Sunday, 14 May 2017

14 Mei 2017

(D)ANGER






(D)Anger... Day 14 – Mengampuni. Roma 12:17, “Janganlah membalas kejahatan dengan kejahatan; lakukanlah apa yang baik bagi semua orang!” Ayat 21: “Janganlah kamu kalah terhadap kejahatan, tetapi kalahkanlah kejahatan dengan kebaikan!” "Orang percaya" akan senantiasa berusaha melakukan apa yang baik dan benar, Rasul Paulus menjelaskan diayat 17 dan 21: bahwa orang percaya harus menanggapi pertentangan dengan sikap yang tidak membalas. Pembalasan adalah Hak Tuhan dan IA tidak membutuhkan bantuan kita. 2 Tesalonika 1:6, “Rasul Paulus juga menjelaskan tentang keadilan Allah, sebab memang adil bagi Allah untuk membalaskan penindasan kepada mereka yang menindas kamu.” Masihkah kita mempunyai hati yang mengampuni kepada orang-orang yang sudah menyakiti kita, menyusahkan bahkan mereka yang sudah berbuat jahat sekalipun? Tidak mudah untuk tidak membalas semua perbuatan yang sudah menyakitkan kita, tetapi Firman Tuhan mengajarkan Kolose 3:13, “Sabarlah kamu seorang terhadap yang lain, dan ampunilah seorang akan yang lain apabila yang seorang menaruh dendam terhadap yang lain, sama seperti Tuhan telah mengampuni kamu, kamu perbuat jugalah demikian.” Amin. Hari-hari ini banyak diantara kita yang ikut merasakan betapa keadilan sangat mahal harganya. Bahkan diperlakukan dengan sangat tidak adil? Siapa yang bisa membalasnya? Seharusnya kita MARAH atas semua ketidakadilan yang terjadi, tetapi sekali lagi Firman Tuhan mengajarkan: “janganlah membalas kejahatan dengan kejahatan; lakukanlah apa yang baik bagi semua orang!”. Mengampuni... Satu-satunya cara yang Tuhan minta. Apakah kita masih punya hati untuk mengampuni? Amin.

#BibleMessages
#BuildingABetterYou
#(D)ANGERSeries

Note:
Jangan lewatkan Pembacaan Alkitab kita hari ini:
PL: Kitab 2 Raja-Raja 19, 20, 21
PB: 2 Korintus 1
#LoveGod
#LovePeople
#LoveTheBlble
#IMLoved
#HappySunday
#HappyServingGod

Madam Ossy
SAAT TEDUH. Minggu, 14 Mei 2017. PENDAMPING SEJATI. Bacaan: 2 Timotius 4:9-18. Tetapi Tuhan telah mendampingi aku dan menguatkan aku, supaya dengan perantaraanku Injil diberitakan dengan sepenuhnya dan semua orang bukan Yahudi mendengarkannya... (2 Timotius 4:17). Satu ungkapan berbunyi, “Banyak teman untuk tertawa, namun sedikit teman untuk menangis”. Ini menunjukkan bahwa di saat kita mengalami kesulitan, hanya sedikit-bahkan kadang-kadang, tidak ada-orang yang rela mendampingi kita menjalani masa-masa sulit itu. Karena pemberitaan Injil yang dilakukannya, Paulus mengalami banyak penderitaan (2Kor. 11:23-33). Surat 2 Timotius ini adalah surat terakhir yang ditulisnya dari penjara sebelum kematiannya. Saat itu, hanya Lukas yang menemaninya (ay. 11). Maka ia meminta anak rohaninya, Timotius untuk segera datang, dengan membawa Markus besertanya (ay. 9, 11). Beberapa rekannya tidak dapat hadir karena mereka memiliki tanggung jawab mengurus jemaat di kota-kota yang lain. Demas telah berbalik dari jalan Tuhan dan meninggalkannya (ay. 10). Pada pengadilannya yang pertama, semua orang bahkan meninggalkannya dan tak seorang pun membantunya (ay. 16). Namun demikian, tidak ada tanda-tanda bahwa Paulus mengasihani diri, menyesal atau berputus asa. Ia tetap teguh pada imannya karena Tuhan sendirilah yang mendampingi dan menguatkannya (ay. 17), sehingga hatinya tetap berkobar untuk memberitakan Injil. Ia justru mendorong agar orang-orang percaya mengikuti teladannya, dan tetap setia mengikut dan melayani Tuhan. Dalam segala situasi, hanya penyertaan Tuhanlah yang menjadi kekuatan kita. Dan kita bersyukur, bahwa Dia tidak hanya hadir dalam situasi tertentu, melainkan setiap saat. Sebab hanya Dialah pendamping kita yang sejati. MENYADARI PENYERTAAN TUHAN MEMBERI KITA KEKUATAN DALAM MENGHADAPI SEGALA SITUASI, BAHKAN SAAT MENGHADAPI MAUT SEKALIPUN. Selamat pagi. Selamat beribadah. Selamat melayani. Tuhan Yesus memberkati. #LoveTheBible – Bacaan: 2 Raja-raja 19-21 & 2 Korintus 1.

No comments:

Post a Comment