Wednesday, 31 May 2017

(D)ANGER #2

(D)ANGER






(D)ANGER Part 2
Alfa Omega Church Sunday Service
Preacher: Ps. Ezra Soetopo
May 14th 2017


MINGGU PERTAMA: Marah bisa bahaya. Kenyataannya, ANGER is just one letter short of DANGER.

Ada 4 tipe amarah yang terjadi dalam hidup manusia yang dijelaskan oleh Alkitab yang akan kita pelajari dalam bulan ini. 4 TIPE KEMARAHAN:
1.       Kemarahan tiba-tiba
2.       Kemarahan yang berdosa
3.       Kemarahan yang membandel
4.       Kemarahan yang dikuduskan

KEMARAHAN YANG BERDOSA.
Coba pikirkan: Marah itu dosakah? Ada orang yang sedikit tegas, terus merasa berdosa. Tapi ada orang yang sudah marah-marah gila, merasa tidak salah. Contoh: Lying – karena banyak orang berbohong bukan berarti benar. Gossip – yang kita katakana mungkin benar, tapi tidak harus diceritakan.

Ada akar kemarahan: Sanctified Anger and Sinful Anger.

Our response to anger that lead us to do right things or wrong things
(Respon kita terhadap kemarahan mengarahkan kita ke hal yang benar atau ke hal yang salah)

POINT:
Efesus 4:26-27 Apabila kamu menjadi marah, janganlah kamu berbuat dosa, janganlah matahari terbenam, sebelum padam amarahmu. Dan janganlah beri kesempatan kepada iblis.

Kata kesempatan (topos) – opportunity, control room.

Dalam kemarahan kita, jangan kasih iblis ruang kontrol di hati kita, di pikiran kita. Saat kamu dikuasai amarah, kamu sedang ijinkan iblis kendalikan control room dalam hidupmu.

Contoh: Di PL – 2 saudara bagaimana kemarahan mengarah ke arah yang salah.

Our response to anger that lead us to do right things or wrong things

Kain dan Habel. Sama kasih persembahan ke Tuhan. Kain ditolak, Habel diterima.

KEJADIAN 4:6, 7

Ada 2 cara orang mengekspresikan kemarahan. There are stewer and spewers.

SPEWERS – Mengekspresikan Kemarahannya. Orang ini ekspresif. Amsal 29:11, “Orang bebal melampiaskan seluruh amarahnya, tetapi orang bijak akhirnya meredakannya.” SPEWERS punya ciri: Kita ekspresikan meledak-ledak, kita merasa baik, tapi belum tentu orang-orang di sekitar merasa lebih baik. Bahkan, besar kerusakan bagi sekitar kita, lebih dari yang kita bayangkan. Ini dapat melukai, menyakiti orang sekitar kita.

THE STEWERS – Memendam (Deep Down). Mazmur 32:3, “Selama aku berdiam diri, tulang-tulangku menjadi lesu karena aku mengeluh sepanjang hari.”

Peace Giver not Rage Bringer
Pembawa damai bukan pembawa kemarahan

Ilustrasi:
In Bible – Anger = Fire (api, obor, lilin, dll). Api tidak selalu buruk. Contoh: Northern Alaska, butuh api, api esensi hidup mereka, tapi di sisi lain api bisa membakar rumah. Kemarahan juga seperti “api”, bisa baik bisa sangat amat buruk.

WHAT TO DO? APA YANG KITA LAKUKAN?
1.       Sinful Anger (Kemarahan yang Berdosa)
Amsal 17:14, “Membuka pertengkaran adalah seperti membuka jalan air. Jadi undurlah sebelum perbantahan dimulai.” Anda punya kemampuan untuk mengontrol sikap perilaku Anda ketika Anda marah. BE A PEACE GIVER not RAGE BRINGER.
Yakobus 1:19; Yakobus 1:20. SINFUL ANGER = PUT IT OUT (blow candle or whatever).

2.       RIGHTEOUS ANGER (Kemarahan yang Benar) = FLAME IT (Nyalakan)
Markus 3:4-5


CONCLUSION:
Ada Sanctified Anger in Sinful Anger. “Our response to anger that lead us to do right things or wrong things.”

Terhadap Sinful Anger: PUT IT OUT.
Terhadap RIGHTEOUS ANGER = FLAME IT.

Jesus didn’t give us Rage, but Mercy! He is Peace Giver not Rage Bringer

No comments:

Post a Comment