Thursday, 5 May 2016

5 Mei 2016



I AM BLESSED




Murid Harus Disiplin. Ibrani 12:5-6, 5Dan sudah lupakah kamu akan nasihat yang berbicara kepada kamu seperti kepada anak- anak: ‘Hai anakku, janganlah anggap enteng didikan Tuhan, dan janganlah putus asa apabila engkau diperingatkan-Nya; 6karena Tuhan menghajar orang yang dikasihi-Nya, dan Ia menyesah orang yang diakui-Nya sebagai anak.‘” Disiplin itu penting, tidak hanya untuk hal-hal jasmani, tetapi juga untuk hal-hal rohani, keduanya berkaitan satu dengan yang lain. Kalau kita sudah terbiasa mendisiplin diri dalam pekerjaan (menyelesaikan tugas tepat waktu), RT (kebiasaan untuk bangun lebih awal, melayani keluarga), dll, maka kita akan punya kebiasaan yang baik pula dalam hal-hal rohani: disiplin dalam ibadah, Saat Teduh, dll. Bagaimana dengan kita?? Adakah kita murid-murid Kristus yang disiplin? Jangan anggap enteng ‘teguran‘ yang bisa membawa kita ke dalam ‘suatu perubahan‘ hidup, Tuhan bisa mendisiplin kita melalui pimpinan kita di tempat pekerjaan, melalui kebenaran firman Tuhan, dll.

Worship Center Surabaya
Tidak semua orang sampai kepada iman. Tidak selamanya pula seseorang tetap tinggal dalam iman. Beberapa orang bahkan tak penah peduli akan Tuhan. Menganggap Tuhan tidak ada. Ataupun jika ada, mereka tidak peduli. Sebagian yang lain sempat percaya pada Sang Juruselamat beberapa saat lamanya. Tapi dalam perkembangannya, karena satu sebab atau lebih, mereka mulai meragukan Dia. Puncaknya, mereka pun melepaskan iman mereka pada Kristus. Mengapa bisa terjadi demikian? Amsal 19:3 memberikan petunjuk mengenai ini: “Kebodohan menyesatkan jalan orang, lalu gusarlah hatinya terhadap TUHAN.” Jalan manusia menjadi sesat & celaka sejatinya disebabkan oleh kebodohannya sendiri. Karena tidak tahu mana jalan yang benar tapi merasa mengetahuinya, mereka mengikuti petunjuk & standar-standar yang keliru. Akibatnya, malapetaka & hal-hal yang celaka yang mereka alami. Hanya orang-orang yang memiliki hikmat yang akan berlaku bijaksana dalam melangkah. Mereka mengandalkan Sang Hikmat itu sendiri menuntun mereka. Karena kebodohan pula, hati orang lalu menjadi gusar atas hal-hal buruk yang terjadi & menimpa hidupnya. Bukannya mencari jawaban dari Tuhan & belajar jalan-jalanNya, orang bodoh mengomel, berkeluh kesah, menggerutu, menyatakan ketidakpuasannya sambil mencari kambing hitam atas siapa kira-kira yang menjadi penyebab semua kesusahan hidupnya. Penyebab semua itu akan segera ditemukan -dan pastinya mereka tidak akan termasuk sebagai sumber permasalahan yang mereka alami. Puncak dari segala ketidakpuasan di hati diarahkan kepada Pribadi yang dianggap berkuasa untuk menolong mereka & menghindarkan mereka dari hal-hal buruk tapi nyatanya seolah-olah Dia tidak mampu atau mau melakukannya. Allah menjadi kambing hitam utama, biang segala kesusahan orang. Itulah pikiran orang-orang bodoh yang disesatkan iblis. Kebodohan rohani adalah awal kebinasaan manusia. Si jahat menggunakannya supaya manusia makin jauh & membenci Tuhan. Melihat akibatnya, tidakkah Anda harus membenci & meninggalkan kebodohan rohani? Salam revival! GBU.

Xavier Quentin Pranata
“Jangan pernah melupakan orang-orang yang tanpa mereka kita tidak berada di tempat kita sekarang.” Xavier Quentin Pranata.

Samuel Sianto-Yestoya Ministry
Kis 1:11 – ...YESUS ini, yang terangkat ke sorga meninggalkanmu, akan datang kembali dengan cara yang sama seperti kamu melihat DIA naik ke sorga. Amin, amin, amin... Yukkk siapkan diri kita. Ada kepastian SORGA itu nyata. Yes. Ok. Pasti... Selamat ibadah dan melayani! Samuel Sianto(SS)-YESTOYA Ministry.

No comments:

Post a Comment