RICH FAMILY-POOR
FAMILY
Keluarga yang
Diinginkan Tuhan. 2 Tim 3:16-17, “16Segala
tulisan yang diilhamkan Allah memang bermanfaat untuk mengajar, untuk
menyatakan kesalahan, untuk memperbaiki kelakuan dan untuk mendidik orang dalam
kebenaran. 17Dengan demikian tiap-tiap manusia kepunyaan Allah
diperlengkapi untuk setiap perbuatan baik.“ Jadikan Firman Tuhan sebagai
dasar untuk kita saling mengasihi dalam keluarga, yaitu dengan KASIH yang telah
IA teladankan, kasih yang luar biasa (Maz 117:2, “Sebab kasih-Nya
hebat atas kita, dan kesetiaan TUHAN untuk selama-lamanya. Haleluya!”), kasih
tanpa pamrih (Galatia 5:2, “Sesungguhnya, aku, Paulus, berkata kepadamu:
jikalau kamu menyunatkan dirimu, Kristus sama sekali tidak akan berguna bagimu”),
kasih yang senatiasa diperbaharui (Zef 3:17, “TUHAN Allahmu ada di
antaramu sebagai pahlawan yang memberi kemenangan. Ia bergirang karena engkau
dengan sukacita, Ia membaharui engkau dalam kasih-Nya, Ia bersorak-sorak karena
engkau dengan sorak-sorai”). Jika keluarga-keluarga mengerti untuk memilih
melakukan apa yang Firman Tuhan minta: yaitu mengutamakan Tuhan dalam segala
hal (dengan 4M: Membaca, Merenungkan, Melakukan, Membagikan). Firman
Tuhan dalam KELUARGA terlebih dahulu niscaya kita akan tampil beda J yaitu menjadi Keluarga yang seperti
Tuhan inginkan/keluarga yang asli/keluarga yang ori /bukan keluarga yang palsu J. Amin.
Bp. Budi – PT.
Multipack Unggul
SESUAI KEHENDAK
TUHAN. Seorang anak kecil menangis & terus merengek kepada ibunya, karena
ia ingin dibelikan permen. Namun si ibu tidak merespon rengekan si anak, &
malah membelikannya roti. Sang ibu tau bahwa sesungguhnya anak itu lapar, namun
karena melihat permen yang tampak menggiurkan, akhirnya ia tertarik untuk
meminta permen. Walaupun awalnya menolak, tak lama kemudian si anak akhirnya
menerima & memakan roti itu. Seringkali dalam kehidupan ini kita bertindak
seperti anak kecil itu. Kita meminta apa yang kita inginkan kepada TUHAN,
bahkan ‘memaksa’ TUHAN untuk memberikan permintaan kita. Namun seringkali TUHAN
tidak memberikan apa yang kita inginkan. TUHAN jauh Lebih Mengerti Kehidupan
kita dari siapapun juga. DIA juga Maha Bijaksana dalam hal memberikan pemberian
kepada anak-anakNYA. Pernahkah kita menyadari & mensyukuri bahwa TUHAN
memberikan kepada kita bukan yang kita inginkan, melainkan yang kita butuhkan?
Rasul Paulus mendorong kita untuk selalu meminta segala hikmat & pengertian
yang benar, sehingga kita dapat mengerti kehendak TUHAN dengan sempurna.
Setelah mengetahui kebenaran ini, hendaknya kita mulai mensyukuri apa yang
sudah TUHAN berikan kepada kita, meskipun itu bukan yang kita inginkan. “Sebab
itu sejak waktu kami mendengarnya, kami tiada berhenti-henti berdoa untuk kamu.
Kami meminta, supaya kamu menerima segala hikmat dan pengertian yang benar,
untuk mengetahui kehendak Tuhan dengan sempurna” (Kolose 1:9). DIA adalah BAPA
yang baik, yang tahu memberikan pemberian terbaik untuk anak-anakNYA. Karena
itu, mulailah untuk hidup sesuai dengan kehendak TUHAN, bukan kehendak kita.
Ketika kita hidup di dalam kehendak TUHAN, maka hidup kita akan penuh berkat
& kasih karunia. Bagaimana dengan kehidupan kita? KEHENDAK TUHAN ADALAH
yang TERBAIK BAGI KITA, SEBAB TUHAN MEMBERIKAN yang KITA PERLUKAN. God bless
you.
Xavier Quentin
Pranata
“Semakin banyak
hal yang tidak kita mengerti yang menunjukkan bahwa Tuhan itu nyata.” Xavier
Quentin Pranata.
Bp. Anto –
Citraland
Syalom! Pagi
saudaraku. Takut akan TUHAN ialah membenci kejahatan (Amsal 8:13a). Membenci
kejahatan karena mengasihi Tuhan. Tetap semangat.
Madam Ossy
SAAT TEDUH.
Selasa, 2 Februari 2016. Peduli Amat. “Jadi janganlah takut, aku akan
menanggung makanmu dan makan anak-anakmu juga.” Demikianlah ia menghiburkan
mereka dan menenangkan hati mereka dengan perkataannya (Kejadian 50:21). Hudson
Taylor adalah misionaris di pedalaman Tiongkok. Saat perjalanan dari Shanghai
ke Ningpo tiba-tiba ia mendengar ada sesuatu tercebur ke laut. Ia berlari ke
geladak dan seorang penumpang, Min, tak ada di sana. Dalam keadaan bingung, ia
melihat para nelayan yang memiliki jala tarik—alat yang tepat untuk digunakan
saat itu. “Datanglah kemari. Tariklah jalamu melewati tempat ini. Ada orang
tenggelam di sini,” seru Taylor. “Peduli amat. Itu pekerjaan tak menyenangkan,”
jawab para nelayan itu. “Jangan bicara tentang menyenangkan. Tinggalkan dulu,
saya akan membayarmu.” Setelah tawar-menawar dan Taylor bersedia memberi semua
uangnya, mereka menebarkan jala untuk menarik Min, namun nyawanya sudah tak
tertolong. Di dunia ini banyak orang acuh tak acuh dan mementingkan diri
sendiri. Mungkin kita mencela para nelayan itu. Tetapi, bagaimanakah sikap kita
terhadap jutaan manusia yang berjalan menuju kebinasaan dan terbelenggu oleh
penderitaan dan dosa? Mereka tenggelam dalam keputusasaan dan keterasingan.
Mereka terpenjara dan terbelenggu oleh dendam, iri hati, dan kemarahan. Seperti
Yusuf yang menyelamatkan keluarganya dari kematian karena kelaparan,
demikianlah kita harus bersikap. Yusuf punya alasan bersikap tidak mau tahu
atas apa yang menimpa saudarasaudaranya karena perlakuan mereka kepadanya,
tetapi ia tak melakukannya. Yusuf tak sekadar menyelamatkan mereka dari
kelaparan, tetapi juga memerdekakan mereka dari rasa takut dan rasa bersalah
yang mendalam –PRB. SADAR AKAN KEBAIKAN ALLAH MENDORONG KITA BERBELAS KASIH
PADA MEREKA YANG MENDERITA DAN TERSESAT. Selamat pagi. Ucapkanlah syukur
senantiasa. Tuhan Yesus memberkati.
Ibu Caroline –
Bandung
When Stress is
coming... Cara kita lepas daripada stress, sbb: Yes 30:15. 1. Be silent, be
calm (tinggal tenang). 2. Trust in The Lord (mempercayakan diri kita dalam
Tuhan. Berani lepaskan kendali hidup Anda, ijinkan Tuhan kendalikan kemudi
hidupmu. Berserahlah kepada Tuhan, bukan menyerah. Dalam berserah ada kemauan
dan kemampuan untuk menang atasi masalah, sedangkan dalam menyerah tidak ada
daya menang atas masalah). 3. Repentance life style (gaya hidup yang selalu
bertobat dan berhenti hidup dengan cara kita sendiri, ganti hidup dengan cara
Tuhan). 4. Extreme pray praise worship (datang kepada Tuhan dengan meningkatkan
sampai batas maksimum doa, pujian, dan penyembahan anda kepada Tuhan). 5.
Double sabath (rest, betul-betul istirahat dari upaya diri sendiri dan melekat
kepada Tuhan). Kata sabat mempunyai 2 arti. Pertama, istirahat dari semua
pekerjaan dan kedua, diam supaya luka akibat menghadapi masalah-masalah
disembuhkan. Lakukan 5 langkah ini, maka Tuhan melingkupi-Mu dan kita menang
atas masalah-masalah. Taatlah pada kehendak Tuhan, kiranya janganlah sampai
seperti yunus yang dipaksa tidur di perut ikan karena ketidaktaatannya. Baca
Maz 121 dan Mat 5 sabda bahagia untuk orang stress. Tuhan memerintahkan orang
yang stress berbahagia. Berbahagia karena Tuhan yang dapat membebaskan semua
masalah, ada dalam kita. Song: kuasaMu terlebih besar, Tuhan-ku terlebih besar;
Tak pernah terlambat janjiMu ya Tuhan, menolong hidupku; KuasaMu terlebih
besar, Tuhanku terlebih besar; Tak pernah terlambat janjiMu ya Tuhan, pulihkan
hidupku. Morning Jesus, thank You for Your daily grace. Thank You for Your
unconditionally love. Only You Lord, can take whatever loss we experienced and
fill all our problems with good things. Hanya Engkau Bapa, yang sanggup
melepaskan kami dari tangisan menjadi sukacita. Setiap kami sudah berjalan
dalam kebenaranMu, kami sudah menerima belas kasihanMu dan Kau sudah mendengar
doa kami ini. Pagari stiap kami dengan kuasa darahMu Bapa. Kebenaran selalu ada
di depan kami dan kehendakMu yang selalu jadi di dalam setiap aktivitas kami
hari ini dan terima kasih kalau kami selalu diberi kesehatan yang baik, segala
sakit penyakit/virus/bakteri yang membahayakan, kami bersatu hati tolak itu
dalam nama Yesus dan tidak akan menimpa di setiap keluarga kami. In Jesus name
we pray. Amin.
Samuel
Sianto-Yestoya Ministry
Ams 14:30 – Hati
yang TENANG menyegarkan tubuh, tetapi iri hati membusukkan tulang! iri hati
menyebabkan sakit. Dekat YESUS, hati tenang jadi sehat dan segar! Samuel
Sianto(SS)-YESTOYA Ministry.
Ibu Caroline –
Bandung
One of the most
beautiful qualities of true friendship is to understand and to be understood.
Kualitas persahabatan sejati yang
terindah adalah mengerti dan dimengerti.
Worship Center
Surabaya
Kesombongan telah
ada sejak zaman purba kala. Itu telah menyusup di hati manusia saat Adam &
Hawa, manusia-manusia pertama memilih untuk menjadi sama seperti Allah &
menolak memgakui kesalahan mereka di hadapan Yang Maha Mengetahui. Makin
terang-terangan lagi, kecongkakan manusia dipertontonkan oleh Kain yang
bukannya merendahkan diri memohon ampunan Tuhan tapi memilih hidup jauh dari
hadirat Tuhan, tanpa Tuhan (Kej. 4:11-16). Mendekati akhir segala zaman, sifat
ini makin menuju puncak-puncaknya sebagaimana yang diungkapkan rasul Paulus
dalam 2 Tim. 3:2: “Mereka akan... menyombongkan diri...” Dan lebih daripada
dosa lain, kesombongan datang hampir tanpa disadari sehingga banyak yang jatuh
ke dalamnya tanpa diketahuinya. Dunia gemar memegahkan diri & mudah
mengenalinya, namun kita yang dipanggil menjadi umat Tuhan harus rajin menguji
diri (1 Kor. 10:12) agar tidak tergelincir dalam kesombongan yang lebih tak
kentara. -Kita bisa menyangka diri kita lebih rohani daripada yang lain. Dengan
semua pengetahuan rohani, gelar pendidikan, status & jabatan di gereja dsb
-saat kita menolak untuk mendengarkan & belajar firman kebenaran dari orang
yang tampak lebih sederhana dari kita maka keangkuhan sudah masuk di hati kita.
-Karena diyakinkan oleh doktrin, pengajaran atau perkataan tokoh rohani
tertentu, kita bisa merasa lebih benar daripada yang lain. Meskipun bisa jadi
ajaran yang kita terima benar, bukan Roh Tuhan & bukan hati yang benar jika
kemudian kita merasa paling benar di hadapan Tuhan. Lebih-lebih jika kemudian
apa yang kita yakini tidak teruji keakuratannya dalam terang firman Tuhan.
-Tinggi hati menyusup di hati saat kita merasa paling berjasa & berguna
dalam pelayanan pekerjaan Tuhan. Jika pelayanan tidak lagi memuliakan Tuhan
namun menjadi sarana aktualisasi diri saja, niscaya kita telah mencuri
kemuliaan Tuhan. Saat kita memandang diri lebih tinggi dari orang lain &
lupa meninggikan Tuhan, mungkin saja kita ada dalam golongan orang-orang
sombong akhir zaman. Bagaimana dengan Anda? Salam revival! GBU.
No comments:
Post a Comment