(D)ANGER
(D)Anger Day 20 – Tak Pernah Berhenti
“Belajar”. Bagi
setiap kita orang percaya, “belajar dan terus belajar” dari
kesalahan/pengalaman kita adalah hal yang tidak boleh pernah berhenti. Adakah
orang lain yang terus mendorong kita agar kita bangkit dari kegagalan/kesalahan
kita? Rasul Paulus mendorong Timotius untuk terus bangkit dari semua
kegagalan/kesalahan dengan terus berpegang kepada kebenaran firmanNya (2
Timotius 3:14-15). Ayat 14: “Tetapi hendaklah engkau tetap berpegang pada
kebenaran yang telah engkau terima dan engkau yakini, dengan selalu mengingat
orang yang telah mengajarkannya kepadamu.” Siapa sajakah yang sudah
menolong kita untuk bagkit dari kegagalan? Mari selain kita kembali kepada
firmanNya, kita juga mau menolong seseorang untuk bangkit dari
kegagalan/kesalahannya. Karena kita tidak akan pernah bisa hidup sendiri. Siapa
yang sudah menolong kita untuk bangkit dari kesalahan/kegagalan kita? Dan hari
ini siapa yang bisa kita tolong? Tuhan beri kami kerinduan untuk menolong
seseorang agar bangkit dari kegagalan seperti kami pun sudah ditolong untuk
bangkit dari kegagalan dan kesalahan kami. Terima kasih untuk mereka yang sudah
menginspirasi kami untuk BELAJAR mengenal-Mu semakin dekat dari semua kegagalan
kami. Amin.
#BibleMessages
#BuildingABetterYou
#(D)ANGERSeries
Note:
Jangan lewatkan Pembacaan Alkitab kita hari ini:
PL: Kitab 1 Tawarikh 10, 11 dan 12
PB: 2 Korintus 7
#LoveGod
#LovePeople
#LoveTheBlble
#IMLoved
#HappyWeekend
#HappyWithUrFam
Bp. Anto – Citraland
Seandainya saja bus ini aku cemplungin ke jurang... Seorang
sopir bus yang beragama Katholik suatu hari di minta perusahaannya untuk
mengantar rombongan mahasiswa muslim IAIN berziarah. Di tengah jalan seorang
mahasiswa menyodorkan kaset VCD pengajian untuk diputar di dalam bus. Sopir
tadi mengiyakan. Video pun diputar dan ternyata isinya mengolok-olok Yesus yang
katanya matinya dipentang udoh... Apa ora kademen?? Seluruh penumpang tertawa
dan ikut mengolok-olok. Si sopir hatinya panas... dengan penuh amarah dia
berpikir... seandainya saja bus ini aku cemplungin ke jurang semua penumpang
yang mengolok-olok itu pasti mati. Tapi tiba-tiba Roh Kudus seperti
mengingatkan dia tentang perkataan Yesus di atas salib... Bapa, ampunilah
mereka sebab mereka tidak tau apa yang mereka perbuat... Si sopir pun
tersenyum... Pada saat makan siang mereka berhenti di pinggir jalan dan
membagikan dus nasi. Sepontan si sopir membuat tanda salib... berdoa... lalu
makan. Kontan suasana jadi hening... mahasiswa itu saling berpandangan dan
berbisik... supire nazaroh... Sesudah acara ziarah selesai ketua rombongan
mendekati sang sopir untuk memberikan tips sambil bertanya... Bapak nasrani??
Iya... jawab si sopir. Maaf Pak, apakah Bapak tidak marah akan video pengajian
tadi?? Soalnya kami akan marah besar ketika nabi dan agama kami dihina... Sang
sopir tersenyum dan berkata... yang kalian olok-olok itu nabiku namanya Tuhan
Yesus dan Dia ketika dihina diatas salib berkata ampunilah mereka sebab mereka
tidak tahu apa yang mereka perbuat... Sebuah kesempatan mewartakan yang
bagus... Masukilah medan pertempuranmu dengan kasih... Jawablah pertanyaan
mereka dengan cinta... Sorga tidak butuh Front Pembela Yesus... Justru kitalah
yang sering dibelaNya.
Bp. Sadrak Soewargo – Citraland
MENERIMA - MERAWAT DAN MENABUR BENIH. Matius 13:4, “Pada
waktu ia menabur, sebagian benih itu jatuh di pinggir jalan, lalu datanglah
burung dan memakannya sampai habis.” Matius 13:5, “Sebagian jatuh di tanah yang
berbatu-batu, yang tidak banyak tanahnya, lalu benih itu pun segera tumbuh,
karena tanahnya tipis. 13:6Tetapi sesudah matahari terbit, layulah ia dan
menjadi kering karena tidak berakar.” Matius 13:7, “Sebagian lagi jatuh di
tengah semak duri, lalu makin besarlah semak itu dan menghimpitnya sampai
mati.” Matius 13:8, “Dan sebagian jatuh di tanah yang baik lalu berbuah: ada
yang seratus kali lipat, ada yang enam puluh kali lipat, ada yang tiga puluh
kali lipat.” Menabur benih, sebuah kegiatan yang sangat bagus untuk dilakukan
karena memiliki makna yang luar biasa. Dari bibit yang kita tabur banyak
kemungkinan yang akan terjadi: hilang tak berbekas, mati segera, tumbuh
sebentar lalu layu atau tumbuh dengan baik dan menghasilkan buah. Firman Tuhan
adalah benih yang Tuhan buat dan setelah kita menerima maka pertumbuhannya
tergantung sikap dan iman kita. Bila hati kita menerima dengan keyakinan yang
baik dan menerapkannya maka Firman itu akan bertumbuh, berkembang dan
menghasilkan buah... Pertumbuhan iman dalam diri kita juga beragam dan
seringkali sikap kita tidak kondusif atas Firman yang kita terima pada saat
kita merasakan kenikmatan dan keberhasilan dalam hidup. Inilah contoh bahwa
benih tidak tumbuh dengan baik!! Menata iman dan hati kita untuk selalu menjadi
tempat yang subur atas taburan benih -Firman Tuhan, agar hidup subur dan kita
bisa ikut menabur benih itu kepada lingkungan kita dan menghasilkan buah
seperti yang Tuhan harapkan dari kita. Tuhan, tugas kami menerima - merawat
Firman Mu serta menaburkan kepada lingkungan akan kami lakukan dengan lebih
baik. Ini janji kami ya Tuhan. Jesus Love You. Bacaan Alkitab Setahun: Nehemia
1-5. #jesusloveyou #saatteduh #firmantuhan #renunganharian #menaburbenih
Anda diberkati - Like Page FB #jesusloveyou
Madam Ossy
Sabtu, 20 Mei 2017. Bacaan: Bilangan 20:2-13. Setahun: 1
Tawarikh 27-29. Nas: Hendaklah kata-katamu senantiasa penuh kasih, jangan
hambar, sehingga kamu tahu, bagaimana kamu harus memberi jawab kepada setiap
orang (Kolose 4:6). Bijak Menahan Kata. Pepatah “Lidah lebih tajam daripada
pedang” seringkali diartikan bahwa kata-kata kasar disertai amarah yang keluar
dari mulut kita dapat menyakiti orang lain dengan sangat dalam. Namun, tidak
hanya menyakiti orang lain, kata-kata kasar sebenarnya juga menyakiti diri
sendiri dan membawa kerugian. Musa salah satu bukti nyatanya. Suatu kali,
bangsa Israel kembali mengeluh kepada Musa karena tidak ada air di padang
gurun. Musa dan Harun segera menemui Tuhan, lalu Dia memerintahkan Musa untuk
berkata kepada bukit batu di depan bangsa Israel agar terpancar air. Karena
Musa mungkin sudah lelah mendengar kata-kata tidak mengenakkan yang keluar dari
mulut bangsa Israel, emosi Musa memuncak dan dia mengatakan “Dengarlah
kepadaku, hai orang-orang durhaka, apakah kami harus mengeluarkan air bagimu
dari bukit batu ini?” (ay. 10). Tidak hanya itu, dengan emosi Musa memukul batu
itu sampai dua kali, padahal seharusnya Musa cukup berkata saja maka akan
keluar air. Musa mendukakan Tuhan, di dalam kata dan perbuatan. Kita mungkin
seringkali mengalami hal yang sama dengan Musa. Ketika emosi memuncak,
perkataan dan perbuatan kita tidak terkontrol. Akhirnya kita menyakiti orang
lain dan ujung-ujungnya kita sendiri juga ikut terluka. Baiklah kita belajar
bijak dalam mengeluarkan kata-kata dari mulut kita. Apabila kita emosi,
tahanlah kata-kata kasar yang hendak dikeluarkan. Tenangkan hati. Jangan sampai
kita menjadi seperti Musa yang kemudian dihukum Tuhan hingga tidak bisa masuk
ke tanah perjanjian (ay. 12). --NBT/Renungan Harian. JIKA TIDAK ADA KATA BAIK
YANG BISA KELUAR DARI MULUT KITA, LEBIH BAIK KITA DIAM.

No comments:
Post a Comment