(D)ANGER
(D)ANGER Part 2
Alfa Omega
Church Sunday Service
Preacher:
Ps. Ezra Soetopo
May 14th 2017
MINGGU PERTAMA:
Marah bisa bahaya. Kenyataannya, ANGER is just one letter short of DANGER.
Ada 4 tipe amarah yang terjadi dalam hidup manusia yang
dijelaskan oleh Alkitab yang akan kita pelajari dalam bulan ini. 4 TIPE
KEMARAHAN:
1.
Kemarahan tiba-tiba
2.
Kemarahan yang berdosa
3.
Kemarahan yang membandel
4.
Kemarahan yang dikuduskan
KEMARAHAN YANG
BERDOSA.
Coba pikirkan: Marah itu dosakah? Ada orang yang sedikit
tegas, terus merasa berdosa. Tapi ada orang yang sudah marah-marah gila, merasa
tidak salah. Contoh: Lying – karena
banyak orang berbohong bukan berarti benar. Gossip
– yang kita katakana mungkin benar, tapi tidak harus diceritakan.
Ada akar kemarahan: Sanctified
Anger and Sinful Anger.
Our response to anger that lead
us to do right things or wrong things
(Respon kita terhadap kemarahan mengarahkan kita ke hal yang benar atau
ke hal yang salah)
POINT:
Efesus 4:26-27 Apabila kamu menjadi marah, janganlah kamu berbuat dosa, janganlah
matahari terbenam, sebelum padam amarahmu. Dan janganlah beri kesempatan kepada
iblis.
Kata kesempatan (topos)
– opportunity, control room.
Dalam kemarahan kita, jangan kasih iblis ruang kontrol di
hati kita, di pikiran kita. Saat kamu dikuasai amarah, kamu sedang ijinkan
iblis kendalikan control room dalam
hidupmu.
Contoh: Di PL – 2 saudara bagaimana kemarahan mengarah ke
arah yang salah.
Our response to anger that lead
us to do right things or wrong things
Kain dan Habel.
Sama kasih persembahan ke Tuhan. Kain ditolak, Habel diterima.
KEJADIAN 4:6, 7
Ada 2 cara orang mengekspresikan kemarahan. There
are stewer and spewers.
SPEWERS – Mengekspresikan Kemarahannya. Orang ini ekspresif. Amsal 29:11, “Orang bebal melampiaskan
seluruh amarahnya, tetapi orang bijak akhirnya meredakannya.” SPEWERS punya
ciri: Kita ekspresikan meledak-ledak, kita merasa baik, tapi belum tentu
orang-orang di sekitar merasa lebih baik. Bahkan, besar kerusakan bagi sekitar
kita, lebih dari yang kita bayangkan. Ini dapat melukai, menyakiti orang
sekitar kita.
THE STEWERS –
Memendam (Deep Down). Mazmur 32:3,
“Selama aku berdiam diri, tulang-tulangku menjadi lesu karena aku mengeluh
sepanjang hari.”
Peace Giver not Rage Bringer
Pembawa damai bukan pembawa kemarahan
Ilustrasi:
In Bible – Anger =
Fire (api, obor, lilin, dll). Api tidak selalu buruk. Contoh: Northern
Alaska, butuh api, api esensi hidup mereka, tapi di sisi lain api bisa membakar
rumah. Kemarahan juga seperti “api”, bisa baik bisa sangat amat buruk.
WHAT TO DO? APA YANG KITA LAKUKAN?
1. Sinful
Anger (Kemarahan yang Berdosa)
Amsal
17:14, “Membuka pertengkaran adalah seperti membuka jalan air. Jadi undurlah
sebelum perbantahan dimulai.” Anda punya kemampuan untuk mengontrol sikap
perilaku Anda ketika Anda marah. BE A PEACE GIVER not RAGE BRINGER.
Yakobus
1:19; Yakobus 1:20. SINFUL ANGER = PUT IT OUT (blow candle or whatever).
2. RIGHTEOUS
ANGER (Kemarahan yang Benar) = FLAME
IT (Nyalakan)
Markus
3:4-5
CONCLUSION:
Ada Sanctified Anger
in Sinful Anger. “Our response to anger that lead us to do right things or
wrong things.”
Terhadap Sinful
Anger: PUT IT OUT.
Terhadap RIGHTEOUS
ANGER = FLAME IT.
Jesus
didn’t give us Rage, but Mercy! He is Peace Giver not Rage Bringer
No comments:
Post a Comment