I AM
BLESSED
1 Tim 2:2, “Apa
yang telah engkau dengar dari padaku di depan banyak saksi, percayakanlah itu
kepada orang-orang yang dapat dipercayai, yang juga cakap mengajar orang lain.”
Kita/anak-anak Tuhan bertanggung jawab untuk memelihara dan mempertahankan
ajaran-ajaran iman yang benar yang kita dapatkan dari dalam Alkitab &
mempercayakan kepada orang-orang yang dapat dipercaya/orang yang setia supaya mereka
juga dapat mengenal, memelihara & mengajarkan iman yang benar. Amin.
Seperti apa yang dilakukan oleh Paulus kepada Timotius, Paulus mengasihi
Timotius sebagai anak rohaninya, Paulus rela memberikan waktunya untuk
mengajar atau memuridkan Timotius sehingga Timotius BERTUMBUH dan memberikan
dirinya untuk dipakai oleh Tuhan. Bagaimana dengan kita hari-hari ini? Sudahkah
kita MEMBERIKAN waktu kita untuk orang lain? Menjadi TELADAN IMAN buat
kehidupan mereka?? Amin.
Tante
Elisabeth – NTT
Shalom nak Siu
Siang, selamat sore, saya sudah tiba di rumah Atambua, saya bersyukur berterima
kasih pada Tuhan kita Yesus telah mengantar saya dan Clara, dengan selamat,
dari Jakarta turun bandara Kupang, istirahat semalam di Hotel Kalimantan Indah,
pagi-pagi ke terminal bus dengan bus pagi jam 7 sampai Atambua jam 1 siang, ini
jalannya cepat, kadang sampai 8 jam. Tuhan baik dan sangat baik. Dia berikan
semua yang terindah karena saya tak pernah lupa nama Yesus selalu terukir dalam
loh hatiku Sampai rumah bersihin lagi rumahnya penuh debu, saya lihat BB-ku, WA
penuh dengan renungan dari Ps. Steven, dari anak Siu Siang, dan Bu Inggita,
dll. Dan saya ingin catat di buku catatanku. Hehe... Ya amin dengan renungan
firmannya. JBU all.
Worship
Center Surabaya
Tidakkah TUHAN
memberikan waktu bertahun-tahun kepada Saul -melalui berbagai macam momen &
peristiwa dalam hidupnya- supaya ia kembali pada Tuhan? Bukankah hampir 20
tahun lamanya kesempatan diberikan agar Yerobeam berbalik pada Tuhan &
meninggalkan kesesatannya? Dan, bukankah kira-kira 1000 hari lamanya Yesus
memberi kasih karunia supaya Yudas memilih pertobatan? Kenyataannya, kasih
karunia Allah Bapa yang menunggu anaknya yang hilang kembali ke rumah, tak
selalu diresponi dengan seharusnya. Mereka yang telah dipanggil menjadi
murid-murid Kristus namun mengeraskan hatinya untuk tinggal dalam keadaan yang
menentang Tuhan, pada akhirnya akan diperhitungkan sebagai orang-orang yang
menampik kasih karunia Tuhan. Selama tiada kehancuran hati & pertobatan
atas kehidupannya yang melawan kehendak Tuhan, maka tiada pula pengampunan
& penyucian dosa atasnya. “Sebab mereka yang pernah diterangi hatinya, yang
pernah mengecap karunia sorgawi, dan yang pernah mendapat bagian dalam Roh
Kudus, dan yang mengecap firman yang baik dari Allah dan karunia-karunia dunia
yang akan datang, namun yang MURTAD LAGI, tidak mungkin dibaharui sekali lagi
sedemikian, hingga mereka bertobat, sebab mereka menyalibkan lagi Anak Allah
bagi diri mereka dan menghina-Nya di muka umum” -Ibr 6:4-6. Sesungguhnya kasih
karunia Tuhan dilimpahkan pada kita supaya setiap kali merasa lemah &
tergoda untuk undur dari Tuhan, kita beroleh jaminan bahwa Tuhan tidak akan
pernah menyerah untuk memulihkan & membawa hidup kita serupa dengan
Kristus, asalkan kita pun menyambutnya dengan selalu belajar taat kepada Dia.
Masih ada & selalu ada pengampunan -bahkan pemulihan- atas Saul, Yerobeam
& Yudas -jika mereka mau merendahkan diri, mengaku dosanya & kembali
mengasihi Tuhan dengan hidup seturut ketetapan-ketetapanNya (seperti halnya raja
Manasye yang diampuni dari kejahatannya yang banyak itu, 2 Taw 33:12-13). Jika
pengampunan itu juga masih ada bagi Anda, masihkah Anda akan menyia-nyiakan
kasih karunia yang besar itu? Salam revival! GBU.
Susan
– DPT
*Kuatkan dan
teguhkan hatiMu dan berlombalah dengan tekun dalam perlombaan yang diwajibkan
bagi kita, Tuhan pasti menyertai kita. *TUHAN mau agar kita hidup seperti
rumput. Walau diinjak, dipotong, dihancurkan, dibakar, namun muncul lagi, lebih
hijau dan lebih kuat dari sebelumnya. Jbu.
Xavier
Quentin Pranata
“Lembah
kekelaman adalah JALAN untuk DILALUI bukan KAMPUNG HALAMAN untuk DITINGGALI.”
Xavier Quentin Pranata.
Madam
Ossy
SAAT TEDUH.
Sabtu, 28 Mei 2016. Cendana Wangi. Berbahagialah orang yang bertahan dalam
pencobaan, sebab apabila ia sudah tahan uji, ia akan menerima mahkota kehidupan
yang dijanjikan Allah kepada orang-orang yang mengasihi Dia (Yakobus 1:12).
Cendana (Santalum album) merupakan penghasil kayu dan minyak cendana yang
digunakan sebagai rempah-rempah, bahan dupa, aroma terapi, dan campuran parfum.
Di Indonesia, cendana banyak tumbuh di Pulau Timor. Keharuman cendana ini
menarik minat para pedagang karena nilai ekonomi yang tinggi. Bagi masyarakat
Timor, cendana dipersepsikan sebagai haumeni, yaitu gadis cantik yang memancarkan
keharuman. Di tanah Timor yang berbatu kapur dengan taraf kekeringan yang
tinggi, cendana mengeluarkan bau harumnya yang khas. Berbeda dengan sikap
kebanyakan orang. Ketika menghadapi tekanan hidup, kita mencari kambing hitam,
menyalahkan keadaan, bahkan berani menyalahkan Tuhan. Kita tidak tahan
menjalani pencobaan. Padahal, di balik segala kesulitan itu ada maksud Tuhan
agar kita menjadi lebih tahan uji. Yakobus tidak menyangkali betapa sakitnya
pencobaan, tetapi ia menyadari bahwa pencobaan itu hanyalah pencobaan biasa,
yang membantunya menjalani hidup dengan lebih tegar. Baginya, itulah bagian
dari proses menuju hidup yang berintegritas. Sebagaimana wangi cendana muncul
di tanah berbatu kapur dan beriklim sangat kering, kiranya kita juga mengeluarkan
wangi ketika kita menaklukkan pencobaan. Ketika kita mampu menjalani tekanan
hidup, bau wangi karena tahan uji dan ketangguhanlah yang muncul. Pencobaan
memang tidak menyenangkan, tapi, ketika kita bertahan, kehidupan kita akan
mengeluarkan wangi ketekunan, kedewasaan, dan kearifan —JB. BERTAHAN DALAM
PENCOBAAN, MEMBUAT HIDUP KITA MENGELUARKAN WANGI KETEKUNAN, KEDEWASAAN, DAN
KEARIFAN. Selamat pagi. Selamat menikmati akhir pekan. Tuhan Yesus memberkati.

No comments:
Post a Comment