I AM
BLESSED
Roma 12:1-2, “1Karena
itu, saudara-saudara, demi kemurahan Allah aku menasihatkan kamu, supaya kamu
mempersembahkan tubuhmu sebagai persembahan yang hidup, yang kudus dan yang
berkenan kepada Allah: itu adalah ibadahmu yang sejati. 2Janganlah
kamu menjadi serupa dengan dunia ini, tetapi berubahlah oleh pembaharuan
budimu, sehingga kamu dapat membedakan manakah kehendak Allah: apa yang baik,
yang berkenan kepada Allah dan yang sempurna.” Bagaimana Saudara menjalani
hidup saat ini? Apakah Saudara hidup selayaknya sebagai PERSEMBAHAN yang
HIDUP kepada Allah? Ataukah secara tidak sepantasnya sebagai pribadi yang
mementingkan kemauan sendiri, dengan kekuatan sendiri dan untuk diri sendiri?
Rasul Paulus menjabarkan makna dari persembahan yang hidup dalam ayat 2:
“Janganlah kamu menjadi serupa dengan dunia ini”. Artinya: jangan biarkan
dunia membentuk kita sesuai kemauannya, sebaliknya kita harus berubah oleh
Pembaharuan Budi kita. Pembaharuan Budi: Memandang diri sendiri sesuai cara
pandang Allah. Pembaharuan gaya hidup sebagai BUAH: Tubuh kita sebagai
persembahan yang hidup bagi Allah. Menadi “Persembahan yang Hidup” adalah
satu-satunya Jalan Hidup yang selayaknya bagi seseorang yang telah mati bagi
dosa tetapi hidup bagi Allah dalam Kristus. Amin.
Samuel
Sianto-Yestoya Ministry
Maz 16:8 – aku
senantiasa memandang kepada TUHAN sebab IA berdiri di sebelah kananku, aku
tidak goyah! Pandang YESUS, pasti KUAT, pasti BISA, pasti DIBERKATI! Samuel
Sianto(SS)-YESTOYA Ministry.
Xavier
Quentin Pranata
“Orang yang
selalu jaga citra lama-lama capek juga karena harus terus bersandiwara.” Xavier
Quentin Pranata.
Madam
Ossy
SAAT TEDUH.
Kamis, 12 Mei 2016. Dipimpin Roh Kudus. Ia akan memuliakan Aku, sebab Ia akan
memberitakan kepadamu apa yang diterima-Nya dari Aku (Yohanes 16:14). Tiga
tahun murid-murid berjalan, bekerja, dan bercakap-cakap dengan Yesus. Mereka
percaya kepada-Nya dan mengasihi-Nya. Kemudian pada suatu malam, Yesus
menyampaikan berita yang mengejutkan. Dia akan segera mati. Para murid kecewa
dan tawar hati. Tetapi, Yesus berkata bahwa Dia pergi kepada Bapa dan akan
datang Penolong lain, yang akan tinggal bersama mereka selama-lamanya dan
memberi mereka kuasa untuk bersaksi. Penolong itu sudah datang, yaitu Roh
Kudus. Dia tinggal dan berdiam dalam hati para pengikut-Nya. Hebatnya, Roh Kudus
tinggal bersama mereka selama-lamanya dan ditawarkan kepada setiap pribadi. Roh
Kudus datang untuk bersaksi tentang Kristus, menginsafkan akan dosa, menuntun
pada segala kebenaran, memberikan keberanian, dan hikmat. Melalui kuasa Roh
Kudus, kehidupan Kristus, sifat-sifat-Nya, kuasaNya, dan kekuatan-Nya nyata
melalui kehidupan seseorang. Setiap orang yang dikuasai Roh Kudus tak akan
menjalankan tugasnya dengan kekuatan sendiri atau meniru-niru sifat Kristus.
Hidupnya dipimpin oleh Roh Kudus. Dengan kata lain, Kristus sendiri menyatakan
kehidupan-Nya melalui kehidupan orang itu. Orang yang dipimpin Roh Kudus pasti
hidup mempermuliakan Kristus. Ya, Roh Kudus datang untuk mempermuliakan
Kristus. Bersaksi tentang Dia dan menginsafkan dunia akan dosa serta memberitahukan
penghakiman atas dunia. Roh Kudus akan memakai kita untuk tugas itu, jika kita
mempersilakan Dia memimpin dan menguasai hidup kita —PRB. SEJAK DILAHIRKAN
KEMBALI ORANG KRISTEN TELAH DIDIAMI ROH KUDUS, TETAPI TIDAK SEMUA ORANG KRISTEN
DIKUASAI ROH KUDUS --Bill Bright. Selamat pagi. Selalu bersukacita. Selalu
bersyukur. Tuhan Yesus baik. Tuhan Yesus memberkati.
Sadrakh
Soewargo – Citraland
KENALI ISI
HATI SENDIRI. Isi hati orang ibarat air
sumur yang dalam; tapi bisa ditimba oleh orang yang punya pengertian (Ams
20:5). Amsal ini menggambarkan isi hati orang seperti air sumur yang dalam. Tak
banyak orang yang dapat mengerti isi hati orang lain. Bahkan ada saatnya dia
menjadi bingung & bimbang dengan isi hatinya sendiri. Seperti sumber air
yang keruh, tak lagi jernih dalam melihat segala sesuatu. Ketika kita sedang
tidak mengerti apa yang terjadi di dalam hidup kita, mungkin itulah saat yang
tepat bagi kita untuk berkomunikasi dengan orang yang punya pengertian
kebenaran Firman Tuhan, apakah itu saudara seiman/hamba Tuhan supaya bisa menolong kita untuk mengungkapkan
apa yang ada di dasar hati kita. Sebagai orang Kristen yang mau bertumbuh
rohaninya jadi kuat & diberkati Tuhan sangat membutuhkan orang lain untuk
menolong menasehati kekurangan & kelemahan kita supaya bisa mengenal diri
kita sendiri dengan lebih baik, Tuhan bisa pakai istri/suami/anak-2/saudara
seiman. Tetapi kalau terima nasehat yang rasanya ‘keras‘ jangan mudah marah,
lalu berdebat & berbantah, itu justru bisa tambah merusak rohani kita,
karena sombong & direndahkan Tuhan (Mat 23:12). Tak ada manusia yang bisa
hidup seorang diri. Kita membutuhkan sahabat & kerabat untuk menolong kita
supaya kita bisa makin mengenal kelemahan & kelebihan diri kita sendiri.
Dalam kelemahan kita mau menerima nasehat supaya berubah & menjadi lebih
baik, juga dalam kelebihan kita tetap mau rendah hati, karena kita sadar semua
itu karena anugerahNya (Rom 11:36). Amin. Gbu.

No comments:
Post a Comment