I AM
BLESSED
Wahyu 5:13-14, “13Dan
aku mendengar semua makhluk yang di sorga dan yang di bumi dan yang di bawah
bumi dan yang di laut dan semua yang ada di dalamnya, berkata: ‘Bagi Dia yang
duduk di atas takhta dan bagi Anak Domba, adalah puji-pujian dan hormat dan
kemuliaan dan kuasa sampai selama-lamanya!‘ 14Dan keempat makhluk
itu berkata: ‘Amin‘. Dan tua-tua itu jatuh tersungkur dan menyembah.” Hanya
DIA, Tuhan yang layak diSEMBAH, melalui sikap hati yang benar, kita belajar
menyembah dengan sepenuh hati, sepenuh jiwa & roh kita. Datang pada Tuhan
dengan sikap hati bersyukur, menyembah & memuliakan DIA, karena hanya DIA
satu-satunya yang layak ditinggikan, dipuji dan disembah. Amin.
Samuel
Sianto-Yestoya Ministry
Maz 40:6 –
Banyaklah bahkan terlalu banyak yang telah KAU buat dalam hidupku dan tidak ada
ALLAH seperti ENGKAU! Alami, saksikan dan bersyukurlah... YESUSku sangat BAIK.
Selamat ibadah dan melayani! Samuel Sianto(SS)-YESTOYA Ministry.
Xavier
Quentin Pranata
“Seorang
pemimpin yang baik tahu kapan saatnya untuk mundur dan mendorong penggantinya
untuk meluncur.” Xavier Quentin Pranata.
Madam
Ossy
SAAT TEDUH.
Minggu, 22 Mei 2016. Pentakosta. Sebab bagi kamulah janji itu dan bagi anak-anakmu
dan bagi orang yang masih jauh, yaitu sebanyak yang akan dipanggil oleh Tuhan
Allah kita (Kisah Para Rasul 2:39). Bagi kebanyakan anak kecil, tampaknya hari
Pentakosta kurang begitu berkesan jika dibandingkan Paskah, apalagi Natal.
Mungkin karena mereka cenderung mengidentifikasikan pentingnya suatu peristiwa
dengan kemeriahan dalam merayakannya. Dan memang biasanya Natal diwarnai dengan
kehebohan latihan drama dan paduan suara, adapun Paskah dengan keasyikan
menghias telur, sedangkan Pentakosta di peringati secara lebih syahdu dalam
ibadah doa. Bagi kita yang sudah dewasa dan bisa mencermati, Pentakosta kala
itu adalah suatu peristiwa yang menghebohkan Yerusalem. Kerumunan orang banyak
takjub mendengar para rasul, yang semuanya orang Galilea namun dapat bersaksi
mengenai Yesus dalam berbagai bahasa. Bahkan pasca-Pentakosta, 3.000 jiwa
menjadi percaya serta memberi dirinya dibaptis. Inilah momen lahirnya jemaat
pertama. Pentakosta adalah peristiwa yang dahsyat! Terlepas dari bagaimana
bentuk perayaan Pentakosta di gereja kita masing-masing, alangkah baik kalau
kita memanfaatkan Pentakosta tahun ini untuk bersehati berdoa memohon agar
Yesus menyatakan kuasa Roh Kudus-Nya melalui kita, Gereja Tuhan pada akhir
zaman ini, lebih hebat lagi dari tahun-tahun sebelumnya. Agar kita, yang
menerima janji itu (ay. 39), siap menyambut kedatangan-Nya. Seperti dikatakan
dalam sebuah lagu: ”Waktu G’reja bangkit di akhir zaman, s’mua orang kudus
penuh kuasa-Nya... ‘kumau di sana!” Bukankah kita rindu berada di sana? —SYO. HARI
PENTAKOSTA MENGINGATKAN GEREJA AKAN PANGGILAN UNTUK MENYATAKAN KUASA TUHAN
SAMPAI BUMI PENUH KEMULIAAN-NYA. Selamat pagi. Selamat beribadah dan melayani.
Tuhan Yesus memberkati.
Worship
Center Surabaya
Orang-orang yang
mengasihi Tuhan di dasar hati mereka, tidak dapat tidak akan menyatakan kasih
mereka itu dalam perbuatan-perbuatan, pengorbanan-pengorbanan & cara hidup
mereka sehari-hari; suatu kehidupan yang taat & berkomitmen pada
kebenaran-kebenaran firman Tuhan & hukum-hukum Kerajaan Sorga. Sebab mungkinkah
seseorang mengaku dengan mulutnya bahwa hatinya mengasihi namun tidak ada yang
nampak dalam perbuatan-perbuatan yang menunjukkan kasih itu? Hidup yang seturut
dengan perintah-perintah Tuhan bahkan diserahkan untuk taat sepenuhnya pada
kehendak Tuhan oleh karena kasih kepada Tuhan (bukan alasan atau motif-motof
lainnya) ialah suatu ibadah sejati. Inilah “Ibadah Hidup”. Suatu cara hidup
yang menyembah pada Tuhan melalui ketundukan akan otoritas Kristus &
ajaran-ajaranNya dalam hidup sehari-hari. Ibadah ini yang disebut oleh rasul
Paulus dalam Roma 12:2 sebagai “tidak menjadi serupa dengan dunia tetapi
berubah dalam pembaruan pikiran (yaitu terutama memikirkan perkara-perkara yang
di atas bukan yang di bumi)”. Yang juga disinggung oleh rasul Yakobus sebagai
ibadah yang murni & tak bercacat di hadapan Allah, Bapa kita (Yak 1:27).
Suatu cara hidup yang penuh kasih & kudus di hadapan Tuhan. Ibadah melalui
hidup sehari-hari menjadi ukuran yang kedua setelah ibadah dari hati kita.
Artinya, perbuatan-perbuatan hidup kita dinilai setelah ada kasih yang nyata di
dalam hati kita pada Tuhan. Sebab jika dinilai dari apa yang tampak dari luar
saja, banyak orang yang tampaknya mengasihi, tampaknya saleh, tampaknya berbuat
baik, tampak beribadah, tampak sebagai penyembah sejati atau tampak sebagai
hamba-hamba Tuhan -yang sayangnya belum tentu demikian. Tampilan-tampilan dalam
jangka waktu atau acara tertentu kerap menampilkan suatu citra yang baik.
Kenyataannya belum tentu demikian. Sebab tidak semua orang tulus hatinya.
Ibadah hidup bernilai di pemandangan Tuhan saat hati kita tulus (dengan
pertolongan Roh Kudus) tanpa pamrih, tanpa syarat & tanpa mencari
keuntungan pribadi mengasihi Tuhan & sesama manusia dalam ketaatan &
perbuatan-perbuatan kasih. Demikiankah ibadah Anda? Salam revival! GBU.

No comments:
Post a Comment