Wednesday, 25 May 2016

25 Mei 2016



I AM BLESSED




Mazmur 150:6, “Biarlah segala yang bernafas memuji TUHAN! Haleluya!” Pujian-pujian  yang sesungguhnya kepada Allah tidak akan terbatas pada Ruang ibadah saja, kita memuji Allah karena kita bisa melihat & merasakan kebesaran & kebaikanNya, serta mengingat & merenungkan segala sesuatu yang telah dilakukanNya bagi kita. Biarlah puji-pujian yang kita naikkan adalah respon dari setiap hati kita yang mengungkapkan rasa syukur, sukacita dan kerinduan kita untuk semakin dekat atau bersekutu dengan DIA. Ada 1 pujian yang akan saya bagikan, semoga dapat menginspirasi kita semua untuk tetap MEMUJI DIA selagi kita masih bernafas. Amin. (link: https://youtu.be/90zvHlazV7w)

Uncharted Territory
By: Don Moen

Ku menemukan diriku di daerah yang tak jelas
Tak pernah begitu tersesat
Tak pernah begitu kesepian
Dimana Engkau Tuhan?
  
Aku begitu takut
Aku bisa merasakan ketakutan didalamku
Tidak bisa mengendalikan kekacauan di sekelilingku
Di mana Engkau Tuhan?
 
Bagaimana aku bisa MENYANYIKAN PUJIAN kepada Tuhan di negeri yang asing??
Tapi bagaimana aku bisa lupa semua yang telah Kaulakukan padaku?
Semua yang Kaulakukan untuk membebaskanku

Ajar aku bagaimana BERDOA
Ajar aku bagaimana MEMUJI
Bahkan pada saat kegelapan
Ajar aku bagaimana MENYANYIKAN lagu PUJIAN-MU

Reff
Bagaimana aku bisa BERNYANYI ketika hatiku hancur?
Ketika doa hanyalah satu-satunya jalan?
Di mana Engkau Tuhan?

Kadang rasa sakit kita menceritakan hal yang tragis
Tetap saja aku akan MEMUJI dan MEMULIAKAN-Mu
Di mana Engkau Tuhan?

Bisa dibuka di youtube ya J Selamat memuji Tuhan.

Samuel Sianto-Yestoya Ministry
Ams 16:32 – Orang yang SABAR melebihi seorang PAHLAWAN, orang yang menguasai dirinya, melebihi orang yang merebut kota! Yukkk sabar, belajar sabar. Pasti kita jadi orang yang luar biasa! Samuel Sianto(SS)-YESTOYA Ministry.

GNCC
Roma 12:2, “Janganlah kamu menjadi serupa dengan dunia ini, tetapi berubahlah oleh pembaharuan budimu, sehingga kamu dapat membedakan manakah kehendak Allah: apa yang baik, yang berkenan kepada Allah dan yang sempurna.” Ubah cara berpikir dengan cara berpikir Tuhan (sesuai firman) maka kita akan mendapat apa yang BAIK, BERKENAN kepada Allah dan yang SEMPURNA. Kita juga akan mengalami perubahan demi perubahan yang berarti. Blessings. #gncc
#unitedbyangrace

Xavier Quentin Pranata
“Orang sering salah menilai sesama karena terlalu cepat menghakimi sebelum benar-benar memahami.” Xavier Quentin Pranata.

Madam Ossy
SAAT TEDUH. Rabu, 25 Mei 2016. Belajar dari Maria. Kata Maria, “Sesungguhnya aku ini hamba Tuhan; jadilah padaku menurut perkataanmu itu.” Lalu malaikat itu meninggalkan dia (Lukas 1:38). Sejak dahulu orang yang hamil tanpa status pernikahan itu dianggap aib. Karena itu, siapa pun perempuan yang mengalaminya akan menutupinya sedapat mungkin. Bila ketahuan pasti mendapatkan sanksi sosial, dikucilkan, dan harus menanggung malu. Dalam budaya Yahudi tempat Maria hidup, hukumannya dirajam batu karena dianggap berzina. Karena itulah, ketika malaikat Gabriel datang kepadanya memberitahukan bahwa ia akan mengandung, Maria berkata, “Bagaimana hal itu mungkin terjadi karena aku belum bersuami?” Maria pasti membayangkan betapa dahsyat hukuman yang akan diperolehnya. Ia pasti bergolak secara mental. Apa kata orang dan pembelaan apa yang akan disampaikannya? Tetapi ia memilih taat atas berita itu. Simaklah perkataannya, “Sesungguhnya aku ini adalah hamba Tuhan; jadilah padaku menurut perkataanmu itu.” Ia tidak menolak, tetapi menerimanya dengan sepenuhnya berserah kepada Allah. Maria tahu bahwa Allah, yang kepada-Nya ia percaya, berkuasa menolong dan melindunginya. Setiap hari kita diperhadapkan pada ujian yang menuntut keteguhan iman. Kehormatan dan kehidupan dipertaruhkan. Tak sedikit orang yang, ketika mengalaminya, imannya gugur dan meragukan Tuhan. Mereka takut direndahkan, takut kehilangan pekerjaan, takut dihukum, dan lain-lain. Karena itu, belajarlah dari kesetiaan Maria. Ia dengan keteguhan hati memilih taat kepada Allah walaupun terbayang risiko hukuman rajam yang harus diterimanya. Walaupun gentar, ia memilih taat akan Allah —PRB. ORANG YANG SETIA KEPADA ALLAH AKAN MEMILIH TAAT WALAUPUN HARUS MENANGGUNG RISIKO YANG MENGERIKAN. Selamat pagi. Selamat beraktivitas. Tuhan Yesus memberkati.

Erlin – CL 5
Amin, yes, aku mau memuji dan memuliakan Tuhan selalu seumur hidupku. Amin. Thank you Cik untuk terjemahannya, he he he... Nggak ngerti bahasa inggrisnya. Thank you. Jbu.

Worship Center Surabaya
Membaca kisah Yusuf & kesuksesan hidupnya yang lengkap, pastilah banyak yang berharap mengalami yang serupa. Tapi, berapa banyakkah yang mau mengikuti teladannya & menapaki proses yang sama dengan yang dijalani Yusuf? Tidak banyak yang benar-benar tahu bahwa keberhasilan Yusuf sedikit berbeda dengan yang dijalani oleh orang-orang yang dinilai sukses menurut dunia. Ada banyak kesamaan. Seperti kerja keras, ketekunan, pengembangan diri yang terus menerus, menjalin koneksi dengan banyak orang, juga sikap optimis & berpikir positif dalam segala sesuatu. Semua itu merupakan kebiasaan orang-orang yang mencapai puncak-puncak karir & taraf hidup yang di atas rata-rata. Namun ada juga perbedaan dengan yang dilakukan Yusuf. Jika orang-orang duniawi meraih sukses dengan kekuatan mereka sendiri atau dengan strategi & keahlian mereka membuat rencana sukses masa depan mereka, Yusuf melakukan semuanya itu dengan mengikut & mengandalkan Tuhan. Ini bukan seperti yang dilakukan orang-orang selama ini yaitu berdoa minta berkat atau penyertaan Tuhan supaya rencana-rencana pribadi  berhasil. TAPI menyerahkan diri pada rencana-rencana yang dirancang & ditetapkan Tuhan sejak semula sambil melangkah dengan yakin bahwa dalam rencana Tuhan itulah kesuksesan yang sesungguh-sungguhnya ada. Inilah kesaksian Yusuf pada saudara-saudaranya yang merupakan kesimpulan seluruh kehidupannya yang sukses itu: “Memang kamu telah mereka-rekakan yang jahat terhadap aku, tetapi Allah telah mereka-rekakannya untuk kebaikan, dengan maksud melakukan seperti yang terjadi sekarang ini, yakni memelihara hidup suatu bangsa yang besar” (Kej 50:20). Yusuf percaya Tuhan punya rencana dalam hidupnya. Ia pun tahu rencana itu baik, bahkan yang terbaik untuk hidupnya. Itu sebabnya ia MEMPERCAYAKAN DIRINYA pada Allah untuk memimpin & membawanya masuk dalam sepenuh-penuh rencana Tuhan itu -apapun yang harus ia hadapi & jalani. Itulah sebabnya Tuhan menyertai Yusuf, sebab Dia selalu menyertai orang-orang yang mau masuk sepenuhnya pada rancangan masa depan yang telah disiapkan-Nya itu. Bagaimana dengan Anda? Salam revival! GBU.

No comments:

Post a Comment