! Akan tetapi, bersyukurlah karena Firman
Tuhan selalu memberikan Asupan dan Berita Positif yang akan menjadi Vitamin
bagi Hati - Pikiran dan Iman kita. Fokus dan nyamanlah membaca-pelajari
Firman-Nya setiap hari, mengandalkan-Nya dalam setiap kesempatan agar hidup
kita bisa memiliki Aura Positif yang bermanfaat bagi kita dan sekitar kita.
Tuhan, hanya Firman Mu lah yang memberikan berita positif yang patut kami
dengar dan ikuti, agar kami kuat melawan aura negatif disekitar kami. Jesus
Love You. Bacaan Alkitab Setahun: 1 Tawarikh 24-26. #jesusloveyou #firmantuhan
#saatteduh #renunganharian
Ibu Caroline – Bandung
Kita seharusnya berhadapan dengan wajah Tuhan setiap pagi
sebelum kita berhadapan dengan wajah manusia. We ought to see the face of God
every morning before we see the face of man (Dwight L. Moody).
Ibu Caroline – Bandung
Mazmur 68:4 – Tetapi orang-orang benar bersukacita, mereka
beria-ria di hadapan Allah, bergembira dan bersukacita. Ketika mengalami permasalahan
yang berat kebanyakan orang menjadi letih lesu, sedih dan frustasi.
Rasa-rasanya dunia mau runtuh. Tetapi kita dinasihatkan, “Berbahagialah orang
yang bertahan dalam pencobaan, sebab apabila ia sudah tahan uji, ia akan
menerima mahkota kehidupan yang dijanjikan Allah kepada barangsiapa yang
mengasihi Dia” (Yakobus 1:12). Di tengah kesulitan yang terjadi, kita harus
menguatkan hati untuk tetap bersandar kepada Tuhan. Mungkinkah kita bersukacita
dan beria-ria di tengah penderitaan? Ingat! Tembok Yerikho runtuh bukan karena
kekuatan pasukan bersenjata, namun justru ketika bangsa Israel selesai
mengelilingi kota itu pada hari ke tujuh dengan sorak-sorai. Puji-pujian bagi
Tuhan menghasilkan kuasa yang dahsyat. Tembok permasalahan sebesar apa pun yang
kita hadapi dapat diruntuhkan ketika kita tetap bersorak-sorai bagi Tuhan. Oleh
karena itu tetaplah bersukacita dalam keadaan apa pun yang kita alami supaya
kita bisa terus bertahan sampai pada akhirnya. Salomo menulis: “Hati yang
gembira adalah obat yang manjur, tetapi semangat yang patah mengeringkan
tulang” (Amsal 17:22). Bila mengandalkan kekuatan sendiri kita pasti tidak akan
mampu. Yakinlah kita tidak menghadapi penderitaan itu sendirian, ada Roh Kudus
yang akan menyertai dan menopang kita senantiasa. Dia sekali-kali tidak akan
membiarkan dan meninggalkan kita, karena itu kuatkan hati dan tetaplah
bersukacita. Gbu.

No comments:
Post a Comment