Tuesday, 24 May 2016

24 Mei 2016



I AM BLESSED




Ucapan Syukur. 1 Tesalonika 5:18, “Mengucap syukurlah dalam SEGALA HAL, sebab itulah yang dikehendaki Allah di dalam Kristus Yesus bagi kamu.” Mengucap syukur dalam segala hal adalah sikap yang harus selalu kita bawa dalam melintasi setiap musim yang datang di dalam kehidupan kita. Segala hal ini berbicara tentang hal yang baik, juga yang buruk, hal yang menyenangkan, juga hal yang menyedihkan, kemenangan, juga kekalahan, keberhasilan juga kegagalan. Pada saat kita sulit untuk mengucap syukur karena kita tidak menemukan satupun alasan untuk melakukannya, ingatlah bahwa musim akan segera berganti, tidak selamanya orang-orang yang mengasihi Tuhan akan bergumul dan meratap. Mengucap syukurlah untuk semua kebaikan yang pernah datang & yang akan datang dalam hidup kita. Mengucap syukyrlah untuk setiap kemenangan & keberhasilan yang pernah kita raih & yang akan kita capai lagi bersama Tuhan. Pada saat kita sedang mengalami hari-hari yang buruk, kemalangan demi kemalangan menimpa kita & semua yang kita lakukan sepertinya tidak membuahkan hasil, inilah waktu yang tepat untuk mengucap syukur. Karena ucapan syukur kita akan mendatangkan mukjizat yang sedang kita nanti-nantikan J. Amin.

Xavier Quentin Pranata
“Ketika kita merasakan sukarnya jadi orangtua, kita jadi ingat betapa mulianya orangtua kita dulu membesarkan kita.” Xavier Quentin Pranata.

Madam Ossy
SAAT TEDUH. Selasa, 24 Mei 2016. Sahabat yang Tulus. Zakheus, segeralah turun, sebab hari ini Aku harus menumpang di rumahmu (Lukas 19:5). Bisnis Elizabeth Arden sebagai ahli kosmetika di Amerika Serikat berkembang pesat sampai kini. Ia wafat dengan meninggalkan aset bernilai 40 juta dolar, termasuk lebih dari seratus salon di seluruh dunia. Nyatanya, kekayaan sebanyak itu tidak menjamin rasa amannya. Ia sangat kesepian. Elizabeth sering menahan seorang muridnya sampai tengah malam. Ketika tengah malam tiba, Elizabeth berpura-pura kaget, “Ah, hari sudah malam, sekarang kamu tidak bisa pulang. Menginaplah di sini ya.” Muridnya itu akan memegang tangannya sampai Elizabeth tertidur pulas. Tuhan Yesus sangat mengerti bahwa harta benda yang berlimpah tidak bisa menggantikan kehadiran seorang sahabat yang tulus. Tidak ada yang peduli pada si cebol yang memanjat pohon Ara (ay. 4). Tidak ada orang yang peduli pada orang yang sudah berlaku buruk dan sering mengecewakan banyak orang, si pemungut cukai yang dianggap suka memeras (ay. 2, 7). Tuhan Yesus sengaja ingin datang dalam hidup Zakheus (ay. 5). Dia menunjukkan rasa bersahabatnya. Sahabat yang tulus membuat seseorang mengalami kebahagiaan sejati (ay. 6). Memiliki Sahabat yang tulus menggantikan kedudukan harta benda (ay. 8). Apakah Anda lelah dengan kesendirian? Memiliki banyak harta benda, tetapi tetap merasa kosong? Memiliki pasangan hidup, tetapi sering merasa kurang dihiraukan? Tuhan Yesus memiliki kasih yang tulus sebagai Sahabat Sejati. Dia ingin memegang tangan Anda dan berkata, “Hari ini Aku harus menumpang di hidupmu.” Apakah Anda bersedia menyambut-Nya? —GIE. BERLIMPAHNYA HARTA BENDA TAK BISA MENUTUPI KEHAUSAN KITA AKAN TAWARAN PERSAHABATAN-NYA. Selamat pagi. Kasih setiaNYA menyertai. Tuhan Yesus memberkati.

Samuel Sianto-Yestoya Ministry
Maz 81:17 – Tetapi umat-KU akan KUberi makan gandum yang terbaik dan dengan madu dari gunung batu AKU akan mengenyangkannya! YESUS sediakan dan siapkan segala kebutuhan kita. Selalu yang terbaik. Terima kasih YESUSku! Samuel Sianto(SS)-YESTOYA Ministry.

Worship Center Surabaya
Di antara berbagai tipe manusia-manusia (fasik) di akhir zaman yang disampaikan rasul Paulus 2 Timotius 3:1-9, ada satu tipe manusia yang sangat perlu kita waspadai. Bisa jadi jenis orang yang digambarkan dalam ayat 5-9 (yang paling banyak dibahas oleh Paulus) adalah yang paling dekat dengan keberadaan kita. Sangat besar kemungkinan kita termasuk salah satu dari karakter orang akhir zaman yang jahat ini, sebab disebutkan: “Secara lahiriah mereka menjalankan ibadah mereka, tetapi pada hakekatnya mereka memungkiri kekuatannya...” (ayat 5). Atau “Memang, di mata orang-orang lain, mereka mau dianggap pengikut agama, tetapi mereka tidak mau sungguh-sungguh mengenal Allah atau diubah oleh kuasa-Nya!” (versi TSI). Atau “Mereka seakan-akan melayani Allah, tetapi cara hidup mereka menunjukkan, bahwa mereka tidak sungguh-sungguh melayani-Nya” (versi VMD). Tipe terakhir ini berbeda sebab sepertinya tak ada yang salah. Yaitu orang-orang yang TERLIHAT DENGAN MATA JASMANI menjalankan ibadah namun dari cara hidup mereka tampak jika mereka tidak benar-benar mengalami kuasa dari ibadah mereka. Maksudnya, mengalami perubahan di hati, hidup & karakter mereka sebagaimana yang Tuhan kehendaki: makin hari makin serupa dengan Kristus. Saat kita terhubung dengan Tuhan secara pribadi akan ada kehidupan, ada pemulihan, ada pertumbuhan rohani, ada perubahan karakter & citra diri, ada kerja kuasa Roh Kudus yang mengajar & menuntun kita makin dekat dengan Tuhan & mengenal pribadi maupun jalan-jalanNya. Sebab mungkinkah bersentuhan & bersekutu dengan Pribadi teragung di seluruh jagad raya tak berdampak apapun dalam hidup kita? Siapakah memandang mentari terik & tak menjadi silau; menyentuh aliran listrik & tak tersengat? Bukankah yang menebus & memanggil kita jauh amat sangat lebih dahsyat daripada itu? Mereka yang tampak beribadah tapi tanpa perubahan hati & hidup sehari-hari ialah orang-orang agamawi, yang sepertinya punya hubungan dengan Tuhan namun sejatinya tidak. Maukah anda memastikan tidak termasuk di antara mereka? Salam revival! GBU.



No comments:

Post a Comment