I AM
BLESSED
Kis 1:1, “Hai
Teofilus, dalam bukuku yang pertama aku menulis tentang segala sesuatu yang
dikerjakan dan diajarkan Yesus.” Amin. Kitab Kisah Para Rasul, yang ditulis
oleh penulis yang sama dengan Injil Lukas menjelaskan tentang segala sesuatu
yang DIKERJA-kan dan DIAJAR-kan oleh Tuhan Yesus. Tuhan Yesus adalah TELADAN
dan merupakan CONTOH yang real tentang pemimpin yang melayani (mengerjakan
terlebih dahulu, baru kemudian DIA mengajarkan). Diproses/ dibentuk/dimuridkan
terlebih dahulu sebelum kita memuridkan
orang lain. Ketika kita menjadi pengikut Kristus/murid Kristus, orang-orang
mengharapkan kita hidup dengan “standard tetentu”, bertingkah laku dengan sopan
& hidup dalam kebenaran seperti yang telah DIAJAR-kan & DILAKUKAN oleh
Tuhan Yesus yang tidak sama dengan “orang kebanyakan” J. Apakah hidup kita sudah demikian??
Amin.
Xavier
Quentin Pranata
“If you take
someone under your wing, God will make you soar!” Xavier Quentin Pranata.
Madam
Ossy
SAAT TEDUH.
Rabu, 4 Mei 2016. Jangan Simpan Sampah. Tetapi sekarang, buanglah semuanya ini,
yaitu marah, geram, kejahatan, fitnah dan kata-kata kotor yang keluar dari
mulutmu (Kolose 3:8). Di lingkungan tempat tinggal saya, truk pengangkut sampah
tidak datang setiap hari, tetapi dua kali dalam seminggu, setiap Senin dan
Kamis. Namun, setiap pagi saya membuang sampah rumah ke tempat sampah besar di
depan rumah, sebelum nanti diangkut truk sampah menurut jadwal. Pernah, Lala,
putri sulung kami, bertanya, mengapa setiap pagi saya repot-repot membuang
sampah itu, padahal truk sampah tidak akan datang mengambilnya. Jawaban saya
sederhana: Karena saya tidak nyaman menyimpan sampah di dalam rumah. Tidak ada
orang yang nyaman menyimpan sampah di dalam rumah. Namun, bagaimana dengan
sampah rohani? Faktanya, banyak orang nyaman-nyaman saja menyimpan sampah
rohani dalam hidup mereka. Coba kita tilik cara hidup kita masing-masing.
Masihkah kita menyimpan sampah rohani? Segala sesuatu yang duniawi, yaitu
percabulan, kenajisan, hawa nafsu, nafsu jahat, dan juga keserakahan dalam diri
kita (ay. 5)? Masihkah kita menyimpan kemarahan, geram, kejahatan, fitnah dan
segala perkataan kotor yang keluar dari mulut kita (ay. 8)? Memang bukan
perkara mudah untuk menjaga hidup kita bersih dari sampah rohani. Namun, kita
telah menanggalkan manusia lama serta kelakuannya. Kita telah mengenakan
manusia baru yang terus-menerus diperbaharui (ay. 9-10). Sebagai orang pilihan
Allah yang dikuduskan dan dikasihi-Nya, baiklah kita membuang sampah rohani
itu, lalu mengenakan segala kebajikan (ay. 12-17). Memang bukan perkara mudah, tapi
kita pasti dimampukan jika kita mengandalkan Roh Kudus —OKS. JAGALAH
KEBERSIHAN, BAIK SECARA JASMANI MAUPUN ROHANI. Selamat pagi. Selamat menikmati
berkat Tuhan hari ini. Tuhan Yesus menyertai selalu.
Worship
Center Surabaya
“Sampai berapa
kalikah aku berbuat dosa & Tuhan masih mengampuni aku?” merupakan salah
satu pertanyaan yang masih selalu menggelisahkan hati anak-anak Tuhan. Sebelum
menjawabnya, mari merenung sejenak. Jika kita mau jujur, sesungguhnya kita
masih jatuh dalam dosa jauh lebih banyak daripada yang kita sadari. Bahkan
setelah kita menerima Kristus sebagai Juruselamat & Tuhan. Ada dosa yang
kita sebut dosa besar atau yang kecil. Ada dosa yang kita benar-benar sadari;
ada yang tak kita sadari. Ada dosa yang disengaja, ada yang karena lalai
melakukannya. Pelanggaran juga kita lakukan di hampir semua aspek hidup kita:
perbuatan, perkataan, pikiran bahkan hati kita (yang banyak kali menginginkan
& mengangankan dunia, melupakan Tuhan & bersikap semau kita sendiri).
Lebih lanjut, ketika kita merasa telah cukup benar & saleh, bisa jadi tanpa
kita sadari kita telah jatuh dalam dosa kesombongan yang sangat dibenci Tuhan.
Kita berdosa jauh lebih banyak dari yang bisa kita ingat atau pikirkan setiap
harinya! Tiap hari kita masih mendukakan Tuhan dipandang dari ukuran
kekudusan-Nya yang sempurna. Sesungguhnya, kita bukanlah orang suci yang satu
dua kali saja berbuat salah. Kita orang-orang berdosa, yang memerlukan
pengudusan dari Tuhan & mendisiplin hidup kita supaya makin sedikit berbuat
dosa hari ke hari. Jika banyak kesalahan kita di hadapan Tuhan, bukankah kita
memerlukan pengampunan-Nya secara limpah setiap waktu? Mengetahui bahwa tiada
mungkin korban ternak dapat menebus setiap masing-masing kesalahannya, Daud
yang menerima penyingkapan ilahi berkata, “...sekiranya kupersembahkan korban
bakaran, Engkau tidak menyukainya. Korban sembelihan kepada Allah ialah jiwa
yang hancur; hati yang patah dan remuk tidak akan Kaupandang hina, ya Allah”
(Maz 51:18-19). Saat tiap-tiap hari kita melepaskan kesombongan diri lalu
membawa hati yang hancur di hadapan Tuhan, maka Dia setia & adil. Darah
Anak Domba Allah akan menyucikan kita dari dosa. Sudahkah Anda datang
sedemikian di hadapan-Nya hari ini demi pengampunan Anda? Salam revival! GBU.

No comments:
Post a Comment