Monday, 29 May 2017

29 Mei 2017

(D)ANGER






(D)Anger Day 29 – Kemarahan yang Dikuduskan. Apa maksudnya “kemarahan yang dikuduskan”? Kemarahan yang dikuduskan adalah hal yang kita semua butuhkan (kita sebagai Gereja) membutuhkan. Ilustrasi contoh cerita: “One Day with God”/kehidupan yang membutuhkan Kasih/hati seorang Bapa bagi mereka yang tidak pernah merasakan pelukan seorang Bapa/kehilangan figur Bapa dalam kehidupannya, pasti akan sangat terluka dan butuh dipulihkan! Kemarahan karena mengalami hal tersebut membuat Scoty Barnes rindu untuk melakukan apa yang dibutuhkan oleh anak-anak yang tidak pernah mengalami kasih seorang Bapa untuk melakukan 1 hari khusus agar anak-anak dapat berjumpa dengan para orang tua/bapaknya yang ada di dalam penjara (1 Day with God). Jadi kemarahan yang benar itu perlu dipelihara dan disalurkan, seperti halnya cerita Scoty Barnes. Apa yang harus kita lakukan: Miliki hati yang membangun bukan menghancurkan! Kalau kemarahan muncul, pikirkan! Kemarahan ini akan membangun/menghancurkan? KEMARAHAN APA yang ada dalam diri kita? Baca lanjutannya besok... Selasa 30 Mei.

#BibleMessages
#BuildingABetterYou
#(D)ANGERSeries

Note:
Jangan lewatkan Pembacaan Alkitab kita hari ini:
PL: Kitab 2 Tawarikh 7-9
PB: Markus 1:21-45
#LoveGod
#LovePeople
#LoveTheBlble
#IMLoved

GNCC
Pertemanan bisa membuka atau menghalangi masa depan kita. PILIHLAH TEMAN DENGAN BIJAK. Have a great week. #gncc

Madam Ossy
SAAT TEDUH. Senin, 29 Mei 2017. DOSA DAN PERTOBATAN. Bacaan: Yunus 3:6-10. Siapa tahu, mungkin Allah akan berbalik dan menyesal serta berpaling dari murka- Nya yang bernyala-nyala itu, sehingga kita tidak binasa (Yunus 3:9). Dosa dan kecemaran hidup memang membawa nikmat. Itulah sebabnya banyak para pembesar, bahkan orang kebanyakan pun melakukannya. Dosa itu bagai candu yang nikmat, namun menjerat. Dibungkus dengan pesta pora, keceriaan hidup bersama para sosialita, setiap orang mendambakan untuk bisa mencicipinya. Setiap orang yang dikuasai dosa tidak mungkin bisa terlepas dengan usaha dan kesadarannya sendiri.  Bersyukur bahwa TUHAN peduli kepada kemalangan nasib orang berdosa. Ia tak membiarkan seorang pun binasa. Mari kita lihat apa yang TUHAN perbuat terhadap penghuni kota Niniwe. Ia mengutus nabi-Nya untuk menyerukan berita hukuman. Namun ketika raja dan rakyat Niniwe berbalik dari dosanya, memohon belas kasihan-Nya, Allah segera mengampuni dosanya (ay. 10). Rancangan hukuman Allah tak mungkin gagal, kecuali dihentikan oleh pertobatan yang sungguh dari si pendosa, yang segera meraih uluran tangan kasih Allah. Dengan anugerah Allah, setiap orang yang berdosa dimampukan untuk membersihkan hidupnya, dan memulai suatu hidup yang baru bersama Allah, yang membawa sukacita yang sesungguhnya. Itulah yang dialami penduduk kota Niniwe. Adakah sukacita orang yang bertobat itu membawa sukacita kita juga? Seisi surga bersukacita walau hanya satu orang berdosa yang bertobat. Apalagi kita, yang pernah merasakan sukacita besar ketika kita dibebaskan dari jerat dosa, dan diperkenan Allah menjadi rekan sekerja-Nya untuk mewartakan Injil-Nya dan membimbing orang yang berdosa mengalami pertobatan dan menerima hidup baru. DOSA MEMBAWA NIKMAT YANG MENJERAT KE DALAM MAUT, TAPI PENGAMPUNAN ALLAH MEMBAWA KEMERDEKAAN DAN SUKACITA SEJATI. Selamat pagi. Tuhan Yesus memberkati. #LoveTheBible – Bacaan: 2 Tawarikh 7-9 & Markus 1:21-45.

Head Department of AOC
*ANTARA TEORI & PRAKTEK*. Sebuah gereja dengan jumlah jemaatnya +/- 10.000 orang. Waktu Kebaktian Minggu pagi itu, masuklah seorang gelandangan datang ke gereja 30 menit lebih awal sebelum kebaktian dimulai. Selama 30 menit, ia berjalan keliling mencari tempat duduk & berusaha mendekati jemaat yang mulai berdatangan, ttp sayang hanya ada 3 orang yang menyapa: “hello” kepadanya. Ia juga mencoba meminta uang recehan kepada jemaat yang ia temui, tetapi tidak ada seorang pun yang mengulurkan tangannya & memberi uang recehan. Tidak lama setelah itu, ia pun maju ke depan & duduk di kursi paling depan. Ia pun segera diusir oleh para usher & disuruh duduk di barisan belakang. Sambil menuju ke belakang, ia menyapa para jemaat, tetapi banyak mata yang menatapnya dengan pandangan yang sangat merendahkan & menghakiminya. Gelandangan yang berpakaian lusuh itu duduk mengikuti ibadah hingga selesai. Tiba saatnya seorang diaken mengumumkan & memanggil nama gembala sidang yang baru. “Sidang jemaat yang dikasihi TUHAN, tiba saatnya kami akan memanggil & mengumumkan bapak gembala sidang yang baru, yang diberi tugas untuk menggembalakan gereja kita ini. Nama gembala kita yang baru adalah... Ps. JEREMIAH STEEPEK”. Mendengar pengumuman itu jemaat pun berdiri & bertepuk tangan. Tidak lama setelah itu, seorang gelandangan berdiri di deretan bangku belakang & berjalan menuju mimbar. Semua mata terbelalak & kaget. Pdt. JEREMIAH STEEPEK yang tadi menyamar sebagai gelandangan langsung mengambil mikrofon & diam sejenak. Setelah itu, ia mengutip ayat-ayat firman dalam Matius 25:31-46. Dan RAJA itu akan berkata kepada mereka yang di sebelah kanan-NYA: “mari, hai kamu yang diberkati oleh BAPA-KU, terimalah kerajaan yang telah disediakan bagimu sejak dunia dijadikan. Sebab ketika AKU lapar, kamu memberi AKU makan; ketika AKU haus, kamu memberi AKU minum; ketika AKU seorang asing, kamu memberi AKU tumpangan; ketika AKU telanjang, kamu memberi AKU pakaian; ketika AKU sakit, kamu melawat AKU; ketika AKU di dalam penjara, kamu mengunjungi AKU.” Maka orang-orang benar itu akan menjawab DIA, katanya: 'TUHAN, bilamanakah kami melihat ENGKAU lapar dan kami memberi ENGKAU makan, atau haus dan kami memberi ENGKAU minum? bilamanakah kami melihat ENGKAU sebagai orang asing, & kami memberi ENGKAU tumpangan, atau telanjang & kami memberi ENGKAU pakaian? Bilamanakah kami melihat ENGKAU sakit atau dalam penjara & kami mengunjungi ENGKAU?'” Dan RAJA itu akan menjawab mereka: 'AKU berkata kepadamu, sesungguhnya segala sesuatu yang kamu lakukan untuk salah seorang dari saudara-KU yang paling hina ini, kamu telah melakukannya untuk AKU.' Setelah selesai mengucapkan kalimat demi kalimat, ia mulai menceritakan pengalaman yang ia rasakan sebagai gelandangan sepanjang pagi di gereja itu. Isak tangis mulai terdengar, banyak jemaat meneteskan air mata & tidak sedikit yang tertunduk malu. Ia mengakhiri sambutannya dengan berkata, “pagi ini, saya melihat banyak orang berkumpul dalam gereja, tetapi hanya sedikit yang benar-benar murid YESUS. Maukah anda menjadi seorang murid? Bukan sekadar menjadi pengikut?”

Xavier Quentin Pranata
“Ikut-ikutan hal yang baik adalah satu-satunya ikutan-ikutan yang positif.” Xavier Quentin Pranata.

Ibu Caroline – Bandung
WAKTU PENGANGKATAN SUDAH SANGAT-SANGAT DEKAT! Pastikan pelitamu tetap menyala. Kesakian oleh: Astrid Kruytzer. Haleluyah... Benar pengangkatan sudah dekat sekali!!! Hari Senin pagi tanggal 15 Mei 2017 saya juga mendapat mimpi pengangkatan. Dalam mimpi itu, saya sedang berbincang-bincang dengan keluarga besar saya, orang tua dan saudara-saudara saya di ruang tamu. Lalu tiba-tiba ada suara seperti gemuruh dan terompet. Kami semuapun serentak melihat ke jendela. Di awan-awan nampak sinar yang berupa lingkaran cahaya yang luar biasa terang dan ditengah-tengah lingkaran itu saya melihat sosok manusia yang membuka kedua tangannya seperti menyambut. Lalu sayapun lari keluar sambil mulut saya berseru: “Yesus datang, Yesus datang...!!” Dan perlahan-lahan tubuh saya terangkat keatas, terasa ringan sekali. Akan tetapi hanya saya sendiri terangkat. Saya melihat ke bawah. Semua keluarga saya tertinggal. Saya menyaksikan mereka melihat saya terangkat dengan wajah sedih dan kebingungan. Dan saya terus terangkat dan tiba disebuah tempat yang luar biasa indah seperti taman yang dipenuhi bunga-bunga. Tempat itu begitu terang dan dipenuhi awan kemuliaan Tuhan. Lalu saya melihat ke bumi, dimana keluarga saya yang tertinggal bersembunyi dan berpencar karena banyak tentara yang mengejar. Suasana begitu gelap, mencekam. Banyak kehancuran disana sini. Sulit melukiskannya. Saya menangis karena saya tak menyangka keluarga saya tertinggal. Dan saya pun terbangun. Lalu Roh Kudus katakan dihati saya agar beritakan pertobatan kepada keluargaku yang kulihat tertinggal itu. Mimpi ini adalah mimpi saya yang #ketiga_kalinya_ttg #Rapture. Mimpi ini juga menegur saya agar jangan sampai memikirkan keselamatan kita sendiri. Tetapi pastikan agar semua anggota keluarga dan orang-orang yang kita kasihi, sahabat bahkan siapapun yang kita kenal agar mereka juga tahu akan kebenaran tentang kedatangan Tuhan Yesus kedua kali sudah diambang pintu dan kita harus sungguh mempersiapkan diri menyambut kedatanganNya dan layak diangkat kelak. Amen. Pastikan pelita kita tetap menyala!! Salam Maranatha. Tuhan Yesus memberkati. #MithFj

No comments:

Post a Comment