I AM
BLESSED
Yohanes 15:2, “Setiap
ranting pada-Ku yang tidak berbuah, dipotong-Nya dan setiap ranting yang
berbuah, dibersihkan-Nya, supaya ia lebih banyak berbuah.” Yesus berbicata
tentang 2 macam ranting yang ‘berbuah‘ & yang ‘tidak berbuah‘. Yang tidak
berbuah adalah orang-orang yang tidak lagi memiliki hidup yang datang dari Iman
& Kasih kepada Kristus. Ranting-rantingnya dipotong oleh Bapa, yaitu
dipisahkan dari hubungan yang vital bagi Kristus. Ranting-ranting yang berbuah
adalah orang-orang yang memiliki hidup di dalamnya karena Iman & Kasih yang
terus menerus kepada Kristus, ranting-ranting ini dibersihkan supaya semakin
lebat buahnya. Bapa menyingkirkan segala sesuatu dari kehidupan mereka yang
mempersulit & mengalirkan hidup dari Kristus. BUAH adalah kualitas
orang percaya yang memuliakan Allah melalui hidup dan kesaksian. Amin.
Worship
Center Surabaya
Krisis di segala
bidang adalah gambaran yang dipaparkan dalam kitab Hakim-Hakim 6:1-6. Israel
hidup dalam ketakutan (ayat 2a), hidup secara tak layak di gua-gua &
kubu-kubu gunung (2b), perampasan & perampokan (3-5), kelaparan (4),
kemiskinan (4b), tekanan & penindasan bangsa lain (1b,5). Secara
keseluruhan, mereka sangat terpuruk sehingga hidup mereka berada pada level
yang sangat rendah & semakin rendah. Apa sebabnya krisis terjadi? Ayat 1
dengan tegas menyebutkan bahwa Tuhanlah yang menyerahkan Israel dalam keadaan
demikian karena mereka melakukan yang jahat di hadapan Tuhan: berubah setia
dengan menyembah ilah bangsa Kanaan itu (Hak 6:10). Sebagai pengikut Kristus,
krisis bisa diijinkan terjadi atas hidup kita. Saat keadaan kita jatuh
sedemikian rendah, bisa jadi Tuhan sedang menyampaikan suatu pesan kepada kita.
Yaitu supaya: •Kita menyadari bahwa hidup kita semata-mata tergantung pada
kemurahan Tuhan, bukan kekuatan kita sendiri. Keadaan yang terpuruk, oleh sebab
apapun, menunjukkan betapa kecil & lemahnya manusia itu. Bahwa kita tidak
berkuasa penuh mengatur & memastikan masa depan kita. Bahwa apapun yang
kita rancangkan & lakukan bisa sama sekali gagal oleh sebab-sebab di luar
kekuasaan kita. Bahwa jalan hidup, berkat & kutuk atau keadaan masa depan
bukan di tangan kita tapi ada pada Sang Penguasa Agung & Satu-Satunya itu.
•Kita diingatkan supaya kembali kepada Tuhan. Jika jalan kita telah menyimpang dari
jalan yang dikehendaki Tuhan, kondisi-kondisi yang sulit di hidup kita dapat
menjadi suatu tanda peringatan agar kita mengintrospeksi diri & mengoreksi
diri: adakah kita kita telah melakukan sesuatu yang membangkitkan murka Tuhan
& menyakiti hati-Nya atau mungkin telah menduakan-Nya & tak lagi
mengutamakan Dia meski mengaku sebagai umat-Nya. Adakah hidup Anda sedang
dilanda krisis hari ini? Maukah Anda mengambil waktu bersimpuh di hadapan-Nya
& memeriksa hidup Anda? Jika Anda perlu bertobat, berbaliklah pada Tuhan.
Anda akan mengubah krisis menjadi titik awal kebangkitan Anda. Salam revival!
GBU.
Xavier
Quentin Pranata
“If we listen to
naysayers and discouragers, sooner or later, we'll become losers!” Xavier
Quentin Pranata.
Tante
Elisabeth – NTT
Ya amin! “Ajaran
orang bijak adalah sumber kehidupan, sehingga orang terhindar dari jerat-jerat
maut.” Kritik dapat mencegah hidup kita terjerumus dalam kesalahan yang
memalukan di kemudian hari. Seorang yang terhormat adalah seorang yang tidak
anti terhadap kritik. Mengabaikan kritik sama saja dengan mengabaikan didikan
(Amsal 13:18). Bahkan kritik terkeras sekalipun bisa menjadi bentuk kasih
terbaik yang diberikan seseorang kepada kita (ayat 24, Amsal 27:6). Apakah
hari-hari ini kita sering mendapat teguran dan kritik dari sesama? Bagaimana
reaksi kita dalam menanggapinya? Kerap reaksi kita adalah menolak orang
tersebut, tersinggung, marah, karena kritik pasti tidak selalu enak untuk
didengar. Marilah kita tetap mengingat bahwa “keindahan dan keuntungan” dari
teguran mendatangkan kebaikan dalam hidup. Jangan terlalu cepat menutup hati
dari teguran, tapi terimalah dengan sikap rendah hati (Amsal 15:33).
Bersyukurlah bahwa Tuhan dan rekan sesama masih mengasihi dan mempedulikan kita
dengan jalan memberi teguran yang membangun ke arah yang lebih baik. Ketika
menolak teguran yang baik dan membangun, tanpa disadari kita sedang menolak
pembentukan dan rencana dari Tuhan... Pastikan kita lebih baik dengan rela mau
diubah dari hidup kita yang lama menjadi hidup yang baru untuk mengerjakan
kebenaran di hadapan Allah (Yakobus 1:19-20). Happy Friday. JBU all.

No comments:
Post a Comment