Friday, 13 May 2016

13 Mei 2016



I AM BLESSED





BerDOA & MeMUJI. Daniel 6:11, “Demi didengar Daniel, bahwa surat perintah itu telah dibuat, pergilah ia ke rumahnya. Dalam kamar atasnya ada tingkap-tingkap yang terbuka ke arah Yerusalem; tiga kali sehari ia berlutut, berdoa serta memuji Allahnya, seperti yang biasa dilakukannya.” Keputusan Raja tidak menyebabkan Daniel menjadi gentar sehingga mengubah kebiasaannya berlutut untuk berDOA & memuji-muji Allah. Jendela-Jendela (kamar atasnya ada tingkap-tingkap yang terbuka) tetap terbuka ke arah Yerusalem di mana Bait Suci pernah berdiri. Sekalipun Daniel menyadari bahayanya, Daniel tidak membiarkan apapun menghalangi dirinya untuk menaikkan DOA & menaikkan pujian-pujian untuk menyembah Tuhannya. Demikian pula: kita tidak boleh membiarkan apapun yang menyebabkan kita mengabaikan DOA dan puji-pujian (penyembahan) kepada Tuhan setiap hari... J. Adakah kita seperti Daniel?? (BIASA: punya gaya hidup) melakukan hal-hal baik ?? Yaitu: TETAP berDOA & menaikkan puji-pujian (ucapan syukur) disaat keadaan/situasi dan semuanya mengecewakan kita.

Xavier Quentin Pranata
“Rumah, perusahaan, kerajaan, apa pun, yang didirikan dengan fondasi kasih tidak akan runtuh.” Xavier Quentin Pranata.

Madam Ossy
SAAT TEDUH. Jumat, 13 Mei 2016. Tak Perlu Marah. Saudara-saudara yang kukasihi, ingatlah hal ini: Setiap orang hendaklah cepat untuk mendengar, tetapi lambat untuk berkata-kata, dan juga lambat untuk marah (Yakobus 1:19). Suatu pagi yang indah, saya begitu bersemangat ke kantor. Namun ketika rapat dimulai, mendadak emosi saya mulai tak terkontrol. Hampir semua divisi belum menyelesaikan laporan pertanggungjawaban yang diberikan beberapa waktu lalu. Saat itu, saya pun tanpa sadar melontarkan komentar yang sinis terhadap mereka. Ketika makan siang tiba, entah kenapa kejadian di rapat muncul kembali di dalam memori. Sejenak saya merenungkan apa yang sudah terjadi. Saya menyesali ucapan saya tadi. Saya mencoba menempatkan diri di posisi mereka. Bagaimana perasaan mereka? Apakah dengan komentar yang sinis tersebut mereka akan belajar dan berkembang? Apakah ke depan nanti mereka akan mempunyai hubungan kerja yang baik dengan saya? Sebagai seorang atasan, pekerja, teman, orangtua, atau sebagai apa pun kita di lingkungan, mungkin seringkali kita dikecewakan atau, sebaliknya, mengecewakan orang lain. Tetapi, bagaimana respons kita dalam menanggapi setiap persoalan yang ada, itulah kunci dari persoalan tersebut. Apakah kita mudah terpancing? Apakah kita berdiam diri sejenak? Apakah kita bersikap masa bodoh dan tidak peduli? Apakah kita mengabaikan? Atau apakah kita mencari Tuhan? Firman Tuhan mengingatkan kita agar cepat untuk mendengar, tetapi lambat untuk berkata-kata (ay. 19). Amarah manusia tidak mendatangkan kebenaran dan kebaikan. Tidak perlu marah-marah ketika muncul masalah. Ketika kita tenang dan mampu berpikir jernih, kita relatif lebih mudah menemukan solusi yang tepat —MIA. KEMARAHAN TAK TERKONTROL BISA MERUSAK HUBUNGAN, TANPA MENAWARKAN JALAN KELUAR YANG DIPERLUKAN. Selamat pagi. Bersyukurlah selalu. Tuhan Yesus memberkati.

Bp. Anto – Citraland
Syalom! Pagi saudaraku. Banyak orang menyebut diri baik hati, tetapi orang yang setia, siapakah menemukannya?  (Amsal 20:6). Jadilah setia dengan apa yang dipercayakan kepada kita. Kalau sudah tiba waktunya, Dia yang akan mengangkat kita ke level yang lebih tinggi. Tetap semangat ❤.

Worship Center Surabaya
Shalom rekan-rekan kontak BBM terkasih, tanpa terasa artikel renungan yang saya bagikan selama ini telah berlangsung 2 tahun lamanya pada akhir Mei 2016 ini. Dimulai sejak akhir Mei 2014, tiap hari tanpa henti telah saya bagikan tulisan-tulisan sederhana yang mengulas firman Tuhan secara apa adanya, berusaha menyampaikan pesan murni dari hati Tuhan dalam doktrin yang sehat. Tujuan saya membagikan berkat rohani ini tak lain demi membangkitkan kerinduan & gairah yang lebih besar akan Tuhan serta melahirkan saksi-saksi Kristus yang memenuhi penjuru Indonesia sebagai terang & garam bangsa kita. Terpujilah Tuhan yang telah memberkati pekerjaan-Nya & melayakkan hamba-Nya melayani dengan cara-Nya. Kontak semula yang hanya 150 orang telah menjadi lebih dari 2500 kontak dari seluruh penjuru Indonesia & negara tetangga. Segala kemuliaan bagi Tuhan saja! Sesuai yang saya terima dari Tuhan, renungan singkat via BBM ini akan berhenti dibagikan akhir Mei ini. Dan seturut kehendak Tuhan juga, sebagai hamba-Nya, selanjutnya akan saya bagikan tulisan-tulisan yang sedikit lebih panjang daripada yang selama ini dibroadcast via BBM sehingga BBM akan menjadi sarana broadcast link tulisan tersebut. Bagi yang ingin membaca langsung dari gadget masing-masing dapat bergabung dalam media Whatsapp yang akan saya beritahukan selanjutnya. Target saya seminggu 3 kali membagi berkat-berkat rohani ini dengan tema-tema antara lain:
-menguji nubuatan
-mendengarkan & membedakan suara Tuhan
-pria-wanita sejati & keluarga ideal dalam Tuhan
-mengetahui tujuan hidup dari Tuhan
-ciri-ciri hamba Tuhan sejati
-menguak roh agamawi & praktek-prakteknya
-jemaat yang ideal & kegerakan sejati dari Tuhan
-topik-topik pendorong pertumbuhan rohani lainnya
Untuk beberapa bulan ke depan, artikel masih akan dibagikan seminggu sekali untuk saya mengambil waktu melayani anak-anak rohani saya maupun keluarga saya secara pribadi. Tetap update dari BBM ini. Kiranya hati kita senantiasa rindu akan firman Tuhan & melakukannya! Tuhan Yesus memberkati kita semua. Hamba sahaya di ladang-Nya, Peter B, MA.

Ibu Caroline – Bandung
Your intimacy with God determines the impact that your life has on others (Charles Stanley). Keintiman kita dengan Tuhan menentukan dampak dari kehidupan kita kepada orang lain (Charles Stanley).

Ibu Caroline – Bandung
Kel  14:30, “Demikianlah pada hari itu Tuhan menyelamatkan orang Israel dari tangan orang Mesir.   Dan orang Israel melihat orang Mesir mati terhantar di pantai laut.” Persoalan adalah realita kehidupan dan janganlah heran bila setiap kita juga diperhadapkan dengan persoalan, karena hidup ini tak ubahnya seperti sekolah di mana ada ujian demi ujian, dan Tuhan mengajarkan kita untuk tidak lari dari masalah, melainkan harus kita hadapi. Bagaimana reaksi kita menghadapi persoalan kehidupan yang kadang sangat mencekam?, rasa takut itu adalah reaksi kita. Takut adalah reaksi yang normal, tapi seharusnya ketakutan itu memotivasi kita untuk mencari Tuhan dan berseru-seru kepadaNya, karena  “...Allah memberikan kepada kita bukan roh ketakutan, melainkan roh yang membangkitkan kekuatan, kasih dan ketertiban”  (2 Timotius 1:7). Seberat apa pun persoalan yang kita alami, di dalam Tuhan pasti ada jalan keluarnya. Jangan biarkan ketakutan itu membelenggu hidup kita! Ketika permasalahan datang seringkali kita langsung mencari kambing hitam atau menyalahkan orang lain. Tidak sedikit pula yang kecewa dan berkata,  “Percuma ikut Tuhan, toh masalah tidak henti-hentinya menerpa.” Berhentilah bersungut-sungut! Tetaplah yakin bahwa Tuhan selalu memberikan jalan keluar dan pertolonganNya tepat pada waktuNya! Be strong... Gbu.

No comments:

Post a Comment