I AM
BLESSED
Yohanes 4:24, “Allah
itu Roh dan barangsiapa menyembah Dia, harus menyembah-Nya dalam roh dan
kebenaran.” Karena Yesus adalah KEBENARAN (Yoh 1:14). Hidup di dalam
Kristus menuntut bahwa kita berbicara benar (Ef 4:25). Mereka yang tidak
memiliki kebenaran di dalam dirinya menunjukkan keadaan sesungguhnya dari hati
mereka (Yoh 8:44) bahwa mereka sebenarnya bertentangan dengan Allah. Jadi
penyembahan harus dilakukan menurut kebenaran Bapa yang dinyatakan di dalam
Anak dan diterima melalui Roh Kudus. Amin.
Xavier
Quentin Pranata
“Lebih baik
hardikan mendidik ketimbang ciuman munafik.” Xavier Quentin Pranata.
Madam
Ossy
SAAT TEDUH.
Rabu, 18 Mei 2016. Anugerah Suka-Duka. Sebab adalah anugerah jika seseorang
karena sadar akan kehendak Allah menanggung penderitaan yang tidak harus ia
tanggung (1 Petrus 2:19). Dokter Lo Siaw Ging sempat menjadi pembicaraan hangat
di media sosial. Dokter tua yang harus menggunakan tongkat untuk berjalan ini
tinggal di Solo. Rumahnya selalu ramai oleh pasien. Ia hidup sederhana, tak
pernah memasang tarif pengobatan, peduli dengan kemampuan finansial pasien,
dan, tak main-main, ia mau menanggung biaya enam hingga delapan juta rupiah per
bulan untuk menebus obat pasien. Pernah ada pasien marah dan tersinggung karena
tak dikenai tarif, namun ia tetap bertahan melayaninya. Prinsipnya, menjadi
dokter adalah pekerjaan mulia, dan bukan sarana untuk menjadi kaya. Petrus
mengatakan bahwa menanggung penderitaan secara sadar karena melayani Kristus
adalah kasih karunia (ay. 19). Yesus sendiri memberi teladan dalam menanggung
penderitaan agar para pengikut-Nya menyadari panggilan untuk menderita bagi
pemberitaan Injil Kristus (ay. 24). Dunia menilai hamba Tuhan identik dengan
gaya hidup minimalis, serba sederhana dalam sandang, pangan, dan papan. Tak
semua orang mau menjadi hamba Tuhan karena konsekuensi itu. Mengikuti Kristus
berarti secara sadar menyerahkan hidup bagiNya dan tahu siapa yang memelihara
hidupnya (ay. 25). Memang tak selalu mulus, hanya harus diingat bahwa susah
ataupun senang yang ditanggung pelayan Kristus adalah kasih karunia semata. Tak
ada motivasi lain yang lebih besar untuk tetap setia melayani-Nya, kecuali
kasih Kristus itu sendiri —ATS. SUKA-DUKA SAAT MELAYANI TUHAN ADALAH KASIH
KARUNIA SEMATA. Selamat pagi. Selalu bersyukur. Selalu bersukacita. Tuhan
Yesus memberkati.
Samuel
Sianto-Yestoya Ministry
Maz 68:2 – ALLAH
bangkit, maka terseraklah musuh-musuh-NYA, orang-orang yang membenci DIA
melarikan diri dari hadapan-NYA! YESUS sumber KEMENANGANku... Pasti ditolong...
Jangan takut menjalani hidup ini! Samuel Sianto(SS)-YESTOYA Ministry.
Worship
Center Surabaya
Kehidupan Yusuf,
putra ke-11 dari 12 anak Yakub ialah sebuah sukses besar. Di hadapan manusia,
lebih-lebih di hadapan Tuhan. Diberkati secara penuh: secara materi, mental
& spiritual. Keberhasilan sejati diperolehnya di dunia tapi terutama di
sorga. Hidup Yusuf adalah suatu penggenapan rencana besar Allah dalam hidup
manusia. Membaca kisahnya, siapakah yang tidak rindu mengalaminya? Meskipun tak
semua dari kita mengalami seperti Yusuf, setiap orang percaya diberi kesempatan
merasakan & menikmati kepenuhan & kepuasan hidup yang sama di dalam
Tuhan. Kisah Yusuf merupakan gambaran ideal dari hidup dalam kebahagiaan
sejati, yang hanya dapat diperoleh dalam Tuhan seumur hidup. Apa sesungguhnya
rahasia kesuksesan Yusuf sehingga diberkati dalam segala bidang? Rahasia
pertama & terutama Yusuf ialah hubungan & persekutuannya dengan
Allahnya. Sejak muda Yusuf tak hanya menjadi kesayangan Yakub, bapanya di
dunia; iapun menjadi kesayangan Bapanya yang di sorga, yang berkenan menyatakan
rencana-Nya yang sempurna pada Yusuf. Sebagai timbal balik, Yusuf setia pada
panggilan & rencana Tuhan. Tidak menyimpang ke kiri atau ke kanan, dengan
taat Yusuf mengikuti setiap proses ilahi dalam hidupnya. Walau seolah-olah
semakin mengikut Tuhan hidupnya terasa semakin berat & sukar dimengerti,
Yusuf tidak menyerah atau berputus asa melangkah di jalan yang ditetapkan Tuhan
baginya. Membaca Kejadian 39 kita dapat mengetahui bahwa jalan hidup Yusuf yang
tampak mengalami penurunan di mata manusia, justru tak pernah surut beroleh
penyertaan Tuhan. Empat kali banyaknya disebutkan (ayat 2,3,21 & 2), bahwa
kondisi Yusuf yang tampaknya tidak beruntung sesungguhnya tetap dalam
penyertaan Tuhan. Orang-orang di sekitarnya tahu akan hal itu, apalagi Yusuf.
Persekutuan Anda dengan Tuhan, berjalan bersama Dia setiap hari akan menguatkan
kita di segala jalan & keadaan. Itu pula yang akan menjadi kunci
keberhasilan Anda pada akhirnya. Percayakah Anda? Salam revival! GBU.
Bp.
Anto – Citraland
Sahabatku yang
terkasih, selamat pagi. Tema renungan pagi ini: Sahabat yang Tulus. Bacaan: Luk
19:1-10.
Nats: Zakheus, segeralah turun, sebab hari ini Aku harus menumpang di
rumahmu (Lukas 19:5).
Bisnis Elizabeth Arden sebagai ahli kosmetika di
Amerika Serikat berkembang pesat sampai kini. Ia wafat dengan meninggalkan aset
bernilai 40 juta dolar, termasuk lebih dari seratus salon di seluruh dunia.
Nyatanya, kekayaan sebanyak itu tidak menjamin rasa amannya. Ia sangat
kesepian. Elizabeth sering menahan seorang muridnya sampai tengah malam.
Ketika tengah malam tiba, Elizabeth berpura-pura kaget, “Ah, hari sudah
malam, sekarang kamu tidak bisa pulang. Menginaplah di sini ya.” Muridnya itu
akan memegang tangannya sampai Elizabeth tertidur pulas. Tuhan Yesus sangat
mengerti bahwa harta benda yang berlimpah tidak bisa menggantikan kehadiran
seorang sahabat yang tulus. Tidak ada yang peduli pada si cebol yang memanjat
pohon Ara (ay. 4). Tidak ada orang yang peduli pada orang yang sudah berlaku
buruk dan sering mengecewakan banyak orang, si pemungut cukai yang dianggap
suka memeras (ay. 2, 7). Tuhan Yesus sengaja ingin datang dalam hidup Zakheus
(ay. 5). Dia menunjukkan rasa bersahabatnya. Sahabat yang tulus membuat
seseorang mengalami kebahagiaan sejati (ay. 6). Memiliki Sahabat yang tulus
menggantikan kedudukan harta benda (ay. 8).
Apakah Anda lelah dengan
kesendirian? Memiliki banyak harta benda, tetapi tetap merasa kosong? Memiliki
pasangan hidup, tetapi sering merasa kurang dihiraukan? Tuhan Yesus memiliki
kasih yang tulus sebagai Sahabat Sejati. Dia ingin memegang tangan Anda dan
berkata, “Hari ini Aku harus menumpang di hidupmu.” Apakah Anda bersedia
menyambut-Nya? BERLIMPAHNYA HARTA BENDA TAK BISA MENUTUPI
KEHAUSAN KITA AKAN
TAWARAN PERSAHABATAN-NYA.

No comments:
Post a Comment