(D)ANGER
(D)Anger... Day 14 – Mengampuni. Roma 12:17, “Janganlah membalas
kejahatan dengan kejahatan; lakukanlah apa yang baik bagi semua orang!”
Ayat 21: “Janganlah kamu kalah terhadap kejahatan, tetapi kalahkanlah
kejahatan dengan kebaikan!” "Orang percaya" akan senantiasa
berusaha melakukan apa yang baik dan benar, Rasul Paulus menjelaskan diayat 17
dan 21: bahwa orang percaya harus menanggapi pertentangan dengan sikap yang
tidak membalas. Pembalasan adalah Hak Tuhan dan IA tidak membutuhkan bantuan
kita. 2 Tesalonika 1:6, “Rasul Paulus juga menjelaskan tentang keadilan
Allah, sebab memang adil bagi Allah untuk membalaskan penindasan kepada mereka
yang menindas kamu.” Masihkah kita mempunyai hati yang mengampuni kepada
orang-orang yang sudah menyakiti kita, menyusahkan bahkan mereka yang sudah
berbuat jahat sekalipun? Tidak mudah untuk tidak membalas semua perbuatan yang
sudah menyakitkan kita, tetapi Firman Tuhan mengajarkan Kolose 3:13, “Sabarlah
kamu seorang terhadap yang lain, dan ampunilah seorang akan yang lain apabila
yang seorang menaruh dendam terhadap yang lain, sama seperti Tuhan telah
mengampuni kamu, kamu perbuat jugalah demikian.” Amin. Hari-hari ini banyak
diantara kita yang ikut merasakan betapa keadilan sangat mahal harganya. Bahkan
diperlakukan dengan sangat tidak adil? Siapa yang bisa membalasnya? Seharusnya
kita MARAH atas semua ketidakadilan yang terjadi, tetapi sekali lagi Firman
Tuhan mengajarkan: “janganlah membalas kejahatan dengan kejahatan;
lakukanlah apa yang baik bagi semua orang!”. Mengampuni... Satu-satunya
cara yang Tuhan minta. Apakah kita masih punya hati untuk mengampuni? Amin.
#BibleMessages
#BuildingABetterYou
#(D)ANGERSeries
Note:
Jangan lewatkan Pembacaan Alkitab kita hari ini:
PL: Kitab 2 Raja-Raja 19, 20, 21
PB: 2 Korintus 1
#LoveGod
#LovePeople
#LoveTheBlble
#IMLoved
#HappySunday
#HappyServingGod
Madam Ossy
SAAT TEDUH. Minggu, 14 Mei 2017. PENDAMPING SEJATI. Bacaan:
2 Timotius 4:9-18. Tetapi Tuhan telah mendampingi aku dan menguatkan aku,
supaya dengan perantaraanku Injil diberitakan dengan sepenuhnya dan semua orang
bukan Yahudi mendengarkannya... (2 Timotius 4:17). Satu ungkapan berbunyi,
“Banyak teman untuk tertawa, namun sedikit teman untuk menangis”. Ini
menunjukkan bahwa di saat kita mengalami kesulitan, hanya sedikit-bahkan
kadang-kadang, tidak ada-orang yang rela mendampingi kita menjalani masa-masa
sulit itu. Karena pemberitaan Injil yang dilakukannya, Paulus mengalami banyak
penderitaan (2Kor. 11:23-33). Surat 2 Timotius ini adalah surat terakhir yang
ditulisnya dari penjara sebelum kematiannya. Saat itu, hanya Lukas yang
menemaninya (ay. 11). Maka ia meminta anak rohaninya, Timotius untuk segera
datang, dengan membawa Markus besertanya (ay. 9, 11). Beberapa rekannya tidak
dapat hadir karena mereka memiliki tanggung jawab mengurus jemaat di kota-kota
yang lain. Demas telah berbalik dari jalan Tuhan dan meninggalkannya (ay. 10).
Pada pengadilannya yang pertama, semua orang bahkan meninggalkannya dan tak
seorang pun membantunya (ay. 16). Namun demikian, tidak ada tanda-tanda bahwa
Paulus mengasihani diri, menyesal atau berputus asa. Ia tetap teguh pada
imannya karena Tuhan sendirilah yang mendampingi dan menguatkannya (ay. 17),
sehingga hatinya tetap berkobar untuk memberitakan Injil. Ia justru mendorong
agar orang-orang percaya mengikuti teladannya, dan tetap setia mengikut dan
melayani Tuhan. Dalam segala situasi, hanya penyertaan Tuhanlah yang menjadi
kekuatan kita. Dan kita bersyukur, bahwa Dia tidak hanya hadir dalam situasi
tertentu, melainkan setiap saat. Sebab hanya Dialah pendamping kita yang
sejati. MENYADARI PENYERTAAN TUHAN MEMBERI KITA KEKUATAN DALAM MENGHADAPI SEGALA
SITUASI, BAHKAN SAAT MENGHADAPI MAUT SEKALIPUN. Selamat pagi. Selamat
beribadah. Selamat melayani. Tuhan Yesus memberkati. #LoveTheBible – Bacaan: 2
Raja-raja 19-21 & 2 Korintus 1.

No comments:
Post a Comment