Tuesday, 23 May 2017

23 Mei 2017

(D)ANGER






(D)Anger Day 23 – Kemarahan yang Membandel. Kemarahan yang membandel adalah kemarahan/kejengkelan yang disimpan lama dalam hati dan menolak untuk rekonsiliasi. Kemarahan yang membandel selalu mengingat-ingat kesalahan orang lain yang diperbuat terhadapnya. Sebagai orang percaya, mari kita minta agar Roh Kudus membantu kita untuk belajar “menyelesaikan masalah, bukan menyerang orangnya.” Bicarakan dengan baik-baik apa yang menjadi pokok masalahnya... Kolose 3:8, “Tetapi sekarang, buanglah semuanya ini, yaitu MARAH, geram, kejahatan, fitnah dan kata- kata kotor yang keluar dari mulutmu.” Ayat 9: “Jangan lagi kamu saling mendustai, karena kamu telah menanggalkan manusia lama serta kelakuannya.” Ayat 10: “dan telah mengenakan manusia baru yang terus-menerus diperbaharui untuk memperoleh pengetahuan yang benar menurut gambar Khaliknya.” Mengenakan “manusia baru” (contoh perubahan kupu-kupu menjadi kepompong/metamorphosis) bukan sekedar “berganti”, tetapi mengalami PERUBAHAN yang sama sekali BARU. Kenakanlah= “menenggelamkan diri” didalam “sesuatu”! Sudahkah kita meninggalkan manusia lama kita (kemarahan yang membandel)? Dan mengenakan manusia yang baru yaitu belajar untuk memberikan. Amsal 15:1, “Jawaban yang lemah lembut meredakan kegeraman, tetapi perkataan yang pedas membangkitkan marah.” Amin.

#BibleMessages
#BuildingABetterYou
#(D)ANGERSeries

Note:
Jangan lewatkan Pembacaan Alkitab kita hari ini:
PL: Kitab 1 Tawarikh 19, 20 dan 21
PB: 2 Korintus 10
#LoveGod
#LovePeople
#LoveTheBlble
#IMLoved

Bp. Sadrak Soewargo – Citraland
PUASA DAN DOA, DALAM SETIAP PERKARA. 2 Tawarikh 20:3, “Yosafat menjadi takut, lalu mencari Tuhan. Ia menyerukan kepada seluruh Yehuda supaya berpuasa.” 2 Tawarikh 20:4, “Dan Yehuda berkumpul untuk meminta pertolongan dari pada TUHAN .Mereka datang dari semua kota di Yehuda untuk mencari TUHAN.” 2 Tawarikh 20:6, “…Ya TUHAN Allah nenek moyang kami , bukankah Engkau memerintah atas segenap kerajaan bangsa? Kuasa dan keperkasaan ada didalam tangan-Mu, sehingga tidak ada orang yang dapat bertahan melawan Engkau.” 2 Tawarikh 20:15, “Camkanlah, hai seluruh Yehuda dan penduduk Yerusalem dan tuanku raja Yosafat, beginilah firman TUHAN kepadamu: Janganlah kamu takut dan terkejut karena laskar yang besar ini, sebab bukan kamu yang akan berperang melainkah Allah.” Kebiasaan raja Yosafat ketika mengalami suatu problem dan keraguan-ketakutannya ialah datang kepada Tuhan. Saat bani Moab dan bani Amon bersama-sama menyerang kerajaannya - dia merasa takut karena musuh begitu banyak dan besar laskarnya,akan tetapi sebelum melakukan sesuatu dia menghadap TUHAN dan menyerahkan segalanya diatur oleh Nya. Yosafat mengajak seluruh rakyatnya untuk berpuasa dan berdoa kepada TUHAN dan akhirnya TUHAN menjawab doa mereka dengan konfirmasi “Janganlah takut….sebab bukan kamu yang berperang melainkan Allah”. Puji Tuhan, amin. Betapa dahsyatnya kuasa puasa dan doa. Saat kita mengalami cobaan, kesulitan dan bahkan ketakutan, mengapa kita tidak belajar dan meniru Yosafat: Berpuasa, Berdoa dan Berserah total kepada Tuhan. Karena Tuhan akan ikut campur dan tampil didepan untuk bekerja menyelesaikan setiap perkara yang mustahil kita bisa lakukan. Mencari TUHAN dalam setiap perkara itulah yang perlu kita tampilkan sebagai wujud penyembahan kita kepadaNya. Tuhan Bapa kami yang di surga, dimuliakanlah nama-Mu. Datanglah kerajaanMu, jadilah kehendakMu di bumi maupun di surga... Engkaulah Tuhan, Engkaulah Raja di atas segala raja… Ya TUHAN… Amin. Jesus Love You. Bacaan Alkitab Setahun: Nehemia 11-13. #jesusloveyou #saatteduh #firmantuhan #renunganharian #puasadandoa #tuhanbapakami
Anda diberkati - Like Page FB #jesusloveyou1006 Anda peduli, menabur benih – share kepada teman.

Madam Ossy
Selasa, 23 Mei 2017. Bacaan: Kisah Para Rasul 17:22-31. Setahun: 2 Tawarikh 7-9. Nas: Sebab ketika aku berjalan-jalan di kotamu dan melihat-lihat barang-barang pujaanmu, aku menjumpai juga sebuah mezbah dengan tulisan: Kepada Allah yang tidak dikenal. Apa yang kamu sembah tanpa mengenalnya, itulah yang kuberitakan kepada kamu (Kisah Para Rasul 17:23). Ompu Mulajadi Nabolon. Jauh sebelum Kekristenan masuk ke tanah Batak, penduduk setempat sudah mengakui dan percaya adanya kekuatan dan kuasa lain, yang menguasai alam semesta dan kehidupan manusia. Mereka menyebutnya sebagai “Ompu Mulajadi Nabolon”. Ketika Kekristenan masuk dan Injil disampaikan, kepercayaan tersebut menjadi titik awal bagi para pemberita Injil untuk menyampaikan kabar tentang Allah yang benar di dalam Yesus Kristus. Paulus pernah mendapat ide untuk mengawali pemberitaan Injil setelah melihat mezbah pemujaan penduduk kota Atena. Saat ia berjalan-jalan di kota itu, Paulus melihat mezbah bertuliskan: “Kepada Allah yang tidak dikenal.” Rupanya, dibalik ketekunan mereka beribadah kepada para dewa, ada sosok yang tidak dikenal sekalipun sosok tersebut disembah. Penyembahan kepada Allah yang tidak dikenal itu pun menjadi pijakan awal untuk memberitakan Injil, pertobatan, hari penghakiman, dan kebangkitan orang mati. Allah pun mengurapi pemberitaan Injil yang Paulus lakukan. Hasilnya, beberapa laki-laki, seorang perempuan, dan seorang anggota majelis Areopagus-sebutan untuk tempat pemujaan orang Atena-percaya akan berita yang Paulus sampaikan. Jika hari ini kita dapat mengenal, menyembah, dan berelasi dengan Allah di dalam Yesus Kristus, kita patut bersyukur. Kita tidak menyembah Pribadi yang tidak dikenal, tetapi Pribadi yang sangat dekat. Mari mengenal Dia lebih dalam dan hidup untuk menyenangkan hati-Nya, sampai kelak kita berjumpa dengan Dia di surga kekal –GHJ. MENGENAL SANG PENCIPTA ADALAH KEBUTUHAN UTAMA SETIAP MANUSIA.

No comments:

Post a Comment