Monday, 30 May 2016

30 Mei 2016



I AM BLESSED




Bersatu untuk Bertumbuh Bersama. Efesus 4:13-14, 13sampai kita semua telah mencapai kesatuan iman dan pengetahuan yang benar tentang Anak Allah, kedewasaan penuh, dan tingkat pertumbuhan yang sesuai dengan kepenuhan Kristus, 14Sehingga kita bukan lagi anak-anak, yang diombang-ambingkan oleh rupa-rupa angin pengajaran, oleh permainan palsu manusia dalam kelicikan mereka yang menyesatkan.” Pertumbuhan rohani seseorang dapat terjadi melalui suatu usaha, yaitu memelihara kesatuan, yaitu Kesatuan Roh. Jadi salah satu ciri dari adanya pertumbuhan rohani pada seorang anggota jemaat adalah: Kesediaannya yang terus menerus memelihara “kesatuan iman” bersama dengan anggota jemaat lainnya. Ciri lainnya adalah penguasaan yang benar akan pengetahuan tentang kematian dan kebangkitan Kristus serta kedewasaan penuh. Bertumbuh itu tidak otomatis, harus jadi usaha setiap kita, butuh waktu & tindakan. Amin. Bagaimana dengan kita? Sudahkah kita “bersatu” untuk bertumbuh?? Karena itu membaca Alkitab saja, ikut ibadah/kebaktian setiap minggu saja tidak cukup untuk mendorong pertumbuhan kita menuju kedewasaan. Kita perlu bergabung dalam Kelompok Sel, mengikuti kelas-kelas pertumbuhan rohani, terlibat dalam pelayanan & tidak lupa BERSAKSI pada keluarga, teman & orang-orang yang belum mengenal Kristus. Amin.

Xavier Quentin Pranata
“Musim semi terindah adalah saat kasih kita bersemi di dalam Kristus.” Xavier Quentin Pranata.

Madam Ossy
SAAT TEDUH. Senin, 30 Mei 2016. Pekerjaan Penghibur. Tetapi Penghibur, yaitu Roh Kudus, yang akan diutus oleh Bapa dalam nama-Ku, Dialah yang akan mengajarkan segala sesuatu kepadamu dan akan mengingatkan kamu akan semua yang telah Kukatakan kepadamu (Yohanes 14:26-TB). Jangan senang dulu jika ada seseorang yang datang kepada kita dengan membawa-bawa nama Roh Kudus. “Roh Kudus mengatakan kepada saya bahwa Anda orang yang murah hati. Roh Kudus juga yang mengatakan bahwa Anda adalah orang yang akan meminjamkan saya uang,” kata seseorang pada saya. Bila kita tidak tahu untuk apa Roh Kudus itu diberikan kepada orang percaya, kita akan dengan mudah tertipu oleh pernyataan yang mengatasnamakan Roh Kudus semacam itu. Roh Kudus yang disebut juga Roh Kebenaran (ay. 17) dan Penghibur (ay. 26). Dia diberikan kepada orang percaya untuk mengajarkan kita melakukan Firman Tuhan. Sebagai Penghibur, Roh Kudus akan menolong dan memampukan kita berjalan dalam kebenaran. Sebagai Pemimpin, Roh Kudus akan selalu mengingatkan kita tentang firman Tuhan (ay. 26). Roh Kudus juga yang menyadarkan kita akan dosa (Yoh. 16:8). Dialah yang akan menuntun kita ke dalam seluruh kebenaran (Yoh 16:13). Tuhan tidak memberikan Roh Kudus kepada kita untuk menakut-nakuti orang lain. Tuhan juga tidak ingin kita membawa-bawa nama Roh Kudus untuk memuluskan keinginan kita. Sebaliknya, Tuhan ingin hidup kita dipimpin oleh Roh Kudus sehingga kita menghasilkan buah Roh (Gal 5:22) untuk memberkati sesama. Dalam penyertaan dan pimpinan-Nya, kehidupan kita tidak terjamin senantiasa mudah, namun kita akan selalu terlindung dan terjaga dalam kebenaran —NOV. ROH KUDUS YANG MEMIMPIN KEHIDUPAN KITA; ROH KUDUS PULA YANG MENGHASILKAN BUAH-NYA MELALUI KEHIDUPAN KITA. Selamat pagi. Selamat berkarya. Semangat terus. Tuhan Yesus memberkati.

Worship Center Surabaya
“Practice makes perfect” ialah pepatah kuno yang berarti “Latihan menciptakan kesempurnaan”. Dengan kata lain, pencapaian diraih tidak hanya dari satu dua kali berbuat sesuatu namun dengan usaha yang berulangkali & berkelanjutan. Sedikit-sedikit lama-lama menjadi bukit. Ya, ketekunan merupakan kunci dari banyak prestasi & peningkatan di segala bidang dalam peradaban manusia. Hal yang sama berlaku jika kita ingin berbuah-buah dalam Tuhan. Tidak ada kerohanian yang instan. Mustahil perubahan total terjadi dalam satu malam. Kesalehan bukan sulap. Kehidupan serupa Kristus itu sebuah metamorfosis. Serupa ulat yang buruk rupa memasuki tahap kepompong lalu keluar sebagai kupu-kupu yang indah. Perubahan hati & hidup kita di hadapan Tuhan kita lalui melalui tahapan-tahapan, dari waktu ke waktu, oleh kerja kuasa Roh Kudus dalam kerelaan kita diproses & dibentuk oleh Tuhan. Itulah sebabnya dikatakan dalam Lukas 8:15, “Yang jatuh di tanah yang baik itu ialah orang, yang setelah mendengar firman itu, menyimpannya dalam hati yang baik dan mengeluarkan buah dalam ketekunan.” Tak cukup kita mendengar & memahami firman. Masih belum memadai sekali dua menerima & menjadikan firman bagian hidup kita. Kita harus menjadi pelaku-pelaku firman DALAM KETEKUNAN, oleh pertolongan kuasa Roh Kudus & topangan kasih karunia Tuhan. Tidak setengah-setengah. Tak mudah putus asa. Taat tiap-tiap hari. Pantang menyerah meski banyak halangan. Tidak terpengaruh & teralihkan. Setia melakukan firman di tiap musim kehidupan. Tak menjadi bosan & lelah. Sampai saat terakhir Tuhan memanggil kita. Firman yang berkuasa mengubah kita, yang telah kita pahami & terima sebagai pegangan hidup kita harus TETAP & SELALU menjadi yang bagian hidup kita sepanjang rentang usia yang diberikan Tuhan bagi kita. Bagai ranting yang terus melekat pada pokoknya, anak-anak Tuhan yang melekat & bertumbuh dalam kesetiaan pada Tuhan PASTI BERBUAH-BUAH DENGAN LEBATNYA pada musimnya (Maz 1:3) bahkan TAK PERNAH BERHENTI berbuah (Yer 17:8). Masihkah Anda hidup dalam firman hari ini? Salam revival! GBU.

Samuel Sianto-Yestoya Ministry
Maz 30:3 – TUHAN, ALLAHku, kepada-MU aku berteriak minta tolong DAn ENGKAU telah menyembuhkan aku! YESUS sumber PERTOLONGAN dan KESEMBUHANku. Berdoalah kepada-NYA. DIA sangat baik. Pasti kita ditolong dan diberkati! Samuel Sianto(SS)-YESTOYA Ministry.


No comments:

Post a Comment