Thursday, 26 May 2016

26 Mei 2016



I AM BLESSED




Yesaya 12:4-6, 4Pada waktu itu kamu akan berkata: ‘Bersyukurlah kepada TUHAN, panggillah nama-Nya, beritahukanlah perbuatan-Nya di antara bangsa-bangsa, masyhurkanlah, bahwa nama-Nya tinggi luhur! 5Bermazmurlah bagi TUHAN, sebab perbuatan-Nya mulia; baiklah hal ini diketahui di seluruh bumi! 6Berserulah dan bersorak-sorailah, hai penduduk Sion, sebab Yang Mahakudus, Allah Israel, agung di tengah-tengahmu!‘” Kita perlu memberitahu kepada mereka tentang Kabar Baik/Kabar Sukacita, tentang kemenangan Kristus atas dosa/maut. Banyak yang masih belum mendengar Injil, bahkan tidak sedikit yang belum percaya. Maukah kita bersaksi kepada seseorang hari ini?

Madam Ossy
SAAT TEDUH. Kamis, 26 Mei 2016. AKU Ini. Tetapi Ia berkata kepada mereka, “Inilah Aku, jangan takut!” (Yohanes 6:20). Kota itu asing bagi saya. Sore itu saya harus kembali ke penginapan seusai acara orientasi bagi orangtua mahasiswa baru. Saya segera mencari tahu nomor bis yang benar dan letak halte yang terdekat. Setibanya di situ, terpancang tulisan: bis yang terakhir akan lewat lima menit kemudian! Saya lega. Meskipun buta jalan, saya tahu ada bis dengan nomor dan jadwal tertentu yang pasti, yang akan membawa saya sampai ke tujuan. Injil Yohanes adalah kitab Injil yang memaparkan revelasi atau penyataan diri Allah. Kata kuncinya yaitu “Inilah Aku”. Di tengah kecamuk rasa takut para murid akibat gempuran ombak besar di tengah laut Galilea, Yesus menyerukan, “Inilah Aku, jangan takut!” (ay. 20). Seruan “jangan takut” tidak ada artinya tanpa pengenalan akan Siapa Diri-Nya, “Inilah Aku”. Tuhan ingin Diri-Nya dikenal. Sebab, mengenal Dia ialah bekal utama dalam menghadapi segala perkara--termasuk rasa takut dan khawatir. Hidup ini layaknya sebuah pelayaran. Masa depan adalah tujuan yang tak selalu kita kenali dengan jelas dan pasti. Banyak misterinya, yang kerap membuat kita ketakutan. Tidak ada gunanya mencari pegangan pada ramalan. Jauh lebih perlu kita mengenal Tuhan dan menjadi tenang karena tahu Siapa yang akan membawa kita sampai ke pantai tujuan —PAD. JANGAN PERNAH TAKUT MEMERCAYAKAN MASA DEPAN YANG TAK KITA KENALI KEPADA TUHAN YANG KITA KENAL. Selamat pagi. Tuhan Yesus memberkati.

Xavier Quentin Pranata
“Musuh utama orang sombong adalah orang sombong lainnya.” Xavier Quentin Pranata.

Samuel Sianto-Yestoya Ministry
Maz 66:5 – Pergilah dan lihatlah pekerjaan-pekerjaan ALLAH; IA dahsyat dalam perbuatan-NYA terhadap manusia! YESUS luar biasa, perkara-perkara ajaib pasti kita alami sendiri. Percayalah! Samuel Sianto(SS)-YESTOYA Ministry.

Worship Center Surabaya
“Ingatlah pada Penciptamu pada masa mudamu,” demikian pesan Pengkhotbah (Pkh 12:1). Seberapa banyakkah dari kita yang memahami & menjalani nasihat hikmat ini? Bukankah seringkali benak orang berpikir bahwa mengenal Tuhan itu hanya bagi orang-orang lanjut usia & tak banyak lagi yang dapat dikerjakan? Tidak demikian Tuhan memandangnya. Dia rindu sejak masa muda kita terhubung & mengenai Dia. •Sebab tidak semua orang mengetahui kapan ajalnya tiba. Jika semua berjalan sama, setiap orang pasti bertambah tua, mencapai tahun-tahun yang banyak lalu mati. Faktanya, kematian menjemput siapa saja & kapan saja tanpa ada yang mengetahuinya. Masa muda yang jauh dari Tuhan sama dengan menyia-nyiakan hidup yang singkat ini melesat cepat menuju kebinasaan kekal. •Jika tahun-tahun ditambahkan hingga lanjut usia, betapa baik & mulia kehidupan orang yang sejak muda mengingat Tuhan. Bapa gereja, Agustinus, yang bertobat di usia tak lagi muda meski memiliki pengaruh besar dalam sejarah kekristenan meratapi 'keterlambatannya' hidup mengasihi Tuhan: “Terlambat aku mengasihi-Mu, keindahan yang telah lama & yang begitu baru... Engkau harum & aku menghirup nafasku, kini aku merindukan-Mu. Aku mengecap-Mu & kini lapar & haus akan-Mu. Engkau menjamahku & aku terbakar untuk mendapatkan damai yang ada pada-Mu”. Berapa dahsyatnya jika Tuhan memanggil, memilih & memakai kita bagi kemuliaan-Nya di masa muda kita! •Sebab masa muda ialah masa penentuan masa depan. Meski ada beberapa tokoh iman berjumpa Tuhan saat tak lagi muda, namun apa yang kita kerjakan pada waktu muda akan berdampak pada masa depan kita. Yang sejak muda menjalani hidup yang fasik selanjutnya akan mahir dalam kejahatan. Yang kita tabur bersama Tuhan dengan air mata di masa muda (dalam penundukan diri sebagai murid Tuhan) akan menghasilkan tuaian kehidupan penuh berkat & kuasa Tuhan di waktu-waktu mendatang. Lebih dari itu, selama masih Tuhan berikan kesempatan yaitu kehidupan, inilah kesempatan Anda. Untuk mengingat Pencipta Anda. Maukah Anda? Salam revival! GBU.

No comments:

Post a Comment