Monday, 29 February 2016

Manage Tension



Manage Tension
-Rich Family Poor Family Part 1-
Alfa Omega Church Sunday Service
Preacher: Ps. Exra Soetopo
February 14th 2016


Salah satu hal yang sering terjadi: Bagaimana mengatasi ketegangan dalam keluarga? Karena semua keluarga pasti pernah tegang satu dengan lainnya.
Bagaimana bisa mengatasi ketegangan dalam keluarga? Bagaimana bisa meredam ketegangan? “Tegang tidak selalu buruk, tapi terlalu tegang bisa jadi buruk.”

Ketegangan yang tidak teredam dapat merugikan kita: perasaan negatif yang belum terselesaikan dapat menyebabkan kita untuk bertindak berperilaku kompulsif. Contoh:
-Perilaku buruk, kekerasan, pelarian ke hal-hal yang negatif.
-Menghindari ketegangan tidak akan membuat ketegangan itu pergi. Bahkan bisa muncul ketegangan-ketegangan baru karena lama tidak dihadapi.

“Managing TENSION is a learned skill”. Bagaimana cara mengatasi ketegangan adalah hal yang dapat dipelajari.

POINT:
Adakah ketegangan keluarga di Alkitab? Konflik 3 pemimpin hebat namanya Harun, Miryam, dan Musa (Bil 12:1-16).
Contoh: Kecemburuan MIryam dan Harun tentang kedekatan Musa dengan Tuhan.
-Miryam – Nabiah (nabi perempuan). Keluaran 15:20, rupanya nabiah bagian pujian.
-Musa – Nabi, yang menjadi penyambung lidah Tuhan bagi Israel.
-Harun – Imam Besar. Juga menghadap Tuhan dan berjumpa Tuhan.
Ketiga orang tersebut adalah orang yang dekat dengan Tuhan. Dari cerita ini, beberapa hal luar biasa yang dapat kita pelajari.

Bagaimana cara mengatasi ketegangan?
1.      Mendengarkan tanpa berusaha membela diri (listen without getting defensive)
“Self defense increases the chance of individual survivor, but it dramatically decreases the chance of relationship survival.” Pertahanan diri meningkatkan kemungkinan seseorang untuk selamat, tetapi secara dramatis mengurangi kesempatan untuk bertahan dalam suatu hubungan.
2.      Ekspresikan perasaaan tanpa kritik (express without critism)
Teori dari John Gottman – “The Four Horsemen” – gambarkan gimana kritik bisa bawa ke penolakan. Polanya adalah: Kritik > Pertahanan > Penghinaan > Diam seribu bahasa (tidak mau bekerjasama).
3.      Lihat kompromi (look for compromise)
“Tension is not about winning argument, but what’s benefit the purpose/vision.” Ketegangan bukan tentang siapa yang menang argument, tetapi tentang apa yang dapat menguntungkan TUJUAN/VISI.
Look beyond the negativity – lihat melebihi hal-hal negatif. Maybe both side can’t be happy, one may end unhappy. Yet, the purpose benefits and wins!! Mungkin kedua pihak tidak bisa bahagia, satu mungkin berakhir bahagia yang lain tidak, tetapi tujuannya bermanfaat.

Artinya: Ijinkan Tuhan untuk turut campur dalam situasi ketegangan yang Anda hadapi. Ijinkan Tuhan berbicara. Ijinkan firmanNya berbicara. Karena saat situasi ada ketegangan semua akan merasa benar. Anda merasa benar, orang lain merasa benar, semua merasa benar. Siapa yang membantu Anda? Anda membutuhkan seseorang yang netral untuk membantu Anda dan ijinkan Tuhan untuk turut campur kehidupan Anda.

CONCLUSION:
-Mendengarkan tanpa membela diri
-Mengekspresikan perasaan tanpa kritik
-Mencari kompromi

Ketika manusia tidak dapat mendekat ke Sorga, karena DOSA menimbulkan KETEGANGAN besar antara Sorga dan bumi. Yesus turun ke bumi, supaya semua manusia bisa mendekat kembali kepada Tuhan.

No comments:

Post a Comment