I AM
BLESSED
Yohanes 15:8, “Dalam
hal inilah Bapa-Ku dipermuliakan, yaitu jika kamu berbuah banyak dan dengan
demikian kamu adalah murid-murid-Ku.” Apakah kalau kita tidak berbuah L, kita bukan
murid?? Baca perikop ini “Pokok Anggur yang Benar” dengan lengkap mulai
ayat 1-8 J.
Perumpaan ini mengajarkan tentang 3 kebenaran, yaitu kalau kita:
- Tetap tinggal dalam Kristus maka
- Kristus diam di dalam kita (terus menerus)
- Akibatnya: murid akan berbuah banyak (berhasil)
Sebaliknya bila
kita gagal untuk tetap tinggal di dalam Kristus adalah: ketidakmampuan untuk
“berbuah” (ayat 4 & 5), akibatnya: dibuang dari Kristus dan kebinasaan
(ayat 2a & 6). Bagaimana dengan kita? Apakah kita sudah Taat J? Tetap tinggal
di dalam Kristus & berbuah J
atau sebaliknya? Tinggal diluar Kristus dan...
Samuel
Sianto-Yestoya Ministry
Maz 96:3 –
Ceritakanlah kemuliaan-NYA di antara bangsa-bangsa dan perbuatan-perbuatan-NYA
yang ajaib di antara segala suku bangsa! Alami dulu secara pribadi
keajaiban-NYA, baru saksikan semua yang kita alami bersama YESUS. Ini baru sip!
Samuel Sianto(SS)-YESTOYA Ministry.
Xavier
Quentin Pranata
“Mengampuni
orang lain sama dengan detoks rohani diri sendiri.” Xavier Quentin Pranata.
Madam
Ossy
SAAT TEDUH.
Selasa, 3 Mei 2016. Seperti Jarak Berkilo-kilo. Janganlah menahan kebaikan dari
pada orang-orang yang berhak menerimanya, padahal engkau mampu melakukannya
(Amsal 3:27). Kath tidak boleh ikut duduk di sekeliling meja makan. Tempatnya
berada dekat pintu. Makanan untuk dirinya sudah ditentukan di atas piring. Ia
seorang pembantu rumah tangga yang tidak memiliki sanak saudara. Pada zaman itu
orang miskin memang dibiarkan begitu saja. Sikap tidak peduli terhadap nasib
atau penderitaan orang lain dianggap lumrah. Demikian tulis Max Bauer, seorang
buruh tani Jerman, dalam autobiografinya. Ketidakpedulian semacam itu juga
menimpa Lazarus si miskin. Ia berbaring di dekat pintu rumah seorang yang kaya
(ay. 20). Ia kelaparan, dan ingin sekali menghilangkan laparnya itu dengan
makanan yang jatuh dari meja si orang kaya (ay. 21). Tetapi, tidak ada sedikit
pun makanan yang jatuh. Semuanya tetap berada di atas meja, jauh dari jangkauan
Lazarus. Meskipun seorang pengemis, Lazarus tidak merintih meminta seiris roti
atau setetes air. Ia pasrah mengharapkan kemurahan hati si orang kaya. Namun,
si kaya rupanya tidak peduli. Jarak antara meja dan tempat Lazarus berbaring
seperti berkilo-kilo meter. Dan, Lazarus menanggung sampai mati (ay. 22). Dan,
jarak lalu terbentang sebagai jurang tak terseberangi antara pangkuan Abraham
dan tempat orang kaya itu tersiksa dalam nyala api (ay. 26). Bagaimanakah
dengan hidup kita? Jika kita memiliki kemampuan untuk menolong dan menyantuni
sesama yang miskin dan menderita, apakah kita malah tidak peduli? Apakah kita
memilih membentangkan jarak berkilo-kilo meter jauhnya? —GIE. JIKA KITA
BERSEDIA, MENOLONG ORANG LAIN BUKANLAH SEPERTI MENYEBERANGI JURANG YANG
BERJARAK BERKILO-KILO METER. Selamat pagi. Awali hari dengan doa. Selamat
beraktivitas. Tuhan Yesus memberkati.

No comments:
Post a Comment