Manage
Tension
-Rich
Family Poor Family Part 1-
Alfa
Omega Church Sunday Service
Preacher:
Ps. Exra Soetopo
February
14th 2016
Salah satu
hal yang sering terjadi: Bagaimana mengatasi ketegangan dalam keluarga?
Karena semua keluarga pasti pernah tegang satu dengan lainnya.
Bagaimana
bisa mengatasi ketegangan dalam keluarga? Bagaimana bisa meredam ketegangan?
“Tegang tidak selalu buruk, tapi terlalu tegang bisa jadi buruk.”
Ketegangan
yang tidak teredam dapat merugikan kita: perasaan negatif yang belum
terselesaikan dapat menyebabkan kita untuk bertindak berperilaku kompulsif.
Contoh:
-Perilaku
buruk, kekerasan, pelarian ke hal-hal yang negatif.
-Menghindari
ketegangan tidak akan membuat ketegangan itu pergi. Bahkan bisa muncul
ketegangan-ketegangan baru karena lama tidak dihadapi.
“Managing
TENSION is a learned skill”. Bagaimana cara mengatasi ketegangan
adalah hal yang dapat dipelajari.
POINT:
Adakah
ketegangan keluarga di Alkitab? Konflik 3 pemimpin hebat namanya Harun,
Miryam, dan Musa (Bil 12:1-16).
Contoh:
Kecemburuan MIryam dan Harun tentang kedekatan Musa dengan Tuhan.
-Miryam –
Nabiah (nabi perempuan). Keluaran 15:20, rupanya nabiah bagian pujian.
-Musa –
Nabi, yang menjadi penyambung lidah Tuhan bagi Israel.
-Harun –
Imam Besar. Juga menghadap Tuhan dan berjumpa Tuhan.
Ketiga
orang tersebut adalah orang yang dekat dengan Tuhan. Dari cerita ini, beberapa
hal luar biasa yang dapat kita pelajari.
Bagaimana
cara mengatasi ketegangan?
1. Mendengarkan tanpa berusaha membela
diri (listen without getting defensive)
“Self defense increases the chance of
individual survivor, but it dramatically decreases the chance of relationship
survival.” Pertahanan diri meningkatkan kemungkinan seseorang untuk selamat,
tetapi secara dramatis mengurangi kesempatan untuk bertahan dalam suatu
hubungan.
2. Ekspresikan perasaaan tanpa kritik (express
without critism)
Teori
dari John Gottman – “The Four Horsemen” – gambarkan gimana kritik bisa
bawa ke penolakan. Polanya adalah: Kritik > Pertahanan > Penghinaan >
Diam seribu bahasa (tidak mau bekerjasama).
3. Lihat kompromi (look for
compromise)
“Tension is not about winning argument, but what’s benefit the
purpose/vision.” Ketegangan bukan tentang siapa yang menang
argument, tetapi tentang apa yang dapat menguntungkan TUJUAN/VISI.
Look beyond
the negativity – lihat melebihi hal-hal negatif. Maybe both side can’t be happy,
one may end unhappy. Yet, the purpose benefits and wins!! Mungkin kedua
pihak tidak bisa bahagia, satu mungkin berakhir bahagia yang lain tidak, tetapi
tujuannya bermanfaat.
Artinya:
Ijinkan Tuhan untuk turut campur dalam situasi ketegangan yang Anda hadapi.
Ijinkan Tuhan berbicara. Ijinkan firmanNya berbicara. Karena saat situasi ada
ketegangan semua akan merasa benar. Anda merasa benar, orang lain merasa benar,
semua merasa benar. Siapa yang membantu Anda? Anda membutuhkan seseorang yang
netral untuk membantu Anda dan ijinkan Tuhan untuk turut campur kehidupan Anda.
CONCLUSION:
-Mendengarkan
tanpa membela diri
-Mengekspresikan
perasaan tanpa kritik
-Mencari
kompromi
Ketika
manusia tidak dapat mendekat ke Sorga, karena DOSA menimbulkan KETEGANGAN besar
antara Sorga dan bumi. Yesus turun ke bumi, supaya semua manusia bisa mendekat
kembali kepada Tuhan.
No comments:
Post a Comment