Monday, 9 May 2016

9 Mei 2016



I AM BLESSED





Mentoring (baca: Yohanes 21:15-17). Ayat 15: Pertanyaan terpenting yang pernah dihadapi Petrus ialah: Apakah ia mempunyai kasih yang mengabdi kepada Tuhan?? Maksudnya, kasih Petrus jangan hanya dari kehendaknya saja namun juga dari HATI. Pertanyaan ini juga penting untuk kita semua (orang percaya), apakah kita semua sudah memiliki kasih pribadi dari HATI kita bagi Yesus?? Ayat 16: Gembalakan domba-domba-Ku. Yesus menggambarkan orang percaya sebagai anak-anak domba yang butuh perawatan, butuh makan firman Tuhan & perlu bimbingan, perlindungan & teguran. Ayat 17: Apakah Engkau mengasihi Aku? Gembalakan domba-dombaKu. Yesus memandang kasih sebagai syarat dasar dari semua pelayanan kita, selain ada kualifikasi lainnya, tetapi kasih akan Kristus-lah yang harus diaplikasikan dengan kasih kepada sesama, karena sangat dibutuhkan oleh “domba-dombaNya” Tuhan! Amin. Bagaimana dengan kita, apakah kita sudah memiliki kasih dari HATI kita? Apakah kita sudah menjadi gembala-gembala bagi domba-dombaNya Tuhan?

Samuel Sianto-Yestoya Ministry
Yes 32:17 – Dimana ada KEBENARAN, disitu akan tumbuh DAMAI SEJAHTERA dan akibat KEBENARAN ialah KETENANGAN dan KETENTERAMAN untuk selama-lamanya! Resep hidup uenakkk! Samuel Sianto(SS)-YESTOYA Ministry.

Xavier Quentin Pranata
“Takut akan Tuhan justru membuat kita berani menghadapi masa depan.” Xavier Quentin Pranata.

Tante Elisabeth – NTT
“Berbahagialah orang-orang yang diam di rumahMu, yang terus menerus memuji-muji Engkau.” Rumah Tuhan adalah tempat yang dipilih oleh Tuhan untuk berdiam di tengah umatNya. “Dan mereka harus membuat tempat kudus bagiKu, supaya Aku akan diam di tengah-tengah mereka” (Keluaran 25:8). Diam di rumah Tuhan, bukan berarti bertempat tinggal/beralamat di rumah ibadah, tapi yang dimaksudkan adalah konsistensi dan kesinambungan. Ketika kita memutuskan percaya kepada Tuhan, maka kita harus menjadikan Dia sebagai Allah dalam hidup kita, dan satu-satunya Tuhan, seluruh hidup kita harus berserah dan terfokus kepadaNya. Rasul Paulus mengambarkannya dalam Roma 11:36, “sebab segala sesuatu adalah dari Dia, dan oleh Dia; bagi Dialah kemuliaan sampai selama-lamanya!” Memuji-muji Tuhan, berbicara tentang ibadah, dengan demikian dapat diartikan, bahwa berbahagialah orang yang menjadikan kehidupannya sebagai ibadah. Ibadah tidak berhenti hanya kepada ritual di tempat ibadah, tetapi ibadah adalah kehidupan itu sendiri... Baca dulu sampai disini. Masih bersambung, Tuhan memberkati! JBU all.

Madam Ossy
SAAT TEDUH. Senin, 9 Mei 2016. Tak Pernah Mati. Ketika rombongan nabi yang dari Yerikho itu melihat dia dari jauh, mereka berkata: “Roh Elia telah hinggap pada Elisa” (2 Raja-Raja 2:15). Kecelakaan mobil merenggut nyawa Lenny Robinson. Pria paruh baya dari Maryland itu dikenal sebagai Batman di kota asalnya. Pasalnya, ia sering melawat dan menghibur anak-anak yang sedang dirawat di rumah sakit dengan mengenakan kostum superhero itu. Sepuluh tahun kebiasaan itu dilakukannya dengan setia. Bagi anak-anak yang pernah dihiburnya, ia tak pernah mati. Selain karena Batman tak pernah mati, juga karena kebaikannya itu terlanjur melekat di hati mereka. Elia dikenal sebagai nabi yang tak pernah mati. Ia diangkat ke surga disaksikan oleh muridnya, Elisa (ay. 11). Orang-orang yang mencarinya tak pernah menemukannya lagi (ay. 17). Dan yang terutama roh dan wibawanya beralih kepada Elisa (ay. 15). Sepeninggal Elia, Elisa benar-benar mewakili ke hadirannya di dunia. Tak pernah matinya Elia terungkap pula dalam sosok Yohanes Pembaptis yang disebutkan berjalan “dalam roh dan kuasa Elia” (Luk 1:17). Pengaruh yang diberikan Elia selama hidupnya amat besar! Kita bukan Elia, bukan pula superhero. Kita bisa dan akan mati. Namun, Tuhan menghendaki kita memberikan pengaruh positif yang membekas dalam hati sesama di seputar kehidupan kita. Kerinduan-Nya ialah kita hidup luhur. Subur. Berbuah dan buah itu tetap (Yoh 15:16) — tetap membekas di hati siapa saja yang pernah mengecap manisnya —PAD. JEJAK KEBAIKAN YANG MEMBEKAS DI HATI AKAN TETAP HIDUP DAN MENJADI SUMBER INSPIRASI. Selamat pagi. Semangat awal minggu. Selamat menempuh UNAS buat anak-anak grade 9. Tuhan Yesus memberkati.

Worship Center Surabaya
Pada masa kini, Kekristenan telah berkembang begitu luas. Mendunia. Menjadi salah satu kepercayaan terbesar di muka bumi. Berbeda dengan 2000 tahun yang lalu dimana masih banyak orang malu & takut mengaku sebagai Kristen, hari ini banyak yang mengaku sebagai murid-murid Kristus, sebagai jemaat atau umat-Nya. Masalahnya kini bukanlah kurangnya pengikut tetapi sungguh-sungguh membedakan manakah pengikut sejati & yang bukan. Salah satu penanda utama seseorang adalah murid Kristus sejati diungkapkan Yesus sendiri: “Jikalau kamu TETAP DALAM FIRMAN-Ku, kamu benar-benar adalah murid-Ku” (Yoh 8:31). Tetap dalam Firman-Nya maksudnya ialah tetap mengikuti ajaran Kristus, taat hidup di dalamnya. Dalam praktek nyata itu berarti: (1) menjadi pelaku-pelaku firman. Murid sejati bukan sekedar penikmat, pemirsa atau pendengar firman yang rajin tetapi dikenali sebagai pelaksana-pelaksana ajaran Tuhan. Makin lama hidupnya makin serupa dengan Tuhannya sebab ajaran Kristus ialah cara hidup Kristus sendiri yang didasarkan pada kebenaran-kebenaran firman yang kekal itu (Mat 4:4,7,10). (2) tahu membedakan mana ajaran Kristus & yang berasal dari sumber-sumber lain (Mat 15:9). Jika kita ingin berada dalam Firman-Nya, penting bagi kita memastikan bahwa yang sedang kita ikuti ialah ajaran yang murni & sejati dari Kristus sendiri. Untuk itulah kita harus benar-benar belajar & memiliki pemahaman yang sehat khususnya atas firman tertulis yang menjadi pagar atau batas-batas kita mengenali kehendak-Nya -mengingat rupa-rupa angin pengajaran baik melalui tafsiran-tafsiran baru maupun pesan-pesan rohani yang diterima secara supranatural (profetik). (3) di atas segalanya, tetap dalam firman berarti harus ada pertumbuhan pengenalan kita akan Tuhan dari waktu ke waktu. Pertanyaan yang selalu sangat penting mengenai hidup rohani kita ialah “sudah berapa banyakkah aku benar-benar mengenal pribadi Tuhan & jalan-jalanNya sehingga aku tahu maksud, rencana, tujuan-Nya dalam hidupku?” Jadi melihat keadaan rohani Anda, adakah Anda sungguh-sungguh murid Kristus hari ini? Salam revival! GBU.

No comments:

Post a Comment