I AM
BLESSED
BerDOA &
MeMUJI. Daniel 6:11, “Demi didengar
Daniel, bahwa surat perintah itu telah dibuat, pergilah ia ke rumahnya. Dalam
kamar atasnya ada tingkap-tingkap yang terbuka ke arah Yerusalem; tiga kali
sehari ia berlutut, berdoa serta memuji Allahnya, seperti yang biasa
dilakukannya.” Keputusan Raja tidak menyebabkan Daniel menjadi gentar
sehingga mengubah kebiasaannya berlutut untuk berDOA & memuji-muji Allah.
Jendela-Jendela (kamar atasnya ada tingkap-tingkap yang terbuka) tetap terbuka
ke arah Yerusalem di mana Bait Suci pernah berdiri. Sekalipun Daniel menyadari bahayanya,
Daniel tidak membiarkan apapun menghalangi dirinya untuk menaikkan DOA &
menaikkan pujian-pujian untuk menyembah Tuhannya. Demikian pula: kita tidak
boleh membiarkan apapun yang menyebabkan kita mengabaikan DOA dan puji-pujian
(penyembahan) kepada Tuhan setiap hari... J. Adakah kita seperti Daniel?? (BIASA:
punya gaya hidup) melakukan hal-hal baik ?? Yaitu: TETAP berDOA & menaikkan
puji-pujian (ucapan syukur) disaat keadaan/situasi dan semuanya mengecewakan
kita.
Xavier
Quentin Pranata
“Rumah,
perusahaan, kerajaan, apa pun, yang didirikan dengan fondasi kasih tidak akan
runtuh.” Xavier Quentin Pranata.
Madam
Ossy
SAAT TEDUH.
Jumat, 13 Mei 2016. Tak Perlu Marah. Saudara-saudara yang kukasihi, ingatlah
hal ini: Setiap orang hendaklah cepat untuk mendengar, tetapi lambat untuk
berkata-kata, dan juga lambat untuk marah (Yakobus 1:19). Suatu pagi yang
indah, saya begitu bersemangat ke kantor. Namun ketika rapat dimulai, mendadak
emosi saya mulai tak terkontrol. Hampir semua divisi belum menyelesaikan
laporan pertanggungjawaban yang diberikan beberapa waktu lalu. Saat itu, saya
pun tanpa sadar melontarkan komentar yang sinis terhadap mereka. Ketika makan
siang tiba, entah kenapa kejadian di rapat muncul kembali di dalam memori.
Sejenak saya merenungkan apa yang sudah terjadi. Saya menyesali ucapan saya
tadi. Saya mencoba menempatkan diri di posisi mereka. Bagaimana perasaan
mereka? Apakah dengan komentar yang sinis tersebut mereka akan belajar dan
berkembang? Apakah ke depan nanti mereka akan mempunyai hubungan kerja yang baik
dengan saya? Sebagai seorang atasan, pekerja, teman, orangtua, atau sebagai apa
pun kita di lingkungan, mungkin seringkali kita dikecewakan atau, sebaliknya,
mengecewakan orang lain. Tetapi, bagaimana respons kita dalam menanggapi setiap
persoalan yang ada, itulah kunci dari persoalan tersebut. Apakah kita mudah
terpancing? Apakah kita berdiam diri sejenak? Apakah kita bersikap masa bodoh
dan tidak peduli? Apakah kita mengabaikan? Atau apakah kita mencari Tuhan?
Firman Tuhan mengingatkan kita agar cepat untuk mendengar, tetapi lambat untuk
berkata-kata (ay. 19). Amarah manusia tidak mendatangkan kebenaran dan
kebaikan. Tidak perlu marah-marah ketika muncul masalah. Ketika kita tenang dan
mampu berpikir jernih, kita relatif lebih mudah menemukan solusi yang tepat
—MIA. KEMARAHAN TAK TERKONTROL BISA MERUSAK HUBUNGAN, TANPA MENAWARKAN JALAN
KELUAR YANG DIPERLUKAN. Selamat pagi. Bersyukurlah selalu. Tuhan Yesus
memberkati.
Bp.
Anto – Citraland
Syalom! Pagi
saudaraku. Banyak orang menyebut diri baik hati, tetapi orang yang setia,
siapakah menemukannya? (Amsal 20:6).
Jadilah setia dengan apa yang dipercayakan kepada kita. Kalau sudah tiba
waktunya, Dia yang akan mengangkat kita ke level yang lebih tinggi. Tetap
semangat ❤.
Worship
Center Surabaya
Shalom rekan-rekan
kontak BBM terkasih, tanpa terasa artikel renungan yang saya bagikan selama ini
telah berlangsung 2 tahun lamanya pada akhir Mei 2016 ini. Dimulai sejak akhir
Mei 2014, tiap hari tanpa henti telah saya bagikan tulisan-tulisan sederhana
yang mengulas firman Tuhan secara apa adanya, berusaha menyampaikan pesan murni
dari hati Tuhan dalam doktrin yang sehat. Tujuan saya membagikan berkat rohani
ini tak lain demi membangkitkan kerinduan & gairah yang lebih besar akan
Tuhan serta melahirkan saksi-saksi Kristus yang memenuhi penjuru Indonesia
sebagai terang & garam bangsa kita. Terpujilah Tuhan yang telah memberkati
pekerjaan-Nya & melayakkan hamba-Nya melayani dengan cara-Nya. Kontak
semula yang hanya 150 orang telah menjadi lebih dari 2500 kontak dari seluruh
penjuru Indonesia & negara tetangga. Segala kemuliaan bagi Tuhan saja!
Sesuai yang saya terima dari Tuhan, renungan singkat via BBM ini akan berhenti
dibagikan akhir Mei ini. Dan seturut kehendak Tuhan juga, sebagai hamba-Nya,
selanjutnya akan saya bagikan tulisan-tulisan yang sedikit lebih panjang
daripada yang selama ini dibroadcast via BBM sehingga BBM akan menjadi sarana
broadcast link tulisan tersebut. Bagi yang ingin membaca langsung dari gadget
masing-masing dapat bergabung dalam media Whatsapp yang akan saya beritahukan
selanjutnya. Target saya seminggu 3 kali membagi berkat-berkat rohani ini
dengan tema-tema antara lain:
-menguji
nubuatan
-mendengarkan
& membedakan suara Tuhan
-pria-wanita
sejati & keluarga ideal dalam Tuhan
-mengetahui
tujuan hidup dari Tuhan
-ciri-ciri hamba
Tuhan sejati
-menguak roh
agamawi & praktek-prakteknya
-jemaat yang
ideal & kegerakan sejati dari Tuhan
-topik-topik
pendorong pertumbuhan rohani lainnya
Untuk beberapa
bulan ke depan, artikel masih akan dibagikan seminggu sekali untuk saya
mengambil waktu melayani anak-anak rohani saya maupun keluarga saya secara
pribadi. Tetap update dari BBM ini. Kiranya hati kita senantiasa rindu akan
firman Tuhan & melakukannya! Tuhan Yesus memberkati kita semua. Hamba
sahaya di ladang-Nya, Peter B, MA.
Ibu
Caroline – Bandung
Your intimacy
with God determines the impact that your life has on others (Charles Stanley).
Keintiman kita dengan Tuhan menentukan dampak dari kehidupan kita kepada orang
lain (Charles Stanley).
Ibu
Caroline – Bandung
Kel 14:30, “Demikianlah pada hari itu Tuhan
menyelamatkan orang Israel dari tangan orang Mesir. Dan orang Israel melihat orang Mesir mati
terhantar di pantai laut.” Persoalan adalah realita kehidupan dan janganlah
heran bila setiap kita juga diperhadapkan dengan persoalan, karena hidup ini
tak ubahnya seperti sekolah di mana ada ujian demi ujian, dan Tuhan mengajarkan
kita untuk tidak lari dari masalah, melainkan harus kita hadapi. Bagaimana
reaksi kita menghadapi persoalan kehidupan yang kadang sangat mencekam?, rasa
takut itu adalah reaksi kita. Takut adalah reaksi yang normal, tapi seharusnya
ketakutan itu memotivasi kita untuk mencari Tuhan dan berseru-seru kepadaNya,
karena “...Allah memberikan kepada kita bukan
roh ketakutan, melainkan roh yang membangkitkan kekuatan, kasih dan
ketertiban” (2 Timotius 1:7). Seberat
apa pun persoalan yang kita alami, di dalam Tuhan pasti ada jalan keluarnya.
Jangan biarkan ketakutan itu membelenggu hidup kita! Ketika permasalahan datang
seringkali kita langsung mencari kambing hitam atau menyalahkan orang lain.
Tidak sedikit pula yang kecewa dan berkata,
“Percuma ikut Tuhan, toh masalah tidak henti-hentinya menerpa.”
Berhentilah bersungut-sungut! Tetaplah yakin bahwa Tuhan selalu memberikan
jalan keluar dan pertolonganNya tepat pada waktuNya! Be strong... Gbu.

No comments:
Post a Comment