(D)ANGER
(D)Anger Day 18 – Pergumulan. Saat kita menghadapi pergumulan,
apakah kita “marah”/kecewa? Berbagai pergumulan hidup pasti akan kita hadapi.
Semua adalah pilihan saat kita dalam pergumulan, adakah kita lebih fokus kepada
masalah kita? Atau lebih fokus mencari DIA? Pesan Firman Tuhan pagi ini, Matius
11:28, “Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku
akan memberi kelegaan kepadamu.” Ayat 29: “Pikullah kuk yang Kupasang
dan belajarlah pada-Ku, karena Aku lemah lembut dan rendah hati dan jiwamu akan
mendapat ketenangan.” Ayat 30: “Sebab kuk yang Kupasang itu enak dan
beban-Kupun ringan.” Ketika kita memandang kepada Tuhan/lebih fokus
kepadaNya, DIA akan memberikan kata-kata pengharapan dan jalan keluar
ditengah-tengah pergumulan kita. Tuhan, berikan kami pengharapan dalam setiap
tantangan pergumulan yang kami hadapi karena kami tahu hanya Engkau yang akan
memberi kelegaan saat kami datang kepadaMU. Ajar kami untuk rendah hati agar
jiwa kami mendapat ketenangan, kami yakin bersamaMU beban kami pun menjadi
ringan. Amin.
#BibleMessages
#BuildingABetterYou
#(D)ANGERSeries
Note:
Jangan lewatkan Pembacaan Alkitab kita hari ini:
PL: Kitab 1 Tawarikh 4-6
PB: 2 Korintus 5
#LoveGod
#LovePeople
#LoveTheBlble
#IMLoved
Xavier Quentin Pranata
“Mental pemenang bukan karena tidak pernah KALAH, tapi tidak
bisa DIKALAHKAN saat mengalami KEKALAHAN.” Xavier Quentin Pranata.
Madam Ossy
Kamis, 18 Mei 2017. Bacaan: Yohanes 14:12. Setahun: 1
Tawarikh 21-23. Nas: ... Siapa saja yang percaya kepada-Ku, ia akan melakukan
juga pekerjaan-pekerjaan yang Aku lakukan, bahkan pekerjaan-pekerjaan yang
lebih besar daripada itu... (Yohanes 14:12). Melakukan Pekerjaan Besar. Di saat
para murid sedih karena akan berpisah dengan Guru mereka, Yesus meyakinkan
mereka bahwa kuasa-Nya akan memampukan mereka bertahan terhadap permusuhan
dunia. Bahkan akan menolong mereka untuk meneruskan pekerjaan (erga-miracles
-mukjizat) Yesus. Dikatakan “pekerjaan besar” karena dilakukan melalui iman di
dalam Kristus, demi kemuliaan Allah. Lalu, apakah yang dimaksudkan dengan frasa
“lebih besar” dari yang Yesus lakukan? Kata “lebih besar” (meizona) tidak
berarti lebih besar secara jumlah, tetapi secara kualitas. Namun, sangat tidak
mungkin pekerjaan para murid nantinya akan lebih besar secara kualitas
dibandingkan Yesus. Pengertiannya adalah, mereka diberi hak istimewa untuk
bersaksi melalui perkataan dan perbuatan tentang penggenapan karya Kristus dan
pemenuhan akan kedatangan kerajaan-Nya. Dimana pelayanan Yesus sampai kepada
kematian dan kebangkitan-Nya hanyalah menjadi pertanda awal akan kegenapan
semuanya ini. Tanda berikutnya adalah kehadiran dan kuasa Roh Kudus dalam
kehidupan para murid seperti catatan penulis Ibrani, “Allah meneguhkan
kesaksian mereka oleh tanda-tanda dan mukjizat-mukjizat dan berbagai-bagai
penyataan kekuasaan dan karunia Roh Kudus, yang dibagi-bagikan-Nya menurut
kehendak-Nya” (Ibr. 2:4). Jika perkataan Yesus ini sungguh sedemikian dahsyat,
sudahkah Anda termasuk dalam barisan para murid yang sedang melakukan pekerjaan
besar-Nya seiring dengan usia kekristenan Anda? Jika belum, marilah bergegas
untuk kembali kepada jalur yang sudah ditetapkan-Nya bagi kita –mukjizat. ALLAH
BUKAN SAJA MENGHARAPKAN SAYA MELAKUKAN KEHENDAK-NYA, TETAPI DIA BERADA DI DALAM
SAYA UNTUK MELAKUKANNYA --OSWALD CHAMBERS.
GNCC
PERSELINGKUHAN ROHANI adalah ketika kita mengaku mengasihi
Tuhan tetapi hidup dengan cara dunia. #gncc #goodmorning #Gbu
Bp. Budi – PT. Multipack Unggul
WANT MORE. Banyak orang hanya menginginkan HASIL yang lebih
tanpa mau MENGERJAKANNYA dengan BAIK. Jika kita ingin MENUAI banyak pada hari
esok, maka mulai sekarang kita harus berani untuk MENABUR lebih banyak &
MENGERJAKANNYA dengan BAIK. “Camkanlah ini: Orang yang menabur sedikit, akan
menuai sedikit juga, dan orang yang menabur banyak, akan menuai banyak juga” (2
Korintus 9:6). Simak cerita berikut ini: Seorang petani memiliki lahan yang
sangat luas. Dia sangat menginginkan hasil panen yang berlimpah-limpah. Ketika
masa panen tiba, dia sangat kecewa karena hanya mendapati sebakul buah saja.
Dia terpukul & menganggap bahwa TUHAN tidak memberkatinya. Petani itu tidak
menyadari bahwa dia menuai sesuai dengan apa yang dia tabur. Pada lahan yang
luas itu, dia hanya mempunyai satu pohon buah saja, tentunya dia hanya akan
memanen sebanyak buah yang ada di pohon itu. Petani itu tak akan pernah
mendapatkan lebih jika tak mau mengubah CARA BERPIKIRnya. Kita mempunyai banyak
ladang dalam kehidupan, kita pun juga memiliki banyak KESEMPATAN untuk
memperoleh BERKAT yang berlimpah. yang menjadi pertanyaan adalah, apa yang
telah kita usahakan pada ladang-ladang itu? Sudahkah kita mengerjakan &
memanfaatkannya dengan baik? Jika kita menanam KEJUJURAN, kita akan menuai
KEPERCAYAAN. Jika kita menanam KEBAIKAN, kita akan menuai TEMAN. Jika kita
menanam KERENDAHAN HATI, kita akan menuai PENGHARGAAN. Jika kita menanam
KETEKUNAN, kita akan menuai KEPUASAN. Jika kita menanam PERTIMBANGAN, kita akan
menuai CARA PANDANG. Jika kita menanam KERJA KERAS, kita akan menuai
KESUKSESAN. Jika kita menanam PENGAMPUNAN, kita akan menuai PEMULIHAN HUBUNGAN.
Jadi... Perhatikan BENIH apa yang kita tanam saat ini? Apa yang kita TANAM saat
ini, akan menentukan apa yang akan kita TUAI nanti. “Jangan sesat! Allah tidak
membiarkan diri-NYA dipermainkan. Karena apa yang ditabur orang, itu juga yang
akan dituainya” (Galatia 6:7). God bless you all.

No comments:
Post a Comment