Tuesday, 2 February 2016

2 Februari 2016



RICH FAMILY-POOR FAMILY


Keluarga yang Diinginkan Tuhan. 2 Tim 3:16-17, 16Segala tulisan yang diilhamkan Allah memang bermanfaat untuk mengajar, untuk menyatakan kesalahan, untuk memperbaiki kelakuan dan untuk mendidik orang dalam kebenaran. 17Dengan demikian tiap-tiap manusia kepunyaan Allah diperlengkapi untuk setiap perbuatan baik.“ Jadikan Firman Tuhan sebagai dasar untuk kita saling mengasihi dalam keluarga, yaitu dengan KASIH yang telah IA teladankan, kasih yang luar biasa (Maz 117:2, “Sebab kasih-Nya hebat atas kita, dan kesetiaan TUHAN untuk selama-lamanya. Haleluya!”), kasih tanpa pamrih (Galatia 5:2, “Sesungguhnya, aku, Paulus, berkata kepadamu: jikalau kamu menyunatkan dirimu, Kristus sama sekali tidak akan berguna bagimu”), kasih yang senatiasa diperbaharui (Zef 3:17, “TUHAN Allahmu ada di antaramu sebagai pahlawan yang memberi kemenangan. Ia bergirang karena engkau dengan sukacita, Ia membaharui engkau dalam kasih-Nya, Ia bersorak-sorak karena engkau dengan sorak-sorai”). Jika keluarga-keluarga mengerti untuk memilih melakukan apa yang Firman Tuhan minta: yaitu mengutamakan Tuhan dalam segala hal (dengan 4M: Membaca, Merenungkan, Melakukan, Membagikan). Firman Tuhan dalam KELUARGA terlebih dahulu niscaya kita akan tampil beda J yaitu menjadi Keluarga yang seperti Tuhan inginkan/keluarga yang asli/keluarga yang ori /bukan keluarga yang palsu J. Amin.

Bp. Budi – PT. Multipack Unggul
SESUAI KEHENDAK TUHAN. Seorang anak kecil menangis & terus merengek kepada ibunya, karena ia ingin dibelikan permen. Namun si ibu tidak merespon rengekan si anak, & malah membelikannya roti. Sang ibu tau bahwa sesungguhnya anak itu lapar, namun karena melihat permen yang tampak menggiurkan, akhirnya ia tertarik untuk meminta permen. Walaupun awalnya menolak, tak lama kemudian si anak akhirnya menerima & memakan roti itu. Seringkali dalam kehidupan ini kita bertindak seperti anak kecil itu. Kita meminta apa yang kita inginkan kepada TUHAN, bahkan ‘memaksa’ TUHAN untuk memberikan permintaan kita. Namun seringkali TUHAN tidak memberikan apa yang kita inginkan. TUHAN jauh Lebih Mengerti Kehidupan kita dari siapapun juga. DIA juga Maha Bijaksana dalam hal memberikan pemberian kepada anak-anakNYA. Pernahkah kita menyadari & mensyukuri bahwa TUHAN memberikan kepada kita bukan yang kita inginkan, melainkan yang kita butuhkan? Rasul Paulus mendorong kita untuk selalu meminta segala hikmat & pengertian yang benar, sehingga kita dapat mengerti kehendak TUHAN dengan sempurna. Setelah mengetahui kebenaran ini, hendaknya kita mulai mensyukuri apa yang sudah TUHAN berikan kepada kita, meskipun itu bukan yang kita inginkan. “Sebab itu sejak waktu kami mendengarnya, kami tiada berhenti-henti berdoa untuk kamu. Kami meminta, supaya kamu menerima segala hikmat dan pengertian yang benar, untuk mengetahui kehendak Tuhan dengan sempurna” (Kolose 1:9). DIA adalah BAPA yang baik, yang tahu memberikan pemberian terbaik untuk anak-anakNYA. Karena itu, mulailah untuk hidup sesuai dengan kehendak TUHAN, bukan kehendak kita. Ketika kita hidup di dalam kehendak TUHAN, maka hidup kita akan penuh berkat & kasih karunia. Bagaimana dengan kehidupan kita? KEHENDAK TUHAN ADALAH yang TERBAIK BAGI KITA, SEBAB TUHAN MEMBERIKAN yang KITA PERLUKAN. God bless you.

Xavier Quentin Pranata
“Semakin banyak hal yang tidak kita mengerti yang menunjukkan bahwa Tuhan itu nyata.” Xavier Quentin Pranata.

Bp. Anto – Citraland
Syalom! Pagi saudaraku. Takut akan TUHAN ialah membenci kejahatan (Amsal 8:13a). Membenci kejahatan karena mengasihi Tuhan. Tetap semangat.

Madam Ossy
SAAT TEDUH. Selasa, 2 Februari 2016. Peduli Amat. “Jadi janganlah takut, aku akan menanggung makanmu dan makan anak-anakmu juga.” Demikianlah ia menghiburkan mereka dan menenangkan hati mereka dengan perkataannya (Kejadian 50:21). Hudson Taylor adalah misionaris di pedalaman Tiongkok. Saat perjalanan dari Shanghai ke Ningpo tiba-tiba ia mendengar ada sesuatu tercebur ke laut. Ia berlari ke geladak dan seorang penumpang, Min, tak ada di sana. Dalam keadaan bingung, ia melihat para nelayan yang memiliki jala tarik—alat yang tepat untuk digunakan saat itu. “Datanglah kemari. Tariklah jalamu melewati tempat ini. Ada orang tenggelam di sini,” seru Taylor. “Peduli amat. Itu pekerjaan tak menyenangkan,” jawab para nelayan itu. “Jangan bicara tentang menyenangkan. Tinggalkan dulu, saya akan membayarmu.” Setelah tawar-menawar dan Taylor bersedia memberi semua uangnya, mereka menebarkan jala untuk menarik Min, namun nyawanya sudah tak tertolong. Di dunia ini banyak orang acuh tak acuh dan mementingkan diri sendiri. Mungkin kita mencela para nelayan itu. Tetapi, bagaimanakah sikap kita terhadap jutaan manusia yang berjalan menuju kebinasaan dan terbelenggu oleh penderitaan dan dosa? Mereka tenggelam dalam keputusasaan dan keterasingan. Mereka terpenjara dan terbelenggu oleh dendam, iri hati, dan kemarahan. Seperti Yusuf yang menyelamatkan keluarganya dari kematian karena kelaparan, demikianlah kita harus bersikap. Yusuf punya alasan bersikap tidak mau tahu atas apa yang menimpa saudarasaudaranya karena perlakuan mereka kepadanya, tetapi ia tak melakukannya. Yusuf tak sekadar menyelamatkan mereka dari kelaparan, tetapi juga memerdekakan mereka dari rasa takut dan rasa bersalah yang mendalam –PRB. SADAR AKAN KEBAIKAN ALLAH MENDORONG KITA BERBELAS KASIH PADA MEREKA YANG MENDERITA DAN TERSESAT. Selamat pagi. Ucapkanlah syukur senantiasa. Tuhan Yesus memberkati.

Ibu Caroline – Bandung
When Stress is coming... Cara kita lepas daripada stress, sbb: Yes 30:15. 1. Be silent, be calm (tinggal tenang). 2. Trust in The Lord (mempercayakan diri kita dalam Tuhan. Berani lepaskan kendali hidup Anda, ijinkan Tuhan kendalikan kemudi hidupmu. Berserahlah kepada Tuhan, bukan menyerah. Dalam berserah ada kemauan dan kemampuan untuk menang atasi masalah, sedangkan dalam menyerah tidak ada daya menang atas masalah). 3. Repentance life style (gaya hidup yang selalu bertobat dan berhenti hidup dengan cara kita sendiri, ganti hidup dengan cara Tuhan). 4. Extreme pray praise worship (datang kepada Tuhan dengan meningkatkan sampai batas maksimum doa, pujian, dan penyembahan anda kepada Tuhan). 5. Double sabath (rest, betul-betul istirahat dari upaya diri sendiri dan melekat kepada Tuhan). Kata sabat mempunyai 2 arti. Pertama, istirahat dari semua pekerjaan dan kedua, diam supaya luka akibat menghadapi masalah-masalah disembuhkan. Lakukan 5 langkah ini, maka Tuhan melingkupi-Mu dan kita menang atas masalah-masalah. Taatlah pada kehendak Tuhan, kiranya janganlah sampai seperti yunus yang dipaksa tidur di perut ikan karena ketidaktaatannya. Baca Maz 121 dan Mat 5 sabda bahagia untuk orang stress. Tuhan memerintahkan orang yang stress berbahagia. Berbahagia karena Tuhan yang dapat membebaskan semua masalah, ada dalam kita. Song: kuasaMu terlebih besar, Tuhan-ku terlebih besar; Tak pernah terlambat janjiMu ya Tuhan, menolong hidupku; KuasaMu terlebih besar, Tuhanku terlebih besar; Tak pernah terlambat janjiMu ya Tuhan, pulihkan hidupku. Morning Jesus, thank You for Your daily grace. Thank You for Your unconditionally love. Only You Lord, can take whatever loss we experienced and fill all our problems with good things. Hanya Engkau Bapa, yang sanggup melepaskan kami dari tangisan menjadi sukacita. Setiap kami sudah berjalan dalam kebenaranMu, kami sudah menerima belas kasihanMu dan Kau sudah mendengar doa kami ini. Pagari stiap kami dengan kuasa darahMu Bapa. Kebenaran selalu ada di depan kami dan kehendakMu yang selalu jadi di dalam setiap aktivitas kami hari ini dan terima kasih kalau kami selalu diberi kesehatan yang baik, segala sakit penyakit/virus/bakteri yang membahayakan, kami bersatu hati tolak itu dalam nama Yesus dan tidak akan menimpa di setiap keluarga kami. In Jesus name we pray. Amin.

Samuel Sianto-Yestoya Ministry
Ams 14:30 – Hati yang TENANG menyegarkan tubuh, tetapi iri hati membusukkan tulang! iri hati menyebabkan sakit. Dekat YESUS, hati tenang jadi sehat dan segar! Samuel Sianto(SS)-YESTOYA Ministry.

Ibu Caroline – Bandung
One of the most beautiful qualities of true friendship is to understand and to be understood. Kualitas persahabatan sejati  yang terindah adalah mengerti dan dimengerti.

Worship Center Surabaya
Kesombongan telah ada sejak zaman purba kala. Itu telah menyusup di hati manusia saat Adam & Hawa, manusia-manusia pertama memilih untuk menjadi sama seperti Allah & menolak memgakui kesalahan mereka di hadapan Yang Maha Mengetahui. Makin terang-terangan lagi, kecongkakan manusia dipertontonkan oleh Kain yang bukannya merendahkan diri memohon ampunan Tuhan tapi memilih hidup jauh dari hadirat Tuhan, tanpa Tuhan (Kej. 4:11-16). Mendekati akhir segala zaman, sifat ini makin menuju puncak-puncaknya sebagaimana yang diungkapkan rasul Paulus dalam 2 Tim. 3:2: “Mereka akan... menyombongkan diri...” Dan lebih daripada dosa lain, kesombongan datang hampir tanpa disadari sehingga banyak yang jatuh ke dalamnya tanpa diketahuinya. Dunia gemar memegahkan diri & mudah mengenalinya, namun kita yang dipanggil menjadi umat Tuhan harus rajin menguji diri (1 Kor. 10:12) agar tidak tergelincir dalam kesombongan yang lebih tak kentara. -Kita bisa menyangka diri kita lebih rohani daripada yang lain. Dengan semua pengetahuan rohani, gelar pendidikan, status & jabatan di gereja dsb -saat kita menolak untuk mendengarkan & belajar firman kebenaran dari orang yang tampak lebih sederhana dari kita maka keangkuhan sudah masuk di hati kita. -Karena diyakinkan oleh doktrin, pengajaran atau perkataan tokoh rohani tertentu, kita bisa merasa lebih benar daripada yang lain. Meskipun bisa jadi ajaran yang kita terima benar, bukan Roh Tuhan & bukan hati yang benar jika kemudian kita merasa paling benar di hadapan Tuhan. Lebih-lebih jika kemudian apa yang kita yakini tidak teruji keakuratannya dalam terang firman Tuhan. -Tinggi hati menyusup di hati saat kita merasa paling berjasa & berguna dalam pelayanan pekerjaan Tuhan. Jika pelayanan tidak lagi memuliakan Tuhan namun menjadi sarana aktualisasi diri saja, niscaya kita telah mencuri kemuliaan Tuhan. Saat kita memandang diri lebih tinggi dari orang lain & lupa meninggikan Tuhan, mungkin saja kita ada dalam golongan orang-orang sombong akhir zaman. Bagaimana dengan Anda? Salam revival! GBU.

No comments:

Post a Comment