Monday, 2 May 2016

2 Mei 2016



I AM BLESSED




Kasih Tuhan Dinyatakan Melalui Murid Kristus. Yohanes 13:35, “Dengan demikian semua orang akan tahu, bahwa kamu adalah murid-murid-Ku, yaitu jikalau kamu saling mengasihi.” Amin. KASIH itu berasal dari Allah. Dan bila kita saling mengasihi maka kita adalah murid-murid Kristus. Ketika kita mengasihi, kita akan mendapati bahwa diri kita terus-menerus bersandar kepada Kasih Allah (Sumber Kasih itu), teladan kasih yang paling agung. Disaat itulah kita akan memahami kasihNya bahkan memperoleh kekuatan untuk mengasihi sesama kita, sebagaimana Allah telah mengasihi kita. Amin. Bagaimana dengan kita? Apakah kita saling mengasihi sesama kita dengan tulus sehingga semua orang tahu bahwa kita adalah murid Kristus?? Amin.

Tante Elisabeth – NTT
Ya amin! “Supaya mreka tahu bahwa Engkau sajalah yang bernama TUHAN, yang Mahatinggi atas seluruh bumi” (Maz 83:19). Mazmur ini ditulis oleh Asaf untuk menggambarkan salah satu peristiwa yang terjadi di kerajaan Yehuda pada masa pemerintahan Yosafat. Melalui sebuah ancaman yang mengerikan, yaitu musuh-musuh Israel bersatu padu membentuk kekuatan besar untuk menyerang, yaitu seluruh bangsa Edom, Ismael, Moab, orang Hagar, Gebal, Amon, Amalek, Felistea berserta penduduk Tirus dan Asyur (ayat 7, 9). Mereka sudah memiliki rencana untuk membumihaguskan serta memusnakan umat Tuhan (ayat 5, 6). KETAKUTAN dibanding dengan kekuatan militer musuh, maka militer Yehuda tidak ada apa-apanya, karena itulah dikatakan Yosafat ketakutan. “Yosafat menjadi takut, lalu mengambil keputusan untuk mencari Tuhan. Ia menyerukan kepada seluruh Yehuda supaya berpuasa” (2 Tawarikh 20:3). “KETAKUTAN” Yosafat menyadarkan bahwa, tidak ada peluang sedikitpun baginya untuk dapat menyelamatkan diri serbuan musuh. Sebagai orang yang beriman kepada Tuhan, ketika muncul ketakutan, Yosafat mengubahnya menjadi kesadaran bahwa hanya Tuhan yang maha kuasa yang dapat menyelamatkannya. Karena itu Yosafat mengambil keputusan dalam ketakutannya untuk mencari Tuhan dan pertolongan-Nya. Dia menyerukan supaya seluruh Yehuda berpuasa. Asaf menggambarkan doa yang dipanjatkan melalui ayat 14-19. “Ya Allahku, buatlah mereka seperti dedak yang berterbangan, seperti jerami yang ditiup angin! Seperti api yang membakar hutan dan seperti nyala api yang menghanguskan gunung-gunung, kejarlah mereka dengan badaiMu, dan kejutkanlah mereka dengan puting beliungMu, penuhilah mereka dengan kehinaan, supaya mereka mencari namaMu. Engkau sajalah yang bernama Tuhan yang maha tinggi. Diatas seluruh bumi.” Amin. Ya memang Tuhan kita Yesus Kristus yang maha tinggi di atas seluruh bumi. Amin! Selamat pagi, selamat berkarya di dalam Tuhan. JBU all.

Ibu Caroline – Bandung
Sejenak Pagi: THE MIRACLE of ENDORPHIN (antisipasi – kenali – tangani). Dalam kehidupan ini, kita seringkali akan terluka oleh orang lain, kadang-kadang sengaja, kadang-kadang tidak sengaja. Bagaimana kita mengatasi rasa SAKIT HATI, akan menentukan kebahagiaan dalam hidup kita sendiri. Bila kita MEMENDAM rasa sakit hati dalam hidup kita &  terus menyimpannya, ini disebut DENDAM & KEBENCIAN. Jika seseorang menyakiti kita di tahun-tahun yang lalu & kita masih menyimpan dendam, itu akan MERACUNI PIKIRAN & mempengaruhi perjalanan hidup kita sendiri. Untuk kesehatan & kebahagiaan kita sendiri, kita harus belajar untuk MEMAAFKAN & MELEPASKAN 'rasa' sakit dan dendam itu. Jika seseorang sedang marah, panik, cemas, takut, merasa TERTEKAN, maka otaknya mengeluarkan NOR-adrenalin, hormon yang sangat BERACUN. Di antara RACUN ALAMI, hormon ini menempati urutan kedua setelah bisa ular. RACUN INI membuat fisik kita sakit-sakitan, cepat tua & cepat mematikan syaraf. Jika seseorang mampu mengendalikan PIKIRAN & PERASAANNYA sehingga menghadapi segala sesuatu secara POSITIF, maka otak akan mngeluarkan HORMON BETA-endorfin. Hormon KEBAHAGIAAN ini berkhasiat MEMPERKUAT daya tahan tubuh, MENJAGA sel otak tetap muda, MELAWAN penuaan, MENURUNKAN agresivitas, MENINGKATKAN semangat, daya tahan tubuh & kreativitas. Karena itu BERSIKAPLAH POSITIF jika ingin hidup bahagia, sehat & berumur panjang. Sikap positif akan terpancar dari SENYUM kita yang penuh keikhlasan. MAAFKANlah dengan tulus ikhlas ucapan & prilaku orang yang menyakiti hati kita karena itu hanyalah masalah “RASA”, yang seharusnya mampu kita kendalikan. Dikutip dari: The miracle of Endorphin ~Dr Shigeo Haruyama.

Xavier Quentin Pranata
“If we know the power of laughter, we can get rid of ourselves from taking antidepressants, sleeping pills, and tranquilizers.” Xavier Quentin Pranata.

Worship Center Surabaya
Karakter Allah kita tampak dalam salah satu pernyataan-Nya sewaktu mengajar Yeremia bagaimana menerima penglihatan rohani secara supranatural. Yeremia melihat sebatang dahan pohon badam & Tuhan berfirman, “Baik penglihatanmu, sebab Aku siap sedia untuk melaksanakan firman-Ku” (Yer 1:12). Apa yang yang keluar sebagai perkataan dari mulut Tuhan tidak pernah dimaksudkan menjadi sesuatu yang basa basi sifatnya. Yang Mahakudus tidak pernah mengatakan sesuatu yang tidak sama dengan yang dimaksudkan dalam pikiran atau hati-Nya. Pula, Dia berfirman bukan supaya orang lain terkesan atau sekedar terhibur. Bukan pula janji-janji manis atau kata berbunga-bunga untuk memikat hati pendengarnya belaka. Dalam sabda-Nya ada kedaulatan, maksud, kehendak & tujuan-tujuan-Nya untuk melakukan sesuatu sesuaikasih maupun keadilan-Nya di alam semesta. TUHAN ialah pribadi yang perkataan-perkataanNya dapat dipegang, dipercayai, diyakini & yang pasti melakukan apapun yang dikatakan-Nya. Firman-Nya 'ya' & 'amin'. Benar & pasti terjadi. Sekali Dia berjanji pasti akan ditepati. Sekali Dia berfirman, maka tidak mungkin tak dilaksanakan-Nya. Dalam ketepatan yang sempurna, Dia akan melakukan setiap yang dititahkan-Nya. Jangankan berdusta, ceroboh bicara saja, Dia tidak pernah. Itu sebabnya mereka yang mengaku sebagai penerima-penerima & penyampai-penyampai suara Tuhan akan dinilai & diuji apakah mereka menyampaikan perkataan-perkataan yang menampilkan sifat-sifat ilahi ini atau tidak. Dan jika Tuhan siap sedia melaksanakan firman-Nya, kita tidak perlu mempersoalkan bagian & pihak Tuhan mengenai perkataan-perkataanNya atau janji-janjiNya. Kitalah yang sudah seharusnya banyak merenung & mempertanyakan, “sudahkah aku melakukan bagianku, janji-janjiku, ikrar-ikrarku, nazar-nazarku, doa-doa & komitmen-komitmenku di hadapan Tuhan”. Sebab bukankah kita yang sering berjanji di hadapan Yang Mahatahu namun menunda-nundanya, berdalih-dalih, beralasan atau bahkan diam-diam berusaha melupakannya? Jika Allah siap sedia menggenapi firman-Nya, akankah Anda juga siap sedia menggenapi bagian (ketaatan) Anda? Salam revival! GBU.

No comments:

Post a Comment