(D)ANGER
(D)Anger Day 23 – Kemarahan yang
Membandel.
Kemarahan yang membandel adalah kemarahan/kejengkelan yang disimpan lama
dalam hati dan menolak untuk rekonsiliasi. Kemarahan yang membandel selalu
mengingat-ingat kesalahan orang lain yang diperbuat terhadapnya. Sebagai orang
percaya, mari kita minta agar Roh Kudus membantu kita untuk belajar
“menyelesaikan masalah, bukan menyerang orangnya.” Bicarakan dengan baik-baik
apa yang menjadi pokok masalahnya... Kolose 3:8, “Tetapi sekarang, buanglah
semuanya ini, yaitu MARAH, geram, kejahatan, fitnah dan kata- kata kotor yang
keluar dari mulutmu.” Ayat 9: “Jangan lagi kamu saling mendustai, karena
kamu telah menanggalkan manusia lama serta kelakuannya.” Ayat 10: “dan
telah mengenakan manusia baru yang terus-menerus diperbaharui untuk memperoleh
pengetahuan yang benar menurut gambar Khaliknya.” Mengenakan “manusia baru”
(contoh perubahan kupu-kupu menjadi kepompong/metamorphosis) bukan
sekedar “berganti”, tetapi mengalami PERUBAHAN yang sama sekali BARU.
Kenakanlah= “menenggelamkan diri” didalam “sesuatu”! Sudahkah kita meninggalkan
manusia lama kita (kemarahan yang membandel)? Dan mengenakan manusia yang baru
yaitu belajar untuk memberikan. Amsal 15:1, “Jawaban yang lemah lembut meredakan
kegeraman, tetapi perkataan yang pedas membangkitkan marah.” Amin.
#BibleMessages
#BuildingABetterYou
#(D)ANGERSeries
Note:
Jangan lewatkan Pembacaan Alkitab kita hari ini:
PL: Kitab 1 Tawarikh 19, 20 dan 21
PB: 2 Korintus 10
#LoveGod
#LovePeople
#LoveTheBlble
#IMLoved
Bp. Sadrak Soewargo – Citraland
PUASA DAN DOA, DALAM SETIAP PERKARA. 2 Tawarikh 20:3,
“Yosafat menjadi takut, lalu mencari Tuhan. Ia menyerukan kepada seluruh Yehuda
supaya berpuasa.” 2 Tawarikh 20:4, “Dan Yehuda berkumpul untuk meminta
pertolongan dari pada TUHAN .Mereka datang dari semua kota di Yehuda untuk
mencari TUHAN.” 2 Tawarikh 20:6, “…Ya TUHAN Allah nenek moyang kami , bukankah
Engkau memerintah atas segenap kerajaan bangsa? Kuasa dan keperkasaan ada
didalam tangan-Mu, sehingga tidak ada orang yang dapat bertahan melawan
Engkau.” 2 Tawarikh 20:15, “Camkanlah, hai seluruh Yehuda dan penduduk
Yerusalem dan tuanku raja Yosafat, beginilah firman TUHAN kepadamu: Janganlah
kamu takut dan terkejut karena laskar yang besar ini, sebab bukan kamu yang
akan berperang melainkah Allah.” Kebiasaan raja Yosafat ketika mengalami suatu
problem dan keraguan-ketakutannya ialah datang kepada Tuhan. Saat bani Moab dan
bani Amon bersama-sama menyerang kerajaannya - dia merasa takut karena musuh begitu
banyak dan besar laskarnya,akan tetapi sebelum melakukan sesuatu dia menghadap
TUHAN dan menyerahkan segalanya diatur oleh Nya. Yosafat mengajak seluruh
rakyatnya untuk berpuasa dan berdoa kepada TUHAN dan akhirnya TUHAN menjawab
doa mereka dengan konfirmasi “Janganlah takut….sebab bukan kamu yang berperang
melainkan Allah”. Puji Tuhan, amin. Betapa dahsyatnya kuasa puasa dan doa. Saat
kita mengalami cobaan, kesulitan dan bahkan ketakutan, mengapa kita tidak
belajar dan meniru Yosafat: Berpuasa, Berdoa dan Berserah total kepada Tuhan.
Karena Tuhan akan ikut campur dan tampil didepan untuk bekerja menyelesaikan
setiap perkara yang mustahil kita bisa lakukan. Mencari TUHAN dalam setiap
perkara itulah yang perlu kita tampilkan sebagai wujud penyembahan kita
kepadaNya. Tuhan Bapa kami yang di surga, dimuliakanlah nama-Mu. Datanglah
kerajaanMu, jadilah kehendakMu di bumi maupun di surga... Engkaulah Tuhan,
Engkaulah Raja di atas segala raja… Ya TUHAN… Amin. Jesus Love You. Bacaan
Alkitab Setahun: Nehemia 11-13. #jesusloveyou #saatteduh #firmantuhan
#renunganharian #puasadandoa #tuhanbapakami
Anda diberkati - Like Page FB #jesusloveyou1006 Anda peduli,
menabur benih – share kepada teman.
Madam Ossy
Selasa, 23 Mei 2017. Bacaan: Kisah Para Rasul 17:22-31.
Setahun: 2 Tawarikh 7-9. Nas: Sebab ketika aku berjalan-jalan di kotamu dan
melihat-lihat barang-barang pujaanmu, aku menjumpai juga sebuah mezbah dengan
tulisan: Kepada Allah yang tidak dikenal. Apa yang kamu sembah tanpa
mengenalnya, itulah yang kuberitakan kepada kamu (Kisah Para Rasul 17:23). Ompu
Mulajadi Nabolon. Jauh sebelum Kekristenan masuk ke tanah Batak, penduduk
setempat sudah mengakui dan percaya adanya kekuatan dan kuasa lain, yang
menguasai alam semesta dan kehidupan manusia. Mereka menyebutnya sebagai “Ompu
Mulajadi Nabolon”. Ketika Kekristenan masuk dan Injil disampaikan, kepercayaan
tersebut menjadi titik awal bagi para pemberita Injil untuk menyampaikan kabar
tentang Allah yang benar di dalam Yesus Kristus. Paulus pernah mendapat ide
untuk mengawali pemberitaan Injil setelah melihat mezbah pemujaan penduduk kota
Atena. Saat ia berjalan-jalan di kota itu, Paulus melihat mezbah bertuliskan:
“Kepada Allah yang tidak dikenal.” Rupanya, dibalik ketekunan mereka beribadah
kepada para dewa, ada sosok yang tidak dikenal sekalipun sosok tersebut
disembah. Penyembahan kepada Allah yang tidak dikenal itu pun menjadi pijakan
awal untuk memberitakan Injil, pertobatan, hari penghakiman, dan kebangkitan
orang mati. Allah pun mengurapi pemberitaan Injil yang Paulus lakukan.
Hasilnya, beberapa laki-laki, seorang perempuan, dan seorang anggota majelis
Areopagus-sebutan untuk tempat pemujaan orang Atena-percaya akan berita yang
Paulus sampaikan. Jika hari ini kita dapat mengenal, menyembah, dan berelasi
dengan Allah di dalam Yesus Kristus, kita patut bersyukur. Kita tidak menyembah
Pribadi yang tidak dikenal, tetapi Pribadi yang sangat dekat. Mari mengenal Dia
lebih dalam dan hidup untuk menyenangkan hati-Nya, sampai kelak kita berjumpa
dengan Dia di surga kekal –GHJ. MENGENAL SANG PENCIPTA ADALAH KEBUTUHAN UTAMA
SETIAP MANUSIA.

No comments:
Post a Comment