I AM
BLESSED
Ulangan 3:28, “Dan
berilah perintah kepada Yosua, kuatkan dan teguhkanlah hatinya, sebab dialah
yang akan menyeberang di depan bangsa ini dan dialah yang akan memimpin mereka
sampai mereka memiliki negeri yang akan kaulihat itu.” Amin. Musa
mempersiapkan bangsa Israel untuk situasi yang baru, termasuk pemindahan
kepemimpinan dari dirinya kepada Yosua, ini berbicara tentang (pemuridan) yang
diberikan Musa kepada Yosua. Apa Tujuan yang Kristus ingin kita capai sebagai
muridNya?? Hanya 1: “Memenangkan Jiwa-Jiwa” inilah tujuan dalam
“Pemuridan”. Tidak ada yang lain: bila kegiatan yang kita lakukan dalam
pemuridan bukan membawa kita menjadi Penjala Manusia itu artinya bukan
Pemuridan. Kristuslah yang akan menjadikan kita penjala jiwa-jiwa melalui
pendampingan dari murid-murid yang sudah terlebih dulu dimuridkan (pembinaan/mentoring
seperti Musa kepada Yosua). Sudahkah kita “dimuridkan” terlebih dulu sebelum
kita “memuridkan”??
Xavier
Quentin Pranata
“Saat melihat
kesalahan orang lain, Tuhan ingatkan kita untuk menyadari kesalahan kita.”
Xavier Quentin Pranata.
Madam
Ossy
SAAT TEDUH.
Jumat, 27 Mei 2016. Kesempatan Berharga. Lalu murid yang dikasihi Yesus itu
berkata kepada Petrus, “Itu Tuhan.” Ketika Petrus mendengar bahwa itu adalah
Tuhan, maka ia mengenakan pakaiannya, sebab ia tidak berpakaian, lalu terjun ke
dalam danau (Yohanes 21:7). Tidak ada kekasih yang rela berjauhan dengan pujaan
hatinya. Tidak ada suami atau istri yang rela berjauhan dengan belahan jiwanya.
Tidak ada pula orangtua yang rela berjauhan dengan buah hatinya. Sayang,
nyatanya banyak orang harus rela terpisah jarak, ruang, dan waktu dengan orang
yang dikasihi karena berbagai alasan. Karena itu, mereka tidak akan pernah
menyia-nyiakan setiap kesempatan yang ada untuk saling bertemu. Dalam kehidupan
rohani kita, Anda dan saya tentu mengasihi Tuhan. Namun, sudahkah kita
menghargai setiap kesempatan yang ada untuk bersekutu dengan-Nya? Fakta bahwa
Tuhan yang kita sembah begitu dekat dengan kita, bahkan tinggal di dalam hati
kita, sering membuat kita menyia-nyiakan kesempatan untuk bersekutu dengan-Nya.
Haruskah Tuhan menjauh, agar kita dapat merasakan, betapa berharga kesempatan
untuk bersekutu dengan-Nya? Baiklah kita menghargai setiap kesempatan yang ada
untuk bersekutu dengan-Nya. Tak perlu mengalami peristiwa seperti Petrus.
Kehilangan Yesus membuat Petrus frustasi. Lupa akan panggilannya sebagai
penjala manusia (Mat 4:19), Petrus kembali menjadi penjala ikan. Semua itu
berubah ketika Petrus bertemu kembali dengan Yesus. Tak perlu menunggu perahu
menepi, Petrus terjun ke danau untuk mendapatkan Yesus (ay. 7). Petrus sadar,
kesempatan untuk bersekutu dengan Yesus sangatlah berharga. Yesus tidak pernah
jauh. Dia bahkan tinggal di dalam hati kita. Meskipun demikian, jangan
sia-siakan setiap kesempatan untuk bersekutu dengan-Nya —OKS. SEKALIPUN DEKAT,
JANGAN SIA-SIAKAN KESEMPATAN UNTUK BERTEMU DENGAN YESUS. Selamat pagi. Selamat
berkarya. Tuhan Yesus memberkati.
Samuel
Sianto-Yestoya Ministry
Maz 97:11 –
TERANG sudah terbit bagi orang BENAR dan SUKACITA bagi orang-orang yang TULUS
HATI! Masa depan cerah dan selalu sukacita bagi kita yang hidup BENAR dan
JUJUR! Samuel Sianto(SS)-YESTOYA Ministry.
Worship
Center Surabaya
Di suatu hari
ribuan tahun lalu. Kerumunan itu memudar. Kelompok orang yang banyak itu kini
tinggal beberapa orang saja. Massa yang sebelumnya sangat antusias mencari
& mengharap Yesus kembali mengadakan keajaiban bagi mereka kini berangsur
pergi. Inilah yang dicatat oleh Yohanes mengenai hari itu, “Mulai dari waktu
itu banyak murid-murid-Nya mengundurkan diri dan tidak lagi mengikut Dia” (Yoh
6:66). Di ayat berikutnya, Yesus sendiri sampai bertanya apakah kedua belas
murid tidak meninggalkan-Nya juga (ayat 67). Mengapa murid-murid undur &
tak lagi mengikuti Yesus? Kita menemukan adalah karena pengajaran Yesus yang
kian lama kian terasa keras (ayat 60). Apa yang disampaikan terasa menggoncang
iman (61). Ayat 25-59 merupakan pengajaran Yesus yang menegur, mempertanyakan
dasar-dasar keimanan mereka, menyingkap motivasi-motivasi tersembunyi &
terdalam di hati mereka dalam mengikut Yesus hingga pesan-pesan yang dalam yang
tak mereka pahami sebagai orang-orang yang tidak benar-benar mau mencari
perkara-perkara yang ilahi bagi hidup mereka. Pada intinya mereka ingin
mendapatkan kesenangan, sensasi & emosi-emosi yang menghibur hati, suatu
demonstrasi kuasa & mujizat-mujizat, pertolongan & solusi bagi masalah
mereka -dimana hanya itu semua yang kini menjadi motivasi mereka datang
menjumpai Yesus. Sesungguhnya mereka telah mendapatkan cukup, bahkan banyak
penyingkapan ilahi dari pelayanan Sang Guru. Sudah seharusnya & sudah waktunya
mereka melangkah lebih lagi dari itu. Melanjutkan pada kedalaman. Bukan hanya
puas di kedangkalan rohani. Air yang dangkal menyenangkan. Segar. Tepat untuk
beristirahat & bermain. Tapi tidak ada keindahan yang melebihi apa yang ada
di kedalaman. Panorama & pesona di bawah air tak pernah banyak dijumpai di
air dangkal. Pula, makanan lunak mudah dicerna namun kelezatan tertinggi ada
pada makanan-makanan keras. Mereka yang tetap bermain di kedangkalan suatu kali
akan undur sebab merasa Tuhan terlalu keras. Tapi yang di kedalaman akan
melihat keindahan rancangan-Nya. Andakah orangnya? Salam revival! GBU.

No comments:
Post a Comment