Friday, 20 May 2016

20 Mei 2016



I AM BLESSED




Proskuneo Tuhan. Wahyu 14:7, “dan ia berseru dengan suara nyaring: ‘Takutlah akan Allah dan muliakanlah Dia, karena telah tiba saat penghakiman-Nya, dan SEMBAHLAH Dia yang telah menjadikan langit dan bumi dan laut dan semua mata air.‘” Amin. Saat kita menyembah kita sedang menjamah hadirat Tuhan dan saat itu juga: hadirat Tuhan menjamah kehidupan kita (proskuneo). Saat kita menjamah hadirat surga, hadirat surga menjamah kehidupan kita. Keakraban dengan Tuhan terjadi, keintiman dengan Tuhan terjadi, maka lesembuhan bisa terjadi, mukjizat dapat terjadi karena Tuhan sedang terlibat dengan peperangan kita. Sebagai orang percaya di dalam Kristus,kita harus menjadi penyembah yang sejati, penyembah yang sejati adalah orang yang intim dengan Tuhan. Apakah kita memiliki kerinduan untuk bergaul karib dengan Tuhan?? Mari bangun hubungan yang intim dengan Tuhan lewat Pujian dan Penyembahan kita setiap hari J. Amin.

Xavier Quentin Pranata
“Jalan Tuhan memang kadang tidak kita mengerti, tapi hati-Nya selalu peduli.” Xavier Quentin Pranata.

Madam Ossy
SAAT TEDUH. Jumat, 20 Mei 2016. Menghadapi Kesedihan. Dan mereka meratap, menangis dan berpuasa sampai matahari terbenam karena Saul, karena Yonatan, anaknya, karena umat TUHAN dan karena kaum Israel, sebab mereka telah gugur oleh pedang (2 Samuel 1:12). Tubuhnya gemetar dan matanya mulai berair, setelah itu ia menangis dan meratap. Dokter berkata, “Maaf kami tidak berhasil menyelamatkannya, ayah Anda meninggal.” Ya, ayahnya terluka cukup parah dalam kecelakaan dan langsung dilarikan ke rumah sakit. Karena pendarahan hebat di kepala, sang ayah akhirnya meninggal dunia. Saat mengalami kesedihan, ada dua jalan yang bisa seseorang pilih: melarikan diri atau menghadapinya. Minum minuman keras, mengurung diri, tak mau makan, adalah contoh melarikan diri. Firman Tuhan mengajarkan kita untuk menghadapi kesedihan dan mengeluarkannya dari diri kita. Daud sangat sedih mendengar rajanya dan sahabatnya mati di medan perang. Daud tak bisa menyangkal kenyataan yang terjadi saat melihat jejamang dan gelang Saul yang diperlihatkan orang Amalek (ay. 10). Daud menghadapi kesedihannya, yang diikuti seluruh anak buahnya, dengan mengoyakkan pakaiannya, meratap, menangis, dan berpuasa sampai matahari terbenam (ay. 12). Mereka tidak malu mengeluarkan air mata supaya rasa pedih di hati keluar dan mereka mendapat kelegaan. Namun, Daud tidak terus larut dalam duka. Ia bertindak untuk menyelesaikan persoalan dengan menindak tegas perbuatan orang Amalek (ay. 16). Mungkin saat ini kita sedih karena hal-hal tertentu. Jangan lari, hadapilah! Menangislah, merataplah, berpuasalah kalau perlu. Yesus pun pernah menangis. Mengapa kita gengsi meluapkan kesedihan? Hal itu menolong kita untuk tidak terlarut dalam kesedihan dan melanjutkan hidup —RTG. MENANGIS, MERATAP, DAN BERPUASA ADALAH BEBERAPA CARA MENGHADAPI KESEDIHAN Selamat pagi. Tuhan sangat baik. Tuhan Yesus memberkati.

Samuel Sianto-Yestoya Ministry
Maz 37:25-26 – Orang BENAR anak cucunya tidak kekurangan malah tiap hari menaruh belas kasihan dan memberi pinjaman dan menjadi berkat! Jaminan yang pasti. Dahsyat tenan dan sip pol! Samuel Sianto(SS)-YESTOYA Ministry.

No comments:

Post a Comment