I AM
BLESSED
Proskuneo
Tuhan. Wahyu 14:7, “dan ia berseru dengan
suara nyaring: ‘Takutlah akan Allah dan muliakanlah Dia, karena telah tiba saat
penghakiman-Nya, dan SEMBAHLAH Dia yang telah menjadikan langit dan bumi dan
laut dan semua mata air.‘” Amin. Saat kita menyembah kita sedang
menjamah hadirat Tuhan dan saat itu juga: hadirat Tuhan menjamah kehidupan kita
(proskuneo). Saat kita menjamah hadirat surga, hadirat surga menjamah
kehidupan kita. Keakraban dengan Tuhan terjadi, keintiman dengan Tuhan terjadi,
maka lesembuhan bisa terjadi, mukjizat dapat terjadi karena Tuhan sedang
terlibat dengan peperangan kita. Sebagai orang percaya di dalam
Kristus,kita harus menjadi penyembah yang sejati, penyembah yang sejati adalah
orang yang intim dengan Tuhan. Apakah kita memiliki kerinduan untuk
bergaul karib dengan Tuhan?? Mari bangun hubungan yang intim dengan Tuhan lewat
Pujian dan Penyembahan kita setiap hari J. Amin.
Xavier
Quentin Pranata
“Jalan Tuhan
memang kadang tidak kita mengerti, tapi hati-Nya selalu peduli.” Xavier Quentin
Pranata.
Madam
Ossy
SAAT TEDUH.
Jumat, 20 Mei 2016. Menghadapi Kesedihan. Dan mereka meratap, menangis dan
berpuasa sampai matahari terbenam karena Saul, karena Yonatan, anaknya, karena
umat TUHAN dan karena kaum Israel, sebab mereka telah gugur oleh pedang (2
Samuel 1:12). Tubuhnya gemetar dan matanya mulai berair, setelah itu ia
menangis dan meratap. Dokter berkata, “Maaf kami tidak berhasil
menyelamatkannya, ayah Anda meninggal.” Ya, ayahnya terluka cukup parah dalam
kecelakaan dan langsung dilarikan ke rumah sakit. Karena pendarahan hebat di
kepala, sang ayah akhirnya meninggal dunia. Saat mengalami kesedihan, ada dua
jalan yang bisa seseorang pilih: melarikan diri atau menghadapinya. Minum
minuman keras, mengurung diri, tak mau makan, adalah contoh melarikan diri.
Firman Tuhan mengajarkan kita untuk menghadapi kesedihan dan mengeluarkannya
dari diri kita. Daud sangat sedih mendengar rajanya dan sahabatnya mati di
medan perang. Daud tak bisa menyangkal kenyataan yang terjadi saat melihat
jejamang dan gelang Saul yang diperlihatkan orang Amalek (ay. 10). Daud
menghadapi kesedihannya, yang diikuti seluruh anak buahnya, dengan mengoyakkan
pakaiannya, meratap, menangis, dan berpuasa sampai matahari terbenam (ay. 12).
Mereka tidak malu mengeluarkan air mata supaya rasa pedih di hati keluar dan
mereka mendapat kelegaan. Namun, Daud tidak terus larut dalam duka. Ia
bertindak untuk menyelesaikan persoalan dengan menindak tegas perbuatan orang
Amalek (ay. 16). Mungkin saat ini kita sedih karena hal-hal tertentu. Jangan
lari, hadapilah! Menangislah, merataplah, berpuasalah kalau perlu. Yesus pun
pernah menangis. Mengapa kita gengsi meluapkan kesedihan? Hal itu menolong kita
untuk tidak terlarut dalam kesedihan dan melanjutkan hidup —RTG. MENANGIS,
MERATAP, DAN BERPUASA ADALAH BEBERAPA CARA MENGHADAPI KESEDIHAN Selamat pagi.
Tuhan sangat baik. Tuhan Yesus memberkati.
Samuel
Sianto-Yestoya Ministry
Maz 37:25-26 –
Orang BENAR anak cucunya tidak kekurangan malah tiap hari menaruh belas kasihan
dan memberi pinjaman dan menjadi berkat! Jaminan yang pasti. Dahsyat tenan dan
sip pol! Samuel Sianto(SS)-YESTOYA Ministry.

No comments:
Post a Comment