Wednesday, 11 May 2016

11 Mei 2016



I AM BLESSED




Coaching/Pelatihan: ke-70 Murid Diutus (Baca: Lukas 10:1-2 & 17-20). Mengapa Tuhan Yesus perlu mengutus ke-70 murid selain 12 murid? Baca ayat 1 & 2. Ternyata Tuhan Yesus tidak hanya mengutus ke-12 muridNya, IA juga mengutus ke-70 murid yang lain (dicoaching/dilatih) untuk tugas yang persis sama walau ke-70 murid tidak memiliki jabatan Rasul, namun mereka harus melakukan tugas kerasulan juga: PEMURIDAN adalah proses untuk melatih setiap orang percaya agar membebaskan jiwa-jiwa dari ikatan kuasa kegelapan. Apa kata Tuhan Yesus & apa janjiNya apabila mereka diutus? Pesan penting apa yang Tuhan Yesus berikan kepada Mereka?? (Ayat 18-20). Ayat 20: “Namun demikian janganlah bersukacita karena roh-roh itu takluk kepadamu, tetapi bersukacitalah karena namamu ada terdaftar di sorga.” Amin. Bagaimana dengan kita? Sudahkah kita menjadi Gereja Tuhan yang mau diutus, dilatih untuk suatu tugas yang mulia?  (Pemuridan = Pelatihan )

Samuel Sianto-Yestoya Ministry
Ams 3:26 – Karena TUHANlah yang akan menjadi sandaranmu dan akan menghindarkan kakimu dari jerat! Wow, TUHAN YESUS selalu menjaga dan melindungimu. Andalkan DIA! Samuel Sianto(SS)-YESTOYA Ministry.

Xavier Quentin Pranata
“Orang yang kritis biasanya gampang tersinggung saat dikritisi.” Xavier Quentin Pranata.

Madam Ossy
SAAT TEDUH. Rabu, 11 Mei 2016. Berhala Modern. Tetapi seandainya tidak, hendaklah tuanku mengetahui, ya raja, bahwa kami tidak akan memuja dewa tuanku, dan tidak akan menyembah patung emas yang tuanku dirikan itu (Daniel 3:18). Apa yang menyebabkan Anda sering sekali tidak beribadah kepada Tuhan, baik pada hari Minggu untuk pergi ke gereja atau saat teduh pribadi Anda sendiri? Apa yang menjadi berhala kita untuk tidak datang menyembah Tuhan? Mungkin kesibukan mengurus rumah tangga, pekerjaan yang menumpuk, pasangan kita, uang, atau apa pun bisa menjadi berhala kita. Berhala umumnya adalah patung-patung yang menyerupai bentuk apa pun (benda mati). Dalam kisah di Perjanjian Lama ini, bentuknya sebuah patung emas dengan tinggi enam puluh hasta (kira-kira 27 meter) dan lebar enam hasta. Tapi sesungguhnya berhala itu berarti mementingkan sesuatu lebih besar daripada mengutamakan Tuhan. Bukan sekadar patung, tetapi sesuatu yang merintangi kita untuk datang pada Tuhan. Dalam kisah Sadrakh, Mesakh, dan Abednego yang diperintahkan Raja Nebukadnezar untuk menyembah sebuah patung emas itu, mereka tetap berpegang teguh kepada kebenaran dan tidak berkompromi. Berpegang teguh pada kebenaran berarti kita harus mengenal kebenaran itu. Dan bagaimana kita dapat mengenal kebenaran kalau kita tidak bersekutu dengan Tuhan? Karena apa yang menurut dunia itu benar, belum tentu benar menurut Alkitab. Sementara tidak berkompromi berarti jika ‘iya’ katakanlah ‘iya’ dan jika ‘tidak’ katakanlah ‘tidak’. Seperti Sadrakh, Mesakh, dan Abednego yang memiliki prinsip untuk tidak menyembah berhala, kita pun kiranya dapat memiliki keteguhan hati yang serupa —MIA. BERANIKAH BERKATA ‘TIDAK’ UNTUK BERHALA YANG MEMBUAT KITA JAUH DARI TUHAN? Selamat pagi. Selalu waspada. Awas jerat iblis. Tuhan Yesus memberkati.

Ibu Caroline – Bandung
Rabu, 11 Mei 2016. Bacaan: 1 Petrus 2:18-25. Setahun: 1 Tawarikh 1-2. Nats: Sebab adalah anugerah jika seseorang karena sadar akan kehendak Allah menanggung penderitaan yang tidak harus ia tanggung (1 Petrus 2:19). Anugerah Suka-Duka. Dokter Lo Siaw Ging sempat menjadi pembicaraan hangat di media sosial. Dokter tua yang harus menggunakan tongkat untuk berjalan ini tinggal di Solo. Rumahnya selalu ramai oleh pasien. Ia hidup sederhana, tak pernah memasang tarif pengobatan, peduli dengan kemampuan finansial pasien, dan, tak main-main, ia mau menanggung biaya enam hingga delapan juta rupiah per bulan untuk menebus obat pasien. Pernah ada pasien marah dan tersinggung karena tak dikenai tarif, namun ia tetap bertahan melayaninya. Prinsipnya, menjadi dokter adalah pekerjaan mulia, dan bukan sarana untuk menjadi kaya. Petrus mengatakan bahwa menanggung penderitaan secara sadar karena melayani Kristus adalah kasih karunia (ay. 19). Yesus sendiri memberi teladan dalam menanggung penderitaan agar para pengikut-Nya menyadari panggilan untuk menderita bagi pemberitaan Injil Kristus (ay. 24). Dunia menilai hamba Tuhan identik dengan gaya hidup minimalis, serba sederhana dalam sandang, pangan, dan papan. Tak semua orang mau menjadi hamba Tuhan karena konsekuensi itu. Mengikuti Kristus berarti secara sadar menyerahkan hidup bagiNya dan tahu siapa yang memelihara hidupnya (ay. 25). Memang tak selalu mulus, hanya harus diingat bahwa susah ataupun senang yang ditanggung pelayan Kristus adalah kasih karunia semata. Tak ada motivasi lain yang lebih besar untuk tetap setia melayani-Nya, kecuali kasih Kristus itu sendiri --Ari Tyas Susanti. SUKA-DUKA SAAT MELAYANI TUHAN ADALAH KASIH KARUNIA SEMATA. “BANYAKLAH BERGAUL DENGAN MANUSIA”. Sudah 1 jam saya menunggu di bank, menemani paman saya yang perlu mentransfer uang. Merasa bosan, saya akhirnya bertanya, “Paman, mengapa tidak aktifkan internet banking saja?” “Apa perlunya?” ia balik bertanya. “Ya, paman jadi tidak perlu menunggu 1 jam seperti ini untuk transfer, bahkan bisa juga belanja online, semuanya jadi mudah!” Saya sangat semangat memperkenalkan internet banking kepadanya. “Jika saya melakukannya, saya tidak periu Iagi keluar rumah?” tanyanya. “Iya,” jawab saya. Kemudian saya certitakan juga mengenai Amazon yang dapat mengantar berbagai jenis barang hingga belanjaan pasar yang dapat diantar ke rumah. Namun, jawabannya membuat saya terdiam. Katanya, “Sejak kita masuk ke bank. Saya telah bertemu 4 teman & ngobrol dengan seorang staff yang sudah mengenal saya. Kamu kan tahu saya hidup sendiri, perusahaan seperti ini yang saya butuhkan. Saya suka bersiap-siap ke bank, yang saya butuhkan adalah kontak fisik, saya punya cukup waktu untuk itu. 2 tahun Ialu saya sakit, pemiiik toko buah tempat saya biasa belanja menjenguk & menangis terharu. Istri saya jatuh beberapa waktu Ialu saat jalan pagi. Tukang sayur dekat rumah yang membantu & mengantarnya ke rumah dengan mobilnya.” “Kalau saya meiakukan semuanya online, apakah saya bisa mendapatkan ‘sentuhan manusia‘ seperti itu juga? Untuk apa semuanya dikirim ke rumah kalau saya hanya interaksi dengan komputer? Saya senang mengenal orang yang bertransaksi dengan saya, bukan hanya 'si penjual', karena saya mendapatkan ikatan hubungan dengan orang tersebut. Apa Amazon bisa mengirim itu juga?” Banyaklah bergaul dengan manusia, bukan dengan mesin. Selamat pagi & have a great day.

No comments:

Post a Comment