Thursday, 12 May 2016

12 Mei 2016



I AM BLESSED




Roma 12:1-2, 1Karena itu, saudara-saudara, demi kemurahan Allah aku menasihatkan kamu, supaya kamu mempersembahkan tubuhmu sebagai persembahan yang hidup, yang kudus dan yang berkenan kepada Allah: itu adalah ibadahmu yang sejati. 2Janganlah kamu menjadi serupa dengan dunia ini, tetapi berubahlah oleh pembaharuan budimu, sehingga kamu dapat membedakan manakah kehendak Allah: apa yang baik, yang berkenan kepada Allah dan yang sempurna.” Bagaimana Saudara menjalani hidup saat ini? Apakah Saudara hidup selayaknya sebagai PERSEMBAHAN yang HIDUP kepada Allah? Ataukah secara tidak sepantasnya sebagai pribadi yang mementingkan kemauan sendiri, dengan kekuatan sendiri dan untuk diri sendiri? Rasul Paulus menjabarkan makna dari persembahan yang hidup dalam ayat 2: “Janganlah kamu menjadi serupa dengan dunia ini”. Artinya: jangan biarkan dunia membentuk kita sesuai kemauannya, sebaliknya kita harus berubah oleh Pembaharuan Budi kita. Pembaharuan Budi: Memandang diri sendiri sesuai cara pandang Allah. Pembaharuan gaya hidup sebagai BUAH: Tubuh kita sebagai persembahan yang hidup bagi Allah. Menadi “Persembahan yang Hidup” adalah satu-satunya Jalan Hidup yang selayaknya bagi seseorang yang telah mati bagi dosa tetapi hidup bagi Allah dalam Kristus. Amin.

Samuel Sianto-Yestoya Ministry
Maz 16:8 – aku senantiasa memandang kepada TUHAN sebab IA berdiri di sebelah kananku, aku tidak goyah! Pandang YESUS, pasti KUAT, pasti BISA, pasti DIBERKATI! Samuel Sianto(SS)-YESTOYA Ministry.

Xavier Quentin Pranata
“Orang yang selalu jaga citra lama-lama capek juga karena harus terus bersandiwara.” Xavier Quentin Pranata.

Madam Ossy
SAAT TEDUH. Kamis, 12 Mei 2016. Dipimpin Roh Kudus. Ia akan memuliakan Aku, sebab Ia akan memberitakan kepadamu apa yang diterima-Nya dari Aku (Yohanes 16:14). Tiga tahun murid-murid berjalan, bekerja, dan bercakap-cakap dengan Yesus. Mereka percaya kepada-Nya dan mengasihi-Nya. Kemudian pada suatu malam, Yesus menyampaikan berita yang mengejutkan. Dia akan segera mati. Para murid kecewa dan tawar hati. Tetapi, Yesus berkata bahwa Dia pergi kepada Bapa dan akan datang Penolong lain, yang akan tinggal bersama mereka selama-lamanya dan memberi mereka kuasa untuk bersaksi. Penolong itu sudah datang, yaitu Roh Kudus. Dia tinggal dan berdiam dalam hati para pengikut-Nya. Hebatnya, Roh Kudus tinggal bersama mereka selama-lamanya dan ditawarkan kepada setiap pribadi. Roh Kudus datang untuk bersaksi tentang Kristus, menginsafkan akan dosa, menuntun pada segala kebenaran, memberikan keberanian, dan hikmat. Melalui kuasa Roh Kudus, kehidupan Kristus, sifat-sifat-Nya, kuasaNya, dan kekuatan-Nya nyata melalui kehidupan seseorang. Setiap orang yang dikuasai Roh Kudus tak akan menjalankan tugasnya dengan kekuatan sendiri atau meniru-niru sifat Kristus. Hidupnya dipimpin oleh Roh Kudus. Dengan kata lain, Kristus sendiri menyatakan kehidupan-Nya melalui kehidupan orang itu. Orang yang dipimpin Roh Kudus pasti hidup mempermuliakan Kristus. Ya, Roh Kudus datang untuk mempermuliakan Kristus. Bersaksi tentang Dia dan menginsafkan dunia akan dosa serta memberitahukan penghakiman atas dunia. Roh Kudus akan memakai kita untuk tugas itu, jika kita mempersilakan Dia memimpin dan menguasai hidup kita —PRB. SEJAK DILAHIRKAN KEMBALI ORANG KRISTEN TELAH DIDIAMI ROH KUDUS, TETAPI TIDAK SEMUA ORANG KRISTEN DIKUASAI ROH KUDUS --Bill Bright. Selamat pagi. Selalu bersukacita. Selalu bersyukur. Tuhan Yesus baik. Tuhan Yesus memberkati.

Sadrakh Soewargo – Citraland
KENALI ISI HATI  SENDIRI. Isi hati orang ibarat air sumur yang dalam; tapi bisa ditimba oleh orang yang punya pengertian (Ams 20:5). Amsal ini menggambarkan isi hati orang seperti air sumur yang dalam. Tak banyak orang yang dapat mengerti isi hati orang lain. Bahkan ada saatnya dia menjadi bingung & bimbang dengan isi hatinya sendiri. Seperti sumber air yang keruh, tak lagi jernih dalam melihat segala sesuatu. Ketika kita sedang tidak mengerti apa yang terjadi di dalam hidup kita, mungkin itulah saat yang tepat bagi kita untuk berkomunikasi dengan orang yang punya pengertian kebenaran Firman Tuhan, apakah itu saudara seiman/hamba Tuhan  supaya bisa menolong kita untuk mengungkapkan apa yang ada di dasar hati kita. Sebagai orang Kristen yang mau bertumbuh rohaninya jadi kuat & diberkati Tuhan sangat membutuhkan orang lain untuk menolong menasehati kekurangan & kelemahan kita supaya bisa mengenal diri kita sendiri dengan lebih baik, Tuhan bisa pakai istri/suami/anak-2/saudara seiman. Tetapi kalau terima nasehat yang rasanya ‘keras‘ jangan mudah marah, lalu berdebat & berbantah, itu justru bisa tambah merusak rohani kita, karena sombong & direndahkan Tuhan (Mat 23:12). Tak ada manusia yang bisa hidup seorang diri. Kita membutuhkan sahabat & kerabat untuk menolong kita supaya kita bisa makin mengenal kelemahan & kelebihan diri kita sendiri. Dalam kelemahan kita mau menerima nasehat supaya berubah & menjadi lebih baik, juga dalam kelebihan kita tetap mau rendah hati, karena kita sadar semua itu karena anugerahNya (Rom 11:36). Amin. Gbu.


No comments:

Post a Comment