Wednesday, 18 May 2016

18 Mei 2016



I AM BLESSED




Yohanes 4:24, “Allah itu Roh dan barangsiapa menyembah Dia, harus menyembah-Nya dalam roh dan kebenaran.” Karena Yesus adalah KEBENARAN (Yoh 1:14). Hidup di dalam Kristus menuntut bahwa kita berbicara benar (Ef 4:25). Mereka yang tidak memiliki kebenaran di dalam dirinya menunjukkan keadaan sesungguhnya dari hati mereka (Yoh 8:44) bahwa mereka sebenarnya bertentangan dengan Allah. Jadi penyembahan harus dilakukan menurut kebenaran Bapa yang dinyatakan di dalam Anak dan diterima melalui Roh Kudus. Amin.

Xavier Quentin Pranata
“Lebih baik hardikan mendidik ketimbang ciuman munafik.” Xavier Quentin Pranata.

Madam Ossy
SAAT TEDUH. Rabu, 18 Mei 2016. Anugerah Suka-Duka. Sebab adalah anugerah jika seseorang karena sadar akan kehendak Allah menanggung penderitaan yang tidak harus ia tanggung (1 Petrus 2:19). Dokter Lo Siaw Ging sempat menjadi pembicaraan hangat di media sosial. Dokter tua yang harus menggunakan tongkat untuk berjalan ini tinggal di Solo. Rumahnya selalu ramai oleh pasien. Ia hidup sederhana, tak pernah memasang tarif pengobatan, peduli dengan kemampuan finansial pasien, dan, tak main-main, ia mau menanggung biaya enam hingga delapan juta rupiah per bulan untuk menebus obat pasien. Pernah ada pasien marah dan tersinggung karena tak dikenai tarif, namun ia tetap bertahan melayaninya. Prinsipnya, menjadi dokter adalah pekerjaan mulia, dan bukan sarana untuk menjadi kaya. Petrus mengatakan bahwa menanggung penderitaan secara sadar karena melayani Kristus adalah kasih karunia (ay. 19). Yesus sendiri memberi teladan dalam menanggung penderitaan agar para pengikut-Nya menyadari panggilan untuk menderita bagi pemberitaan Injil Kristus (ay. 24). Dunia menilai hamba Tuhan identik dengan gaya hidup minimalis, serba sederhana dalam sandang, pangan, dan papan. Tak semua orang mau menjadi hamba Tuhan karena konsekuensi itu. Mengikuti Kristus berarti secara sadar menyerahkan hidup bagiNya dan tahu siapa yang memelihara hidupnya (ay. 25). Memang tak selalu mulus, hanya harus diingat bahwa susah ataupun senang yang ditanggung pelayan Kristus adalah kasih karunia semata. Tak ada motivasi lain yang lebih besar untuk tetap setia melayani-Nya, kecuali kasih Kristus itu sendiri —ATS. SUKA-DUKA SAAT MELAYANI TUHAN ADALAH KASIH KARUNIA SEMATA. Selamat pagi. Selalu bersyukur. Selalu bersukacita. Tuhan Yesus  memberkati.

Samuel Sianto-Yestoya Ministry
Maz 68:2 – ALLAH bangkit, maka terseraklah musuh-musuh-NYA, orang-orang yang membenci DIA melarikan diri dari hadapan-NYA! YESUS sumber KEMENANGANku... Pasti ditolong... Jangan takut menjalani hidup ini! Samuel Sianto(SS)-YESTOYA Ministry.

Worship Center Surabaya
Kehidupan Yusuf, putra ke-11 dari 12 anak Yakub ialah sebuah sukses besar. Di hadapan manusia, lebih-lebih di hadapan Tuhan. Diberkati secara penuh: secara materi, mental & spiritual. Keberhasilan sejati diperolehnya di dunia tapi terutama di sorga. Hidup Yusuf adalah suatu penggenapan rencana besar Allah dalam hidup manusia. Membaca kisahnya, siapakah yang tidak rindu mengalaminya? Meskipun tak semua dari kita mengalami seperti Yusuf, setiap orang percaya diberi kesempatan merasakan & menikmati kepenuhan & kepuasan hidup yang sama di dalam Tuhan. Kisah Yusuf merupakan gambaran ideal dari hidup dalam kebahagiaan sejati, yang hanya dapat diperoleh dalam Tuhan seumur hidup. Apa sesungguhnya rahasia kesuksesan Yusuf sehingga diberkati dalam segala bidang? Rahasia pertama & terutama Yusuf ialah hubungan & persekutuannya dengan Allahnya. Sejak muda Yusuf tak hanya menjadi kesayangan Yakub, bapanya di dunia; iapun menjadi kesayangan Bapanya yang di sorga, yang berkenan menyatakan rencana-Nya yang sempurna pada Yusuf. Sebagai timbal balik, Yusuf setia pada panggilan & rencana Tuhan. Tidak menyimpang ke kiri atau ke kanan, dengan taat Yusuf mengikuti setiap proses ilahi dalam hidupnya. Walau seolah-olah semakin mengikut Tuhan hidupnya terasa semakin berat & sukar dimengerti, Yusuf tidak menyerah atau berputus asa melangkah di jalan yang ditetapkan Tuhan baginya. Membaca Kejadian 39 kita dapat mengetahui bahwa jalan hidup Yusuf yang tampak mengalami penurunan di mata manusia, justru tak pernah surut beroleh penyertaan Tuhan. Empat kali banyaknya disebutkan (ayat 2,3,21 & 2), bahwa kondisi Yusuf yang tampaknya tidak beruntung sesungguhnya tetap dalam penyertaan Tuhan. Orang-orang di sekitarnya tahu akan hal itu, apalagi Yusuf. Persekutuan Anda dengan Tuhan, berjalan bersama Dia setiap hari akan menguatkan kita di segala jalan & keadaan. Itu pula yang akan menjadi kunci keberhasilan Anda pada akhirnya. Percayakah Anda? Salam revival! GBU.

Bp. Anto – Citraland
Sahabatku yang terkasih, selamat pagi. Tema renungan pagi ini: Sahabat yang Tulus. Bacaan: Luk 19:1-10. 
Nats: Zakheus, segeralah turun, sebab hari ini Aku harus menumpang di rumahmu (Lukas 19:5). 

Bisnis Elizabeth Arden sebagai ahli kosmetika di Amerika Serikat berkembang pesat sampai kini. Ia wafat dengan meninggalkan aset bernilai 40 juta dolar, termasuk lebih dari seratus salon di seluruh dunia. Nyatanya, kekayaan sebanyak itu tidak menjamin rasa amannya. Ia sangat kesepian. Elizabeth sering menahan seorang muridnya sampai tengah malam. 

Ketika tengah malam tiba, Elizabeth berpura-pura kaget, “Ah, hari sudah malam, sekarang kamu tidak bisa pulang. Menginaplah di sini ya.” Muridnya itu akan memegang tangannya sampai Elizabeth tertidur pulas. Tuhan Yesus sangat mengerti bahwa harta benda yang berlimpah tidak bisa menggantikan kehadiran seorang sahabat yang tulus. Tidak ada yang peduli pada si cebol yang memanjat pohon Ara (ay. 4). Tidak ada orang yang peduli pada orang yang sudah berlaku buruk dan sering mengecewakan banyak orang, si pemungut cukai yang dianggap suka memeras (ay. 2, 7). Tuhan Yesus sengaja ingin datang dalam hidup Zakheus (ay. 5). Dia menunjukkan rasa bersahabatnya. Sahabat yang tulus membuat seseorang mengalami kebahagiaan sejati (ay. 6). Memiliki Sahabat yang tulus menggantikan kedudukan harta benda (ay. 8).

 Apakah Anda lelah dengan kesendirian? Memiliki banyak harta benda, tetapi tetap merasa kosong? Memiliki pasangan hidup, tetapi sering merasa kurang dihiraukan? Tuhan Yesus memiliki kasih yang tulus sebagai Sahabat Sejati. Dia ingin memegang tangan Anda dan berkata, “Hari ini Aku harus menumpang di hidupmu.” Apakah Anda bersedia menyambut-Nya? BERLIMPAHNYA HARTA BENDA TAK BISA MENUTUPI
KEHAUSAN KITA AKAN TAWARAN PERSAHABATAN-NYA.


No comments:

Post a Comment