Friday, 6 May 2016

6 Mei 2016



I AM BLESSED





Yohanes 15:2, “Setiap ranting pada-Ku yang tidak berbuah, dipotong-Nya dan setiap ranting yang berbuah, dibersihkan-Nya, supaya ia lebih banyak berbuah.” Yesus berbicata tentang 2 macam ranting yang ‘berbuah‘ & yang ‘tidak berbuah‘. Yang tidak berbuah adalah orang-orang yang tidak lagi memiliki hidup yang datang dari Iman & Kasih kepada Kristus. Ranting-rantingnya dipotong oleh Bapa, yaitu dipisahkan dari hubungan yang vital bagi Kristus. Ranting-ranting yang berbuah adalah orang-orang yang memiliki hidup di dalamnya karena Iman & Kasih yang terus menerus kepada Kristus, ranting-ranting ini dibersihkan supaya semakin lebat buahnya. Bapa menyingkirkan segala sesuatu dari kehidupan mereka yang mempersulit & mengalirkan hidup dari Kristus. BUAH adalah kualitas orang percaya yang memuliakan Allah melalui hidup dan kesaksian. Amin.

Worship Center Surabaya
Krisis di segala bidang adalah gambaran yang dipaparkan dalam kitab Hakim-Hakim 6:1-6. Israel hidup dalam ketakutan (ayat 2a), hidup secara tak layak di gua-gua & kubu-kubu gunung (2b), perampasan & perampokan (3-5), kelaparan (4), kemiskinan (4b), tekanan & penindasan bangsa lain (1b,5). Secara keseluruhan, mereka sangat terpuruk sehingga hidup mereka berada pada level yang sangat rendah & semakin rendah. Apa sebabnya krisis terjadi? Ayat 1 dengan tegas menyebutkan bahwa Tuhanlah yang menyerahkan Israel dalam keadaan demikian karena mereka melakukan yang jahat di hadapan Tuhan: berubah setia dengan menyembah ilah bangsa Kanaan itu (Hak 6:10). Sebagai pengikut Kristus, krisis bisa diijinkan terjadi atas hidup kita. Saat keadaan kita jatuh sedemikian rendah, bisa jadi Tuhan sedang menyampaikan suatu pesan kepada kita. Yaitu supaya: •Kita menyadari bahwa hidup kita semata-mata tergantung pada kemurahan Tuhan, bukan kekuatan kita sendiri. Keadaan yang terpuruk, oleh sebab apapun, menunjukkan betapa kecil & lemahnya manusia itu. Bahwa kita tidak berkuasa penuh mengatur & memastikan masa depan kita. Bahwa apapun yang kita rancangkan & lakukan bisa sama sekali gagal oleh sebab-sebab di luar kekuasaan kita. Bahwa jalan hidup, berkat & kutuk atau keadaan masa depan bukan di tangan kita tapi ada pada Sang Penguasa Agung & Satu-Satunya itu. •Kita diingatkan supaya kembali kepada Tuhan. Jika jalan kita telah menyimpang dari jalan yang dikehendaki Tuhan, kondisi-kondisi yang sulit di hidup kita dapat menjadi suatu tanda peringatan agar kita mengintrospeksi diri & mengoreksi diri: adakah kita kita telah melakukan sesuatu yang membangkitkan murka Tuhan & menyakiti hati-Nya atau mungkin telah menduakan-Nya & tak lagi mengutamakan Dia meski mengaku sebagai umat-Nya. Adakah hidup Anda sedang dilanda krisis hari ini? Maukah Anda mengambil waktu bersimpuh di hadapan-Nya & memeriksa hidup Anda? Jika Anda perlu bertobat, berbaliklah pada Tuhan. Anda akan mengubah krisis menjadi titik awal kebangkitan Anda. Salam revival! GBU.

Xavier Quentin Pranata
“If we listen to naysayers and discouragers, sooner or later, we'll become losers!” Xavier Quentin Pranata.

Tante Elisabeth – NTT
Ya amin! “Ajaran orang bijak adalah sumber kehidupan, sehingga orang terhindar dari jerat-jerat maut.” Kritik dapat mencegah hidup kita terjerumus dalam kesalahan yang memalukan di kemudian hari. Seorang yang terhormat adalah seorang yang tidak anti terhadap kritik. Mengabaikan kritik sama saja dengan mengabaikan didikan (Amsal 13:18). Bahkan kritik terkeras sekalipun bisa menjadi bentuk kasih terbaik yang diberikan seseorang kepada kita (ayat 24, Amsal 27:6). Apakah hari-hari ini kita sering mendapat teguran dan kritik dari sesama? Bagaimana reaksi kita dalam menanggapinya? Kerap reaksi kita adalah menolak orang tersebut, tersinggung, marah, karena kritik pasti tidak selalu enak untuk didengar. Marilah kita tetap mengingat bahwa “keindahan dan keuntungan” dari teguran mendatangkan kebaikan dalam hidup. Jangan terlalu cepat menutup hati dari teguran, tapi terimalah dengan sikap rendah hati (Amsal 15:33). Bersyukurlah bahwa Tuhan dan rekan sesama masih mengasihi dan mempedulikan kita dengan jalan memberi teguran yang membangun ke arah yang lebih baik. Ketika menolak teguran yang baik dan membangun, tanpa disadari kita sedang menolak pembentukan dan rencana dari Tuhan... Pastikan kita lebih baik dengan rela mau diubah dari hidup kita yang lama menjadi hidup yang baru untuk mengerjakan kebenaran di hadapan Allah (Yakobus 1:19-20). Happy Friday. JBU all.

No comments:

Post a Comment