(D)ANGER
Tiba-Tiba Marah. Yakobus 1:19-20, “19Hai
saudara-saudara yang kukasihi, ingatlah hal ini: setiap orang hendaklah cepat
untuk mendengar, tetapi lambat untuk berkata-kata, dan juga LAMBAT UNTUK MARAH;
20sebab AMARAH manusia tidak mengerjakan KEBENARAN di hadapan
Allah.” Boleh tidak marah?? Kadang kita bisa berkata: Kok marah-marah sih?
Siapa pun kita: setiap waktu bisa saja marah-marah dengan tiba-tiba... Saat bad
mood, saat tertekan dalam keluarga, pekerjaan, pelayanan & apapun bisa
membuat kita marah-marah dengan tiba-tiba. Kemarahan yang tiba-tiba harus
dikontrol, bagaimana caranya? Kita sendirilah yang memegang kendali bukan orang
lain. Kitalah pemegang kontrol atas emosi kita bukan orang lain, bukan situasi
disekitar kita, juga bukan situasi hidup realita kita. Terima dan akui bahwa
kita bisa saja marah-marah dengan tiba-tiba, MINTA pimpinan Roh Kudus agar kita
dimampukan untuk mempunyai Penguasaan Diri, karena salah satu Buah-Buah Roh itu
adalah Galatia 5:22-23, “22Tetapi buah Roh ialah: kasih,
sukacita, damai sejahtera, kesabaran, kemurahan, kebaikan, kesetiaan, 23kelemahlembutan,
PENGUASAAN DIRI. Tidak ada hukum yang menentang hal-hal itu.” Amin.
Sudahkah kita berbuah? Khususnya buah: Penguasaan Diri?
#BibleMessages
#BuildingABetterYou
#(D)ANGERSeries
Note:
Jangan lewatkan Pembacaan Alkitab kita hari ini:
PL: Kitab 2 Raja-Raja 7, 8, 9
PB: 1 Korintus 14:1-20
#LoveGod
#LovePeople
#LoveTheBlble
#IMLoved
Madam Ossy
SAAT TEDUH. Selasa, 9 Mei 2017. MEMBERI DALAM KESUSAHAN.
Bacaan: 2 Korintus 8:1-6. Selagi dicobai dengan berat dalam berbagai
penderitaan, sukacita mereka meluap dan meskipun mereka sangat miskin, namun
mereka kaya dalam kemurahan (2 Korintus 8:2). Dimulai dari saat usianya
menginjak lanjut, yaitu 74 tahun, seorang kakek di China bernama Bai Fang Li
menjadi inspirasi bagi banyak orang. Di dalam kesederhanaan hidup
sehari-harinya, Bai Fang Li mempunyai hati yang begitu besar bagi sesama.
Selama 20 tahun mengayuh becak, uang hasil jerih payahnya diberikan kepada
anak-anak yang putus sekolah dan terlantar hari demi harinya. Hingga akhir
hayatnya, sudah ratusan anak yang terbantu dengan kedermawanan Bai Fang Li.
Kata-katanya yang tidak bisa dilupakan adalah “Tidak apa-apa saya hidup
menderita, yang penting anak-anak miskin itu bisa makan dengan layak dan dapat
bersekolah. Saya bahagia melakukan semua ini.” Jemaat di Makedonia pada zaman
Paulus juga memberikan teladan yang sama seperti kakek Bai Fang Li. Saat itu
jemaat Makedonia begitu kesusahan, mereka mengalami pencobaan yang berat dan
hidup dalam kemiskinan. Namun karena kemurahan hati mereka, mereka masih mau
memberi persembahan yang digunakan untuk membantu jemaat di Yerusalem, bahkan
mereka masih bisa merasakan sukacita yang meluap. Dari kedua kisah di atas,
kita diingatkan kembali, bahwa permasalahan hidup, cobaan serta kekurangan,
seharusnya bukanlah penghalang bagi kita untuk berbagi kasih dengan orang lain.
Bahkan, dengan kita bisa berbagi kasih dengan orang lain, di sanalah sukacita
akan meluap dalam hati kita. Selamat berbagi kasih dan sukacita dengan orang
lain! MESKIPUN SULIT, BIARKANLAH KASIH KARUNIA ALLAH YANG MENDORONG KITA UNTUK
BERBAGI DALAM KESUSAHAN! Selamat pagi. Berdoalah senantiasa. Percayalah Mujizat
itu nyata! Tuhan Yesus memberkati. #LoveTheBible – Bacaan: 2 Raja-raja 7-9
& 1 Korintus 14:1-20.

No comments:
Post a Comment