I AM
BLESSED
Ucapan Syukur.
1 Tesalonika 5:18, “Mengucap syukurlah dalam SEGALA HAL, sebab itulah yang
dikehendaki Allah di dalam Kristus Yesus bagi kamu.” Mengucap syukur dalam
segala hal adalah sikap yang harus selalu kita bawa dalam melintasi setiap
musim yang datang di dalam kehidupan kita. Segala hal ini berbicara
tentang hal yang baik, juga yang buruk, hal yang menyenangkan, juga hal yang
menyedihkan, kemenangan, juga kekalahan, keberhasilan juga kegagalan. Pada saat
kita sulit untuk mengucap syukur karena kita tidak menemukan satupun alasan
untuk melakukannya, ingatlah bahwa musim akan segera berganti, tidak selamanya orang-orang
yang mengasihi Tuhan akan bergumul dan meratap. Mengucap syukurlah untuk semua
kebaikan yang pernah datang & yang akan datang dalam hidup kita. Mengucap
syukyrlah untuk setiap kemenangan & keberhasilan yang pernah kita raih
& yang akan kita capai lagi bersama Tuhan. Pada saat kita sedang mengalami
hari-hari yang buruk, kemalangan demi kemalangan menimpa kita & semua yang
kita lakukan sepertinya tidak membuahkan hasil, inilah waktu yang tepat untuk
mengucap syukur. Karena ucapan syukur kita akan mendatangkan mukjizat yang
sedang kita nanti-nantikan J.
Amin.
Xavier
Quentin Pranata
“Ketika kita
merasakan sukarnya jadi orangtua, kita jadi ingat betapa mulianya orangtua kita
dulu membesarkan kita.” Xavier Quentin Pranata.
Madam
Ossy
SAAT TEDUH.
Selasa, 24 Mei 2016. Sahabat yang Tulus. Zakheus, segeralah turun, sebab hari
ini Aku harus menumpang di rumahmu (Lukas 19:5). Bisnis Elizabeth Arden sebagai
ahli kosmetika di Amerika Serikat berkembang pesat sampai kini. Ia wafat dengan
meninggalkan aset bernilai 40 juta dolar, termasuk lebih dari seratus salon di
seluruh dunia. Nyatanya, kekayaan sebanyak itu tidak menjamin rasa amannya. Ia
sangat kesepian. Elizabeth sering menahan seorang muridnya sampai tengah malam.
Ketika tengah malam tiba, Elizabeth berpura-pura kaget, “Ah, hari sudah malam,
sekarang kamu tidak bisa pulang. Menginaplah di sini ya.” Muridnya itu akan
memegang tangannya sampai Elizabeth tertidur pulas. Tuhan Yesus sangat mengerti
bahwa harta benda yang berlimpah tidak bisa menggantikan kehadiran seorang
sahabat yang tulus. Tidak ada yang peduli pada si cebol yang memanjat pohon Ara
(ay. 4). Tidak ada orang yang peduli pada orang yang sudah berlaku buruk dan
sering mengecewakan banyak orang, si pemungut cukai yang dianggap suka memeras
(ay. 2, 7). Tuhan Yesus sengaja ingin datang dalam hidup Zakheus (ay. 5). Dia
menunjukkan rasa bersahabatnya. Sahabat yang tulus membuat seseorang mengalami
kebahagiaan sejati (ay. 6). Memiliki Sahabat yang tulus menggantikan kedudukan
harta benda (ay. 8). Apakah Anda lelah dengan kesendirian? Memiliki banyak harta
benda, tetapi tetap merasa kosong? Memiliki pasangan hidup, tetapi sering
merasa kurang dihiraukan? Tuhan Yesus memiliki kasih yang tulus sebagai Sahabat
Sejati. Dia ingin memegang tangan Anda dan berkata, “Hari ini Aku harus
menumpang di hidupmu.” Apakah Anda bersedia menyambut-Nya? —GIE. BERLIMPAHNYA
HARTA BENDA TAK BISA MENUTUPI KEHAUSAN KITA AKAN TAWARAN PERSAHABATAN-NYA.
Selamat pagi. Kasih setiaNYA menyertai. Tuhan Yesus memberkati.
Samuel
Sianto-Yestoya Ministry
Maz 81:17 –
Tetapi umat-KU akan KUberi makan gandum yang terbaik dan dengan madu dari
gunung batu AKU akan mengenyangkannya! YESUS sediakan dan siapkan segala
kebutuhan kita. Selalu yang terbaik. Terima kasih YESUSku! Samuel
Sianto(SS)-YESTOYA Ministry.
Worship
Center Surabaya
Di antara berbagai
tipe manusia-manusia (fasik) di akhir zaman yang disampaikan rasul Paulus 2
Timotius 3:1-9, ada satu tipe manusia yang sangat perlu kita waspadai. Bisa
jadi jenis orang yang digambarkan dalam ayat 5-9 (yang paling banyak dibahas
oleh Paulus) adalah yang paling dekat dengan keberadaan kita. Sangat besar
kemungkinan kita termasuk salah satu dari karakter orang akhir zaman yang jahat
ini, sebab disebutkan: “Secara lahiriah mereka menjalankan ibadah mereka,
tetapi pada hakekatnya mereka memungkiri kekuatannya...” (ayat 5). Atau
“Memang, di mata orang-orang lain, mereka mau dianggap pengikut agama, tetapi
mereka tidak mau sungguh-sungguh mengenal Allah atau diubah oleh kuasa-Nya!”
(versi TSI). Atau “Mereka seakan-akan melayani Allah, tetapi cara hidup mereka
menunjukkan, bahwa mereka tidak sungguh-sungguh melayani-Nya” (versi VMD). Tipe
terakhir ini berbeda sebab sepertinya tak ada yang salah. Yaitu orang-orang
yang TERLIHAT DENGAN MATA JASMANI menjalankan ibadah namun dari cara hidup
mereka tampak jika mereka tidak benar-benar mengalami kuasa dari ibadah mereka.
Maksudnya, mengalami perubahan di hati, hidup & karakter mereka sebagaimana
yang Tuhan kehendaki: makin hari makin serupa dengan Kristus. Saat kita
terhubung dengan Tuhan secara pribadi akan ada kehidupan, ada pemulihan, ada
pertumbuhan rohani, ada perubahan karakter & citra diri, ada kerja kuasa
Roh Kudus yang mengajar & menuntun kita makin dekat dengan Tuhan &
mengenal pribadi maupun jalan-jalanNya. Sebab mungkinkah bersentuhan & bersekutu
dengan Pribadi teragung di seluruh jagad raya tak berdampak apapun dalam hidup
kita? Siapakah memandang mentari terik & tak menjadi silau; menyentuh
aliran listrik & tak tersengat? Bukankah yang menebus & memanggil kita
jauh amat sangat lebih dahsyat daripada itu? Mereka yang tampak beribadah tapi
tanpa perubahan hati & hidup sehari-hari ialah orang-orang agamawi, yang
sepertinya punya hubungan dengan Tuhan namun sejatinya tidak. Maukah anda
memastikan tidak termasuk di antara mereka? Salam revival! GBU.

No comments:
Post a Comment