Saturday, 20 May 2017

20 Mei 2017

(D)ANGER






(D)Anger Day 20 – Tak Pernah Berhenti “Belajar”. Bagi setiap kita orang percaya, “belajar dan terus belajar” dari kesalahan/pengalaman kita adalah hal yang tidak boleh pernah berhenti. Adakah orang lain yang terus mendorong kita agar kita bangkit dari kegagalan/kesalahan kita? Rasul Paulus mendorong Timotius untuk terus bangkit dari semua kegagalan/kesalahan dengan terus berpegang kepada kebenaran firmanNya (2 Timotius 3:14-15). Ayat 14: “Tetapi hendaklah engkau tetap berpegang pada kebenaran yang telah engkau terima dan engkau yakini, dengan selalu mengingat orang yang telah mengajarkannya kepadamu.” Siapa sajakah yang sudah menolong kita untuk bagkit dari kegagalan? Mari selain kita kembali kepada firmanNya, kita juga mau menolong seseorang untuk bangkit dari kegagalan/kesalahannya. Karena kita tidak akan pernah bisa hidup sendiri. Siapa yang sudah menolong kita untuk bangkit dari kesalahan/kegagalan kita? Dan hari ini siapa yang bisa kita tolong? Tuhan beri kami kerinduan untuk menolong seseorang agar bangkit dari kegagalan seperti kami pun sudah ditolong untuk bangkit dari kegagalan dan kesalahan kami. Terima kasih untuk mereka yang sudah menginspirasi kami untuk BELAJAR mengenal-Mu semakin dekat dari semua kegagalan kami. Amin.

#BibleMessages
#BuildingABetterYou
#(D)ANGERSeries

Note:
Jangan lewatkan Pembacaan Alkitab kita hari ini:
PL: Kitab 1 Tawarikh 10, 11 dan 12
PB: 2 Korintus 7
#LoveGod
#LovePeople
#LoveTheBlble
#IMLoved
#HappyWeekend
#HappyWithUrFam

Bp. Anto – Citraland
Seandainya saja bus ini aku cemplungin ke jurang... Seorang sopir bus yang beragama Katholik suatu hari di minta perusahaannya untuk mengantar rombongan mahasiswa muslim IAIN berziarah. Di tengah jalan seorang mahasiswa menyodorkan kaset VCD pengajian untuk diputar di dalam bus. Sopir tadi mengiyakan. Video pun diputar dan ternyata isinya mengolok-olok Yesus yang katanya matinya dipentang udoh... Apa ora kademen?? Seluruh penumpang tertawa dan ikut mengolok-olok. Si sopir hatinya panas... dengan penuh amarah dia berpikir... seandainya saja bus ini aku cemplungin ke jurang semua penumpang yang mengolok-olok itu pasti mati. Tapi tiba-tiba Roh Kudus seperti mengingatkan dia tentang perkataan Yesus di atas salib... Bapa, ampunilah mereka sebab mereka tidak tau apa yang mereka perbuat... Si sopir pun tersenyum... Pada saat makan siang mereka berhenti di pinggir jalan dan membagikan dus nasi. Sepontan si sopir membuat tanda salib... berdoa... lalu makan. Kontan suasana jadi hening... mahasiswa itu saling berpandangan dan berbisik... supire nazaroh... Sesudah acara ziarah selesai ketua rombongan mendekati sang sopir untuk memberikan tips sambil bertanya... Bapak nasrani?? Iya... jawab si sopir. Maaf Pak, apakah Bapak tidak marah akan video pengajian tadi?? Soalnya kami akan marah besar ketika nabi dan agama kami dihina... Sang sopir tersenyum dan berkata... yang kalian olok-olok itu nabiku namanya Tuhan Yesus dan Dia ketika dihina diatas salib berkata ampunilah mereka sebab mereka tidak tahu apa yang mereka perbuat... Sebuah kesempatan mewartakan yang bagus... Masukilah medan pertempuranmu dengan kasih... Jawablah pertanyaan mereka dengan cinta... Sorga tidak butuh Front Pembela Yesus... Justru kitalah yang sering dibelaNya.

Bp. Sadrak Soewargo – Citraland
MENERIMA - MERAWAT DAN MENABUR BENIH. Matius 13:4, “Pada waktu ia menabur, sebagian benih itu jatuh di pinggir jalan, lalu datanglah burung dan memakannya sampai habis.” Matius 13:5, “Sebagian jatuh di tanah yang berbatu-batu, yang tidak banyak tanahnya, lalu benih itu pun segera tumbuh, karena tanahnya tipis. 13:6Tetapi sesudah matahari terbit, layulah ia dan menjadi kering karena tidak berakar.” Matius 13:7, “Sebagian lagi jatuh di tengah semak duri, lalu makin besarlah semak itu dan menghimpitnya sampai mati.” Matius 13:8, “Dan sebagian jatuh di tanah yang baik lalu berbuah: ada yang seratus kali lipat, ada yang enam puluh kali lipat, ada yang tiga puluh kali lipat.” Menabur benih, sebuah kegiatan yang sangat bagus untuk dilakukan karena memiliki makna yang luar biasa. Dari bibit yang kita tabur banyak kemungkinan yang akan terjadi: hilang tak berbekas, mati segera, tumbuh sebentar lalu layu atau tumbuh dengan baik dan menghasilkan buah. Firman Tuhan adalah benih yang Tuhan buat dan setelah kita menerima maka pertumbuhannya tergantung sikap dan iman kita. Bila hati kita menerima dengan keyakinan yang baik dan menerapkannya maka Firman itu akan bertumbuh, berkembang dan menghasilkan buah... Pertumbuhan iman dalam diri kita juga beragam dan seringkali sikap kita tidak kondusif atas Firman yang kita terima pada saat kita merasakan kenikmatan dan keberhasilan dalam hidup. Inilah contoh bahwa benih tidak tumbuh dengan baik!! Menata iman dan hati kita untuk selalu menjadi tempat yang subur atas taburan benih -Firman Tuhan, agar hidup subur dan kita bisa ikut menabur benih itu kepada lingkungan kita dan menghasilkan buah seperti yang Tuhan harapkan dari kita. Tuhan, tugas kami menerima - merawat Firman Mu serta menaburkan kepada lingkungan akan kami lakukan dengan lebih baik. Ini janji kami ya Tuhan. Jesus Love You. Bacaan Alkitab Setahun: Nehemia 1-5. #jesusloveyou #saatteduh #firmantuhan #renunganharian #menaburbenih
Anda diberkati - Like Page FB #jesusloveyou

Madam Ossy
Sabtu, 20 Mei 2017. Bacaan: Bilangan 20:2-13. Setahun: 1 Tawarikh 27-29. Nas: Hendaklah kata-katamu senantiasa penuh kasih, jangan hambar, sehingga kamu tahu, bagaimana kamu harus memberi jawab kepada setiap orang (Kolose 4:6). Bijak Menahan Kata. Pepatah “Lidah lebih tajam daripada pedang” seringkali diartikan bahwa kata-kata kasar disertai amarah yang keluar dari mulut kita dapat menyakiti orang lain dengan sangat dalam. Namun, tidak hanya menyakiti orang lain, kata-kata kasar sebenarnya juga menyakiti diri sendiri dan membawa kerugian. Musa salah satu bukti nyatanya. Suatu kali, bangsa Israel kembali mengeluh kepada Musa karena tidak ada air di padang gurun. Musa dan Harun segera menemui Tuhan, lalu Dia memerintahkan Musa untuk berkata kepada bukit batu di depan bangsa Israel agar terpancar air. Karena Musa mungkin sudah lelah mendengar kata-kata tidak mengenakkan yang keluar dari mulut bangsa Israel, emosi Musa memuncak dan dia mengatakan “Dengarlah kepadaku, hai orang-orang durhaka, apakah kami harus mengeluarkan air bagimu dari bukit batu ini?” (ay. 10). Tidak hanya itu, dengan emosi Musa memukul batu itu sampai dua kali, padahal seharusnya Musa cukup berkata saja maka akan keluar air. Musa mendukakan Tuhan, di dalam kata dan perbuatan. Kita mungkin seringkali mengalami hal yang sama dengan Musa. Ketika emosi memuncak, perkataan dan perbuatan kita tidak terkontrol. Akhirnya kita menyakiti orang lain dan ujung-ujungnya kita sendiri juga ikut terluka. Baiklah kita belajar bijak dalam mengeluarkan kata-kata dari mulut kita. Apabila kita emosi, tahanlah kata-kata kasar yang hendak dikeluarkan. Tenangkan hati. Jangan sampai kita menjadi seperti Musa yang kemudian dihukum Tuhan hingga tidak bisa masuk ke tanah perjanjian (ay. 12). --NBT/Renungan Harian. JIKA TIDAK ADA KATA BAIK YANG BISA KELUAR DARI MULUT KITA, LEBIH BAIK KITA DIAM.

No comments:

Post a Comment