Saturday, 28 May 2016

28 Mei 2016



I AM BLESSED




1 Tim 2:2, “Apa yang telah engkau dengar dari padaku di depan banyak saksi, percayakanlah itu kepada orang-orang yang dapat dipercayai, yang juga cakap mengajar orang lain.” Kita/anak-anak Tuhan bertanggung jawab untuk memelihara dan mempertahankan ajaran-ajaran iman yang benar yang kita dapatkan dari dalam Alkitab & mempercayakan kepada orang-orang yang dapat dipercaya/orang yang setia supaya mereka juga dapat mengenal, memelihara & mengajarkan iman yang benar. Amin. Seperti apa yang dilakukan oleh Paulus kepada Timotius, Paulus mengasihi Timotius sebagai anak rohaninya, Paulus rela memberikan waktunya untuk mengajar atau memuridkan Timotius sehingga Timotius BERTUMBUH dan memberikan dirinya untuk dipakai oleh Tuhan. Bagaimana dengan kita hari-hari ini? Sudahkah kita MEMBERIKAN waktu kita untuk orang lain? Menjadi TELADAN IMAN buat kehidupan mereka?? Amin.

Tante Elisabeth – NTT
Shalom nak Siu Siang, selamat sore, saya sudah tiba di rumah Atambua, saya bersyukur berterima kasih pada Tuhan kita Yesus telah mengantar saya dan Clara, dengan selamat, dari Jakarta turun bandara Kupang, istirahat semalam di Hotel Kalimantan Indah, pagi-pagi ke terminal bus dengan bus pagi jam 7 sampai Atambua jam 1 siang, ini jalannya cepat, kadang sampai 8 jam. Tuhan baik dan sangat baik. Dia berikan semua yang terindah karena saya tak pernah lupa nama Yesus selalu terukir dalam loh hatiku Sampai rumah bersihin lagi rumahnya penuh debu, saya lihat BB-ku, WA penuh dengan renungan dari Ps. Steven, dari anak Siu Siang, dan Bu Inggita, dll. Dan saya ingin catat di buku catatanku. Hehe... Ya amin dengan renungan firmannya. JBU all.

Worship Center Surabaya
Tidakkah TUHAN memberikan waktu bertahun-tahun kepada Saul -melalui berbagai macam momen & peristiwa dalam hidupnya- supaya ia kembali pada Tuhan? Bukankah hampir 20 tahun lamanya kesempatan diberikan agar Yerobeam berbalik pada Tuhan & meninggalkan kesesatannya? Dan, bukankah kira-kira 1000 hari lamanya Yesus memberi kasih karunia supaya Yudas memilih pertobatan? Kenyataannya, kasih karunia Allah Bapa yang menunggu anaknya yang hilang kembali ke rumah, tak selalu diresponi dengan seharusnya. Mereka yang telah dipanggil menjadi murid-murid Kristus namun mengeraskan hatinya untuk tinggal dalam keadaan yang menentang Tuhan, pada akhirnya akan diperhitungkan sebagai orang-orang yang menampik kasih karunia Tuhan. Selama tiada kehancuran hati & pertobatan atas kehidupannya yang melawan kehendak Tuhan, maka tiada pula pengampunan & penyucian dosa atasnya. “Sebab mereka yang pernah diterangi hatinya, yang pernah mengecap karunia sorgawi, dan yang pernah mendapat bagian dalam Roh Kudus, dan yang mengecap firman yang baik dari Allah dan karunia-karunia dunia yang akan datang, namun yang MURTAD LAGI, tidak mungkin dibaharui sekali lagi sedemikian, hingga mereka bertobat, sebab mereka menyalibkan lagi Anak Allah bagi diri mereka dan menghina-Nya di muka umum” -Ibr 6:4-6. Sesungguhnya kasih karunia Tuhan dilimpahkan pada kita supaya setiap kali merasa lemah & tergoda untuk undur dari Tuhan, kita beroleh jaminan bahwa Tuhan tidak akan pernah menyerah untuk memulihkan & membawa hidup kita serupa dengan Kristus, asalkan kita pun menyambutnya dengan selalu belajar taat kepada Dia. Masih ada & selalu ada pengampunan -bahkan pemulihan- atas Saul, Yerobeam & Yudas -jika mereka mau merendahkan diri, mengaku dosanya & kembali mengasihi Tuhan dengan hidup seturut ketetapan-ketetapanNya (seperti halnya raja Manasye yang diampuni dari kejahatannya yang banyak itu, 2 Taw 33:12-13). Jika pengampunan itu juga masih ada bagi Anda, masihkah Anda akan menyia-nyiakan kasih karunia yang besar itu? Salam revival! GBU.

Susan – DPT
*Kuatkan dan teguhkan hatiMu dan berlombalah dengan tekun dalam perlombaan yang diwajibkan bagi kita, Tuhan pasti menyertai kita. *TUHAN mau agar kita hidup seperti rumput. Walau diinjak, dipotong, dihancurkan, dibakar, namun muncul lagi, lebih hijau dan lebih kuat dari sebelumnya. Jbu.

Xavier Quentin Pranata
“Lembah kekelaman adalah JALAN untuk DILALUI bukan KAMPUNG HALAMAN untuk DITINGGALI.” Xavier Quentin Pranata.

Madam Ossy
SAAT TEDUH. Sabtu, 28 Mei 2016. Cendana Wangi. Berbahagialah orang yang bertahan dalam pencobaan, sebab apabila ia sudah tahan uji, ia akan menerima mahkota kehidupan yang dijanjikan Allah kepada orang-orang yang mengasihi Dia (Yakobus 1:12). Cendana (Santalum album) merupakan penghasil kayu dan minyak cendana yang digunakan sebagai rempah-rempah, bahan dupa, aroma terapi, dan campuran parfum. Di Indonesia, cendana banyak tumbuh di Pulau Timor. Keharuman cendana ini menarik minat para pedagang karena nilai ekonomi yang tinggi. Bagi masyarakat Timor, cendana dipersepsikan sebagai haumeni, yaitu gadis cantik yang memancarkan keharuman. Di tanah Timor yang berbatu kapur dengan taraf kekeringan yang tinggi, cendana mengeluarkan bau harumnya yang khas. Berbeda dengan sikap kebanyakan orang. Ketika menghadapi tekanan hidup, kita mencari kambing hitam, menyalahkan keadaan, bahkan berani menyalahkan Tuhan. Kita tidak tahan menjalani pencobaan. Padahal, di balik segala kesulitan itu ada maksud Tuhan agar kita menjadi lebih tahan uji. Yakobus tidak menyangkali betapa sakitnya pencobaan, tetapi ia menyadari bahwa pencobaan itu hanyalah pencobaan biasa, yang membantunya menjalani hidup dengan lebih tegar. Baginya, itulah bagian dari proses menuju hidup yang berintegritas. Sebagaimana wangi cendana muncul di tanah berbatu kapur dan beriklim sangat kering, kiranya kita juga mengeluarkan wangi ketika kita menaklukkan pencobaan. Ketika kita mampu menjalani tekanan hidup, bau wangi karena tahan uji dan ketangguhanlah yang muncul. Pencobaan memang tidak menyenangkan, tapi, ketika kita bertahan, kehidupan kita akan mengeluarkan wangi ketekunan, kedewasaan, dan kearifan —JB. BERTAHAN DALAM PENCOBAAN, MEMBUAT HIDUP KITA MENGELUARKAN WANGI KETEKUNAN, KEDEWASAAN, DAN KEARIFAN. Selamat pagi. Selamat menikmati akhir pekan. Tuhan Yesus memberkati.


No comments:

Post a Comment