Wednesday, 4 May 2016

4 Mei 2016



I AM BLESSED




Kis 1:1, “Hai Teofilus, dalam bukuku yang pertama aku menulis tentang segala sesuatu yang dikerjakan dan diajarkan Yesus.” Amin. Kitab Kisah Para Rasul, yang ditulis oleh penulis yang sama dengan Injil Lukas menjelaskan tentang segala sesuatu yang DIKERJA-kan dan DIAJAR-kan oleh Tuhan Yesus. Tuhan Yesus adalah TELADAN dan merupakan CONTOH yang real tentang pemimpin yang melayani (mengerjakan terlebih dahulu, baru kemudian DIA mengajarkan). Diproses/ dibentuk/dimuridkan terlebih dahulu  sebelum kita memuridkan orang lain. Ketika kita menjadi pengikut Kristus/murid Kristus, orang-orang mengharapkan kita hidup dengan “standard tetentu”, bertingkah laku dengan sopan & hidup dalam kebenaran seperti yang telah DIAJAR-kan & DILAKUKAN oleh Tuhan Yesus yang tidak sama dengan “orang kebanyakan” J. Apakah hidup kita sudah demikian?? Amin.

Xavier Quentin Pranata
“If you take someone under your wing, God will make you soar!” Xavier Quentin Pranata.

Madam Ossy
SAAT TEDUH. Rabu, 4 Mei 2016. Jangan Simpan Sampah. Tetapi sekarang, buanglah semuanya ini, yaitu marah, geram, kejahatan, fitnah dan kata-kata kotor yang keluar dari mulutmu (Kolose 3:8). Di lingkungan tempat tinggal saya, truk pengangkut sampah tidak datang setiap hari, tetapi dua kali dalam seminggu, setiap Senin dan Kamis. Namun, setiap pagi saya membuang sampah rumah ke tempat sampah besar di depan rumah, sebelum nanti diangkut truk sampah menurut jadwal. Pernah, Lala, putri sulung kami, bertanya, mengapa setiap pagi saya repot-repot membuang sampah itu, padahal truk sampah tidak akan datang mengambilnya. Jawaban saya sederhana: Karena saya tidak nyaman menyimpan sampah di dalam rumah. Tidak ada orang yang nyaman menyimpan sampah di dalam rumah. Namun, bagaimana dengan sampah rohani? Faktanya, banyak orang nyaman-nyaman saja menyimpan sampah rohani dalam hidup mereka. Coba kita tilik cara hidup kita masing-masing. Masihkah kita menyimpan sampah rohani? Segala sesuatu yang duniawi, yaitu percabulan, kenajisan, hawa nafsu, nafsu jahat, dan juga keserakahan dalam diri kita (ay. 5)? Masihkah kita menyimpan kemarahan, geram, kejahatan, fitnah dan segala perkataan kotor yang keluar dari mulut kita (ay. 8)? Memang bukan perkara mudah untuk menjaga hidup kita bersih dari sampah rohani. Namun, kita telah menanggalkan manusia lama serta kelakuannya. Kita telah mengenakan manusia baru yang terus-menerus diperbaharui (ay. 9-10). Sebagai orang pilihan Allah yang dikuduskan dan dikasihi-Nya, baiklah kita membuang sampah rohani itu, lalu mengenakan segala kebajikan (ay. 12-17). Memang bukan perkara mudah, tapi kita pasti dimampukan jika kita mengandalkan Roh Kudus —OKS. JAGALAH KEBERSIHAN, BAIK SECARA JASMANI MAUPUN ROHANI. Selamat pagi. Selamat menikmati berkat Tuhan hari ini. Tuhan Yesus menyertai selalu.

Worship Center Surabaya
“Sampai berapa kalikah aku berbuat dosa & Tuhan masih mengampuni aku?” merupakan salah satu pertanyaan yang masih selalu menggelisahkan hati anak-anak Tuhan. Sebelum menjawabnya, mari merenung sejenak. Jika kita mau jujur, sesungguhnya kita masih jatuh dalam dosa jauh lebih banyak daripada yang kita sadari. Bahkan setelah kita menerima Kristus sebagai Juruselamat & Tuhan. Ada dosa yang kita sebut dosa besar atau yang kecil. Ada dosa yang kita benar-benar sadari; ada yang tak kita sadari. Ada dosa yang disengaja, ada yang karena lalai melakukannya. Pelanggaran juga kita lakukan di hampir semua aspek hidup kita: perbuatan, perkataan, pikiran bahkan hati kita (yang banyak kali menginginkan & mengangankan dunia, melupakan Tuhan & bersikap semau kita sendiri). Lebih lanjut, ketika kita merasa telah cukup benar & saleh, bisa jadi tanpa kita sadari kita telah jatuh dalam dosa kesombongan yang sangat dibenci Tuhan. Kita berdosa jauh lebih banyak dari yang bisa kita ingat atau pikirkan setiap harinya! Tiap hari kita masih mendukakan Tuhan dipandang dari ukuran kekudusan-Nya yang sempurna. Sesungguhnya, kita bukanlah orang suci yang satu dua kali saja berbuat salah. Kita orang-orang berdosa, yang memerlukan pengudusan dari Tuhan & mendisiplin hidup kita supaya makin sedikit berbuat dosa hari ke hari. Jika banyak kesalahan kita di hadapan Tuhan, bukankah kita memerlukan pengampunan-Nya secara limpah setiap waktu? Mengetahui bahwa tiada mungkin korban ternak dapat menebus setiap masing-masing kesalahannya, Daud yang menerima penyingkapan ilahi berkata, “...sekiranya kupersembahkan korban bakaran, Engkau tidak menyukainya. Korban sembelihan kepada Allah ialah jiwa yang hancur; hati yang patah dan remuk tidak akan Kaupandang hina, ya Allah” (Maz 51:18-19). Saat tiap-tiap hari kita melepaskan kesombongan diri lalu membawa hati yang hancur di hadapan Tuhan, maka Dia setia & adil. Darah Anak Domba Allah akan menyucikan kita dari dosa. Sudahkah Anda datang sedemikian di hadapan-Nya hari ini demi pengampunan Anda? Salam revival! GBU.

No comments:

Post a Comment