I AM
BLESSED
Bersatu untuk
Bertumbuh Bersama. Efesus 4:13-14, “13sampai
kita semua telah mencapai kesatuan iman dan pengetahuan yang benar tentang Anak
Allah, kedewasaan penuh, dan tingkat pertumbuhan yang sesuai dengan kepenuhan
Kristus, 14Sehingga kita bukan lagi anak-anak, yang
diombang-ambingkan oleh rupa-rupa angin pengajaran, oleh permainan palsu
manusia dalam kelicikan mereka yang menyesatkan.” Pertumbuhan rohani
seseorang dapat terjadi melalui suatu usaha, yaitu memelihara kesatuan, yaitu
Kesatuan Roh. Jadi salah satu ciri dari adanya pertumbuhan rohani pada seorang
anggota jemaat adalah: Kesediaannya yang terus menerus memelihara “kesatuan
iman” bersama dengan anggota jemaat lainnya. Ciri lainnya adalah penguasaan
yang benar akan pengetahuan tentang kematian dan kebangkitan Kristus serta
kedewasaan penuh. Bertumbuh itu tidak otomatis, harus jadi usaha setiap kita,
butuh waktu & tindakan. Amin. Bagaimana dengan kita? Sudahkah kita
“bersatu” untuk bertumbuh?? Karena itu membaca Alkitab saja, ikut ibadah/kebaktian
setiap minggu saja tidak cukup untuk mendorong pertumbuhan kita menuju
kedewasaan. Kita perlu bergabung dalam Kelompok Sel, mengikuti kelas-kelas
pertumbuhan rohani, terlibat dalam pelayanan & tidak lupa BERSAKSI pada
keluarga, teman & orang-orang yang belum mengenal Kristus. Amin.
Xavier
Quentin Pranata
“Musim semi
terindah adalah saat kasih kita bersemi di dalam Kristus.” Xavier Quentin
Pranata.
Madam
Ossy
SAAT TEDUH.
Senin, 30 Mei 2016. Pekerjaan Penghibur. Tetapi Penghibur, yaitu Roh Kudus,
yang akan diutus oleh Bapa dalam nama-Ku, Dialah yang akan mengajarkan segala
sesuatu kepadamu dan akan mengingatkan kamu akan semua yang telah Kukatakan
kepadamu (Yohanes 14:26-TB). Jangan senang dulu jika ada seseorang yang datang
kepada kita dengan membawa-bawa nama Roh Kudus. “Roh Kudus mengatakan kepada
saya bahwa Anda orang yang murah hati. Roh Kudus juga yang mengatakan bahwa
Anda adalah orang yang akan meminjamkan saya uang,” kata seseorang pada saya.
Bila kita tidak tahu untuk apa Roh Kudus itu diberikan kepada orang percaya,
kita akan dengan mudah tertipu oleh pernyataan yang mengatasnamakan Roh Kudus
semacam itu. Roh Kudus yang disebut juga Roh Kebenaran (ay. 17) dan Penghibur
(ay. 26). Dia diberikan kepada orang percaya untuk mengajarkan kita melakukan
Firman Tuhan. Sebagai Penghibur, Roh Kudus akan menolong dan memampukan kita
berjalan dalam kebenaran. Sebagai Pemimpin, Roh Kudus akan selalu mengingatkan
kita tentang firman Tuhan (ay. 26). Roh Kudus juga yang menyadarkan kita akan
dosa (Yoh. 16:8). Dialah yang akan menuntun kita ke dalam seluruh kebenaran
(Yoh 16:13). Tuhan tidak memberikan Roh Kudus kepada kita untuk menakut-nakuti
orang lain. Tuhan juga tidak ingin kita membawa-bawa nama Roh Kudus untuk
memuluskan keinginan kita. Sebaliknya, Tuhan ingin hidup kita dipimpin oleh Roh
Kudus sehingga kita menghasilkan buah Roh (Gal 5:22) untuk memberkati sesama.
Dalam penyertaan dan pimpinan-Nya, kehidupan kita tidak terjamin senantiasa
mudah, namun kita akan selalu terlindung dan terjaga dalam kebenaran —NOV. ROH
KUDUS YANG MEMIMPIN KEHIDUPAN KITA; ROH KUDUS PULA YANG MENGHASILKAN BUAH-NYA
MELALUI KEHIDUPAN KITA. Selamat pagi. Selamat berkarya. Semangat terus. Tuhan
Yesus memberkati.
Worship
Center Surabaya
“Practice makes
perfect” ialah pepatah kuno yang berarti “Latihan menciptakan kesempurnaan”.
Dengan kata lain, pencapaian diraih tidak hanya dari satu dua kali berbuat
sesuatu namun dengan usaha yang berulangkali & berkelanjutan.
Sedikit-sedikit lama-lama menjadi bukit. Ya, ketekunan merupakan kunci dari
banyak prestasi & peningkatan di segala bidang dalam peradaban manusia. Hal
yang sama berlaku jika kita ingin berbuah-buah dalam Tuhan. Tidak ada
kerohanian yang instan. Mustahil perubahan total terjadi dalam satu malam.
Kesalehan bukan sulap. Kehidupan serupa Kristus itu sebuah metamorfosis. Serupa
ulat yang buruk rupa memasuki tahap kepompong lalu keluar sebagai kupu-kupu
yang indah. Perubahan hati & hidup kita di hadapan Tuhan kita lalui melalui
tahapan-tahapan, dari waktu ke waktu, oleh kerja kuasa Roh Kudus dalam kerelaan
kita diproses & dibentuk oleh Tuhan. Itulah sebabnya dikatakan dalam Lukas
8:15, “Yang jatuh di tanah yang baik itu ialah orang, yang setelah mendengar
firman itu, menyimpannya dalam hati yang baik dan mengeluarkan buah dalam
ketekunan.” Tak cukup kita mendengar & memahami firman. Masih belum memadai
sekali dua menerima & menjadikan firman bagian hidup kita. Kita harus
menjadi pelaku-pelaku firman DALAM KETEKUNAN, oleh pertolongan kuasa Roh Kudus
& topangan kasih karunia Tuhan. Tidak setengah-setengah. Tak mudah putus
asa. Taat tiap-tiap hari. Pantang menyerah meski banyak halangan. Tidak
terpengaruh & teralihkan. Setia melakukan firman di tiap musim kehidupan.
Tak menjadi bosan & lelah. Sampai saat terakhir Tuhan memanggil kita.
Firman yang berkuasa mengubah kita, yang telah kita pahami & terima sebagai
pegangan hidup kita harus TETAP & SELALU menjadi yang bagian hidup kita
sepanjang rentang usia yang diberikan Tuhan bagi kita. Bagai ranting yang terus
melekat pada pokoknya, anak-anak Tuhan yang melekat & bertumbuh dalam
kesetiaan pada Tuhan PASTI BERBUAH-BUAH DENGAN LEBATNYA pada musimnya (Maz 1:3)
bahkan TAK PERNAH BERHENTI berbuah (Yer 17:8). Masihkah Anda hidup dalam firman
hari ini? Salam revival! GBU.
Samuel
Sianto-Yestoya Ministry
Maz 30:3 –
TUHAN, ALLAHku, kepada-MU aku berteriak minta tolong DAn ENGKAU telah
menyembuhkan aku! YESUS sumber PERTOLONGAN dan KESEMBUHANku. Berdoalah
kepada-NYA. DIA sangat baik. Pasti kita ditolong dan diberkati! Samuel
Sianto(SS)-YESTOYA Ministry.

No comments:
Post a Comment