Tuesday, 3 May 2016

3 Mei 2016



I AM BLESSED




Yohanes 15:8, “Dalam hal inilah Bapa-Ku dipermuliakan, yaitu jika kamu berbuah banyak dan dengan demikian kamu adalah murid-murid-Ku.” Apakah kalau kita tidak berbuah L, kita bukan murid?? Baca perikop ini “Pokok Anggur yang Benar” dengan lengkap mulai ayat 1-8 J. Perumpaan ini mengajarkan tentang 3 kebenaran, yaitu kalau kita:
  1. Tetap tinggal dalam Kristus maka
  2. Kristus diam di dalam kita (terus menerus)
  3. Akibatnya: murid akan berbuah banyak (berhasil)
Sebaliknya bila kita gagal untuk tetap tinggal di dalam Kristus adalah: ketidakmampuan untuk “berbuah” (ayat 4 & 5), akibatnya: dibuang dari Kristus dan kebinasaan (ayat 2a & 6). Bagaimana dengan kita? Apakah kita sudah Taat J? Tetap tinggal di dalam Kristus & berbuah J atau sebaliknya? Tinggal diluar Kristus dan...

Samuel Sianto-Yestoya Ministry
Maz 96:3 – Ceritakanlah kemuliaan-NYA di antara bangsa-bangsa dan perbuatan-perbuatan-NYA yang ajaib di antara segala suku bangsa! Alami dulu secara pribadi keajaiban-NYA, baru saksikan semua yang kita alami bersama YESUS. Ini baru sip! Samuel Sianto(SS)-YESTOYA Ministry.

Xavier Quentin Pranata
“Mengampuni orang lain sama dengan detoks rohani diri sendiri.” Xavier Quentin Pranata.

Madam Ossy
SAAT TEDUH. Selasa, 3 Mei 2016. Seperti Jarak Berkilo-kilo. Janganlah menahan kebaikan dari pada orang-orang yang berhak menerimanya, padahal engkau mampu melakukannya (Amsal 3:27). Kath tidak boleh ikut duduk di sekeliling meja makan. Tempatnya berada dekat pintu. Makanan untuk dirinya sudah ditentukan di atas piring. Ia seorang pembantu rumah tangga yang tidak memiliki sanak saudara. Pada zaman itu orang miskin memang dibiarkan begitu saja. Sikap tidak peduli terhadap nasib atau penderitaan orang lain dianggap lumrah. Demikian tulis Max Bauer, seorang buruh tani Jerman, dalam autobiografinya. Ketidakpedulian semacam itu juga menimpa Lazarus si miskin. Ia berbaring di dekat pintu rumah seorang yang kaya (ay. 20). Ia kelaparan, dan ingin sekali menghilangkan laparnya itu dengan makanan yang jatuh dari meja si orang kaya (ay. 21). Tetapi, tidak ada sedikit pun makanan yang jatuh. Semuanya tetap berada di atas meja, jauh dari jangkauan Lazarus. Meskipun seorang pengemis, Lazarus tidak merintih meminta seiris roti atau setetes air. Ia pasrah mengharapkan kemurahan hati si orang kaya. Namun, si kaya rupanya tidak peduli. Jarak antara meja dan tempat Lazarus berbaring seperti berkilo-kilo meter. Dan, Lazarus menanggung sampai mati (ay. 22). Dan, jarak lalu terbentang sebagai jurang tak terseberangi antara pangkuan Abraham dan tempat orang kaya itu tersiksa dalam nyala api (ay. 26). Bagaimanakah dengan hidup kita? Jika kita memiliki kemampuan untuk menolong dan menyantuni sesama yang miskin dan menderita, apakah kita malah tidak peduli? Apakah kita memilih membentangkan jarak berkilo-kilo meter jauhnya? —GIE. JIKA KITA BERSEDIA, MENOLONG ORANG LAIN BUKANLAH SEPERTI MENYEBERANGI JURANG YANG BERJARAK BERKILO-KILO METER. Selamat pagi. Awali hari dengan doa. Selamat beraktivitas. Tuhan Yesus memberkati.

No comments:

Post a Comment