(D)ANGER
Kemarahan yang Membandel
(D)ANGER Part 3
Alfa Omega Church Sunday Service
Preacher: Ps. Elisha Soetopo
May 21st 2017
Pernah marah sama orang, jengkel sampai kepikiran beberapa
hari? Nggak hanya itu, mungkin sampai beberapa bulan, masih ingat kesalahannya.
Ini disebut Kemarahan yang Membandel
– yang akan kita bahas hari ini.
Apa sih Kemarahan
yang Membandel itu? Ciri-ciri:
1.
Sudah lebih dari 1-2 hari, kita masih jengkel.
2.
Tiap kali dibahas, hati masih panas atau masih
terganggu, masih jengkel.
3.
Disadari atau tidak mengganggu kehidupan kita.
4.
Lihat orangnya, langsung ingat “kesalahannya”
atau situasi yang pernah terjadi itu.
5.
Perasaan “awas ya, lihat saja suatu hari…”, dst.
Efesus 4:26
“Apabila kamu menjadi marah, janganlah kamu berbuat dosa: Janganlah
matahari terbenam, sebelum padam amarahmu.”
Kalimat “janganlah matahari terbenam, sebelum padam
amarahmu” ini adalah majas atau ungkapan yang terkenal di zaman itu.
Dikaitkan dengan kebiasaan orang Pythagorean
(salah satu kelompok orang GREECE/YUNANI)
– tradisi mereka adalah kalau ada perdebatan dan perbedaan di antara mereka,
apapun yang terjadi, apapun situasinya, mereka harus sudah salaman saat
matahari terbenam.
Nah, hubungannya dengan kita hari ini… Seperti Paulus
menulis untuk gereja di Efesus zaman itu, Paulus juga menulis untuk gereja dan
orang zaman sekarang. “Janganlah matahari terbenam, sebelum padam amarahmu.”
Artinya, marahnya jangan lama-lama!
“Holding on to anger is like
drinking poison and expecting the other person to die”
Memelihara kemarahan itu ibarat meminum racun dan berharap orang lain
yang mati
Kemarahan itu bukan untuk dipelihara dan disimpan. Saat
matahari dan panasnya hari sudah berakhir, baiklah marah kita juga berakhir.
Karena, saat marah itu dipelihara, kemarahan ini bisa memproduksi hal-hal yang
negatif.
®
Saat Anda marah, pikiran jadi negatif.
®
Saat pikiran jadi negatif, kita bisa
merancangkan hal-hal jahat.
®
Saat ini terus dipelihara dan dilanjutkan,
diberi tempat di dalam hati kita, akhirnya yang kita lakukan juga jahat.
®
Belum lagi, itu membuka celah untuk kita bisa
dipecahbelahkan (keluarga dipecah belah, pernikahan dipecah belah, hubungan
antar saudara, kesatuan perusahaan, kesatuan pelayanan, dll)
Mazmur 37:8-9
Remember:
“Holding on to anger is like drinking poison and expecting the other
person to die”
Memelihara kemarahan
itu ibarat meminum racun dan berharap orang lain yang mati
Kita memang tidak bisa meminum racun sendiri. Tapi saat
kita memelihara kemarahan kita, kita seperti minum racun sendiri, tapi menunggu
dan berharap orang lain yang mati. Nggak mungkin. Yang mati ya kita. Yang
digerogoti ya kita, keluarga kita, pekerjaan kita, pelayanan kita. Yang rugi kita.
Matius 5:21-4
Bahkan pelayanan kita, ternyata bisa mubazir kalau kita
lakukan tapi hati masih panas dan lagi ada masalah yang tidak terselesaikan
dengan orang di sekitar kita.
APA YANG HARUS KITA
LAKUKAN?
1. NAIK LEBIH TINGGI DARI PERASAAN ANDA (Rise Up Your Feeling)
Contoh: waktu Anda naik pesawat. Waktu nunggu untuk take
off, kita nggak bisa lihat apa-apa kecuali bangunan bandara atau hanya
rumput-rumput saja. Tapi begitu pesawat naik, ternyata kota itu bukan hanya
tembok bandara dan rumput saja. Ternyata, ada rumah-rumah, ada gedung pencakar
langit yang lebih tinggi dan lebih besar dari bandara yang barusan kita lewati.
There is so much to the city than just
the airport building and gress!
Illust: tangga aluminium. Saat kita berdiri biasa gini,
yang kelihatan ya orang dan kursi. Kelihatannya besar, bisa kita lihat detil,
ter-zoom-in semua. Tapi saat kita naik ke tangga ini, perspektifnya jadi beda.
Oh, ternyata isi ruangan itu bukan hanya orang dan kursi tapi juga banyak hal
lain yang tidak kalah pentingnya. Dalam hidup ini sama. Kalau kita hanya
melihat dan berkutat pada perasaan marah dan jengkel kita, rasa marah dan
jengkel ini kelihatan besar sekali! Tapi perlu kita naik ke tangga emosi kita
dan perhatikan… There is so much more to
life than your little anger!
Think about it.
Analyze your feelings. Worth it nggak dilakukan. Worth it nggak dirasakan,
bisa dapat untung apa untuk situasi ini? Masuk akal nggak? Kalau nggak, dibuang
saja.
Kolose 3:8-10; Amsal
16:32
2. BICARAKAN DENGAN BAIK
“Attack the problem,
not the person” (bereskan masalahnya, bukan menyerang orangnya). Amsal 15:1. Story: anak laki-laki, paku
dan pagar kayu.
3. PAKAILAH KASIH (Wear Love)
Loved people, love
people. Forgiven people, forgive people (orang yang dikasihi akan mengasihi
orang lain. Orang yang diampuni akan mengampuni orang lain).
Kolose 3:12
Karena itu, sebagai orang-orang pilihan Allah yang
dikuduskan dan dikasihiNya, KENAKANLAH belas kasihan, kemurahan, kerendahan
hati, kelemahlembutan, dan kesabaran.
Kenakanlah = enduo
(Greek) = to sink into = menenggelamkan diri di dalam sesuatu.
Kolose 3:13:15
“…Dan di atas semuanya itu: KENAKANLAH (again) kasih…”
Remember:
“Holding on to anger
is like drinking poison and expecting the other person to die”
Memelihara kemarahan itu ibarat meminum racun dan berharap
orang lain yang mati
No comments:
Post a Comment