Thursday, 18 May 2017

18 Mei 2017

(D)ANGER






(D)Anger Day 18 – Pergumulan. Saat kita menghadapi pergumulan, apakah kita “marah”/kecewa? Berbagai pergumulan hidup pasti akan kita hadapi. Semua adalah pilihan saat kita dalam pergumulan, adakah kita lebih fokus kepada masalah kita? Atau lebih fokus mencari DIA? Pesan Firman Tuhan pagi ini, Matius 11:28, “Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu.” Ayat 29: “Pikullah kuk yang Kupasang dan belajarlah pada-Ku, karena Aku lemah lembut dan rendah hati dan jiwamu akan mendapat ketenangan.” Ayat 30: “Sebab kuk yang Kupasang itu enak dan beban-Kupun ringan.” Ketika kita memandang kepada Tuhan/lebih fokus kepadaNya, DIA akan memberikan kata-kata pengharapan dan jalan keluar ditengah-tengah pergumulan kita. Tuhan, berikan kami pengharapan dalam setiap tantangan pergumulan yang kami hadapi karena kami tahu hanya Engkau yang akan memberi kelegaan saat kami datang kepadaMU. Ajar kami untuk rendah hati agar jiwa kami mendapat ketenangan, kami yakin bersamaMU beban kami pun menjadi ringan. Amin.

#BibleMessages
#BuildingABetterYou
#(D)ANGERSeries

Note:
Jangan lewatkan Pembacaan Alkitab kita hari ini:
PL: Kitab 1 Tawarikh 4-6
PB: 2 Korintus 5
#LoveGod
#LovePeople
#LoveTheBlble
#IMLoved

Xavier Quentin Pranata
“Mental pemenang bukan karena tidak pernah KALAH, tapi tidak bisa DIKALAHKAN saat mengalami KEKALAHAN.” Xavier Quentin Pranata.

Madam Ossy
Kamis, 18 Mei 2017. Bacaan: Yohanes 14:12. Setahun: 1 Tawarikh 21-23. Nas: ... Siapa saja yang percaya kepada-Ku, ia akan melakukan juga pekerjaan-pekerjaan yang Aku lakukan, bahkan pekerjaan-pekerjaan yang lebih besar daripada itu... (Yohanes 14:12). Melakukan Pekerjaan Besar. Di saat para murid sedih karena akan berpisah dengan Guru mereka, Yesus meyakinkan mereka bahwa kuasa-Nya akan memampukan mereka bertahan terhadap permusuhan dunia. Bahkan akan menolong mereka untuk meneruskan pekerjaan (erga-miracles -mukjizat) Yesus. Dikatakan “pekerjaan besar” karena dilakukan melalui iman di dalam Kristus, demi kemuliaan Allah. Lalu, apakah yang dimaksudkan dengan frasa “lebih besar” dari yang Yesus lakukan? Kata “lebih besar” (meizona) tidak berarti lebih besar secara jumlah, tetapi secara kualitas. Namun, sangat tidak mungkin pekerjaan para murid nantinya akan lebih besar secara kualitas dibandingkan Yesus. Pengertiannya adalah, mereka diberi hak istimewa untuk bersaksi melalui perkataan dan perbuatan tentang penggenapan karya Kristus dan pemenuhan akan kedatangan kerajaan-Nya. Dimana pelayanan Yesus sampai kepada kematian dan kebangkitan-Nya hanyalah menjadi pertanda awal akan kegenapan semuanya ini. Tanda berikutnya adalah kehadiran dan kuasa Roh Kudus dalam kehidupan para murid seperti catatan penulis Ibrani, “Allah meneguhkan kesaksian mereka oleh tanda-tanda dan mukjizat-mukjizat dan berbagai-bagai penyataan kekuasaan dan karunia Roh Kudus, yang dibagi-bagikan-Nya menurut kehendak-Nya” (Ibr. 2:4). Jika perkataan Yesus ini sungguh sedemikian dahsyat, sudahkah Anda termasuk dalam barisan para murid yang sedang melakukan pekerjaan besar-Nya seiring dengan usia kekristenan Anda? Jika belum, marilah bergegas untuk kembali kepada jalur yang sudah ditetapkan-Nya bagi kita –mukjizat. ALLAH BUKAN SAJA MENGHARAPKAN SAYA MELAKUKAN KEHENDAK-NYA, TETAPI DIA BERADA DI DALAM SAYA UNTUK MELAKUKANNYA --OSWALD CHAMBERS.

GNCC
PERSELINGKUHAN ROHANI adalah ketika kita mengaku mengasihi Tuhan tetapi hidup dengan cara dunia. #gncc #goodmorning #Gbu

Bp. Budi – PT. Multipack Unggul
WANT MORE. Banyak orang hanya menginginkan HASIL yang lebih tanpa mau MENGERJAKANNYA dengan BAIK. Jika kita ingin MENUAI banyak pada hari esok, maka mulai sekarang kita harus berani untuk MENABUR lebih banyak & MENGERJAKANNYA dengan BAIK. “Camkanlah ini: Orang yang menabur sedikit, akan menuai sedikit juga, dan orang yang menabur banyak, akan menuai banyak juga” (2 Korintus 9:6). Simak cerita berikut ini: Seorang petani memiliki lahan yang sangat luas. Dia sangat menginginkan hasil panen yang berlimpah-limpah. Ketika masa panen tiba, dia sangat kecewa karena hanya mendapati sebakul buah saja. Dia terpukul & menganggap bahwa TUHAN tidak memberkatinya. Petani itu tidak menyadari bahwa dia menuai sesuai dengan apa yang dia tabur. Pada lahan yang luas itu, dia hanya mempunyai satu pohon buah saja, tentunya dia hanya akan memanen sebanyak buah yang ada di pohon itu. Petani itu tak akan pernah mendapatkan lebih jika tak mau mengubah CARA BERPIKIRnya. Kita mempunyai banyak ladang dalam kehidupan, kita pun juga memiliki banyak KESEMPATAN untuk memperoleh BERKAT yang berlimpah. yang menjadi pertanyaan adalah, apa yang telah kita usahakan pada ladang-ladang itu? Sudahkah kita mengerjakan & memanfaatkannya dengan baik? Jika kita menanam KEJUJURAN, kita akan menuai KEPERCAYAAN. Jika kita menanam KEBAIKAN, kita akan menuai TEMAN. Jika kita menanam KERENDAHAN HATI, kita akan menuai PENGHARGAAN. Jika kita menanam KETEKUNAN, kita akan menuai KEPUASAN. Jika kita menanam PERTIMBANGAN, kita akan menuai CARA PANDANG. Jika kita menanam KERJA KERAS, kita akan menuai KESUKSESAN. Jika kita menanam PENGAMPUNAN, kita akan menuai PEMULIHAN HUBUNGAN. Jadi... Perhatikan BENIH apa yang kita tanam saat ini? Apa yang kita TANAM saat ini, akan menentukan apa yang akan kita TUAI nanti. “Jangan sesat! Allah tidak membiarkan diri-NYA dipermainkan. Karena apa yang ditabur orang, itu juga yang akan dituainya” (Galatia 6:7). God bless you all.

No comments:

Post a Comment