I AM
BLESSED
Yesaya 12:4-6, “4Pada
waktu itu kamu akan berkata: ‘Bersyukurlah kepada TUHAN, panggillah nama-Nya,
beritahukanlah perbuatan-Nya di antara bangsa-bangsa, masyhurkanlah, bahwa
nama-Nya tinggi luhur! 5Bermazmurlah bagi TUHAN, sebab perbuatan-Nya
mulia; baiklah hal ini diketahui di seluruh bumi! 6Berserulah dan
bersorak-sorailah, hai penduduk Sion, sebab Yang Mahakudus, Allah Israel, agung
di tengah-tengahmu!‘” Kita perlu memberitahu kepada mereka tentang Kabar
Baik/Kabar Sukacita, tentang kemenangan Kristus atas dosa/maut. Banyak yang
masih belum mendengar Injil, bahkan tidak sedikit yang belum percaya. Maukah
kita bersaksi kepada seseorang hari ini?
Madam
Ossy
SAAT TEDUH.
Kamis, 26 Mei 2016. AKU Ini. Tetapi Ia berkata kepada mereka, “Inilah Aku,
jangan takut!” (Yohanes 6:20). Kota itu asing bagi saya. Sore itu saya harus
kembali ke penginapan seusai acara orientasi bagi orangtua mahasiswa baru. Saya
segera mencari tahu nomor bis yang benar dan letak halte yang terdekat.
Setibanya di situ, terpancang tulisan: bis yang terakhir akan lewat lima menit
kemudian! Saya lega. Meskipun buta jalan, saya tahu ada bis dengan nomor dan
jadwal tertentu yang pasti, yang akan membawa saya sampai ke tujuan. Injil
Yohanes adalah kitab Injil yang memaparkan revelasi atau penyataan diri Allah.
Kata kuncinya yaitu “Inilah Aku”. Di tengah kecamuk rasa takut para murid
akibat gempuran ombak besar di tengah laut Galilea, Yesus menyerukan, “Inilah
Aku, jangan takut!” (ay. 20). Seruan “jangan takut” tidak ada artinya tanpa
pengenalan akan Siapa Diri-Nya, “Inilah Aku”. Tuhan ingin Diri-Nya dikenal.
Sebab, mengenal Dia ialah bekal utama dalam menghadapi segala perkara--termasuk
rasa takut dan khawatir. Hidup ini layaknya sebuah pelayaran. Masa depan adalah
tujuan yang tak selalu kita kenali dengan jelas dan pasti. Banyak misterinya,
yang kerap membuat kita ketakutan. Tidak ada gunanya mencari pegangan pada
ramalan. Jauh lebih perlu kita mengenal Tuhan dan menjadi tenang karena tahu
Siapa yang akan membawa kita sampai ke pantai tujuan —PAD. JANGAN PERNAH TAKUT
MEMERCAYAKAN MASA DEPAN YANG TAK KITA KENALI KEPADA TUHAN YANG KITA KENAL.
Selamat pagi. Tuhan Yesus memberkati.
Xavier
Quentin Pranata
“Musuh utama
orang sombong adalah orang sombong lainnya.” Xavier Quentin Pranata.
Samuel
Sianto-Yestoya Ministry
Maz 66:5 –
Pergilah dan lihatlah pekerjaan-pekerjaan ALLAH; IA dahsyat dalam perbuatan-NYA
terhadap manusia! YESUS luar biasa, perkara-perkara ajaib pasti kita alami
sendiri. Percayalah! Samuel Sianto(SS)-YESTOYA Ministry.
Worship
Center Surabaya
“Ingatlah pada
Penciptamu pada masa mudamu,” demikian pesan Pengkhotbah (Pkh 12:1). Seberapa
banyakkah dari kita yang memahami & menjalani nasihat hikmat ini? Bukankah
seringkali benak orang berpikir bahwa mengenal Tuhan itu hanya bagi orang-orang
lanjut usia & tak banyak lagi yang dapat dikerjakan? Tidak demikian Tuhan
memandangnya. Dia rindu sejak masa muda kita terhubung & mengenai Dia.
•Sebab tidak semua orang mengetahui kapan ajalnya tiba. Jika semua berjalan
sama, setiap orang pasti bertambah tua, mencapai tahun-tahun yang banyak lalu
mati. Faktanya, kematian menjemput siapa saja & kapan saja tanpa ada yang
mengetahuinya. Masa muda yang jauh dari Tuhan sama dengan menyia-nyiakan hidup
yang singkat ini melesat cepat menuju kebinasaan kekal. •Jika tahun-tahun
ditambahkan hingga lanjut usia, betapa baik & mulia kehidupan orang yang
sejak muda mengingat Tuhan. Bapa gereja, Agustinus, yang bertobat di usia tak
lagi muda meski memiliki pengaruh besar dalam sejarah kekristenan meratapi
'keterlambatannya' hidup mengasihi Tuhan: “Terlambat aku mengasihi-Mu,
keindahan yang telah lama & yang begitu baru... Engkau harum & aku
menghirup nafasku, kini aku merindukan-Mu. Aku mengecap-Mu & kini lapar
& haus akan-Mu. Engkau menjamahku & aku terbakar untuk mendapatkan
damai yang ada pada-Mu”. Berapa dahsyatnya jika Tuhan memanggil, memilih &
memakai kita bagi kemuliaan-Nya di masa muda kita! •Sebab masa muda ialah masa
penentuan masa depan. Meski ada beberapa tokoh iman berjumpa Tuhan saat tak
lagi muda, namun apa yang kita kerjakan pada waktu muda akan berdampak pada
masa depan kita. Yang sejak muda menjalani hidup yang fasik selanjutnya akan
mahir dalam kejahatan. Yang kita tabur bersama Tuhan dengan air mata di masa
muda (dalam penundukan diri sebagai murid Tuhan) akan menghasilkan tuaian
kehidupan penuh berkat & kuasa Tuhan di waktu-waktu mendatang. Lebih dari
itu, selama masih Tuhan berikan kesempatan yaitu kehidupan, inilah kesempatan
Anda. Untuk mengingat Pencipta Anda. Maukah Anda? Salam revival! GBU.

No comments:
Post a Comment