Tuesday, 9 May 2017

9 Mei 2017

(D)ANGER






Tiba-Tiba Marah. Yakobus 1:19-20, 19Hai saudara-saudara yang kukasihi, ingatlah hal ini: setiap orang hendaklah cepat untuk mendengar, tetapi lambat untuk berkata-kata, dan juga LAMBAT UNTUK MARAH; 20sebab AMARAH manusia tidak mengerjakan KEBENARAN di hadapan Allah.” Boleh tidak marah?? Kadang kita bisa berkata: Kok marah-marah sih? Siapa pun kita: setiap waktu bisa saja marah-marah dengan tiba-tiba... Saat bad mood, saat tertekan dalam keluarga, pekerjaan, pelayanan & apapun bisa membuat kita marah-marah dengan tiba-tiba. Kemarahan yang tiba-tiba harus dikontrol, bagaimana caranya? Kita sendirilah yang memegang kendali bukan orang lain. Kitalah pemegang kontrol atas emosi kita bukan orang lain, bukan situasi disekitar kita, juga bukan situasi hidup realita kita. Terima dan akui bahwa kita bisa saja marah-marah dengan tiba-tiba, MINTA pimpinan Roh Kudus agar kita dimampukan untuk mempunyai Penguasaan Diri, karena salah satu Buah-Buah Roh itu adalah Galatia 5:22-23, 22Tetapi buah Roh ialah: kasih, sukacita, damai sejahtera, kesabaran, kemurahan, kebaikan, kesetiaan, 23kelemahlembutan, PENGUASAAN DIRI. Tidak ada hukum yang menentang hal-hal itu.” Amin. Sudahkah kita berbuah? Khususnya buah: Penguasaan Diri?

#BibleMessages
#BuildingABetterYou
#(D)ANGERSeries

Note:
Jangan lewatkan Pembacaan Alkitab kita hari ini:
PL: Kitab 2 Raja-Raja 7, 8, 9
PB: 1 Korintus 14:1-20
#LoveGod
#LovePeople
#LoveTheBlble
#IMLoved

Madam Ossy
SAAT TEDUH. Selasa, 9 Mei 2017. MEMBERI DALAM KESUSAHAN. Bacaan: 2 Korintus 8:1-6. Selagi dicobai dengan berat dalam berbagai penderitaan, sukacita mereka meluap dan meskipun mereka sangat miskin, namun mereka kaya dalam kemurahan (2 Korintus 8:2). Dimulai dari saat usianya menginjak lanjut, yaitu 74 tahun, seorang kakek di China bernama Bai Fang Li menjadi inspirasi bagi banyak orang. Di dalam kesederhanaan hidup sehari-harinya, Bai Fang Li mempunyai hati yang begitu besar bagi sesama. Selama 20 tahun mengayuh becak, uang hasil jerih payahnya diberikan kepada anak-anak yang putus sekolah dan terlantar hari demi harinya. Hingga akhir hayatnya, sudah ratusan anak yang terbantu dengan kedermawanan Bai Fang Li. Kata-katanya yang tidak bisa dilupakan adalah “Tidak apa-apa saya hidup menderita, yang penting anak-anak miskin itu bisa makan dengan layak dan dapat bersekolah. Saya bahagia melakukan semua ini.” Jemaat di Makedonia pada zaman Paulus juga memberikan teladan yang sama seperti kakek Bai Fang Li. Saat itu jemaat Makedonia begitu kesusahan, mereka mengalami pencobaan yang berat dan hidup dalam kemiskinan. Namun karena kemurahan hati mereka, mereka masih mau memberi persembahan yang digunakan untuk membantu jemaat di Yerusalem, bahkan mereka masih bisa merasakan sukacita yang meluap. Dari kedua kisah di atas, kita diingatkan kembali, bahwa permasalahan hidup, cobaan serta kekurangan, seharusnya bukanlah penghalang bagi kita untuk berbagi kasih dengan orang lain. Bahkan, dengan kita bisa berbagi kasih dengan orang lain, di sanalah sukacita akan meluap dalam hati kita. Selamat berbagi kasih dan sukacita dengan orang lain! MESKIPUN SULIT, BIARKANLAH KASIH KARUNIA ALLAH YANG MENDORONG KITA UNTUK BERBAGI DALAM KESUSAHAN! Selamat pagi. Berdoalah senantiasa. Percayalah Mujizat itu nyata! Tuhan Yesus memberkati. #LoveTheBible – Bacaan: 2 Raja-raja 7-9 & 1 Korintus 14:1-20.

No comments:

Post a Comment