Sunday, 22 May 2016

22 Mei 2016



I AM BLESSED





Wahyu 5:13-14, 13Dan aku mendengar semua makhluk yang di sorga dan yang di bumi dan yang di bawah bumi dan yang di laut dan semua yang ada di dalamnya, berkata: ‘Bagi Dia yang duduk di atas takhta dan bagi Anak Domba, adalah puji-pujian dan hormat dan kemuliaan dan kuasa sampai selama-lamanya!‘ 14Dan keempat makhluk itu berkata: ‘Amin‘. Dan tua-tua itu jatuh tersungkur dan menyembah.” Hanya DIA, Tuhan yang layak diSEMBAH, melalui sikap hati yang benar, kita belajar menyembah dengan sepenuh hati, sepenuh jiwa & roh kita. Datang pada Tuhan dengan sikap hati bersyukur, menyembah & memuliakan DIA, karena hanya DIA satu-satunya yang layak ditinggikan, dipuji dan disembah. Amin.

Samuel Sianto-Yestoya Ministry
Maz 40:6 – Banyaklah bahkan terlalu banyak yang telah KAU buat dalam hidupku dan tidak ada ALLAH seperti ENGKAU! Alami, saksikan dan bersyukurlah... YESUSku sangat BAIK. Selamat ibadah dan melayani! Samuel Sianto(SS)-YESTOYA Ministry.

Xavier Quentin Pranata
“Seorang pemimpin yang baik tahu kapan saatnya untuk mundur dan mendorong penggantinya untuk meluncur.” Xavier Quentin Pranata.

Madam Ossy
SAAT TEDUH. Minggu, 22 Mei 2016. Pentakosta. Sebab bagi kamulah janji itu dan bagi anak-anakmu dan bagi orang yang masih jauh, yaitu sebanyak yang akan dipanggil oleh Tuhan Allah kita (Kisah Para Rasul 2:39). Bagi kebanyakan anak kecil, tampaknya hari Pentakosta kurang begitu berkesan jika dibandingkan Paskah, apalagi Natal. Mungkin karena mereka cenderung mengidentifikasikan pentingnya suatu peristiwa dengan kemeriahan dalam merayakannya. Dan memang biasanya Natal diwarnai dengan kehebohan latihan drama dan paduan suara, adapun Paskah dengan keasyikan menghias telur, sedangkan Pentakosta di peringati secara lebih syahdu dalam ibadah doa. Bagi kita yang sudah dewasa dan bisa mencermati, Pentakosta kala itu adalah suatu peristiwa yang menghebohkan Yerusalem. Kerumunan orang banyak takjub mendengar para rasul, yang semuanya orang Galilea namun dapat bersaksi mengenai Yesus dalam berbagai bahasa. Bahkan pasca-Pentakosta, 3.000 jiwa menjadi percaya serta memberi dirinya dibaptis. Inilah momen lahirnya jemaat pertama. Pentakosta adalah peristiwa yang dahsyat! Terlepas dari bagaimana bentuk perayaan Pentakosta di gereja kita masing-masing, alangkah baik kalau kita memanfaatkan Pentakosta tahun ini untuk bersehati berdoa memohon agar Yesus menyatakan kuasa Roh Kudus-Nya melalui kita, Gereja Tuhan pada akhir zaman ini, lebih hebat lagi dari tahun-tahun sebelumnya. Agar kita, yang menerima janji itu (ay. 39), siap menyambut kedatangan-Nya. Seperti dikatakan dalam sebuah lagu: ”Waktu G’reja bangkit di akhir zaman, s’mua orang kudus penuh kuasa-Nya... ‘kumau di sana!” Bukankah kita rindu berada di sana? —SYO. HARI PENTAKOSTA MENGINGATKAN GEREJA AKAN PANGGILAN UNTUK MENYATAKAN KUASA TUHAN SAMPAI BUMI PENUH KEMULIAAN-NYA. Selamat pagi. Selamat beribadah dan melayani. Tuhan Yesus memberkati.

Worship Center Surabaya
Orang-orang yang mengasihi Tuhan di dasar hati mereka, tidak dapat tidak akan menyatakan kasih mereka itu dalam perbuatan-perbuatan, pengorbanan-pengorbanan & cara hidup mereka sehari-hari; suatu kehidupan yang taat & berkomitmen pada kebenaran-kebenaran firman Tuhan & hukum-hukum Kerajaan Sorga. Sebab mungkinkah seseorang mengaku dengan mulutnya bahwa hatinya mengasihi namun tidak ada yang nampak dalam perbuatan-perbuatan yang menunjukkan kasih itu? Hidup yang seturut dengan perintah-perintah Tuhan bahkan diserahkan untuk taat sepenuhnya pada kehendak Tuhan oleh karena kasih kepada Tuhan (bukan alasan atau motif-motof lainnya) ialah suatu ibadah sejati. Inilah “Ibadah Hidup”. Suatu cara hidup yang menyembah pada Tuhan melalui ketundukan akan otoritas Kristus & ajaran-ajaranNya dalam hidup sehari-hari. Ibadah ini yang disebut oleh rasul Paulus dalam Roma 12:2 sebagai “tidak menjadi serupa dengan dunia tetapi berubah dalam pembaruan pikiran (yaitu terutama memikirkan perkara-perkara yang di atas bukan yang di bumi)”. Yang juga disinggung oleh rasul Yakobus sebagai ibadah yang murni & tak bercacat di hadapan Allah, Bapa kita (Yak 1:27). Suatu cara hidup yang penuh kasih & kudus di hadapan Tuhan. Ibadah melalui hidup sehari-hari menjadi ukuran yang kedua setelah ibadah dari hati kita. Artinya, perbuatan-perbuatan hidup kita dinilai setelah ada kasih yang nyata di dalam hati kita pada Tuhan. Sebab jika dinilai dari apa yang tampak dari luar saja, banyak orang yang tampaknya mengasihi, tampaknya saleh, tampaknya berbuat baik, tampak beribadah, tampak sebagai penyembah sejati atau tampak sebagai hamba-hamba Tuhan -yang sayangnya belum tentu demikian. Tampilan-tampilan dalam jangka waktu atau acara tertentu kerap menampilkan suatu citra yang baik. Kenyataannya belum tentu demikian. Sebab tidak semua orang tulus hatinya. Ibadah hidup bernilai di pemandangan Tuhan saat hati kita tulus (dengan pertolongan Roh Kudus) tanpa pamrih, tanpa syarat & tanpa mencari keuntungan pribadi mengasihi Tuhan & sesama manusia dalam ketaatan & perbuatan-perbuatan kasih. Demikiankah ibadah Anda? Salam revival! GBU.

No comments:

Post a Comment