Friday, 27 May 2016

27 Mei 2016



I AM BLESSED




Ulangan 3:28, “Dan berilah perintah kepada Yosua, kuatkan dan teguhkanlah hatinya, sebab dialah yang akan menyeberang di depan bangsa ini dan dialah yang akan memimpin mereka sampai mereka memiliki negeri yang akan kaulihat itu.” Amin. Musa mempersiapkan bangsa Israel untuk situasi yang baru, termasuk pemindahan kepemimpinan dari dirinya kepada Yosua, ini berbicara tentang (pemuridan) yang diberikan Musa kepada Yosua. Apa Tujuan yang Kristus ingin kita capai sebagai muridNya?? Hanya 1: “Memenangkan Jiwa-Jiwa” inilah tujuan dalam “Pemuridan”. Tidak ada yang lain: bila kegiatan yang kita lakukan dalam pemuridan bukan membawa kita menjadi Penjala Manusia itu artinya bukan Pemuridan. Kristuslah yang akan menjadikan kita penjala jiwa-jiwa melalui pendampingan dari murid-murid yang sudah terlebih dulu dimuridkan (pembinaan/mentoring seperti Musa kepada Yosua). Sudahkah kita “dimuridkan” terlebih dulu sebelum kita “memuridkan”??

Xavier Quentin Pranata
“Saat melihat kesalahan orang lain, Tuhan ingatkan kita untuk menyadari kesalahan kita.” Xavier Quentin Pranata.

Madam Ossy
SAAT TEDUH. Jumat, 27 Mei 2016. Kesempatan Berharga. Lalu murid yang dikasihi Yesus itu berkata kepada Petrus, “Itu Tuhan.” Ketika Petrus mendengar bahwa itu adalah Tuhan, maka ia mengenakan pakaiannya, sebab ia tidak berpakaian, lalu terjun ke dalam danau (Yohanes 21:7). Tidak ada kekasih yang rela berjauhan dengan pujaan hatinya. Tidak ada suami atau istri yang rela berjauhan dengan belahan jiwanya. Tidak ada pula orangtua yang rela berjauhan dengan buah hatinya. Sayang, nyatanya banyak orang harus rela terpisah jarak, ruang, dan waktu dengan orang yang dikasihi karena berbagai alasan. Karena itu, mereka tidak akan pernah menyia-nyiakan setiap kesempatan yang ada untuk saling bertemu. Dalam kehidupan rohani kita, Anda dan saya tentu mengasihi Tuhan. Namun, sudahkah kita menghargai setiap kesempatan yang ada untuk bersekutu dengan-Nya? Fakta bahwa Tuhan yang kita sembah begitu dekat dengan kita, bahkan tinggal di dalam hati kita, sering membuat kita menyia-nyiakan kesempatan untuk bersekutu dengan-Nya. Haruskah Tuhan menjauh, agar kita dapat merasakan, betapa berharga kesempatan untuk bersekutu dengan-Nya? Baiklah kita menghargai setiap kesempatan yang ada untuk bersekutu dengan-Nya. Tak perlu mengalami peristiwa seperti Petrus. Kehilangan Yesus membuat Petrus frustasi. Lupa akan panggilannya sebagai penjala manusia (Mat 4:19), Petrus kembali menjadi penjala ikan. Semua itu berubah ketika Petrus bertemu kembali dengan Yesus. Tak perlu menunggu perahu menepi, Petrus terjun ke danau untuk mendapatkan Yesus (ay. 7). Petrus sadar, kesempatan untuk bersekutu dengan Yesus sangatlah berharga. Yesus tidak pernah jauh. Dia bahkan tinggal di dalam hati kita. Meskipun demikian, jangan sia-siakan setiap kesempatan untuk bersekutu dengan-Nya —OKS. SEKALIPUN DEKAT, JANGAN SIA-SIAKAN KESEMPATAN UNTUK BERTEMU DENGAN YESUS. Selamat pagi. Selamat berkarya. Tuhan Yesus memberkati.

Samuel Sianto-Yestoya Ministry
Maz 97:11 – TERANG sudah terbit bagi orang BENAR dan SUKACITA bagi orang-orang yang TULUS HATI! Masa depan cerah dan selalu sukacita bagi kita yang hidup BENAR dan JUJUR! Samuel Sianto(SS)-YESTOYA Ministry.

Worship Center Surabaya
Di suatu hari ribuan tahun lalu. Kerumunan itu memudar. Kelompok orang yang banyak itu kini tinggal beberapa orang saja. Massa yang sebelumnya sangat antusias mencari & mengharap Yesus kembali mengadakan keajaiban bagi mereka kini berangsur pergi. Inilah yang dicatat oleh Yohanes mengenai hari itu, “Mulai dari waktu itu banyak murid-murid-Nya mengundurkan diri dan tidak lagi mengikut Dia” (Yoh 6:66). Di ayat berikutnya, Yesus sendiri sampai bertanya apakah kedua belas murid tidak meninggalkan-Nya juga (ayat 67). Mengapa murid-murid undur & tak lagi mengikuti Yesus? Kita menemukan adalah karena pengajaran Yesus yang kian lama kian terasa keras (ayat 60). Apa yang disampaikan terasa menggoncang iman (61). Ayat 25-59 merupakan pengajaran Yesus yang menegur, mempertanyakan dasar-dasar keimanan mereka, menyingkap motivasi-motivasi tersembunyi & terdalam di hati mereka dalam mengikut Yesus hingga pesan-pesan yang dalam yang tak mereka pahami sebagai orang-orang yang tidak benar-benar mau mencari perkara-perkara yang ilahi bagi hidup mereka. Pada intinya mereka ingin mendapatkan kesenangan, sensasi & emosi-emosi yang menghibur hati, suatu demonstrasi kuasa & mujizat-mujizat, pertolongan & solusi bagi masalah mereka -dimana hanya itu semua yang kini menjadi motivasi mereka datang menjumpai Yesus. Sesungguhnya mereka telah mendapatkan cukup, bahkan banyak penyingkapan ilahi dari pelayanan Sang Guru. Sudah seharusnya & sudah waktunya mereka melangkah lebih lagi dari itu. Melanjutkan pada kedalaman. Bukan hanya puas di kedangkalan rohani. Air yang dangkal menyenangkan. Segar. Tepat untuk beristirahat & bermain. Tapi tidak ada keindahan yang melebihi apa yang ada di kedalaman. Panorama & pesona di bawah air tak pernah banyak dijumpai di air dangkal. Pula, makanan lunak mudah dicerna namun kelezatan tertinggi ada pada makanan-makanan keras. Mereka yang tetap bermain di kedangkalan suatu kali akan undur sebab merasa Tuhan terlalu keras. Tapi yang di kedalaman akan melihat keindahan rancangan-Nya. Andakah orangnya? Salam revival! GBU.



No comments:

Post a Comment