I AM
BLESSED
Mazmur 150:6, “Biarlah
segala yang bernafas memuji TUHAN! Haleluya!” Pujian-pujian yang sesungguhnya kepada Allah tidak akan
terbatas pada Ruang ibadah saja, kita memuji Allah karena kita bisa melihat
& merasakan kebesaran & kebaikanNya, serta mengingat & merenungkan
segala sesuatu yang telah dilakukanNya bagi kita. Biarlah puji-pujian yang kita
naikkan adalah respon dari setiap hati kita yang mengungkapkan rasa syukur,
sukacita dan kerinduan kita untuk semakin dekat atau bersekutu dengan DIA. Ada
1 pujian yang akan saya bagikan, semoga dapat menginspirasi kita semua untuk
tetap MEMUJI DIA selagi kita masih bernafas. Amin. (link:
https://youtu.be/90zvHlazV7w)
Uncharted
Territory
By:
Don Moen
Ku
menemukan diriku di daerah yang tak jelas
Tak
pernah begitu tersesat
Tak
pernah begitu kesepian
Dimana
Engkau Tuhan?
Aku
begitu takut
Aku
bisa merasakan ketakutan didalamku
Tidak
bisa mengendalikan kekacauan di sekelilingku
Di
mana Engkau Tuhan?
Bagaimana
aku bisa MENYANYIKAN PUJIAN kepada Tuhan di negeri yang asing??
Tapi
bagaimana aku bisa lupa semua yang telah Kaulakukan padaku?
Semua
yang Kaulakukan untuk membebaskanku
Ajar
aku bagaimana BERDOA
Ajar
aku bagaimana MEMUJI
Bahkan
pada saat kegelapan
Ajar
aku bagaimana MENYANYIKAN lagu PUJIAN-MU
Reff
Bagaimana
aku bisa BERNYANYI ketika hatiku hancur?
Ketika
doa hanyalah satu-satunya jalan?
Di
mana Engkau Tuhan?
Kadang
rasa sakit kita menceritakan hal yang tragis
Tetap
saja aku akan MEMUJI dan MEMULIAKAN-Mu
Di
mana Engkau Tuhan?
Bisa dibuka di youtube ya J Selamat memuji
Tuhan.
Samuel
Sianto-Yestoya Ministry
Ams 16:32 –
Orang yang SABAR melebihi seorang PAHLAWAN, orang yang menguasai dirinya,
melebihi orang yang merebut kota! Yukkk sabar, belajar sabar. Pasti kita jadi
orang yang luar biasa! Samuel Sianto(SS)-YESTOYA Ministry.
GNCC
Roma 12:2,
“Janganlah kamu menjadi serupa dengan dunia ini, tetapi berubahlah oleh
pembaharuan budimu, sehingga kamu dapat membedakan manakah kehendak Allah: apa
yang baik, yang berkenan kepada Allah dan yang sempurna.” Ubah cara berpikir
dengan cara berpikir Tuhan (sesuai firman) maka kita akan mendapat apa yang
BAIK, BERKENAN kepada Allah dan yang SEMPURNA. Kita juga akan mengalami
perubahan demi perubahan yang berarti. Blessings. #gncc
#unitedbyangrace
Xavier
Quentin Pranata
“Orang sering
salah menilai sesama karena terlalu cepat menghakimi sebelum benar-benar
memahami.” Xavier Quentin Pranata.
Madam
Ossy
SAAT TEDUH.
Rabu, 25 Mei 2016. Belajar dari Maria. Kata Maria, “Sesungguhnya aku ini hamba
Tuhan; jadilah padaku menurut perkataanmu itu.” Lalu malaikat itu meninggalkan
dia (Lukas 1:38). Sejak dahulu orang yang hamil tanpa status pernikahan itu
dianggap aib. Karena itu, siapa pun perempuan yang mengalaminya akan
menutupinya sedapat mungkin. Bila ketahuan pasti mendapatkan sanksi sosial,
dikucilkan, dan harus menanggung malu. Dalam budaya Yahudi tempat Maria hidup,
hukumannya dirajam batu karena dianggap berzina. Karena itulah, ketika malaikat
Gabriel datang kepadanya memberitahukan bahwa ia akan mengandung, Maria
berkata, “Bagaimana hal itu mungkin terjadi karena aku belum bersuami?” Maria
pasti membayangkan betapa dahsyat hukuman yang akan diperolehnya. Ia pasti
bergolak secara mental. Apa kata orang dan pembelaan apa yang akan
disampaikannya? Tetapi ia memilih taat atas berita itu. Simaklah perkataannya,
“Sesungguhnya aku ini adalah hamba Tuhan; jadilah padaku menurut perkataanmu
itu.” Ia tidak menolak, tetapi menerimanya dengan sepenuhnya berserah kepada
Allah. Maria tahu bahwa Allah, yang kepada-Nya ia percaya, berkuasa menolong
dan melindunginya. Setiap hari kita diperhadapkan pada ujian yang menuntut
keteguhan iman. Kehormatan dan kehidupan dipertaruhkan. Tak sedikit orang yang,
ketika mengalaminya, imannya gugur dan meragukan Tuhan. Mereka takut
direndahkan, takut kehilangan pekerjaan, takut dihukum, dan lain-lain. Karena
itu, belajarlah dari kesetiaan Maria. Ia dengan keteguhan hati memilih taat
kepada Allah walaupun terbayang risiko hukuman rajam yang harus diterimanya.
Walaupun gentar, ia memilih taat akan Allah —PRB. ORANG YANG SETIA KEPADA ALLAH
AKAN MEMILIH TAAT WALAUPUN HARUS MENANGGUNG RISIKO YANG MENGERIKAN. Selamat
pagi. Selamat beraktivitas. Tuhan Yesus memberkati.
Erlin
– CL 5
Amin, yes, aku
mau memuji dan memuliakan Tuhan selalu seumur hidupku. Amin. Thank you Cik
untuk terjemahannya, he he he... Nggak ngerti bahasa inggrisnya. Thank you.
Jbu.
Worship
Center Surabaya
Membaca kisah
Yusuf & kesuksesan hidupnya yang lengkap, pastilah banyak yang berharap
mengalami yang serupa. Tapi, berapa banyakkah yang mau mengikuti teladannya
& menapaki proses yang sama dengan yang dijalani Yusuf? Tidak banyak yang
benar-benar tahu bahwa keberhasilan Yusuf sedikit berbeda dengan yang dijalani
oleh orang-orang yang dinilai sukses menurut dunia. Ada banyak kesamaan. Seperti
kerja keras, ketekunan, pengembangan diri yang terus menerus, menjalin koneksi
dengan banyak orang, juga sikap optimis & berpikir positif dalam segala
sesuatu. Semua itu merupakan kebiasaan orang-orang yang mencapai puncak-puncak
karir & taraf hidup yang di atas rata-rata. Namun ada juga perbedaan dengan
yang dilakukan Yusuf. Jika orang-orang duniawi meraih sukses dengan kekuatan
mereka sendiri atau dengan strategi & keahlian mereka membuat rencana
sukses masa depan mereka, Yusuf melakukan semuanya itu dengan mengikut &
mengandalkan Tuhan. Ini bukan seperti yang dilakukan orang-orang selama ini
yaitu berdoa minta berkat atau penyertaan Tuhan supaya rencana-rencana
pribadi berhasil. TAPI menyerahkan diri
pada rencana-rencana yang dirancang & ditetapkan Tuhan sejak semula sambil
melangkah dengan yakin bahwa dalam rencana Tuhan itulah kesuksesan yang
sesungguh-sungguhnya ada. Inilah kesaksian Yusuf pada saudara-saudaranya yang
merupakan kesimpulan seluruh kehidupannya yang sukses itu: “Memang kamu telah
mereka-rekakan yang jahat terhadap aku, tetapi Allah telah mereka-rekakannya
untuk kebaikan, dengan maksud melakukan seperti yang terjadi sekarang ini,
yakni memelihara hidup suatu bangsa yang besar” (Kej 50:20). Yusuf percaya
Tuhan punya rencana dalam hidupnya. Ia pun tahu rencana itu baik, bahkan yang
terbaik untuk hidupnya. Itu sebabnya ia MEMPERCAYAKAN DIRINYA pada Allah untuk
memimpin & membawanya masuk dalam sepenuh-penuh rencana Tuhan itu -apapun
yang harus ia hadapi & jalani. Itulah sebabnya Tuhan menyertai Yusuf, sebab
Dia selalu menyertai orang-orang yang mau masuk sepenuhnya pada rancangan masa
depan yang telah disiapkan-Nya itu. Bagaimana dengan Anda? Salam revival! GBU.

No comments:
Post a Comment